
Pagi harinya mereka sarapan dengan tenang.Sesekali Juna menoleh,melihat istrinya yang terlihat Biasa saja.Sekarang Juna tak lagi pergi kekantor,mengingat bahwa hari Lahiran istrinya Sudah mendekat.Dokter bilang Jika Dara akan melahirkan Dalam waktu akhir Bulan ini.Tapi mereka juga Tidak bisa menebak,karena waktu itu bisa saja maju dan mundur.
"Nanti siang akan ada pelayan yang datang kemari" Juna berbicara dengan Dara.
"Kau Mencari pelayan?.Untuk apa sayang?"
"Aku tidak ingin kau terlalu kelelahan sayang.lagipula apa kau tidak ingat Perkataan Dokter,bahwa babby kita ini akan lahir sebentar lagi" Jelas Juna dengan Wajah biasa.
"Huuum"Dara mengangguk menyetujui.bagaimanapun juga apa yang dikatakan suaminya ini ada benarnya juga.
__________
Saat Ini Dara sedang berada dikamar,Menunggu Leo yang masih menyelesaikan pekerjaannya diruang kerja.
Mendekati hari lahiran,Dara selalu merasakan Tendangan yang luar biasa.dia juga merasakan Bahwa perutnya itu terasa sangat penuh.Tapi dia merasa bahagia dan melupakan segala rasa tidak enak yang menguasai tubuhnya,karena sebentar lagi malaikatnya cecilnya akan hadir ditengah-tengah mereka.
Ceklek....
pintu terbuka pelan,menampakkan sosok pria tampan yang tengah tersenyum kearahnya."Sedang apa?"Juna duduk disampingnya setelah memberikan kecupan hangat dirambut dara.
"Kau sudah selesai?"Dara bertanya dengan pelan.
"Hu'um,pekerjaan Dikantor tidak terlalu banyak.jadi aku tidak perlu meninggalkanmu dengan berlama-lama sayang"Juna mengulurkan tangannya dan memeluknya dengan cinta.
Bukan hanya Dara saja,tapi dirinya juga merasakan hal yang berbeda.dia merasa khawatir dan takut bila saat hari itu akan tiba.Dia takut jika takdir berkata lain dan tak meluruskan jalan keinginan mereka.
"Juna...!"Juna tersadar dari lamunannya.
"Hu'um"
"jika nanti waktu itu telah tiba...."Dia menggantungnya dengan mata yang terpejam."Bisakah kau berjanji kepadaku,untuk selalu menggenggam tanganku?"
"Kenapa aku harus berjanji hmmm?,Aku akan selalu berada disampingmu nanti"Suaranya terdengar lembut,membuat Hati dara sedikit merasa tenang.
"Kenapa?,apa kau takut?" Juna bertanya dengan pelan,membuat dara mendongak untuk menatapnya.
__ADS_1
Seperdetik kemudian, Dara mengangguk setuju dengan pertanyaan suaminya tadi."Aku sering melihat Cerita Ditelevisi atau di Novel-novel yang sering kubaca,Bahwa terkadang semua yang kita inginkan atau yang kita rencanakan itu berbeda dengan jalan yang telah ditentukan kepada kita.aku hanya takut Juna,takut Bila nanti akan ada titik tersulit saat kita harus memilih antara diriku dan baby kita"
Juna diam,mencoba mencerna setiap perkataan istrinya yang dipenuhi makna didalamnya.Sebenarnya, sedari tadi dia juga memikirkan hal ini.tapi dia tidak 8ngin membuat Dara semakin takut karena ceritanya nanti.
"stth,Jangan berfikir yang tidak-tidak sayang.Percayalah bahwa kau dan baby kota akaj baik-baik saja" Juna Mengusap Bahunya dengan hangat.membuat Dara tersenyum tipis dan mencoba menetralkan pikirannya.
Tak lama kemudian sebuah Bel berbunyi,mengagetkan Juna dan Dara yang sedang Menikmati pelukan mereka.
"Mungkin Itu bi Sri"Juna melepaskan pelukannya dan beranjak.
"BI Sri?"Dara bertanya dengan heran.Dia tak mengingat tentang ucapan Juna Yang mengatakan bahwa Siang ini akan Ada pelayan yang datang Kerumah mereka.
"Iyah,Pelayan baru kita" Juna pergi keluar dan mulai membukakan pintu.
