Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 166_Menjadi wanita sempurna


__ADS_3

Tak terasa waktu bergulir begitu cepat,Dan kini tibalah hari dimana Juna akan menemani istrinya untuk pergi check up ke dokter.Beberapa hari yang lalu dia sudah mengerjakan seluruh pekerjaannya,Jadi hari ini dia tak perlu repot-repot untuk bolak balik kekantor.


"Hey baby"Juna menyapanya dengan riang.Sekarang dia sedang Berjongkok didepan istrinya yang sedang duduk diranjang.Dara merasa sekarang dirinya lebih mudah lelah,dan tak kuat Untuk berdiri terlalu lama.


"Tidak lama lagi kita akan bertemu,Dan kau akan tahu seberapa tampannya wajah daddymu ini" Dara tertawa karena Melihat suaminya yang terlalu percaya diri itu.


"Kenapa kau tertawa?"Juna bertanya dengan heran,tak lupa juga dia melemparkan tatapan menyelidik kearah Istrinya.


"sayang kau itu terlalu percaya diri tau"Dara terus tertawa dan menggelwngkan kepalanya.


"Hahh"Juna menghela nafas berat."Kau selalu saja menyangkal jika aku ini tampan" Juna memutar matanya dengan malas karena kesal.


"Yeeee,ngambek..."Dara mencubit pipinya dengan gemas.Entah kenapa Saat semakin mendekati hari lahiran,Juna selalu bertingkah manja Dan sering merasa kesal dengannya.Padahal yang seharusnya bersikap seperti itu kan dirinya.


"Sayang Kau free kan hari ini?"Juna mengangguk dan kembali menatap istrinya.


"Aku ingin ke mall"Pinta Dara dengan mata plupy eyes miliknya.


"Apapun untukmu"Juna mengangguk dan mendekat untuk menciumnya.


"Sudah..sudah ayo,nanti kita terlambat" Dara tidak mau memperpanjang suasana ini,karena bisa-bisa mereka akan terlambat nanti.


Dan dengan berat Juna mulai berdiri dan menuntun istrinya untuk keluar.


_________


"Bagaimana Dok?"Juna bertanya langsung kepada dokter Rina yang menangani istrinya.


"Perkembangan janinnya sangat baik tuan,dan letaknya juga tidak ada yang bermasalah.Hanya saja..." Dokter Rina menggantung ucapannya,membuat Juna Merasa sangat kesal dan penasaran.


"Hanya saja apa?"Juna bertanya dengan cepat karena Merasa takut bila terjadi apa-apa dengan istrinya.

__ADS_1


"Nona Dara pernah Melakukan operasi sebelumnya.Jadi jika Nona dara memiliki keinginan untuk melahirkan secara normal,Mungkin itu tidak akan bisa tuan!"Jelas Dokter Rina yang membuat Dara merasa lemas.


Juna diam sambil mencerna segala ucapan dokter Rina.Sebenarnya apa yang dikatakannya Itu adalah benar.Karena jika Dara nekat untuk melahirkan secara normal,maka Akan ada konsekuensinya dibelakang hari.


"Saya hanya ingin yang terbaik "Akhirnya Juna mulai berbicara setelah beberapa menit Terdiam.


Setelah selesai membicarakan Tentang keadaan Kandungan istrinya,Kini Juna mulai berjalan dengan menggandeng dara disampingnya.


Dara terlihat murung karena keinginannya harus putus karena kejadian saat itu.


"Kenapa?"Juna menangkap kesedihan dari raut wajahnya.Tapi Dara hanya menggeleng dan tak berniat sedikitpun untuk menjawab pertanyaan suami nya.


Akhirnya Juna lebih memilih diam dan langsung melajukan mobilnya Ke Mall.


Sesampainya di sana,Juna langsung memarkirkan mobilnya dengan pelan."Ayo!" Juna melepas seat belt nya dan menatap istrinya dengan dalam.


"Sayang!"Juna memanggilnya karena Dara hanya diam saja sedari tadi.


"Kau bersedih karena harus melakukan operasi?"Juna berusaha menebak tentang alasan kesedihan Istrinya ini.


Dara diam,dan itu mampu menjawab pertanyaan nya tadi." Sayang Ini bukan waktunya bersedih bukan?.Seharusnya ini adalah hari yang bahagia Saat Kita akan menanti Kelahirannya Nanti" Juna mencoba untuk membuat istrinya mengerti.


