Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 87_Jamuan makan malam


__ADS_3

_Ditempat lain,Varo melangkahkan kakinya dengan malas sambil menunjukkan ekspresi putus asa karena gagal kencan dengan gadisnya.


Langkahnya terhenti tepat didepan Pintu Ruangannya Yang menampakkan sebuah tulisan besar yang berbunyi


( CEO -Alvaro Regandra Louro )


Lama dia memandangi tulisan itu.Kemudian ingatannya Berputar Saat Mengingat Momennya bersama Dengan Putranya.


"Seluruh dunia tahu,Bahwa aku belum menikah.Tapi Seluruh dunia Juga tidak tahu,Kalau aku sudah memiliki anak" Gumamnya pelan.Kini tangannya mulai meraih gagang pintu itu dan berlalu masuk kedalam.


Jika diperkirakan,Mungkin saat ini putranya sudah menginjak umur 4 tahun.Namun takdir berkata lain,Tuhan telah mengambilnya Sebelum dia menuliskan Kisah Hidupnya didunia ini.Apa salahnya? Haruskah dia yang menjadi taruhannya demi kepuasan dunia yang dikejar oleh Naya.


Varo duduk,Sambil Mememukul pelan mejanya dengan jari telunjuknya.Matanya tertutup.sekilas semua kenangan itu muncul satu persatu dalam ingatannya.


' Daddy akan membalas perbuatan mereka sayang..... '


Tok...tok..tok...


Matanya terbuka saat mendengar Ketukan pintu dari luar." Masuk" Ucapnya singkat.


"Selamat Siang tuan!" Sapa Akbar Setelah sampai dihadapan Juna.


"Ada apa?"


" Hari ini Jadwal lanjutan anda adalah menghadiri jamuan makan malam dikediaman Tuan Arga Pukul 7 Malam Tuan" Jelas Akbar.


Varo diam sambil berfikir untuk menjawab sang sekretaris." Kau saja yang menghadirinya.Katakan bahwa aku sedang Tidak enak badan" Varo berucap sambil menatap Wajah Sekretaris Akbar.


' Bukankah ini Adalah jamuan penting.Kenapa Tuan Varo seenaknya saja Menyuruhku. ' Batin Akbar Sambil menatap Varo dengan intens


Menyadari tatapan aneh dari Sekretarisnya,Membuat Varo sedikit menaikkan kedua alisnya." Apa Ada yang kurang dengan penjelasanku?".Akbar langsung tersadar dari lamunannya ketika Varo bertanya dengannya.


"Emmm,Begini Tuan.Bukankah Ini adalah jamuan penting.dan..Ada banyak Tamu yang datang nanti dari berbagai perusahaan besar" Jelas Akbar.


Varo kembali berpikir,Yang dikatakan Akbar memang ada benarnya.Tapi Dirinya sangat malas untuk pergi kesana." Apa Juna Juga Diundang?" Varo berkata dengan dingin.


"Benar Tuan" Jawab Akbar Disertai Anggukan.


"Baiklah,Temani aku untuk menghadirinya nanti malam." Ucap Varo sambil bangkit dari duduknya.


"Aku akan pulang,Dan jemput aku sebelum jam tujuh" Sambungnya sambil berlalu Dari hadapan Akbar.


_________ _


_ Setibanya Dikantor.Luna langsung membawa langkahnya keruangan Kelvin untuk menyampaikan pesan Dari Juna.


Tok...tok..tok....


"Masuk" Sahut Kelvin dari dalam.


"Selamat siang tuan"Sapa Luna sambil membungkuk hormat.


"Ada apa"


"Begini tuan,Tuan Arjuna hari ini tidak bisa kekantor.Karena beliau sedang sakit" Jelas Luna.

__ADS_1


Kelvin mengangguk sambil mempersilahkan Luna untuk keluar.Sepeninggalan Luna dari ruangannya,Kelvin langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Juna.


........


Juna yang Tiduran Dikamarnya,Dikejutkan Oleh Suara Ponselnya yang memenuhi kamarnya.Dengan malas dia langsung bangkit Dan berjalan Kearah Ponselnya Berada.


Kelvin is calling


Dia langsung menggeser Tombol warna hijau Yang tertera dilayar ponselnya.


"Halo Vin...."


"Hallo...Kata Luna kau sakit?" Ucap Kelvin To the point


"Hanya demam Sedikit.Dan sudah Mulai baikan Kok" Jawab Juna apa adanya.


"Syukurlah"


"Tadi pagi aku ingin kekantor.Tapi Dara melarangku.Apalah Dayaku ini,Jika menolak pasti dia marah padaku" Jelas Juna tersenyum sambil mengingat Wajah Dara yang mengomelinya tadi pagi.


