
_Dara Menghela nafas dengan berat.Dia merasa bosan Dan Perasaannya Juga Tak karuan . Kenapa Tidak?,Sudah Hampir dua jam dia menunggu disini,tapi Juna Tak kunjung datang Untuk menemuinya.Ditelfon tidak diangkat,Dan sedari tadi dia sudah mengirimnya pesan tapi tak ada satupun balasan Dari Juna.
"Silahkan Nona" Ujar Pelayan Itu yang mulai Menata Makanan Yang dipesannya Tadi.
"Terimakasih mbak" Dara Tersenyum dan menatap kosong kearah makanan yang ada didepannya.
Sebelum makan,Dia Mengecek Ponselnya terlebih Dahulu.Masih sama tak ada balasan dari Juna,bahkan yang lebih parahnya lagi sekarang Juna malah mematikan ponselnya.
Dengan Berat hati Dara mulai memakan pesanannya tadi.Tadinya dia berfikir bahwa siang Ini Juna bisa menemaninya Untuk makan Siang,tapi apa Dia bahkan Tidak datang Atau menelfonnya saja Pun tidak.
****@****
"Naya Lepaskan Aku" Juna melepaskan pelukannya secara paksa setelah sekian lama mereka bernostalgia dengan perasaan Yang masih terpendam indah dalam hatinya.Juna Menoleh kearah lain dan meremas rambutnya dengan Kasar.
Sekarang dia sadar bahwa semua ini benar-benar nyata.Wanita Ini adalah Kanaya,mantan Tunangannya dulu.Kemudian Juna memutar ingatannya.Beberapa bulan yang lalu Ada seorang wanita Yang menelfonnya,Dan suara Itu sangat persis dengan Naya.Kemarin,Tanpa Sengaja Dia melihat Sosok wanita Yang sangat Mirip dengan Naya.Dan Tadi,Suara itu kembali menyapanya lewat Panggilan telfon.Dan Inilah jawabannya,Jawaban Dari segala pertanyaannya selama ini Bahwa Memang benar Jika Kanaya masih hidup dalam dunia.
Kanaya menatap nanar kearah Juna.air matanya tak berhenti mengalir.Dia sangat rindu pria ini, sangat-sangat rindu.Tapi entah kenapa pelukannya tadi tak membuatnya merasa cukup untuk menghilangkan rindunya selama Ini.
"Juna,Ini aku sayang" Dia kembali mendekat Dan Ingin memeluk Juna.Tapi dengan Cepat Juna mundur dan menatapnya dengan tajam.
"Berhenti ditempatmu!"Ujar Juna dengan Tegas."Berhenti ditempatmu Naya"lirihnya dengan pelan.
"Kenapa Juna?"Lirihnya dengan pelan.
"Naya Dengarkan aku" Dia menjedanya Dan menahan nafasnya Yang terasa Sesak."Selama ini yang kutahu adalah kau benar-benar telah tiada,Walau Hati dan naluriku mengatakan bahwa kau Masih berada didunia yang sama denganku.Tapi Semua Bukti Dan Waktu yang terus berjalan Membuatku Sedikit demi sedikit mulai percaya dan menerima Kepergianmu.Dan sekarang,Jangan terlalu memaksaku Naya.Aku masih tidak percaya dengan semua ini"
__ADS_1
Naya menggeleng pelan.Air matanya terus mengalir dengan deras."Apa yanv kau katakan Juna,Apa kau tidak percaya jika Ini benar-benar aku?" Dia mendekat Dan menggapai wajah Juna untuk membawanya Kehadapannya."Tatap Aku Juna,Tatap aku" Teriaknya Dengan kencang.
"Aku Kanaya.Nayamu yang dulu juna" Gumamnya dengan berderai Air mata.
saat ini Juna sudah seperti orang bodoh yang tak tahu harus melakukan apa-apa.Pikirannya terasa kosong dan tak bisa digunakan dengan baik."Maaf jika aku membuatmu bingung selama Ini.Tapi ada Sedikit masalah yang membuatku harus pergi jauh Dari sisimu.Dan sekarang,aku telah berhasil Juna.Aku berhasil melawan mereka dan kembali kepadamu" Jelasnya Dengan Lembut.Dia tertawa dalam tangisnya karena melihat Sifat Juna yang sangat berbeda.
"Masalah!.Masalah Apa Naya?" Wajah Juna berubah Serius.Dia melepaskan tangan Naya yang berada diwajahnya.