"Aku tidak bersedih Juna,Aku hanya____"Dia tak tau lagi harus berkata apa."Kesempurnaan seorang wanita Adalah melahirkan Buah hatinya dengan mempertaruhkan segala kemampuan dan nyawanya.Itu berarti aku bukanlah wanita sempurna karena tak bisa melahirkannya secara Normal" Dara berkata dengan sedih.Dia seperti seseorang yang sangat teraniyaya sekarang.


"stthh,Kenapa berbicara seperti itu?"Juna mendekat dan memeluknya dengan sayang."Jika kau tidak bisa menjadi wanita sempurna karena melahirkannya,maka jadilah wanita yang sempurna karena Kau merawatnya sayang"Dara mendongak,menatap wajah rupawan milik suaminya.Apa yang dikatakan Juna ini sangat menyentuh hati ya,Dan memang benar jika dia bisa menjadi wanita yang sempurna dengan cara merawat dan membesarkan buah hatinya dengan penuh kasih sayang dan cinta.


"Apa yang kukatakan benar bukan?"


Dara mengangguk,menundukkan kepalanya dan menahan nafasnya."Ini adalah sebuah keharusan yang tidak bisa kau langgar sayang,karena bagaimanapun juga Tuhanlah yang merencanakan segalanya,begitupun dengan takdir jalan keluarnya baby kita"


Air mata dara menetes pelan,membuat Juna sangat terkejut hingga Melepas pelukan mereka."Hey,kenapa menangis?" Juna menghapus air matanya Dan menjegahnya untuk kembali menetes."Aku kan sudah bilang untuk tidak bersedih.lalu kenapa malam menangis?"

__ADS_1


Dara menggeleng dan mencoba untuk merubah suasana hatinya.Bagaimanapun juga,Ucapan suaminya Ada benarnya juga.Dan saat ini bukan waktunya untuk bersedih,Karena sekarang mereka harus bahagia saat menanti kehadiran Buah cinta mereka nanti.


"Ya sudah ayo" Juna turun dan sedikit berlari untuk membuka pintu Untuk istrinya.


Dengan gembira tangan itu terulur untuk membalas Uluran tangan suaminya.


Sesampainya Didalam,Dara dan Juna langsung Mengunjungi sebuah Toko Limited edition untuk mencari pakaian bayi untuk calon babby mereka.


"Selamat siang Tuan,nona.Ada yang bisa kami bantu"Pelayan itu membungkuk hormat saat melihat bahwa Siapa yang datang.


Dara Tersenyum manis dan Mengangguk."Saya ingin mencari pakaian bayi"Ujar Dara dengan Ramah,Berbeda dengan Juna yang lebih memilih diam dan memasang wajah datar.


Pelayan itu kembali mengangguk dan mulai membawa Dara dan Juna untuk kesana.


Saat Melihat beberapa bakaian bayi dihadapannya,Dara merasa sangat gembira sekaligus gemas karena Keunikan Pakaian-pakaian kecil itu.


"Saya ingin memilihnya sendiri"Ucap Dara dengan rendah.


Pelayan itu tersenyum dan mulai meninggalkan mereka.


Sebenarnya Dara juga bingung harus memilih yang mana,karena mereka berdua samasekali tidak tahu tentang jenis kelamin anaknya.


Kemudian tangannya terangkat untuk menggapai sebuah Baju berwarna pink yang tampak simple dan mewah."Sayang kenapa warnanya pink,Babby Kita Itu boy"Protes Juna dengan cepat.


Dara Tersenyum dan menoleh kearahnya."Kau yakin jika baby kita itu laki-laki?"Dara bertanya dengan lucu yang membuat Juna mengangguk dengan pasti.


"Okeiiii"Akhirnya mereka berdua mulai memilih dan memilah Pakaian yang lucu dan unik dimata mereka hingga tanpa terasa mereka sudah menghabiskan waktu selama dua jam hanya untuk ini saja.


"Sayang kau tidak lelah?"Juna sudah merasa bosan karena sudah sedari mutar-mutar untuk mencari perlengkapan babby mereka.


"Kenapa?,Apa kau lelah?"dara kembali bertanya,Melihatnya dengan dalam dan tersenyum Remeh kearahnya.

__ADS_1


Dengan ragu Juna menggeleng.Kemidian dia kembali membantu istrinya untuk mencari segala perlengkapan Babynya.


__ADS_2