Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 81_ Keluar Negeri


__ADS_3

_Hening........ Mereka berdua sama-sama diam,memikirkan masalah mereka yang tak kunjung usai.Hingga Juna memecahkan keheningan mereka.


"Aku mencintaimu,Juga masih mencintainya.Niat itu Ada,Namun sulit untukku Melupakannya dalam waktunya singkat.Tolong beri aku waktu sebentar lagi,Aku berjanji akan melupakannya." Titah Juna sambil menatap Mata istrinya.


"Haruskah aku menunggu lagi?"Tanya Dara Lirih,Kini air mata itu mulai memenuhi pelupuk matanya.Juna langsung mengangguk pasti.



"Kau ingin Egois Bukan?Maka itu tetaplah berada disisiku sampai waktu itu tiba,Dimana aku telah melupakannya dan hanya mencintaimu." Jawab Juna dengan keteguhan Hatinya.


Dara menunduk,menatapi lantai Yang kini dipijaknya,air matanya kembali menetes.Akankah dia sanggup untuk Menanggung semua ini?,Pikirannya Tertuju Kesebuah Nama Kanaya yang selalu mengitari pikirannya.


"Aku mencintaimu Juna"Gumamnya pelan namun masih bisa didengar oleh Juna.Dengan Senyum yang menghiasi wajahnya Juna langsung merengkuh tubuh itu dan membawanya masuk kedalam pelukannya.


"Tunggu aku sayang...."Ucapnya sambil mencium kening istrinya.


Dengan Pelan,Juna membawa istrinya Keruang tamu"Duduklah" Pintanya sambil membantu Dara untuk duduk


"Mau minum?"Tanya Juna yang dibalas gelengan oleh Dara.


"Sayang......"Juna memanggilnya dengan lirih.Dara langsung mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya.Juna langsung berjalan kedapur untuk mengambil air putih.


_Taklama kemudian,Juna datang dengan membawa segelas air putih ditangannya.Dengan perhatian Juna langsung mendekatkan Gelas itu kebibir istrinya dan membantunya untuk minum.


"Sudah?"Tanya Juna yang diangguki oleh Dara.


"Sini"Pintanya sambil menepuk dadanya.Dara langsung menyandarkan dirinya Sambil memejamkan matanya.


"Maafkan aku sayang...." Kata itu kembali keluar dari mulutnya,Berharap istrinya tidak akan pernah meninggalkannya.Dara tidak menanggapi nya sama sekali,Dan hanya sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Juna...."Panggilnya serak.


"Hmmmmm"


"Jika Kanaya sudah tiada,Dimana Makamnya?"Tanya Dara sambil sedikit mendongakkan matanya.Juna diam sambil memikirkan jawaban yang tepat Untuk pertanyaan istrinya.


"Sampai saat ini,Aku sendiri tidak tahu dimana makamnya berada.Karena saat kecelakaan itu aku kehilangan kesadaranku.Dan saat aku terbangun,Aku sudah tidak melihatnya dan kata orang-orang yang berada disekitar situ termasuk Kelvin mengatakan bahwa Kanaya telah tiada"Jelasnya Sambil menatap mata Istrinya.


"Maaf telah membuatmu terluka" Ucapnya sambil mengelus perut Istrinya.


Selang beberapa detik dari itu,Ponsel milik Juna berbunyi.Dengan cepat dia langsung meraihnya dan melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


Luna is calling

__ADS_1


"Halo"


"Pagi tuan,Ada beberapa kolega yang telah menunggu anda dikantor " jelas Luna disebrang sana.


"Baiklah,Sebentar lagi aku sampai" Jawab Juna sambil menutup panggilan itu.


"Siapa" tanya dara setelah Juna menyudahi Panggilannya.


"Sekretaris mu"Jawab Juna.


"Sayang,Ada beberapa kolega yang telah menungguku sedari tadi.Jadi aku harus kekantor sekarang" Juna menjelaskannya dengan lembut.Dara berfikir senjenak sambil menatap wajah suaminya.


"Pergilah" Ucapnya disertai senyumnya.Juna langsung mengukir senyum indahnya sambil mengusap rambut istrinya.


"Aku berangkat ya,Ingat makan siang,Minum susu dan jangan nangis lagi okei"Juna berkata dengan teratur.


"Hu'um" Dara mengangguk pasti sambil Menggandeng tangan Suaminya menuju Pintu utama.


.......


_Dengan gagahnya Juna berjalan menapaki lantai perusahaannya.Dengan disambut Sapaan dari karyawannya dia terus saja melangkahkan kakinya menuju ruang meeting.