"Selamat Siang Tuan" Bi Sri mengangguk setelah Juna membuka Pintunya.
"Silahkan masuk bi" Juna berucap dengan santun.Karena bagaimanapun juga bi Sri itu adalah orang yang lebih tua darinya.
Saat mereka sudah masuk kedalam,Saat itu juga Dara sudah sampai diujung tangga dan menyambut bi Sri dengan senyum hangat.
"Okeii,Sesuai kesepakatan kita saat itu.bibi hanya akan mengerjakan pekerjaan rumah saja,Terkecuali mencuci piring karena itu adalah tugas saya" Ujar Juna dengan Singkat.
"Baik tuan" Bi Sri mengangguk paham walaupun dia merasa heran kenapa Juna harus mencuci piring.
"Kalau begitu aku yang akan menemani Bi Sri untuk menghafal ruangan rumah kita" Dara mendekat dan berdiri tepat disamping bi Sri.
"huumm"Juna mengangguk setuju."Tapi ingat jangan terlalu lelah Ya" Dara menganggik dan tersenyum.
"Ayo bi" Dara mengajak bi Sri untuk menunjukkan setiap ruangan yang ada dirumahnya.
Setelah kepergian mereka dari hadapannya,Juna lebih memilih untuk kembali keatas dan mengisi waktu luangnya dengan mengerjakan pekerjaan untuk besok.
Hampir setengah jam lamanya merekaengelilingi rumah Juna yang terlihat sangat besar dan megah."Capek ya bi" Dara duduk di bangku taman sambil mengipas tubuhnya dengan tangannya.
"Iya Non" Jawab bi Sri dengan canggung.
__ADS_1
"Oh iya,Perkenalkan bi Namaku Dara" Dara mengulurkan tangannya Untuk berjabat tangan dengan bi Sri.
Tanpa bi Sri duga,Dara bukan hanya menjabat tangannya saja melainkan Dara langsung mengecup punggung tangannya layaknya seorang anak yang menghormati ibunya.
Dara tersenyum dan melepaskan tangannya.melihat Bu Sri membuat Dara kembali mengingat almarhumah ibunya yang sudah lebih dari empat tahun ini meninggalkannya.Dan sepertinya Bi Sri ini seumuran dengan ibunya.
"Bik,apa bibi punya Anak?"Dara bertanya dengan cepat.
"Punya Non" Jawab bi Sri dengan senyum canggung.
"Pasti Anaknya bibi itu bahagia ya,memiliki sosok ibu yang selalu menemani hari-hari nya.berbeda denganku yang hanya memiliki Juna didunia ini" Dara berucap dengan pelan.eksprwsi wajahnya berubah sedih saat membicarakan tentang sosok seorang ibu.
"maaf sebelumnya Non,Emangnya orang tua Non dara kemana?"
Dara terseyum paksa dengan Rasa rindu yang sangat menggebu dalam dirinya."Orang tua saya sudah meninggal empat tahun yang lalu bik." Jawab Dara apa adanya.
BI Sri mengangguk paham.Dia tak menyangka jika Dara sudah anak Yatin piatu sekarang."Dulu saya berfikir jika Saya menikah nanti,saya bisa mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu mertua saya.Tapi Tuhan berkata lain dan menjodohkan saya dengan sosok pria yang memiliki nasib yang sama dengan saya " Jelas Dara lagi.
"Apa orang tuanya tuan Juna juga sudah tiada nona?" Dara mengangguk untuk pertanyaan ini.
"Kami sama-sama anak Yatin piatu bi"
BI Sri tersenyum paksa.Dia bisa merasakan tentang apa yang dirasakan oleh dara sekarang.
"Yang sabar ya non." Ujar bi Sri.
"Ehh,jadi curhat" Dara tertawa kecil dan mengusap matanya yang mulai memerah.
kemudian dia beranjak untuk berdiri.
"Kalau begitu saya kedalam dulu ya bi" Ujar Dara yang dijawab anggukan oleh BI Sri.
________________
Hay para readers ku sekalian,apa kabar..?,yang pastinya baik-baik aja kan?..Ya iya lah kan biar bisa baca Novelnya Author hehehe😂😂😂😂😂😂
__ADS_1
Sebentar lagi,akhir dari cerita Juna n Dara akan hadir.jadi jangan sampai ketinggalan dan ikutin terus❤️❤️🤩🤩🤩