
Teriknya matahari,Tak menghentikan Langkah Juna untuk melajukan mobilnya menuju kantornya,Awalnya Dia hanya ingin Dirumah menemani istrinya,Namun karena ada sedikit pekerjaan yang mengharuskan dirinya kekantor,Mau tak mau Juna harus Mengerjakan Kewajibannya Sebagai pemimpin perusahaan dan membedakannya dengan masalah pribadinya.
Sesampainya digedung yang menjulang tinggi itu,Juna langsung keluar dari mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya menuju Lantai 23 dimana ruangannya berada.
Baru saja dia Masuk keruangannya,Dia sudah disambut oleh beberapa tumpukan berkas yang memenuhi mejanya.Itu adalah bagian dari kesalahannya semalam,Meninggalkan kantor saat banyak pekerjaan yang menumpuk.
Dengan berat hati dia membaca setiap lembar demi lembar dari setiap tumpukan berkas itu.Pandangan matanya tepat kearah Barisan tulisan rapi yang tercetak di lembaran kertas itu,Namun Hati dan fikirannya Masih tertinggal dirumah.Sangat berat baginya berpisah dengan istrinya walau sebentar saja,Ditambah lagi dengan masalah yang baru menimpa mereka.
Huffffhhhhhh......
Tak henti hentinya helaan nafas itu keluar dari mulutnya menemani setiap lembar yang terus berada ditangannya.namun selang beberapa lama,Kefokusannya mulai goyah saat mendengar ketukan pintu Dari luar.
"Masuk"Jawabnya dingin.
"Selamat pagi tuan"Sapa Luna sesudah memasuki Ruangan yang luas itu sambil membawa beberapa Dokumen yang harus diperiksa Juna hari ini juga.
"Ini adalah laporan kerjasama yang harus bapak tanda tangani hari ini juga"Jelas Luna hati hati,Mengingat kejadian semalam membuatnya takut untuk berinteraksi dengan Juna.
"Apa tidak bisa Dilanjutkan besok"Protes Juna.belum lagi berkas berkas ini selesai,Dan sekarang sudah ditambah lagi.
"Tidak bisa pak,Seharusnya berkas ini sudah bapak Tandatangani Semalam"Jelasnya lagi.
"Keluarlah,Dan panggil Kelvin kemari"Ucapnya dingin yang langsung beralih membaca berkas berkas itu tanpa memperdulikan keberadaan Luna.
15 menit kemudian..
Pintu Ruangan itu kembali terbuka menampakkan Kelvin yang memasang wajah Datar.
Juna langsung mengangkat kepalanya untuk menatap Kelvin,Kelvin langsung mengalihkan pandangannya memutus kontak mata dengan Juna.
"Ada apa?"Tanya Kelvin dingin.
"Bagaimana keadaan kantor semalam?"Tanya Juna dingin.
"Hampir Meledak"Jawab Kelvin Asal.Juna langsung membulatkan matanya dan mengalihkan pandangannya untuk menatap Kelvin.
"Bersikaplah Profesional,Bedakan antara masalah pribadi dan masalah kantor"Pekik Juna dengan emosi.
"Kau yang memulainya lebih dulu"Jawabnya Dengan sorot mata yang tajam.
Mendengar suara Serak dara semalam Membuat Kelvin mengetahui masalah Mereka,Ditambah Juna yang menghilang sejak kemarin siang.
"Sudahlah,Aku tidak ingin membahas tentang Kanaya disini"Ucap Juna yang mengetahui arah pembicaraan Kelvin
"Ini bukan masalah Kanaya,Namun ini menyangkut tentang istrimu"Ucapnya yang berhasil menarik perhatian Juna.
"Apa semalam kau mengubur dirimu dalam dalam ha,Kau menghilang sejak siang Dan kukira kau pulang kerumah.Dan ternyata kau tidak pulang hingga larut malam"Omel Kelvin.
"Dari mana kau tahu"Tanya Juna sambil mengerutkan alisnya.
"Dara menelfonku,Dia bertanya kepadaku tentang keberadaanmu"
__ADS_1
"Juga masalah Kanaya,Itu tidak penting.Dia hanya masalalumu.Dan jika kau ingin terus terusan menyangkut pautkan Masalalumu kedalam rumah tanggamu,Bersiaplah untuk mengucapkan salam perpisahan kepada istrimu"Sambungnya lagi.
"Aku akan melupakannya,Aku yang bodoh karena terlalu berharap dengan masalaluku"Jawab Juna.
"Baguslah,Kau memang bodoh tapi tidak terlalu bodoh"Ucap Kelvin yang diangguki oleh Juna.
"Baiklah,Jangan terus meracau.bantu aku menyelesaikan semua ini,Istriku sedang tidak enak hati.Aku ingin segera pulang untuk menghiburnya"Ucap Juna dengan memelas.
"Kau selalu seperti ini"Omel Kelvin yang langsung membawa setengah tumpukan berkas itu keruangannya.
.........@.........
Sedangkan Dikantor Varo....
