
Keesokan paginya....
Juna yang tengah siap dengan pakaian formalnya langsung berangkat menuju kantor,karena ada meeting penting hari ini.
"Aku berangkat ya" ucap Juna Sambil menghampiri istrinya yang sedang merapikan Kasur mereka.
"Hati hati" ucap dara sambil membenahi dasi Juna.
Pukul 7 pagi Juna sampai dikantornya,Suasana kantor masih sepi karena ini belum jam masuk kerja.Juna langsung bergegas masuk keruangannya untuk menyiapkan seluruh berkas yang diperlukan untuk meeting pagi ini.
Sesampainya diruangannya,Juna disambut Oleh kelvin dan juga Luna sekretaris baru Juna.Luna yang melihat itu langsung shock,Ternyata pria tampan yang dilihatnya semalam itu adalah bosnya.
"Selamat pagi tuan muda" ucap Kelvin sambil membungkukkan tubuhnya.Luna hanya ikut membungkuk hormat.
"Pagi" jawabnya yang langsung menuju ke meja kerjanya.
"Apa seluruh berkas yang kuminta sudah dipersiapkan?" tanya Juna.Yang diangguki oleh Kelvin
"Oh ya,perkenalkan ini adalah sekretaris barumu" ucap Kelvin sambil menunjuk ke arah Luna.
"Perkenalkan dirimu"ucap Juna dingin.
Luna yang gugup mencoba menetralkan tubuhnya agar tidak grogi dan dapat mempermalukan dirinya sendiri nanti.
"Nama saya Luna Fenita,Umur saya 22 tahun,Dan saya lulusan dari Universitas negri X" jelasnya dalam satu tarikan nafas.
"Kau lulusan Beasiswa?" tanya Juna yang diangguki oleh Luna.
"Bagus,aku suka yang seperti itu" ucap Juna yang langsung mengalihkan pandangannya pada selembar kertas yang disiapkan oleh Kelvin tadi.
Luna yang mendengar ada seseorang yang memujinya langsung tersenyum senang,pasalnya baru kali ini ada orang yang memujinya karena lulusan dari Beasiswa.
"Bekerjalah dengan baik,Aku tidak suka seseorang yang bermuka dua dan satu lagi,aku tidak suka melihat wanita yang suka menggunakan pakaian minim"Jelas Juna tanpa mengalihkan pandangannya samasekali.
"Jika kau melanggar peraturan,aku tidak akan segan-segan untuk langsung memecatmu" sambungnya lagi.
Luna hanya diam mendengarkan Penjelasan dari Juna,dan sesekali dia menjawabnya dengan anggukan.
Sungguh indah makhluk ciptaanmu ini ya tuhan,bahkan saat berbicara saja dia sangat anggun" Batin Luna sambil menatap wajah Juna.
"Kita berangkat sekarang" Ucap Juna yang langsung bangkit dari duduknya dan berlalu keluar ruangannya.
Kelvin yang Melihat Luna hanya diam saja,Menatapnya dengan heran.
"Kenapa kau diam saja,Bos sudah keluar dari tadi" ucap Kelvin,Luna yang sadar akan kebodohannya langsung berlari menyusul Juna.
Kelvin pun langsung kembali keruangannya untuk menyelesaikan tugasnya.
............
Juna melajukan mobilnya dengan tenang,karena waktunya masih 30 menit lagi,Luna yang duduk disamping Juna hanya Diam dan mencoba untuk bisa menahan grogi,Jantungnya kembali berdetak kencang,Karena jaraknya hanya satu meter dengan Juna.
__ADS_1
ditengah tengah kefokusannya menyetir,Ponselnya berdering.Juna langsung menghentikan mobilnya saat itu juga.Dia menatap layar ponselnya.setelah menggunakan earphone dia kembali melajukan mobilnya.
Baby is calling
Juna tersenyum langsung mengangkat telfon itu.Luna yang melihat Senyum Juna menghiasi wajahnya semakin meleleh dibuatnya,
Tuhan kuatkan imanku" Batinnya dalam hati.
"Halo sayang" sapa dara disebrang sana.
"Hmmmm,Ada apa"tanya Juna dengan lembut.
"Hari ini aku Izin ya" ucap dara.
"Kemana?"Tanyanya antusias,
"Ke supermarket,Keperluan dirumah sudah mulai habis" Jelasnya pada Juna.
Padahal Juna sangat ingin menemani istrinya berbelanja hari ini,namun jadwal padatnya tidak mampu membuatnya meninggalkan Pekerjaan ini begitu saja.