"Ya iyalah..Lagi pula kalau kau nekat kekantor,Aku yang akan melemparmu Dari ruanganmu itu " Balas Kelvin yang sedikit meninggikan suaranya.Sedangkan Juna hanya terkekeh geli mendengar Omelan Sahabatnya itu.


"Oh iya,Seharusnya malam ini Kau ada Jadwal menghadiri Jamuan makan malam dikediaman tuan Arga"


"Jam berapa?"


"Jam tujuh"


"Aku akan menghadirinya" Ucap Juna.


"Apa kau gila.Kau masih sakit." Omel Kelvin disebrang sana.


Sedangkan Kelvin Hanya bisa menggerutu kesal saat Juna tiba-tiba mematikan panggilannya" Gila ni orang" Batinnya sambil melemparkan ponselnya.


......


" Siapa yang telfon?"Tanya Dara Yang sempat mendengar Pembicaraan suaminya tadi.


"Kelvin" Jawabnya singkat.Dan kembali merebahkan tubuhnya."Kemari" Pintanya sambil mengulurkan tangannya.Dara mengulum senyumnya sambil berjalan kearah ranjang untuk menyusul Suaminya.


Setelah Dara berbaring disampingnya.Juna langsung memeluknya dengan hangat.Begitupun dengan Dara,Dia juga membalasnya dengan hangat.


"Sayang" Panggil Juna.


"Hmmmm"


"Nanti malam,Aku izin ya" Ucap Juna dengan hati-hati.Dara sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Juna." Kemana?"Tanyanya yang sedikit mencerutkan bibirnya.


"Ada jamuan penting dikediaman Rekan bisnis ku nanti malam.Aku pergi ya" Jelas Juna.


"Tapi kan ka......" Ucapannya terhenti saat Juna meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.


"Aku baik-baik saja.Jangan khawatir."


Juna berkata dengan pasti agar istrinya mempercayainya." Kelvin akan menemaniku nanti" Sambungnya.

__ADS_1


Dara diam sambil memikirkan perkataan Juna.Dan akhirnya diapun mengangguk setuju.


"Makasih" Kata Juna sambil kembali mendekap tubuhnya.


"Tapi jika kau sakit lagi.Aku tidak akan memaafkanmu" Juna hanya tersenyum Saat mendengar ucapan istrinya.


Hingga lama-kelamaan Keduanyapun tertidur,Sambil memeluk satu sama lain.


Hangatnya pelukan Juna selalu membuat Dara nyaman dan tenang.Dia tidak ingin yang lain.Dia hanya ingin Juna.Juna yang selalu ada untuknya juga Juna yang selalu mencintainya.


________ _


Pukul 17: 35...


Kini Dara mulai membantu suaminya bersiap-siap untuk pergi.


"Kau pulang malam" Tanya Dara sambil memakaikan Jas Kepada Juna.


"Mungkin Sedikit larut,Atau bahkan Tidak pulang" Setelah mengucapkan itu Dara langsung mendapatkan Cubitan maut Diperutnya. "Bicara Apa barusan.....?" Tanya Dara sambil melotot.


"Sakit sayang..." Ucapnya sambil mengelus perutnya Setelah Dara melepaskan Cubitannya.


"Aku hanya bercanda tadi." Jelas Juna sambil menunjukkan ekspresi kesakitan.


"Sekalian Aja Cari Mommy baru sana..."


Pletak....


Juna langsung menyentil Dahinya Setelah Dara selesai mengatakan itu.


"Bicara apa hah?"Juna membentaknya Sambil menatapnya dengan Tajam.


"Aku hanya bercanda tadi.Lain kali Jangan Pernah mengatakan itu,Aku Tidak suka" Jelas Juna sambil memeluk istrinya Karena Dara langsung tertunduk saat dia membentaknya tadi.


"Maaf" Ucapnya singkat sambil membalas pelukan Juna dengan erat.


Tak lama kemudian,Terdengar suara mobil yang melenggang masuk kedalam mansionnya.Keduanya sama-sama melihat kearah pintu kamar mereka


"Dia sudah Datang"Gumam Juna sambil melirik kearah Jam Diding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 6 kurang lima menit.


"Aku berangkat ya..." Juna berkata dengan lembut sambil mencium kening istrinya.


"Jangan lama-lama ya"Pinta Dara yang semakin memeluk suaminya dengan erat.


"Iya..." Dara langsung melepaskan pelukan mereka dan membiarkan Juna pergi.Saat ingin mengantarkan Juna kebawah,Juna langsung memblokir jalannya untuk menghentikannya.


"Kenapa?"Tanya dara mengkerut.


"Kamu disini aja.Lagian Ada Kelvin dibawah,Lihatlah bajumu."


Dara melihat penampilannya Yang kini hanya memakai Sebuah Daster tipis yang menampakkan Lekuk tubuhnya yang indah....


__________ _


Bersambung....

__ADS_1


Salam cinta Dari Author 💜🤗


"Saranghaeo💜"


__ADS_2