
__ Lama mereka bercengkrama Sampai Hidangan Yang Mereka Santap sudah Habis tak tersisa.Varo Mengagumi bagaimana Cara Dara berbicara Atau segala hal yang dilakukannya.
"Oh iya Ra,Berapa umurmu sekarang?"Tanya Varo sambil menyeruput kopi yang ada dihadapannya.
"20 tahun kak"Jawabnya.
"Wahhh,Ternyata Adik kecilku dulu telah tumbuh besar sekarang."Varo berkata sambil tertawa kecil yang diikuti oleh Dara.
"Iya.Adikmu yang dulu pernah kau bully karena pendek, sekarang dia telah tumbuh menjadi gadis Cantikkan."Candanya sambil membentuk Peace Dipipinya.Varo Tercengan melihatnya.Namun Sedetik kemudian Varo tertawa Terbahak-bahak Akibat kelakuan Dara
"Kenapa Kau tertawa.Aku memang Cantikkan" Pekiknya.
"iya..iya,Kau memang cantik.tapi lihatlah Kau adalah wanita yang pendek diumurmu yang sekarang."Ejek Varo.
melihat wajah Dara yang ditekuk,membuat Varo menghentikan tawanya dan kembali memasang wajah datarnya.
"Ra..."Panggilnya.
"Hmmmm"Jawabnya yang langsung menatap wajah Varo.
"Aku mencintaimu"Kalimat itu lolos begitu saja dari Bibirnya.Wajahnya dipenuhi keyakinan saat mengatakan itu.Dia berharap bahwa kali ini dia tidak akan kehilangan gadisnya lagi seperti dulu.
Tapi berbeda dengan Dara yang hanya diam mematung mendengarnya.Jantungnya berdetak dengan keras,Nafasnya Memburu Dan sulit untuk dikendalikan.
Benarkah apa yang didengarnya saat ini?
"Ra,kau mendengarku kan?"Tanya Varo saat melihat Dara yang hanya berdiam diri Sambil menatapnya dengan pandangan yang tidak terbaca.
_______
Leonidas Corporation...
Sepanjang menjalankan pekerjaannya,Pikirannya terus dipenuhi oleh istrinya.Apalagi ditambah dengan ucapannya tadi pagi bahwa dia ingin bertemu dengan Regan.
Bahkan seluruh penjelasan Dari Lunapun Mental begitu saja dari Telinganya."Maaf tuan,Apa anda mendengar saya?"Tanya Luna.Dan Juna langsung tersadar dari lamunannya sambil menoleh kearah Sekretaris nya.
"Ulangi" pinta Juna dengan Wajah datarnya.
Dengan Berat hati,Luna kembali mengulangi seluruh penjelasannya tadi mengenai Pasar saham yang kini mulai melambung tinggi.
Pandangannya tak luput dari wajah Juna,Sambil berfikir apa yang sedang dilamunkan oleh bosnya itu.
Setelah Menjelaskan semuanya,Luna Mengambil posisi untuk Mengerjakan Pekerjaannya Disofa yang berada diruangan Juna.Karena ini adalah bentuk kerjasamannya dengan Juna.
Tangan Juna meraih ponselnya yang berada diatas meja untuk menelfon Istrinya.Namun Percuma,Ponsel Dara sedang dalam keadaan off sekarang.Lalu Pandangannya beralih kearah Laptopnya yang masih menyala.Dengan malas dia kembali Mengerjakan pekerjaannya walaupun Pikirannya masih dipenuhi oleh Istrinya.
__ADS_1
......@......
Lama Dara berdiam diri sambil memikirkan bagaimana caranya menanggapi ucapan Varo tadi.Sama halnya dengan Varo yang lebih memilih untuk diam sambil menunggu perkataan Dara nanti.
"Kau bercanda kak?"Ucapnya Setelah memberanikan dirinya.Matanya mulai menatap Varo dan mencoba mencari kebohongan disana.Namun nihil,Varo benar-benar tulus dengannya.
"Aku serius Ra.Apa ada yang salah dengan perkataanku?"Varo mencoba untuk menghilangkan keraguan yang terpasang jelas diraut wajah Dara.
"Aku sudah menikah kak"
Deg!!!!!!..
Terasa disambar petir disiang bolong,Dia tercengang sambil Menunjukkan raut ketidakpercayaan.Nafasnya tersengal,Dan kini wajahnya berubah muram.
Varo hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Men... menikah?"Tanya Varo yang ingin mendengarnya sekali lagi.
