
Ibarat Bom Yang meledak,Itulah istilah yang dapat menggambarkan Kondisi Varo sekarang.Bersusah payah untuk merampungkan segala masalah tanpa memutus kontrak yang Malah berakhir seperti ini.Semua awak media terlanjur Tahu Tentang masalah ini Dan yang ditakutkannya Selama ini benar-benar terjadi,Bahwa Client itu berpindah alih Ke Leonidas Corporation yang dipimpin oleh Arjuna,Musuh besarnya sendiri.
"Arrrrgggggghhhhhhh" Teriaknya prustasi sambil mengacak-acak rambutnya.Kini Tinggal kemejalah yang melekat ditubuh indahnya.Entah kemana Dibuangnya Jas Serta dasi Yang dikenakannya tadi pagi.
Bukan perkara uang yang Dipikirkannya saat ini,melainkan nama baiknya Yang sedikit tercoreng karena masalah ini.
"Brengsek" Teriaknya sambil memukul-mukul pembatas jalan Yang berada tak jauh dari mobilnya.
Ya..Setelah Client itu memutuskan kontrak dengannya Ditambah lagi Seluruh berita trending yang menyangkut namanya,membuatnya tidak kembali kekantor ataupun Kerumahnya.Kini dia hanya diam termenung dipinggir jalan sambil meratapi nasibnya.
_____
Sedangkan diperusahaan lain,tepatnya Di Leonidas Corporation,Dua orang pria itu tak kunjung menyelesaikan pembicaraan mereka.Jam yang kini sudah menginjak hampir tengah malam tak membangkitkan keduanya dari duduknya.
"Jadi menurutmu,Kita akan menerimanya?"Tanya Kelvin yang diangguki oleh Juna.
"Itu adalah Salah satu cara Yang tepat untuk menguak Kasus seperti ini.Mungkin aku Dan Varo bukanlah Kerabat atau teman yang dekat.Namun kita sama-sama manusia,Aku tidak ingin masalah ini membuat namanya hancur apa lagi Kini masalah itu sudah mulai masuk kedalam perusahaan kita" Jelas Juna.
"Aku yang akan mengurus Client itu besok.Dan tugasmu adalah mencari Pelaku itu" Sambungnya
"Mungkin Saja Orang suruhan Varo sudah mulai mencarinya" Jawab Kelvin.
"Tidak ada salahnya bila Kita mencarinya juga.Jika kita mendapatkannya,Kita akan menjadikannya barang bukti yang kuat atas kasus ini" Juna berkata dengan teratur sambil bangkit Dari duduknya.
"Pulanglah.Dan aku juga akan pulang" Juna menepuk Bahu Kelvin sebelum berlalu meninggalkan ruangan itu.
____
....@....
00:58 Wib
_Pelan,Juna menarik gagang pintu kamarnya.Dilihatnya istrinya yang sudah tertidur pulas dengan posisi membelakanginya.Langkahnya langsung tertuju pada kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menyusul Istrinya untuk tidur.
Karena sudah larut,Juna mengurangi waktu mandinya menjadi lebih singkat.Hanya Memakan waktu 10 menit,Dia telah selesai dari ritual bersihnya dan langsung melenggang pergi keluar.
Saat berjalan menuju walk in closet.Juna menyempatkan dirinya untuk membenahi selimut Dara yang sudah turun sebatas perut.Setelah itu dia langsung membalik badan untuk mengenakan pakaiannya.
...
__ADS_1
Saat membuka pintu,Juna dikejutkan oleh kemunculan Istrinya yang secara tiba-tiba dihadapannya."Saa.sayang...."Ucapnya tergagap."Kau terbangun?"
Dengan pandangan yang tajam,Dara melirik kearah Jam dinding dan kembali menoleh kearah suaminya." Jam berapa sekarang?"Tanyanya dingin.
"Jam setengah dua sayang" Jawabnya kikuk setelah menoleh sebentar kearah jam dinding yang terletak dikamarnya.
"Setengah dua apa?"Tanyanya lagi.
"Setengah dua dini hari"
"Setengah dua dini hari.Dan kamu baru pulang.Kamu dari mana saja sih?"Omel Dara.Kini dia sudah seperti emak-emak yang mengomeli anaknya.
"Kan aku sudah bilang,Ada pekerjaan penting dikantor" Jelas Juna sambil menuntun istrinya untuk kembali keranjang."Kenapa lama sekali?"Tanya Dara sesudah duduk ditepi ranjang diikuti sang suami yang kini berada disampingnya.