Naya terdiam dalam Jantung yang terus berpicu dengan cepat."Aku bisa menjelaskannya nanti.Tapi sekarang,aku hanya ingin memelukmu Juna.Aku sangat merindukanmu" Elaknya Yang langsung memeluk Juna dengan erat.
Bertepatan Dengan saat itu Juga,Sepasang mata indah juga ikut menyaksikan adegan Yang selama ini tak pernah dibayangkannya.Adegan dimana seorang pria yang sangat dicintainya kini malah memeluk wanita Lain dibelakangnya.
Inilah alasan Juna mengabaikannya?,Inilah alasan Juna tidak menepati janjinya?,Dara Menunduk dan memegang dadanya yang terasa sesak Dan pengap.
Dia kenal siapa Wanita itu,Dia tahu siapa wanita itu.Kanaya..,Iya benar jika wanita Itu benar-benar Kanaya mantan kekasih suaminya Dan juga satu-satunya wanita Yang mengisi separuh hati Juna setelah pernikahannya saat Itu.
Dia kembali.Lalu apa semua ini.Juna?,Juna Menemuinya.Lalu Bagaimana dengan nasibku serta anakku nanti.Haruskan aku mengalah untuk kebahagiaan mereka Atau haruskah aku Segois demi cinta Serta masadepan anakku '
Dara membekap mulutnya agar tak mengeluarkan Suara apapun.Saat ini,dia lebih Memilih untuk meringkuk dibawah Pohon besar yang tak jauh Dari dimana tempat suaminya berada.
' Kau tega Juna...Kau tega... '
Air matanya Terus bercucuran dengan deras menemani kehancuran Hati dan jiwanya.Suaminya?,Pria yang dicintainya?,Kini diam-diam menemui mantan kekasihnya dulu dan Malah mengabaikannya seorang diri Direstoran.Sungguh keterlaluan bukan?.
dengan keberanian yang Besar,Dara kembali mengintip mereka.Dan masih sama,Mereka masih Berpelukan dengan erat.
__ADS_1
Sakit...!,Sakit rasanya saat melihat pria yang kita cintai kini malah berpelukan bersama wanita lain.Dia merasa cemburu Saat wanita Itu memeluk Tubuh yang selama Ini juga dipeluknya.dia juga cemburu saat Melihat wanita Itu menumpahkan segala tangisnya dalam dekapan Juna.
' *Selama ini,Aku pikir hanya akulah satu-satunya wanita yang menangis dalam pelukanmu Juna.Tapi ternyata tidak,ada wanita lain yang juga memiliki hak yang sama denganku.
Dan Apakah ini akhirnya Juna.Akhir dari cintamu denganku.Haruskah kita berakhir seperti ini?,Haruskah aku yang pergi atau Menunggumu sendiri yang Mengusirku*?"
Dara berdiri dan sedirkit berlari Untuk pergi dari situ.Hati Dan Pikirannya Tak sanggup lagi untuk melihat semua Adegan itu nantinya.Disepanjang perjalanannya,Dara selalu menangis Dan mengeluarkan isakan lirih yang sangat menyayat hati.
Dia benci,Sangat benci ini.Dia tidak ingin mencari taksi.yang diinginkannya hanya berlari agar sesak itu sedikit menghilang.Dia tak perduli dengan Orang-orang yang berada disekitarnya karena rasa sakit dan kecewa yang ada dihatinya mampu mengalahkan akal sehatnya.
' (Aku mencintaimu Dara...
aku mencintaimu ) '
Kata-kata itu selalu terngiang Dikepalanya.
' Inilah yang kau sebut dengan cinta Juna?,Inikah yang kau sebut dengan cinta?.Kenapa Harus aku tuhan,Kenapa harus aku yang menjadi wanita Sial yang harus menanggung ini semua '
Die terus berjalan Melawan terik dan polusi yang mengelilinginya.Sesekali Dia mengusap Perutnya karena mengingat Adegan tadi.
Sesampainya dirumah,Dara langsung mengunci kamarnya dan berteriak dengan sangat keras.Rasa sesaknya membuatnya tak bisa bernafas dengan lega.
Dia terduduk lemas dilantai Dan meringkuk dengan menopang dagunya dilutut.Saat ini dia masih membayangkan Hal Apa yang sedang dilakukan Juna dan Kanaya saat ini.
" Bolehkan aku membencimu Juna" Gumamnya Sambil menatap Foto pernikahannya dengan Juna.
__ADS_1
____________
...Bersambung...