
"Jika kita sama sama memiliki waktu, bisakah kita bertemu.aku ingin merasakan apa yang mereka rasakan jika memiliki orang tua"Ucapnya dalam isaknya.
"Terkadang aku selalu bersikap kejam kepada orang lain,hanya untuk menutupi semua rasa sesak didadaku,Untuk menutupi segala kerapuhan ku,Aku hanya ingin mereka mengganggap ku kuat dan tidak ada yang mengganggap rendah Nama Louro lagi"Ucapnya Sambil menatap jalanan yang sangat sepi.
"Aku tidak tahu yang kulakukan ini salah atau tidak.Tapi yang pasti aku ingin mereka merasakan apa yang kurasakan selama ini" ucapnya dengan keteguhan hati dan tekadnya.
Dulu Menghancurkan seseorang adalah kesalahan besar baginya,Namun saat ini menghancurkan orang lain adalah bentuk kemenangannya atas segalanya.
Varo langsung bangkit dari duduknya Dan langsung melajukan mobilnya.karena sekarang Sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
Mansion Juna....
Dara yang kelelahan karena menangis sedari tadi itupun tertidur Disofa ruang tamu.Dia mencoba menenangkan hatinya namun tetap saja,Ketidak pulangan Juna membuatnya takut akan terjadi sesuatu pada suaminya.
Pukul 2 dini hari,Juna baru sampai dimansion ya,Sebenarnya jika dia langsung pulang tadi,dia tidak akan sampai dirumah selarut ini,Namun Rasa shok yang dialaminya tadi membuatnya takut Tidak bisa fokus menyetir dan dapat menimbulkan kejadian yang tidak Diinginkan.
Saat pintu utama telah terbuka,Juna melenggang masuk kedalam rumah,Pikirannya kacau.Dia takut istrinya akan marah atau dia takut istrinya akan sedih nanti. lalu apa yang harus dijawabnya jika istrinya bertanya kemana dia pergi.
Dengan berat hati dia melangkahkan kakinya untuk naik keatas.Tetapi saat menoleh kearah ruang tamu,Dia menemukan sosok Wanita cantik yang sedang tertidur disitu,Sosok yang dirindukannya,sosok yang dikhawatirkan nya.Sosok yang membuatnya ingin selalu pulang.
Juna melangkahkan kakinya menuju Istrinya.Sesampainya disana dia langsung Berjongkok di depan sang istri sambil menatapnya sendu.
Mata sembab,hidung merah dan bibir pucatnya cukup menjelaskan semuanya.Juna tau istrinya pasti menangis sedari tadi.Dia hanya bisa terdiam sambil menatap wajah lelah istrinya itu.
"Maafkan aku sayang" ucapnya sambil mencium pucuk kepala Istrinya.Diusapnya dengan lembut pipi istrinya yang semakin cabi itu,
Dengan hati hati dia membawa istrinya kedalam pelukannya.Dara menggeliat pelan dan langsung terbangun dari tidurnya.
Saat kesadarannya belum sepenuhnya kembalipun dia langsung menyebut Nama juna.yang menandakan bahwa dia sangat khawatir saat ini.
"Juna" Gumamnya dengan suara seraknya.
"Sttttttttt,tidurlah." ucap Juna yang langsung menggendong istrinya menuju kamar mereka.
Sesampainya dikamar Juna langsung membenarkan posisi yang nyaman untuk Istrinya tidur.Setelah itu dia langsung menyelimuti Dara hingga ke lehernya.
"Tidurlah,Ini sudah larut" ucap Juna sambil mengecup kening istrinya.Dara hanya menatapnya dengan pandangan bahagia,Ternyata suaminya baik baik saja.
Saat Juna ingin melangkah ke kamar mandi,Dara menarik tangannya dan kembali duduk.Dia langsung menangis.Menumpahkan segala kesedihan nya saat ini,Dia takut.bahkan sangat takut kehilangan Juna.
"Hey,Jangan menangis" ucap Juna yang langsung membawa istrinya kedalam pelukannya.Rasa bersalah dalam dirinya bertambah besar,Dia membuat istrinya sedih.
"Hiksss...Jangan pergi" ucap Dara senggugukan.
"Tidak ada yang akan pergi sayang,Aku disini" Jelas Juna sambil menghapus air mata istrinya.
__ADS_1
"Sudah larut,kamu tidurya" ucap Juna Lembut yang dijawab gelengan oleh Istrinya.
"Ya sudah, kalau begitu tunggu aku ya,Aku mau mandi" jelasnya lagi yang masih dijawab gelengan juga oleh dara.
"Kenapa sayang,Aku belum mandi loh," ucap Juna sambil menghapus air mata istrinya yang masih menetes.