Tanpa menjawab pertanyaan istrinya,Juna malah balik nanya ke Dara" Sejak kapan kau terbangun?"
"Sejak kepulangan mu"Jawabnya rendah.Kini pandangannya mulai beralih untuk menatap Lantai kamarnya.
"Ada sedikit masalah dikantor.Maaf karena membuatmu menunggu" Juna berkata sambil menarik Dara untuk masuk kedalam pelukannya."Tadi cuman kekantor kan?"Tanya Dara sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Juna.
"Kekantor lah,Emang kemana lagi"
"Kita tidur ya" Ucap Juna sambil membantu istrinya untuk rebahan.karena waktu yang sudah Sangat larut,membuat keduanya langsung tertidur pulas.
_______
_Keesokan paginya setelah melakukan Drama pagi yang menghangatkan hati.Juna langsung melajukan mobilnya menuju kantornya.Rasa semangatnya bertambah Karena Ada jadwal pertemuan dengan Client yang baru saja dibicarakannya dengan Kelvin semalam.
Sesampainya dikantor,Juna disambut oleh beberapa karyawan juga Sekretaris luna yang kebetulan baru sampai.
"Selamat pagi tuan muda"Ucapnya seraya membungkuk hormat.Juna membalasnya dengan anggukan Tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali.
Luna menghentikan langkahnya sambil mengamati punggung Juna yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.Jika melihat Juna,Luna kembali mengingat saat Juna bersama dengan seorang wanita dihari itu tepat setelah selesai meeting.Hatinya merasa tidak Rela sat mengetahui bahwa Juna sudah memiliki kekasih.Apa lagi saat melihat perhatian Juna saat itu.Dia semakin tidak rela untuk mengikhlaskannya.
' Cinta ini hadir Saat Kutahu kau belum Termiliki.Namun apa jadinya saat ini bila sebenarnya kau adalah pria yang termiliki.Haruskah aku melupakanmu Atau Terus menyimpan Rasa ini dan membiarkannya berlalu begitu saja '
Luna kembali memegang dadanya yang terasa sesak.Namun Saat sadar ini adalah tempat umum,Luna langsung bergegas pergi untuk menyusul Juna keruangannya.
....
__ADS_1
Kini pria tampan Itu sudah mulai berkutat dengan laptopnya yang berada dihadapannya.Belum lagi Tumpukan laporan yang belum Di ACCnya sejak kemarin.Bahkan sangking fokusnya,Juna sampai tidak mendengar ketukan yang berasal dari luar ruangannya.
"Permisi tuan" Ucap Luna.Juna dia sambil menunggunya untuk mengatakan schedule nya hari ini.Pandangan matanya tak beralih sedikitpun untuk menatap Luna.
"Jadwal anda hari ini Hanya pertemuan Dengan Client Dari perusahaan Wijaya Corp,pukul dua siang .Dan selebihnya anda Hanya Perlu memeriksa seluruh laporan yang saya antar semalam tuan" Jelas Luna yang diangguki oleh Juna.
Sedetik kemudian,Juna baru menyadari bahwa sedari tadi dia samasekali tidak menyentuh ponselnya.Bahkan Dia sampai lupa dimana ponsel itu berada.
Tangannya beralih untuk Mencari ponselnya dibawah tumpukan berkas-berkas itu,Atau bahkan Di Saku celananya dan semua laci mejanya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"Tanya Luna.
"Ponsel saya tertinggal" Jawabnya.
"Pinjam ponselmu sebentar" Ucap Juna sambil mengulurkan tangannya.Dengan refleks Luna langsung memberikannya.sebelum itu dia telah membuka sandinya terlebih dahulu.
Juna langsung melakukan panggilan kenomornya.Dan benar,Bahwa telfon itu tertinggal dirumah,Karena saat panggilan itu terhubung,Dara lah yang mengangkatnya.
"Sayang,ponselmu tertinggal?" Ucap Dara disebrang sana.
"Gimana ya.Pekerjaanku sangat banyak.Tidak mungkinkan kalau aku harus pulang kerumah"
"Aku yang akan mengantarnya"
"Kau yakin?"
"Iya"
"Baiklah, Hati-hati" Ucap Juna yang langsung memutus panggilannya.
Dia sedikit Dingin saat berbicara ditelfon karena ada Luna diruangannya."Kau bisa keluar" Ucap Juna sambil menyerahkan ponsel itu ketangan Luna.
_________ _
Bersambung...
happy reading all 🤗❤️🤭
Salam Cinta Dari Author ❤️🤭🤭
__ADS_1
"Saranghaeo 💜💜"