
Seminggu berlalu....
Kini Juna sedang bersiap Dengan pakaian Formalnya untuk berangkat kekantor.Dengan Sigap dara Membantunya untuk menyiapkan segala keperluannya."Kau sibuk hari ini" Dara sangat Fokus untuk membentuk simpul Dikerah suaminya.
Juna Diam sambil berfikir."Sepertinya Iya." Jawab Juna."Kenapa,Apa kau Ingin jalan-jalan?" Tanya Juna yang dijawab gelengan Oleh Dara.
" Terus?"
"Aku hanya bertanya Tadi" Dara Tersenyum dan mendekat untuk mengecup bibirnya.
Dengan serentak kedua pasang kaki itu berjalan menuruni tangga.Sesekali Juna Menoleh menatap istrinya Yang Terlihat sangat cantik dimatanya.Sesampainya dibawah,Dara langsung Menyendokan Makanan untuk Juna.
"Aku bisa sendiri sayang,Kau tidak perlu repot-repot" Dara tersenyum tanpa Mengindahkan ucapan suaminya.Menurutnya itu bukanlah Hal yang merepotkan,Itu adalah Sebuah kewajibannya sebagai seorang istri.
"Selamat makan, Daddy" Juna tersenyum kearahnya.Tapi Seperdetik kemudian wajahnya kembali datar saat Dara hanya memandanginya saja tanpa berniat untuk makan.
"Kenapa tidak makan?"Tanya Juna.Dara mengangguk dan membuka mulutnya."Aaaa" Dia mengeluarkan suaranya Yang meminta Juna untuk menyuapinya.
"Kau sangat manja" Juna Tersenyum dan Mulai Menyuapkan sesendok nasi kemulutnya.Akhirnya pagi ini mereka sarapan dengan sedikit drama Yang sangat menyentuh.
Perasaan Dara berdesir hangat karena Perlakuan suaminya yang sangat hangat.Dia beruntung memiliki Juna yang sangat perhatian terhadapnya."Juna,Aku mencintaimu" Bisiknya pelan.Dia sedikit menunduk untuk menyembunyikan senyumnya.
"Apa...?"Juna Berpura-pura tidak mendengar.
"Aku mencintaimu" Ulang Dara Lagi.
"Apa...?"
"Juna aku mencintaimu" Teriak Dara dengan keras.Selain kesal dia juga merasa Malu karena Juna yang terus menatapnya.
__ADS_1
Dia mendekat dan menarik dara kedalam pelukannya"I love you too istriku" Bisik Juna dengan senyum yang mengembang.
Setelah selesai Melakukan sesi sarapan,Dara mulai mengantar suaminya Sampai didepan pintu."Sayang,Jangan lupa makan siang,jangan lupa istirahat dan satu lagi" Dara tak meneruskan ucapannya dan melingkarkan tangannya di tengkuk suaminya."Jaga pandangan" Sambungnya Sambil mengecup Juna.
Juna tersenyum dan mengangguk."Kamu juga jangan lupa minum susu,Jangan cepek-capek,Okeii" Juna mengelus kepala Istrinya dengan sayang."Aku pergi ya" Dara mengangguk.
Setelah Itu Juna langsung melenggang pergi meninggalkan Dara yang masih setia menatap punggungnya.
__________
"Kau telah melakukan yang terbaik.Dan sekarang aku akan menepati janjiku." Varo menahan nafasnya menatap wajah Naya Yang tengan menunduk."Pergilah,Kau bebas sekarang" Setelah mengucapkan Itu Varo langsung melangkah pergi keatas meninggalkan Naya yang masih mematung ditempatnya.
' *Kau adalah pria yang baik Varo.Tapi kau terus berusaha menutupi kebaikanmu itu dengan kekerasan Yang berharap bahwa semua orang akan tunduk kepadamu.
Maafkan aku Varo,Maaf karena Aku telah mengkhianati cintamu Dan Berpindah untuk cinta yang lain.Dan maaf Juga Atas kekhilafan ku yang membuat kita kehilangan Roy.Selama ini,Jika kau memang benar-benar kejam dan membenciku,Mungkin kau akan dengan mudah melayangkan nyawaku dalam sekejap.Tapi yang kulihat,selama setahun lebih kita berada Disatu atap yang sama,kau tidak pernah melukaiku hingga melebihi batas.
Naya tersenyum dan berbalik untuk melangkah pergi.Dan ini,ini adalah pijakan terakhirnya di rumah ini.
Dia berjalan menyusuri trotoar jalanan Dan berhenti dihalte bus.Hari ini dia tidak ingin laangsung menemui Juna,karena dia ingin memberikan kejutan penting untuk tunangannya itu.
" Aku merindukanmu Juna,apa kau juga merindukanmu" Gumamnya sambil menatap Lalu lintas yang sedikit padat karena ini adalah waktunya jam makan siang.
Naya sangat mencintai Juna,Bahkan cinta itu lebih besar dari cintanya untuk Varo saat itu. Bisa dibilang itu semua bukan karena harta,Melainkan Junalah satu-satunya pria yang Mampu membuatnya merasa sangat nyaman karena perhatian serta kasih sayangnya selama ini.Naya selalu menyayangi serta memperhatikannya,karena dia benar-benar mencintai Juna,hanya caranya saja yang salah,Itu sebabnya Varo sangat membencinya.
...........
Siang hari nya....
Leo berjalan Dengan pelan.Dia merasa sangat lelah karena jadwalnya yang terlalu padat hari ini.Saat ingin memasuki mobilnya, tiba-tiba ponselnya berdering.dia meraihnya Dan menatap Nama Kelvin yang tertera dilayar ponselnya.
__ADS_1
"Halo" Ucapnya dengan datar.
"Kau masih di restoran?"Tanya Kelvin disebrang sana.
"Hu'um.Sebentar lagi aku akan kembali kekantor.Ada apa?"Tanya Juna.Dia mengelap keringat yang membasahi kepalanya.
"Tidak,Hanya saja ada berkas yang harus kau tandatangani sekarang.Karena berkas itu harus dikirim secepatnya" Suara Kelvin Terdengar Berat disebrang sana.
"Baiklah,aku akan segera kembali.Tunggu Akk_______" Juna memaku ditempatnya.Dia tak bisa berkata-kata saat matanya menyaksikan sosok wanita yang sangat dikenalinya.
"Halo..halo,Kau mendengarku Juna" suara Kelvin masih terdengar jelas di sana.
"Na.....Naya" gumamnya pelan.
Tak..
Ponselnya terjatuh Begitu saja Dibawah.Dia terus terdiam,Bahkan kakinya sangat sulit untuk digerakkan.
"Tidak...Naya?.Dia masih hidup" Juna menggeleng hingga tanpa sadar kakinya mulai melangkah untuk mengejar Naya.Dia meninggalkan Ponsel serta Mobilnya begitu saja.
Sepanjang perjalanannya,Juna Selalu meracau memanggil nama Naya.Dia Yakin bahwa dia tidak salah lihat tadi,Itu benar-benar Naya Tunangannya dulu.
Tapi Hingga Hampir setengah jam dia berlari,Dia samasekali tak menemukan Sosok Naya disana.
Juna berhenti dan mulai mengontrol deru nafasnya."Aku yakin jika wanita itu adalah Naya,Aku yakin jika aku tidak salah lihat tadi" Gumam Juna sambil memutar matanya keseluruh penjuru arah.Sudah beberapa kali dia mengelilingi tempat ini,tapi tetap sama Naya tidak ada.
_________
...BERSAMBUNG...
__ADS_1