Saat memasuki Ruangan itu,Juna disambut oleh Kelvin,Luna dan beberapa kolega yang telah menunggunya sedari tadi.


"Maaf harus menunda rapat siang ini,Ada sedikit masalah tadi"Juna berkata sambil tertawa kecil .


"Kami sudah membicarakan lebih dulu perihal Pembangunan hotel itu dengan Tuan Kelvin Dan Nona Luna,sebelum menunggu kedatangan anda" Ucap salah satu kolega itu yang ternyata berasal Dari perusahaan "World Company " Yang dipimpin oleh Tuan Alexander Pramana.


"Baiklah,Kita lanjutkan pembicaraan kalian yang tadi sempat tertunda"Ujar Juna sambil membuka laporan yang semalam diberikan oleh Luna.


"Pembangunan Hotel itu sudah memakan waktu kurang lebih dari tiga tahun lamanya,Dan secara garis besar Pembangunan itu sudah berkisar 88% Selesai."Jelas salah satu kolega itu,Juna diam sambil mencerna segala Penjelasan dari Kolega yang ada dihadapannya saat ini.


"Saya sendiri,belum pernah meninjau langsung proses pembangunan hotel itu.Tapi jika dilihat Dari Laporan ini.Saat pesta akhir tahun nanti,Hotel ini sudah bisa dioperasikan" Jelas Juna sambil membaca Laporan Pembangunan Hotel Bintang lima yang kini tengah mereka kerjakan.


"Maka dari itu,Tuan Alex Ingin Meninjau pembangunan itu bersama dengan anda sebelum Pembangunan itu selesai" Kolega itu berbicara dengan teratur.Karena tidak ingin menyinggung juna.Juna adalah Investor terbesar dalam rangkaian pembangunan Hotel bintang lima ini,dengan nilai investasi sebesar Rp.2,9 Triliun.


Pembangunan Hotel Yang terletak di London, Inggris.membuat Juna sedikit berat untuk pergi kesana.Walaupun itu adalah tugasnya.


"Ada waktu sekitar dua bulan lagi untuk mencapai pembangunan itu selesai.Katakan pada tuan Alex Jika Kami akan pergi Bulan depan" Tutur Juna setelah memikirkannya beberapa kali.


Dan semua yang berada dalam ruangan itu langsung mengangguk menyetujui Usul dari sang pemimpin.Dan akhirnya para kolega itupun pamit undur diri dan kembali keperusahaan mereka.


"Bukannya bulan depan itu terlalu lama?"Ujar Kelvin sepeninggalan para kolega itu.juna langsung membawa pandangannya kearah Kelvin.

__ADS_1


"Kenapa tidak besok Atau lusa saat jadwalku tidak terlalu padat" Sambungnya lagi.Juna diam sambil mencerna perkataan Kelvin.Tapi dia langsung teguh dalam pendirian nya sendiri.Saat ini Juna tidak ingin meninggalkan Dara sendirian ditambah lagi masalah yang baru mereka alami baru-baru ini.


"Bulan Depan saja" Juna langsung berlalu meninggalkan mereka berdua yang hanya terbengong melihat kepergiannya.


"Dasar keras kepala" Runtuk Kelvin Yang Terdengar oleh Luna.


________


_Juna turun kebawah dengan laptop dan beberapa berkas yang Berada ditangannya.


Dia langsung duduk dilantai dan memposisikan dirinya menghadap televisi.


"Tidak bisakah Bila dirumah kau hanya milikku tuan Juna" Goda Dara sambil ikut duduk dilantai disamping suaminya.


Juna menggeleng pelan sambil memamerkan barisan gigi putihnya "Malam ini saja" Titahnya sambil membuka laptopnya.


Saat ini mereka tengah asik melakukan kegiatan masing-masing,Dara sibuk menonton Drakornya Dan Juna sibuk dengan laptopnya.


"Sayang......" Panggil Juna disela-sela kegiatannya


"Hmmmmmm"Jawabnya sambil menoleh.


"Aku akan keluar negri" Ucapnya pelan.Sontak dara langsung kaget dan menatap wajah suaminya dengan intens.


"Ke...keluar negri? ka..kapan? Terus ngapain?" Dara langsung mengajukan beberapa Pertanyaan yang membuat Juna kewalahan untuk menjawabnya.


Hati Dara mulai Gusar.' Luar negeri?"Itu berarti mereka harus berpisah bukan?


Tidak...tidak.......


Mereka tidak akan pernah berpisah.....


___________ _


***Bersambung....


happy reading all 🤗❤️🤭..


salam Cinta Dari Author ❤️🖤❤️🖤


"Saranghaeo"


ㄴㅁㄱ무홈대🌹🌹***

__ADS_1


__ADS_2