
"Benci?" Juna menggeleng pelan."Aku tidak memiliki Hak untuk membencimu Naya!"Ujar Juna dengan heran.Karena seberapa besarpun kesalahan Yang diperbuat oleh Kanaya,Juna sama sekali tidak memiliki hak untuk membencinya."Aku hanya menyesal karena Terlalu mempercayai sebuah Ikatan hingga tanpa kuketahui jika Hubungan itu malah menyakiti orang lain"
DEG
"Apa maksudmu Juna?,Apa kau menyesal karena pernah Menjalin hubungan denganku?"Kanaya bertanya dengan raut yang bersedih dan kecewa.
Juna menunduk,Mengulum senyum tipis dan kembali menatap Kanaya setelah beberapa detik.Kemudian Pandangannya Teralih kearah pergelangan tangannya."Ini sudah lebih dari sepuluh menit Naya.Maaf Karena aku tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk membicarakan ini" Juna beranjak dan berniat untuk pergi dari sana.
Tapi saat Kakinya baru berjalan beberapa langkah,Kanaya Kembali memanggilnya."Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku Juna?."
Juna terdiam dengan seribu pemikiran dibenaknya."Apa memang benar Jika Kau sangat menyesal karena pernah mencintaiku dan menjalin hubungan dengan ku?" Kanaya menatap sedih kearah punggung Juna yang terlihat tak bergerak.Dia sangat kecewa karena Juna terus menjauhinya,Bahkan Sekarang pria itu samasekali tidak ingin berbalik untuk menatapnya.
"Jika Iya..Maka katakan padaku Juna." Dia Menjedanya dan menunduk."Agar Aku bisa Pergi dengan Ikhlas"
Selama beberapa menit,Hanya keheninganlah yang menemani mereka.Karena baik Juna maupun Naya,Mereka hanya Diam Tanpa berniat untuk berbicara sedikitpun.Hingga sampai Akhirnya Juna mulai membuka mulutnya.
"Aku sangat menyesal Naya...."Juna memejamkan matanya."Maka Itu Pergilah jika kau ingin pergi"
Deg....
Kanaya Menatap nanar kearah Juna dan sudah beberapa kali meneteskan air perasaannya Sangat perih setelah mendengar Ucapan Juna yang terdengar sangat menyayat hati.
Sedangkan Juna,Dia lebih memilih untuk pergi meninggalkan Kanaya dan menganggap semua ini telah berakhir.
Kanaya kembali terduduk lemas,Menatap kekosongan kearah Kursi yang tadi sempat diduduki oleh Juna.
' *Sikap dan prilakumu Itu mampu menjawab pertanyaanku bahwa kau benar-benar sangat membenciku Juna.
Aku memang pantas untuk dibenci,Karena semua kesalahanku itu sangat Fatal Dan keji.Tapi kenapa hatiku menolak saat kau mengatakan Jika Kepergianku adalah yang terbaik juna.......Apa ini semua Adalah Kata akhir dari Perpisahan Kita*......'
"Hiks..Hiks...." Dia terus menangis,menumpahkan segala Kesedihannya ditempat yang sudah beberapa menit yang lalu ditinggalkan Juna.
______________
__ADS_1
" Selamat siang tuan!"Akbar membungkuk hormat.
"Ada apa?"Varo bertanya tanpa melirik nya sedikitpun.
"Ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda Tuan......" Ucap Akbar dengan hati-hati.
"Siapa?"
"Tuan Juna..."
Dengan cepat Varo menoleh, menatap tak percaya kearah Sekretaris nya Karena tak percaya dengan Ucapannya tadi."Juna ada disini?"Tanya Varo memastikan.
Akbar mengangguk,Dan menoleh saat Mendapati Juna Yang telah masuk tanpa persetujuannya."Kau tidak perlu terkejut,Karena aku hanya sebentar" Juna berkata dengan santai sambil terus menatap Varo yang Sedang berdiri dimeja kerjanya.
Pandangan Varo teralih kearah Akbar,Dan memberikan Kode untuk memintanya pergi dari situ.
Akbar kembali membungkuk hormat,Dan berbalik untuk pergi.