"Iya kak,Aku sudah menikah.Dan maafkan aku"Jawabnya dengan sekali tarikan nafas.Wajahnya menunduk demi menghindari kontak mata dengan Varo.
Varo mengalihkan pandangannya kearah lain.Dia mencoba untuk tertawa sambil mengusap wajahnya berkali-kali.Merasa tidak percaya,Namun Dia harus percaya dengan semua ini.
"Maafkan aku kak"Ucapnya Dengan rendah.
Varo kembali menatapnya sambil mengulum senyumnya."Untuk Apa kau meminta maaf.Itu bukan salahmu bukan?"Ucap Varo sambil mengumbar senyumnya.
"Sekitar 4 bulan yang lalu kak"Jawabnya.
"Kau harus mengenalkan Suamimu padaku nantinya"Ucap Varo sambil tertawa kecil Tawa yang kini menyimpan luka dalam hatinya.
"Huummmmm,Aku akan mengenalkan mu padanya nanti" Ucapnya Yang mencoba untuk ikut tersenyum.
Setelah itu mereka terdiam,Sambil memikirkan perasaan masing-masing.
"Maaf jika sifatku selama ini menyakitimu kak"Ucapnya Sendu.
"Aku sudah bilang, jangan meminta maaf.Kau tidak salah,Cintalah yang salah karena tumbuh pada orang yang salah" Jelas Varo.
"Akulah yang salah karena tidak memberitahumu tentang statusku.Maka itu kau bisa mencintaiku"Jawabnya.
Kemudian Varo terdiam sambil menatap wajah Dara yang kini sedang menunduk
' Aku telah jatuh cinta denganmu sejak pertama kali kita bertemu.Walau kau memberitahuku tentang statusmu Lebih awal dari pada ini,Mungkin aku juga tidak bisa menghentikan perasaan ini yang terus saja mencintaimu. '
Varo masih asik memandanginya,Hingga dirinya lebih memilih untuk berpamitan dengan alasan pekerjaan kantor.Padahal tadi padi dia sudah mengosongkan Jadwalnya karena ada janji dengan Dara.
__ADS_1
"Ra,Bukan karena kau menolakku kita harus menjauh.Tetaplah seperti ini.Dan jadilah Dara Adikku yang selalu mengingatku sebagai kakakmu" Ucap Varo.
"Iya kak" Jawabnya kikuk.
"Ahhh,Sudah jam segini.maafkan aku yang harus pergi lebih dulu,Ada pertemuan kantor siang ini." Ucap Varo sambil berdiri dari duduknya.Diikuti Dara yang juga ikut berdiri didepannya.
"Hati-hati kak"Ucap Dara.Setelah itu Varo langsung melenggang pergi Dari hadapannya diikuti pandangan Dara yang merasa bersalah kearahnya.
' maafkan aku kak'
________
_Saat didalam Taksi,Dara mengaktifkan ponselnya dan melihat ada satu panggilan tak terjawab dari suaminya.Dia tidak ingin menelfonnnya balik,karena dia ingin bertemu langsung dengan Suaminya.
"Pak,Kita putar balik ya.Kita Keperusahaan Leonidas Corporation" Ucapnya pada supir taksi itu.
45 menit kemudian,Taksi yang dikendarai Oleh Dara telah sampai didepan pagar kantor suaminya.Kaki jenjangnya mengayun Hingga sampai didepan resepsionis itu.
"Permisi,Apa Tuan Junanya ada" Tanya Dara dengan lembut.
"Ada nona,Mari saya antar"Ucap Resepsionis itu.
Ting....
Kini lift yang dinaiki dara telah sampai di lantai 27 dimana Ruangan suaminya berada.
Tanpa mengetuknya Dara langsung membukanya seenaknya.
Sedangkan Juna yang merasa kaget langsung membentak orang itu sambil melemparkan tatapan tajamnya.Begitupun dengan Luna yang menunggu orang itu masuk kedalam ruangan itu
"Siapa kau berani Masuk seenaknya saja ke ruanganku....."Bentaknya.
Pintu itu pun terbuka dengan sempurna yang menampakkan seorang wanita Tengah berdiri sambil menatapnya dengan haru.
Wajah Muramnya kini berganti Dengan wajah sendu saat mengetahui bahwa Istrinya lah yang datang."Kau Datang"Ucap Juna sambil berdiri dari duduknya.
Tanpa memperdulikan Luna yang berada diruangan itu,Dara langsung berlari dan menghambur kedalam pelukan suaminya.
_________ _
Bersambung...
happy reading all ππ
salam Cinta Dari Author β€οΈ
__ADS_1
"Saranghaeo π"