Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 122_ Membantumu


__ADS_3

_Sesampainya dirumah,Juna langsung memeluk istrinya dengan riang gembira.Dia terus memeluk Dara Hingga membuat Dara kesulitan untuk bernafas."Sayang" Dara mencoba untuk melepaskan Pelukan Juna yang sangat erat.


"Maafkan aku" Juna merasa bersalah karena Melihat Wajah Terkejut yang ditunjukkan Dara." Ada yang sakit" Juna Mengelus perut istrinya dengan sayang.


Dara menggeleng dan menatap wajah suaminya dengan intens."Wahhh, Daddy sangat gembira saat ini" Dara mengulurkan tangannya Untuk mencolek Pipi Suaminya.


"huumm,Apa kau tidak melihat berita Hari ini?" Dara menggeleng untuk pertanyaan suaminya ini."Ahhhhh,Harusnya kau lohat tadi bagaimana Kerennya suamimu ini saat dipengadilan"


Dara langsung Ingat bahwa kepergian suaminya Hari ini bukan untuk kekantor,Melainkan Kepengadilan." Bagaimana sidangnya?"Dara bertanya dengan Antusias.


Juna memajukan Wajahnya.


Cupppp.....


"Suamimu ini tidak pernah kalah Sayang." Juna berbisik ditelinganya.Dengan wajah yang bersemu,Dara Mulai menenggelamkan wajahnya didada nya." Kau genit" Juna tertawa setelah Dara menyelesaikan Ucapannya.


"Jawab Aku,Bagaimana persidanagnnya tadi" Dara mulai mengguncang lengan Juna karena merasa tak puas dengan Jawabannya tadi.


"Cium dulu" Juna Menusuk pipinya yang sebelah kanan.Tanpa menunggu lama,Dara Memajukan wajahnya Dan...


Cupppp.....


"Bagaimana?" Dara masih Teguh dalam pertanyaannya.bibir Juna terangkat membentuk sebuah senyuman."Istriku sangat menggemaskan" Juna mencubit Pipi Cabi istrinya dengan Sayang.

__ADS_1


"Sayang sakit tau" Dana menarik Tangan Suaminya yang berada Dipipinya." Jelasin Juna" Dara mulai merengek manja dilengannya.


Dengan tawa Kecilnya,Juna menuntun istrinya untuk duduk disofa." Dia telah mendapatkan Hukuman yang pantas Untuk Semua kejahatannya" Juna menjeda ucapannya dan menatap wajah istrinya yang sangat serius."Keputusan pengadilan Mengatakan bahwa Hendra akan dihukum Selama 25 tahun dipenjara Dan denda sebesar Rp.8,8 Triliun" Mata Dara membulat saat mendengar Ucapan Suaminya barusan.


"Ada apa dengan Wajahmu,Kau mengkhawatirkan nya?"Leo bertanya dengan pandangan menyelidik.


Dengan cepat dara langsung mengubah ekspresi wajahnya.Dia tersenyum sambil mengusap wajah Suaminya dengan lembut." Aku tidak mengkhawatirkannya.aku hanya berfikir tentang masa depannya yang hancur karena sebuah penipuan itu"


Juna mengangguk Dan menggenggam tangan istrinya."Aku tidak tahu apa Tujuannya,Yang penting aku sudah tenang sekarang" Dara mengangguk dan menyandarkan Kepalanya dibahu Juna.


"Kau tidak menuntutnya Atas lukamu?" Dara Mendongak untuk menatap Juna.


"Ya jelas lah.Karena luka Ini aku harus berpuasa sampai seminggu lebih" Dara tertawa mendengar ucapan suaminya barusan.


" Mandi sana,Aku akan menyiapkan makan malam untukmu" Dara mulai bangkit dan Mencoba untuk menarik tangan suaminya.


"Mandi Juna,Ini sudah malam" Dara kembali mengulangi ucapannya." Mandi? Berdua?" wajah Juna memancarkan Sinar yang tak biasa,Dengan Cepat dara la gaung melepaskan Tangannya dan berlari Meninggalkan Juna yang masih setia dengan Senyum mautnya.


"Sayang, Pelan-pelan" Teriak Juna karena melihat Dara Yang berlari begitu saja dari hadapannya Dan akhirnya Juna Mulai beranjak dan berjalan menuju kamarnya.


.....@.....


Setelah Selesai makan malam,Dara berduduk diam sambil memandangi suaminya yang sedang asik mencuci piring bekas makan mereka tadi." Mau aku bantu?" Entah sudah berapa kali Dara bertanya,Namun suaminya hanya menjawab dengan gelengan saja.

__ADS_1


"Juna, apa kau mendengarku?"Dara mulai meninggikan suaranya.


Juna menghentikan tangannya dan menolwh sebentar."Jangan menggoda ku,Atau kau tidak akan tidur malam ini"


Tepat,Dara langsung menutup mulutnya saat itu juga.Dengan lirikan yang tajam,Dia terus memandang Juna yang tersenyum devil kearahnya.


"Kenapa Kau diam,Mana suara emasmu itu?" Juna menoleh Dan menghentika kegiatanya.Sedangkan Dara hanya bisa menatapnya dengan malas dan memanyunkan bibirnya karena kesal.


"Kenapa?" Juna mulai mendekati istrinya dan berjongkok dihadapannya."Aku ingin membantumu" Dara berkata dengan jujur sesuai dengan keinginannya.


"Aku takut kau mual sayang." Juna mencoba untuk menjelaskannya kepadanya."Hmmmm" Dara menggeleng pasti dan terus menatap suaminya.


"Kali ini saja" Dia kembali memohon Agar suaminya mengijinkannya.Dan akhirnya Juna tak punya pilihan lain selain membiarkannya.Juna menghela nafasnya dengan kasar,Dan Mulai bangkit Dari jongkoknya.


"Ayo.Jika Kau mual,Dengan senang hati aku akan menjitakmu" Juna memberikannya peringatan dan mulai melangkahkan kakinya kearah Wastafel.


Dengan telaten,Dara Menerima setiap piring yang dicuci suaminya dan membilasnya dengan bersih.Untung saja Dara tidak mual Hari ini,Jadi Juna tak perlu Kalang kabut Untuk menghadapinya.


"Sayang,kembalilah Ketempat dudukmu" Dara menggeleng dan tetap bersikukuh untuk membantu suaminya.


Mereka terus mencuci piring bersama dengan diiringi oleh canda dan tawa.sesekali Juna menyemprotkan sabun itu kewajah jstrinya,Begitupun dengan sebaliknya.


' Tidak ada kata lain selain Cinta Dara...

__ADS_1


Terimakasih untuk senyummu yang selalu kau ukir karena ku.Terimakasih untuk kebahagianmu Yang terus kau Pancarkan Karena ku.Hanya satu yang ingin kukatakan.Aku mencintaimu Dara.....'


~Arjuna L. Leonidas


__ADS_2