"Apa yang ingin kau katakan?"Varo bertanya Saat Melihat Jika Akbar telah benar-benar meninggalkan mereka.
"Lalu apa hubungannya denganku?"Dia bertanya dengan heran dan terus menatap Juna.
"Selama sebulan ini aku tidak pernah bertemu dengannya.Dan sekarang Tiba-tiba saja dia datang dan meminta untuk berbicara denganku ." Jelas Juna dengan Santai."Bukan hanya itu saja,Dia juga mengatakan Bahwa itu adalah permintaan terakhirnya"Sambung Juna.
"Apa kau menyakitinya?"Juna bertanya dengan Menyelidik,Dan itu cukup mengundang perhatian seorang Varo.
"Apa maksudmu?.Apa kau ingin mengaitkan Tentang rencana kepergian Kanaya dengan dendamku?"Varo bertanya dengan menyolot.Dia tidak habis pikir jika Juna sampai berfikiran sedemikian.
"Aku hanya bertanya,Kenapa kau langsung marah!" Juna memutar matanya malas.
"Bagaimana aku tidak marah!,Pertanyaanmu itu adalah pertanyaan bodoh yang pernah kudengar Juna" Jawab Varo dengan seenaknya.
"Cih......Aku memang bodoh Varo,Tapi tidak sebodoh dirimu" Juna menatap Remeh kearah Varo yang semakin terlihat kesal
__ADS_1
Varo tertawa kecil,menatap kearah Juna yang terlihat sangat percaya diri."Jika aku lebih bodoh darimu,Lalu kenapa kau yang bisa masuk kedalam perangkap kebohongannya Kanaya"
Klak....
Juna terdiam memaku.Wajahnya berubah datar saat Varo membalikkan perkataannya."Tidak ada gunanya berbicara denganmu" Juna menggeleng dan menatap kearah pintu.
"Lalu untuk apa kau kemari?"
"Aku hanya ingin memberitahu Jika Kanaya akan pergi."Sewot Juna dengan cepat.
"Itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku Juna,Lalu untuk apa kau membuang waktumu kemari hanya untuk mengatakan ini?"Varo berucap dengan tak percaya.
"Aku hanya tidak ingin membuatmu merasa menyesal karena cinta pertamamu pergi begitu saja."
"Diam kau..."Potong Varo dengan cepat.srdangkan Juna,dia hanya sibuk dengan rasa geli diperutnya akibat Ekspresi yang diperlihatkan oleh bagi tadi.
"Sepertinya Kau masih sangat Perduli dengan Kanaya,Lalu Bagaimana dengan istrimu?"Varo bertanya dengan pandangan menyelidik.
"Istriku?."Juna bertanya balik."Dara samasekali tidak ada hubungannya dengan ini Varo!"Imbuh Juna dengan pasti.
"Aku hanya bertanya Karena Aku merasa jika kau masih sangat perduli dengan Kanaya"
"Ah sudahlah,Tidak ada gunanya Berbicara denganmu"Juna beranjak,Dan berbalik untuk melangkah pergi.
"Juna...."Varo memanggilnya dengan rendah.
" Aku pernah mengatakan Jika aku akan menyerah pada takdir dan berusaha berhenti untuk mengganggu rumah tangga kalian.Tapi jika Suatu saat Nanti aku melihat Dara menangis karenamu,Maka jangan Salahkan Aku jika Aku akan benar-benar nekat untuk merebutnya darimu"
Juna berbalik menatap wajah Varo yang terlihat sangat serius.Dia tahu jika ucapan Varo ini bukanlah sekedar angin lalu,Melainkan ini adalah sebuah peringatan untuknya.
"Aku adalah sahabatnya Dara,Dan bisa dibilang bahwa aku juga kakaknya.Jadi jangan pernah Melukainya Juna,Jika kau tidak ingin mencari masalah denganku"Sambung Varo lagi.
Dengan perasaan canggung Juna mengangguk dan menjawab"Aku tidak akan pernah melukainya"
__ADS_1
"Baiklah,Kalau begitu kau bisa pergi" Varo berkata tanpa ekspresi.
sedangkan Juna Dia hanya bisa menggeleng Tersenyum dan kembali berbalik untuk pergi.