"Kamu disini aja" ucap Dara.
"Stttttt,jangan nangis.Oke aku tidak akan kemana mana" ucapnya sambilencium pucuk kepala Istrinya.
Juna tahu kekhawatiran istrinya,Dia tahu mungkin dara takut jauh darinya,Maka itu dia tidak mengijinkannya untuk mandi.
"Sekarang tidur ya,Aku tidak akan kemana mana" ucapnya sambil mendekap hangat istrinya,Dara langsung membalas pelukannya dengan erat.
Tak lama kemudian Juna mendengar dengkuran halus dari istrinya.Dia tersenyum sambil mengusap lembut rambut istrinya.
"Apakah aku masih sanggup membahagiakanmu dengan Segala masalahku sayang" gumamnya sambil menatap wajah damai Istrinya yang sedang tertidur.
"Jika aku tahu, kebenarannya seperti ini,Maka aku tidak ingin mengambil resiko Dengan menikahimu" lanjutnya lagi.
Sekarang semuanya sudah terjadi, kebenarannya terungkap saat dia telah memiliki dara.Dia takut Varo akan membalasnya dengan menyakiti istrinya,namun jika Dia harus melepaskan istrinya Itu adalah hal yang paling berat dihidupnya
"Aku mencintaimu" Ucapnya sambil mengecup singkat bibir manis itu.
Keesokan paginya...
Juna yang telah selesai dari mandinya langsung mengenakan pakaian kasualnya.Hari ini dia tidak berangkat ke kantor.kepalanya masih terasa berat.Satu malaman dia tidak bisa tertidur Karena masalah ini.
Juna menghampiri Istrinya yang masih menikmati Indahnya mimpinya itu.Diusapnya pelan wajah cantik itu sambil meninggalkan kecupan hangat dikeningnya
"Aku mencintaimu" ucap Juna.Rasanya tidak ada muaknya dia mengucapkan kalimat itu,Rasa cintanya sudah terlalu besar untuk istrinya itu.
Akhirnya Juna pun memutuskan untuk turun kebawah dan segera menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.Saat masakannya sudah hampir selesai Dara turun kebawah dan langsung menuju ketempat suaminya berada
"Juna" panggilnya pelan.Juna langsung menoleh kebelakang saat mendengar Suara yang tidak Asing sedang memanggilnya.
Dara datang dengan pakaiannya yang masih sama dengan tadi malam,itu artinya dia langsung turun sebelum membersihkan diri.
"Hmmmmmm"Jawab Juna,Namun daraasib dual ditempatnya.
"Kemari"pinta Juna lembut.
Istrinya langsung berlari kedalam pelukannya dan menumpahkan segala kekhawatirannya itu di dada Suaminya.
__ADS_1
"Sttttttttt,kenapa kau sangat cengeng?hmmm!!"Goda Juna sambil tertawa kecil.
Dara yang merasa sedang digoda langsung meninju perut Juna.
"Auuuuuu,Sakit sayang" pekik Juna sambil memegang perutnya.Pukulan dara memang tidak Seberapa,namun aktingnya melebihi Seperti Dipukuli oleh 10 preman.
"Kau jahat"ucap Dara yang langsung meninggalkan Juna dari dapur.
Juna yang melihat istrinya yang sedang ngambek langsung tersenyum sambil berjalan kearah Istrinya berada sekarang.
"Nona cantik" Bisik Juna ditelinga Dara.Namun dara tidak menggubrisnya sama sekali.
Juna langsung duduk disamping istrinya Yang sedang membuang pandangannya kearah lain..
"Sayang" panggil Juna pelan.
"Bisakah aku meminta sesuatu" sambungnya lagi.
Dara langsung menoleh kearahnya,menatap wajah suaminya yang sedang serius itu.
"apa" Jawabnya dingin.
Juna menatap wajah istrinya.Menatapnya dengan dalam,wajah yang dicintainya,Wajah yang menjadi penyemangatnya,dan Wajah yang selalu menemaninya.
"Bisakah kau memunggungiku" pinta Juna,Dara mengerutkan dahinya saat suaminya meminta hal yang aneh menurutnya.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author π€π€, Saranghaeo untukmu kak π€β€οΈπ.Dan terimakasih untuk Para readers yang udah Dukung aku sampai disiniπ₯°π€π€
Jangan lupa like π, komeen sebanyak-banyaknya π―π―,Dan Votte seiklahsnya ya kesayangan ππππ.Plush klik Vaforit β€οΈ.
Follow Ig Author π€
@Indahnovita487Nvt.
π€LOVE YOU ALLπ€
__ADS_1