Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 149_ Juna Adalah Milikku


__ADS_3

_Dara mundur beberapa langkah kebelakang.Jantung Nya masih berpicu dengan begitu cepat,begitupun dengan Wanita yang saat ini berada dihadapannya.


' Kanaya '


Dadanya sangat sesak seperti dihimpit oleh benda yang sangat keras dan tajam.Benar,Wanita ini benar-benar Kanaya karena wajahnya sama persis dengan Foto yang sempat disimpan Juna saat itu.Jadi memang semua ini nyata,Jika Kanaya memang masih hidup?


Sedangkan Kanaya,Dia masih berdiri mematung memandangi wanita cantik yang sedang berdiri didepannya.Dia Sangat yakin jika Ini benar-benar mansion Juna,tapi kenapa ada wanita Hamil Disini.


' Maafkan aku Naya...Maafkan Aku karena hatiku telah memilih wanita lain.Maafkan aku karena tak sabar untuk menunggumu hingga


aku benar-benar mencintainya sekarang '


Kanaya menggeleng saat kalimat itu kembali berputar ditelinganya.Ini tidak mungkin,Juna tidak mungkin melupakannya.Naya Menangis Dalam kesedihan dalam hatinya."Siapa Kamu?" Kanaya bertanya dengan serak,Menatap Dara dengan heran sekaligus takut.Takut jika Apa yang ada dipikirannya sekarang adalah benar.


"Seharusnya aku yang bertanya Kepadamu,siapa kamu sebenarnya" Jawab Dara yang mencoba untuk tenang.


"Dimana Juna?"Kanaya bertanya langsung keintinya."Katakan kepadaku dimana Juna sekarang?"Ucapnya Yang sudah dibanjiri air mata.


Saat Dara ingin menjawab, Tiba-tiba suatu tangan hangat Sudah melingkar dibahunya."Siapa yang datang sayang?"Tanya Juna yang belum mengetahui keberadaan Kanaya didepannya.


Dara diam Dan itu membuat Juna mengkerut kan alisnya karena melihat Wajah Dara yang terlihat tidak biasa.Dengan cepat dia membawa pandangannya kearah Kanaya.


Matanya membulat sangat sempurna.Bahkan tangannya yang berada Dibahu dara perlahan mulai turun sekarang." Ka..Kanaya" Lirih Juna dengan suara yang sedikit tercekat.


"Juna..." Tangisan Naya semakin pecah saat melihat Kenyataan yang kini berada Dihadapannya.Dia mendekat tepat dihadapan Juna."Sayang katakan Kepadaku,Siapa Dia" Tunjuk Naya kearah Dara.Matanya Menorehkan suatu harapan Yang besar seolah Dia ingin berharap bahwa Juna akan menjawab ' Bukan siapa-siapa '


"Juna jawab aku,Siapa wanita Ini" Teriak Naya dengan air mata.Dia mengguncang Tubuh Juna dengan pelan karena Juna terus diam dan tak menjawabnya.


Melihat Sebuah drama yang sangat menyayat hati nya membuat Dara perlahan mulai mundur dan berniat pergi meninggalkan mereka." Mau kemana?" Juna bertanya Dengan Nada yang tak biasa.

__ADS_1


Tapi Dara tak menghiraukannya dan tetap Berjalan pergi."Dara berhenti ditempatmu sekarang" Juna sengaja Meninggikan suaranya berharap bahwa Dara akan berhenti.


Dara berhenti dan kembali berbalik untuk menatap Juna.Setelah Lebih dari beberapa detik dia diam,Akhirnya dia mulai menitikkan air mata Dan menggeleng.


Juna merasa hatinya telah tersayat oleh ribuan pisau sekarang.Terjebak dalam suatu kebingungan dan keterkejutan antara Istri dan mantan Tunangannya membuat Juna tak bisa bernafas dengan baik.


"Kemarilah" Juna berkata dengan Lembut dan mengulurkan tangannya.


"Apa maksudmu Juna..?" Naya menggeleng dan menatap Juna dan Dara secara bergantian.Air matanya masih mengalir dengan deras.


"Kemarilah sayang" Pinta Juna lagi.


Karena tidak kuat dengan rasa sesak didadanya,akhirnya Dara memutuskan untuk berlari dan langsung memeluk Juna dengan erat.