Dia duduk dikursi kebesarannya sambil menimang nimang ponselnya,Pasalnya Sudah seminggu berlalu setelah pertemuan nya dengan Dara,Dia tak kunjung menelfonnnya.
"Kenapa tidak aku saja yang meminta nomor telponnya saat itu"gumamnya pelan.
"Ah kau terlalu bodoh Varo,"Pekiknya lagi sambil memukul mejanya.
.....
Pukul 15:00 Wib Dikediaman Juna..
Dara baru saja mengerjapkan matanya setelah beberapa jam dia tertidur.Saat kesadarannya mulai penuh,Dia baru sadar jika suaminya tidak ada disampingnya.
"Kemana dia"Gumamnya sambil turun dari ranjangnya untuk turun kebawah.
.....
"Juna"Panggilnya.....
"Juna kau dimana?"Panggilnya lagi.Namun tetap sama tidak ada sahutan sama sekali.
Karena Tidak mendapatkan Jawaban sama sekali,Akhirnya dara berjalan keluar untuk melihat mobil suaminya.dan benar saja Mobil Juna tidak ada ditempatnya.
"Dia pergi"Ucapnya pelan,Rasa sepi langsung menguasai dirinya.Dengan berat hati dia masuk kedalam rumah dan kembali ke kamarnya.
Saat sudah berada didalam kamarnya,Dara berjalan kearah ponselnya berada,Namun dia menemukan secarik kertas yang berada dibawah ponselnya.Dia langsung mengambilnya untuk membaca isi surat itu.
Sayang,Maafkan aku yang tidak bisa menemanimu hari ini.Ada begitu banyak pekerjaan kantor yang mengharuskan ku untuk pergi.Maaf karena tidak membangunkanmu.....
Itulah Isi surat itu,Surat yang ditulis Juna sebelum kepergiannya kekantor,Dara menghela nafasnya panjang,Dia sadar selain Dirinya Juna Juga memiliki tanggung jawab yang besar atas perusahaannya
Dia langsung mengaktifkan ponselnya,Untuk menelfon suaminya.Saat ponselnya telah aktif,Banyak notifikasi pesan yang masuk dari Suaminya juga teman temannya.
Dia langsung membuka pesan dari suaminya.
π©Bee
Aku tidak bisa janji untuk cepat pulang,Namun akan kuusahakan untuk menyelesaikannya secepat mungkin.
__ADS_1
Setelah membaca pesan itu,Dara tidak membalasnya namun langsung menelfon suaminya.
...........
Diruangan yang luas itu.Juna terus memfokuskan diri untuk membaca setiap Berkas kerjasama antar beberapa perusahaan itu,Dia sangat teliti agar tidak ada kesalahan sedikitpun nantinya,Hingga dering ponselnya membuyarkan Kefokusan Dirinya.
Dia meraih ponselnya dan melihat nama yang tertera dilayar ponsel itu.Seketika matanya membulat karena melihat nama istrinya yang tertera disitu.Dia tidak menyangka bahwa Istrinya mau menelfonnnya.
Kelamaan dengan lamunannya sendiri membuat dering handphonnya mati,Dia memutuskan untuk menelfon istrinya,Namun belum sempat dia menelfon.istrinya sudah lebih dulu menelfon kembali.
Juna langsung mengangkat Panggilan itu.
"Sudah bangun"Ucap Juna disertai senyumnya.
"Kenapa kau tidak mengangkat telfonku tadi,Aku ganggu ya"Pekik Dara disebrang sana,Juna langsung menghela nafasnya panjang.
"Tidak sayang,Aku hanya kaget saja tadi"Jawab Juna selembut mungkin,Dia tidak ingin membuat istrinya bertambah marah kepadanya.
Mendengar tidak ada Jawaban dari istrinya,Juna langsung mengalihkan Panggilan mereka kepanggilan Video.
"Kenapa?"Tanya Juna lembut Setelah sambungan video mereka berjalan.
"Kenapa pergi" ucapnya pelan,Matanya dipenuhi kehangatan saat Melihat wajah Suaminya.
"Aku memiliki banyak pekerjaan sayang,Tadinya aku ingin menemanimu hari ini,Namun Aku juga tidak bisa Meninggalkan kantor kan.Lagi pula aku tahu suasana hatimu sedang buruk.aku ingin kau menyendiri dulu agar kau merasa tenang."Jelas Juna sambil tersenyum.
Tanpa membalas perkataan suaminya,Dara lanhsung memutus panggilan itu secara sepihak.
sedangkan Juna hanya bisa tersenyum hambar saat istrinya memilih untuk mengabaikannya.
"Kau terlalu Jauh sayang"Gumamnya yang langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
.
.
.
.
*BERSAMBUNG
happy reading all π€π€
terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author π€ Saranghaeo untukmu kak β€οΈ Terimakasih juga untuk para readers yang udah Dukung Author sampai disini π₯°π₯°
jangan lupa like π komen sebanyak banyaknya π― Dan Votte seiklahsnya ya cinta π plus Favorit β€οΈ
Jika berkenan Follow juga Ig Author
@Indahnovita487Nvt
__ADS_1
_-Love you all π€*