
Jantungnya terus berpicu dengan cepat.Tak adalagi kata selain tak percaya,Tak ada lagi Kata Selain Keterkejutan.Juna sangat terkejut.Suara Itu bagaikan Petir yang menyambar nya Dengan begitu hebat,Bahkan Juna tak bisa berfikir dengan baik sekarang.
"Ju..Juna" Suara itu kembali memanggilnya dengan jelas.Bahkan Terdengar Isakan Lirih dari sebrang sana.
Juna menggeleng dan Memegang kepalanya yang terasa berat."Ka..Kanaya!" Gumamnya Pelan.Tubuhnya gemetaran dan dipenuhi oleh keringat.Tanpa terasa Juna terduduk begitu saja dilantai."Tidak..Ini tidak Mungkin"Gumamnya Pelan.Dia terus menggeleng menemani air matanya Yang terus menetes.
"Sa..sayang...Ak..aku Merindukanmu"
Cetar......
"Tidakkkk..Ini tidak mungkin" Juna Menahan nafasnya yang terasa sesak.Dia merasa Jika suhu ruangan ini semakin bertambah dan pengap sehingga Dia tak bisa bernafas Dengan Lega.
"Ini tidak mungkin,Kau bukan kanaya.kanaya telah pergi,dia telah pergi untuk selamanya" Teriak Juna dengan keras.Dia tidak ingin percaya dengan Semua ini.Dan sekarang,kepalanya Terasa ingin pecah karena tak sanggup Menyimpan semuanya.
"Juna Apa kau telah melupakanku?,apa Kau melupakan semua kenangan Kita Dulu.Apa kau tak lagi mengingat suara Dan Namaku?" Suaranya terdengar sedih disana.Juna tahu bahwa Orang Ini tengah menangis sekarang.
Lama kelamaan Juna memutus panggilannya secara sepihak.Dia menunduk dan terus mengatur deru nafasnya.Dia masih tak percaya,sangat tak percaya dengan semua ini.
' Dertt' Ponselnya kembali bergetar.
__ADS_1
Juna kembali membukanya Dan membaca Pesan Singkat Yang baru saja masuk kedalam ponselnya."Temui aku Di lost garden"
Lost garden,kata-kata itu selalu terngiang-ngiang ditelinganya.Juna tak percaya Akan semua ini,Tapi Hati dan nularinya terus mendorongnya untuk pergi menemui Kanaya.
Setelah beberapa Detik dia terdiam dalam lamunannya,Akhirnya Juna Mulai bisa berfikir dengan jernih.Saat Ini yang harus dilakukannya adalah memastikan tentang semua yang didengarnya saat ini.memastikan apakah benar Naya masih hidup sekarang.
Dengan terburu-buru dia mulai berlari keluar Ketempat Mobilnya Berada.Disepanjang kakinya melangkah,Juna Terus memasang wajah Bingung dan tergesa-gesa hingga membuat Karyawan lainnya sedikit kebingungan.
Dengan cepat dia terus menancap gasnya dengan kecepatan tinggi.Dia tak lagi mengingat tentang janjinya dengan istrinya saat ini.Yang ada dipikirannya adalah Kanaya,Kanaya Yang masih hidup dan Baru saja Menelfonnya.
****@****
Dara berjalan memasuki area resto dimana dirinya Sudah terikat janji dengan suaminya.Kemudian dia duduk dimeja yang sudah sempat dipesannya Tadi."Permisi nona!" Ujar Sang pelayan yang menghampirinya.
Dara melirik jamnya,Disitu terlihat bahwa Saat ini masih jam setengah dua belas siang."Mungkin Juna masih dijalan"Gumamnya pelan.
Sedangkan Ditempat lain,Ditempat yang Akan menjadi pertemuan pertama mereka setelah berpisah Selama setahun lebih lamanya,Juna Berlari dengan tergesa-gesa menelusuri setiap Sudut dan seisi taman Dan mencoba untuk mencari sosok Kanaya,mantan tunangannya.
Dia berhenti Dengan nafas yang sedikit tidak normal.Dia diam Sambil memandangi kekosongan bangku taman yang kini berada didepannya.Juna tersenyum dalam Kebingungannya,Karena menyadari kebodohannya sendiri.Kekosongan Taman Ini membuatnya benar-benar sadar bahwa Itu hanyalah Halusinasinya dan Kanaya,Dia Memang telah pergi untuk selamanya.
__ADS_1
"Aku yakin kau pasti akan datang Juna"
Deg..deg..deg..
Jantungnya Berdetak dengan kencang dan ingin melompat keluar.Suara itu?,Suara itu kembali memanggilnya seperti tadi.Dandengan ketidakpercayaan,Perlahan Juna mulai membalik tubuhnya menatap Sipemilik suara itu tadi.
Deg!!
Mata mereka bertemu dan saling menyapa.Ini nyata, Benar-benar nyata karena wanita Itu Sangat mirip dengan Kanaya mantan tunangannya."Tidak..!"Gumamnya Dengan kepala yang menggeleng pelan.
Kanaya Tersenyum menatap Pria yang selama ini telah dirindukannya,Dia juga Tidak percaya bahwa dirinya memiliki kesempatan sekali lagi untuk menatap sepasang netra coklat miliknya." Juna" Dia bergumam dalam kesedihan Dan kebahagiannya.
Perlahan dia mulai berjalan mendekat kearah Juna.Sedangkan Juna,Dia hanya bisa Berdiri mematung menatap langkahnya yang semakin mendekatinya.Saat Naya telah berhenti tepat dihadapannya,Juna tak bisa lagi berkata apa-apa.Bahkan Untuk bernafas saja rasanya sangat sudah.
"Kau tidak suka Melihatku?" Naya berkata sedih saat Menatap Juna yang hanya diam saja menatapnya.Awalnya dia sempat berharap bahwa Juna Akan berlari untuk memeluknya,tapi apa?,saat Merek Sudah sangat Dekatpun Juna masih setia dengan Kebisuannya.
"Naya..!" Hanya Itulah yang keluar dari bibirnya.Juna menggeleng dan menunduk,Memejamkan matanya dengan Rapat dan mencoba Untuk melawan Ini semua.
ini tidak mungkin tapi ini sangat nyata.kedua matanya benar-benar menyaksikan Segaris wajah Yang dulu pernah membuatnya Selalu bersedih karena perpisahan."Na.....Naya...Kkau..masih hidup?" Dia berkata dengan pelan dan tercekat.
__ADS_1
Sedangkan Naya,Dia sudah menangis karena Juna Yang sangat berbeda dari dulu."Aku Kanaya Juna,Aku masih hidup" Jawabnya dengan terisak.
"Aku masih hidup Juna hiks.." Dia berjalan mendekat dan memeluk Juna dengan Erat.