"Aku istrinya....Aku istrinya Juna untuk saat ini dan selamanya.Jadi jangan pernah mengganggu Juna Lagi,karena dia adalah Milikku hikss.. " Teriaknya dengan berderai air mata."Kau milikku Juna..kau milikku"


Juna Tersenyum menatap Naya yang sudah semakin menangis Dihadapannya.Dia merasa puas karena tak harus menjelaskan apapun kepada Naya."Kau Dengan Dia berkata apa Naya?,Aku Suaminya dan aku adalah miliknya" Ucap Juna dengan Pandangan yang merasa bersalah.


"Sayang Diamlah." Pinta Juna sambil mengelus Kepalanya dengan sayang.


"Juna...Kau milikku Hiksss"


"Iya,Aku milikmu sayang" ujar Juna dengan bibir yang tersungging indah.


Juna memejamkan matanya,mencoba untuk menikmati indahnya pelukan istrinya yang sangat erat." Kanaya Kumohon pergilah..." Ucap Juna tanpa Membuka matanya.


Kanaya menggeleng."Sayang,Katakan bahwa ini semua ini tidak benar.Dia bukan istrimu kan?,Ini...Ini hanya Lah akal-akalan mu Karena ingin memberiku sebuah kejutan Bukan?" Kanaya masih tidak bisa mempercayai ini semua.Hatinya sangat sakit karena Mengetahui bahwa pria yang sangat dicintainya kini telah bersanding dengan wanita lain.


Juna menggeleng dan membuak matanya untuk menatap Naya."Tidak ada yang salah dengan semua ini Naya.Apa yang dikatakannya tadi memang benar,Jika Aku Dan Dara adalah sepasang suami Istri." Ucap Juna dengan Tenang.

__ADS_1


"Jadi kumohon pergilah.Pergilah Dari rumahku atau dari hadapanku nantinya" Ucap Juna yang masih dengan Nada yang biasa.


" Juna aku Mohon sayang..." Dia mendekat Dan berniat untuk menyingkirkan wanita Itu dari pelukan Juna.


"Apa kau tidak mendengarku?,AKU BILANG PERGI NAYA" bentaknya dengan keras karena melihat istrinya yang semakin terisak.


"Kau Brengsek Juna" Naya Menangis dan Berlari untuk pergi Dari sana meninggalkan Juna yang masih menatapnya dengan perasaan yang bercamuk.


"stthh,Diamlah" Ucap Juna sambil menggendong istrinya untuk masuk kedalam kamar.


setelah masuk kedalam kamar,Juna mendudukkan istrinya Ditepi ranjang."Sayang..!" Panggil Juna saat melihat Dara yang tak berhenti menangis.


"Juna hikss..hikss" Dia kembali masuk kedalam dekapan suaminya,menumpahkan segala tangisannya karena masih tak percaya jika Kanaya akan bersikap nekat didepannya.


"Diamlah,Kenapa kau menangis?.Bukannya kau sudah berani melawannya tadi,Lalu untuk apa kau menangis sayang?" Juna mengusap rambutnya dengan lembut,mencoba untuk membuat istrinya sedikit lebih tenang.


"Aku Tidak suka Kanaya" Ujarnya Dengan suara yang sangat serak,dan itu bisa membuat Juna Tersenyum penuh arti.


" Hmmmm" Juna mengangguk yang masih setia dengan senyumnya." Kau tahu kenapa?"Tanya Juna saat Dara mulai melepas pelukannya.


"Karena kau diciptakan hanya untuk menyukaiku saja Dara" Ucap Juna yang langsung mencium istrinya dengan hangat dan sangat Dalam.


Entah kenapa hasratnya lebih mudah memuncak beberapa hari ini." Dikehidupan manapun,Ingatlah selalu kata-kataku ini bahwa aku Akan selalu mencintaimu Diandra Adistha Sanjaya Istriku"Juna kembali menciumnya,dan menyalurkan seluruh cinta yang dimilikinya.


" Kau hanya milikku Juna" Ujarnya dengan Pelan dan terus menatap Juna Yang kini masih Berada Diatas tubuhnya.


Juna mengangguk dan tersenyum.Dia kembali mendekat Dan mencium keningnya dengan cinta yang tak terkira.Hingga akhirnya mereka akan menghabiskan suatu siang yang panjang,yang memabukkan jiwa dan hati hingga Mereka mendapatkan jawabannya bahwa mereka akan selalu bersama dan tak akan pernah terpisahkan.


___________

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2