
_Juna menuruni anak tangga Dengan dasi dan jas yang masih berada ditangannya.Hari ini mereka bangun kesiangan,Jadi Dara tak lagi memiliki waktu untuk membantunya Dan langsung menyiapkan sarapan saja.
"Pagi Cinta" Juna menghampirinya yang masih sibuk dengan Panci yang berada diatas kompor.
Pagi ini Dara Memasak Soup karena keinginan sikecil."Kau sudah selesai?"Dara menoleh sebentar sebelum kembali lagi menatap masakannya.
"Belum" Juna Tersenyum dan menunjukkan jas dan dasi yang berada ditangannya.
Dara tersenyum.Dia terus memasak hingga saat masakannya telah matang,Dara mulai mematikan kompornya.
Dia berjalan kearah Wastafel dan mencuci tangannya hingga bersih."Sini" Dara menyuruh Juna untuk mendekat.
Dengan patu Juna mulai mendekatinya dan menyerahkan Dasi itu ketangan Istrinya."Kau tahu,Kau adalah Suami yang paling manja" Dara mencibirnya.
Juna tersenyum dan mematuk pipi Istrinya dengan sayang."Apa salah jika aku bermanja dengan istriku sendiri" Dara menggeleng dan Merapikan Kerah kemejanya saat simpul itu telah terbentuk sempurna.
Setelah Itu,mereka mulai berjalan Kearah meja makan sambil membawa masakan yang tadi dimasak oleh Dara."Tumben Kau memasak Soup pagi ini"
Dara tersenyum dan mulai Menyendokan Nasi kepiring Juna."Anakmu yang memintanya"
Juna tertawa dan langsung melahap makanannya.Dia sudah terlambat pagi ini,Jadi Juna harus ekstra cepat dan langsung berangkat kekantor.
Juna Menghentikan kegiatannya dan menatap istrinya dengan intens."Kenapa makanmu sangat sedikit?."Dara menoleh dan membalas tatapan Suaminya.
"Hanya Ingin" Dara menjawabnya dengan pasti.Karena Dia merasa bahwa belakangan ini selera makannya sangat berkurang.
__ADS_1
"Kau yakin,Tidak ada yang lain kan?" Juna kembali bertanya.Tatapan matanya menunjukkan raut kekhawatiran.
"Tidak"Dara menggeleng.
Juna tersenyum."Habiskanlah,Aku harus kekantor sekarang.Maaf tidak bisa menemanimu" Tangan Juna terangkat untuk mengusap rambut Istrinya dengan lembut.
Dara berdiri dan berniat Untuk mengantarnya.Namun dengan cepat Juna melarangnya dan Menyuruhnya untuk kembali duduk."Makanlah Dulu.Aku bisa sendiri"
"Yasudah,Aku pergi sayang" Juna mendekat dan mencium kening dara dengan sayang."Hati-hati" Dara tersenyum hangat kearahnya.
"iya.Oh iya,jangan lupa minum susu Okei" Dara mengangguk.Setelah itu Juna langsung melenggang pergi untuk pergi kekantor meninggalkan dara yang masih setia menatapnya.
Entah kenapa setia momen kepergian Juna dari rumah membuat Hati nya sedikit tidak tenang.Pasalnya,Rindu itu terlalu menggebu yang mampu membuatnya selalu merasa kesepian.
Kemudian,Dara kembali melanjutkan Kegiatannya dan mulai mencoba untuk melupakan rasa bosannya dengan melakukan Hal yang menurutnya sangat menyenangkan.
...........
Varo melangkahkan kakinya memasuki perusahaannya Yang Kini sudah mulai beroperasi.Dengan pandangan yang tajam,Varo terus berjalan melewati para karyawan yang menyambutnya dengan hormat.
Sesampainya didalam ruangannya,Varo disambut hangat oleh Sekretaris Akbar yang sedari tadi telah menunggunya."Kau sudah lama?" Varo bertanya tanpa menghentikan langkahnya.
"Tidak Tuan."Akbar menjawab dengan apa adanya.
"Apa Schedule ku hari ini?"Varo bertanya dengan nada yang biasa.
__ADS_1
"Hanya pertemuan dengan Perusahaan Leonidas Corporation siang ini tuan,Selebihnya hanya dikantor saja" Akbar berucap dengan tepat dan jelas.
Varo mengangguk.Inilah hari yang telah ditunggu-tunggu nya sejak lama.Setelah sekian lama,Akhirnya perusahaan mereka bis mulai menjalin sebuah kerja sama setelah persidangan itu selesai.
"Baiklah,Saya akan menyiapkan seluruh berkasnya.Saya permisi tuan" Sekretaris Akbar mulai berlalu meninggalkan Varo yang kini mengulum senyumnya.
.....@.....
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat.Saat ini dua orang pria muda tengah dudj santai disebuah restoran mahal sambil meneguk segelas kopi yang tadi sempat mereka pesan.
"Bagaimana keadaan istrimu?" varo bertanya sambil Menyeruput kopi miliknya.
Juna diam dan mengulum senyum tipis dibibirnya."Apa kau sangat Perduli dengan kehidupan pribadi ku sekarang?" Juna kembali bertanya.
Dia tertawa karena pertanyaan Varo yang sedikit aneh ditelinganya."Aku hanya bertanya,Lagi pula aku hanya ingin memastikan apakah istrimu itu bisa bertahan hidup denganmu yang sangat kejam ini" Juna terus menarik senyumnya.
"Mau bertahan atau tidak,Itu samasekali tidak ada hubungannya denganmu" Varo cukup bungkam mendengar Jawaban Juna barusan.
Dia diam dengan seribu pemikiran yang berada dibenaknya."Kenapa kau menutupinya dari awak media.Aku curiga bahwa kau hanya menggunakannya Untuk kepentinganmu saja" Juna mulai emosi setelah varo menyelesaikan Ucapannya.
"Pertemuan kita kali ini bukan untuk membahas masalah pribadi bukan?.Jadi jangan bertele-tele dan langsung keintinya."Juna berbicara dengan nada yang tak biasa.Dia tidak suka mendengar Varo yang terus-terusan membicarakan tentang dara ataupun pernikahannya.
______________
...BERSAMBUNG...
__ADS_1