"Baiklah,hati hati" ucap Juna yang akhirnya mengizinkan istrinya untuk pergi.
"Sayang"panggil dara dengan sedih.
"Kenapa?" tanya Juna.
"Yasudahlah aku tidak jadi pergi" ucap Dara tiba tiba,Juna mengerutkan keningnya mendengarkan ucapan sang istri.
"Kenapa?" Tanyanya lagi.
"Ada Sekretaris ku" ucap Juna.Juna merasa tidak enak jika harus memanggil sayang kepada istrinya,Dia takut Kalau sekretaris barunya itu mengetahui bahwa dia telah menikah.
"Kenapa,Kau menjaga hatinya"Ucap Dara yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
Saat Juna ingin menelfonnya kembali,ternyata dia telah sampai ke tujuannya untuk meeting,Jadi dia mengurunkan niatnya untuk menelfon Istrinya.
"Siapa yang menelfon Bos barusan?Apa kekasihnya ya,Tapi yang aku dengar bos tidak memiliki kekasih" batinnya dalam hati.
Juna yang melihat Luna hanya diam saja langsung keluar dan membanting Pintunya dengan keras.
Brak.
Sontak Luna langsung kaget dibuatnya,Dilihatnya Juna telah memasuki restoran itu,Dengan tergesa gesa dia menyusul Juna untuk masuk kedalam.
"Selamat pagi tuan muda" Sapa Client Juna dengan ramah.
"Pagi,Tuan Hans" jawab Juna sambil menduduki kursi yang tersedia.
"Hingga saat ini,saya belum mengerti apa kunci anda selalu tepat waktu,Lihatlah sekarang menunjukkan pukul 8 pas,Luar biasa" puji Client Juna.
Juna hanya tertawa kecil mendengar perkataan Clientnya barusan.
__ADS_1
..........
Setelah selesai meeting Juna kembali kekantor ya..
Saat berjalan tak sengaja Luna terpeleset,sontak Juna langsung menangkapnya bersamaan dengan tangan Luna yang melingkar dengan sempurna dileher Juna.
Banyak karyawan yang melihat adegan itu,Mereka iri dengan sekretaris baru itu,baru masuk kerja sudah mendapatkan rejeki nomplok.
Juna langsung melepaskan Luna saat itu juga,Dia menatap Luna dengan pandangan intimidasi miliknya,dan langsung berlalu meninggalkan Luna yang merutuki kebodohannya.
Sesampainya diruangannya,Juna langsung melepaskan Jasnya dan membentangkannya di kursi kebesarannya itu.
Tak lama kemudian,Pintu ruangan itu terbuka menampakkan Luna yang berjalan Sambil menunduk.
"Jika berjalan,lihatlah kedepan,Nanti jika ada seekor gajah Didepanmu kau bisa saja menabraknya" ucap Juna panjang lebar.Sontak Luna langsung mengangkat kepalanya dan memberanikan diri untuk menatap wajah Juna.
"Maafkan saya tuan muda" ucap Luna yang takut dipecat karena kebodohannya tadi.
"Apa Jadwalku hari ini?" Tanya Juna kepada Luna.
"Jam 1 siang ada rapat dengan dewan direksi,jam 4 ada pertemuan dengan FELIX CORP,dan Malamnya ada pertemuan makan malam dikediaman Tuan Leon" jawab Luna.
"Kelvin dan dirimu yang akan mewakili untuk pertemuan makan malam dikediaman Leon" ucap Juna yang memfokuskan diri menatap laptopnya.
"Baik tuan muda"
"Kau bisa keluar" ucap Juna.Dan Luna langsung berlalu keluar ruangan Juna.
Sesampainya dia diluar,Luna menyandarkan punggungnya pada tembok dan mengatur deru nafasnya yang tersengal-sengal akibat menahan rasa groginya.
Apa aku jatuh Cintaa" batinnya dalam hati sambil memegangi dadanya yang ingin meledak.
"Hufffhhh,bisa bisa aku mati muda karena jantungan nantinya" gumamnya yang langsung berjalan keruangannya.
...
..
.
.
.
BERSAMBUNG
Happy reading allππ
Jangan lupa like π, komen dan vote seikhlasnya ππya cintaπ₯°ππ₯°β€οΈππ₯°π₯°π.Plus klik Vaforit β€οΈ
Follow Ig Author ya gays
__ADS_1
@Indahnovita487Nvt.
LOVE YOU ALL β€οΈπ€β€οΈπ€