Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 120_ menjadi Dilan & Milea


__ADS_3

_Detik berganti menit,Hari berganti Minggu dan sampailah pada detik dan juga hari ini.Keadaan Juna Sudah membaik,Bahkan Lukanya sudah Mulai mengering sekarang.


Saat Ini Juna sedang bersiap untuk kekantor.Dengan dibantu dengan istrinya,sekarang Juna sudah siap dengan pakaian Formalnya."Suamiku tampan" Juna mengulum senyumnya dan meninggalkan kecupan selamat pagi Dipipinya.


"Ayo" Mereka mulai menuruni anak tangga menuju meja makan.Sebelum membantu suaminya,Dara sudah lebih dulu menyiapkan sarapan untuknya.Karena dia tahu bahwa Jadwal Juna Sangat padat hari ini.


Sepanjang sesi sarapan,Juna tak Henti-hentinya memandang wajah cantiknya."Apa sih" Dara mulai malu saat Juna terus menatapnya.


"Kau cantik"


"Apa aku baru cantik hari ini saja" Dara menatapnya dengan menyelidik.


Juna tertawa sambil Menahan perutnya karena keram." Setiap hari kau selalu cantik" Wajah Dara bersemu Setelah Juna menyelesaikan ucapannya.


"Jangan terus memandangku.Kau tahu kenapa?" Juna menggeleng Dengan Ekspresi yang Tak mengerti.


"Berat,Kau tak akan kuat"


tepat,Tawa Juna pecah saat Itu juga."Apa saat ini istriku l berubah menjadi dilan?" Dara ikut tertawa,Bahkan hampir tersedak.


Wah..wah..wah...


Dara menjadi dilan?.Lalu apa jadinya Juna Nanti. Apa Juna Juga harus berubah menjadi milea?.


"Apa aku Juga harus menjadi milea,Agar bisa bersamamu terus?" Dara semakin tertawa dibuatnya.Pertanyaan serta Ekspresi Juna mampu membuatnya Tertawa terbahak bahak.


"uhukk...uhukkk"Dara mulai tersedak dan itu cukup membuat Juna kalang kabut.


"Minum dulu" Juna mulai membantunya untuk minum."Jangan tertawa lagi,"Juna mulai memperingati nya.


"Iya.Lagian Kami sih,Pagi-pagi udah ngelawak" Juna menatapnya dengan tajam,Dan dengan cepat dara langsung menyelesaikan sarapannya tanpa berniat untuk menatap Juna sedikitpun.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan,Dara mulai mengantar suaminya sampai didepan pintu."Hati-hati." Dara menatap suaminya dengan keteduhan.Wajah Juna selalu menyiratkan Rindu dalam hatinya.


"Aku pergi sayang" Juna menarik tangannya dan mengecup Bibirnya singkat.


"Aku ingin yang lebih" Mata Juna membulat,Namun sedetik kemudian dia kembali memberikan Kecupan hangat diseluruh wajah istrinya.


"Masuk sana." Juna mengelus pipinya dengan lembut."Kau tidak ingin memelukku" Dara mencerutkan bibirnya.


Mendengar itu Leo langsung membentangkan kedua tangannya,Dan menyuruh dara untuk memeluknya lebih dulu."Aku mencintaimu" Bisik Juna Ditelinganya.


Juna kembali menyalurkan kehangatan yang mendalam dalam dirinya.Pelukan serta kecupan Juna mampu membuatnya terus terjatuh dalam cintanya."Aku juga"


Tidak ada kata lain selain cinta.Tidak ada kata lain selain sayang.Karena itulah,mereka terus menciptakan hal baru demi Menuntaskan keinginan mereka dan menciptakan sebuah kisah yang tak akan pernah ada habisnya.


"Juna..."Panggilnya rendah.


"Berjanjilah untuk selalu baik-baik saja" Juna tersenyum.Dia tahu bahwa istrinya masih mengkhawatirkan nya.


"Hu'um.Aku juga harus kuat bukan.Karena ada kau dan baby kita yang menungguku untuk pulang" Juna sedikit merenggangkan pelukannya dan menatap wajah istrinya dengan teduh."Aku pergi sayang"


Menjadi pemimpin adalah tanggung jawabnya.Maka itulah Juna tidak ingin egois Dan selalu menyembunyikan Kerinduan lewat Matanya.Padahal,Jika bisa memilih.Juna lebih ingin untuk mengerjakan seluruh pekerjaannya dirumah saja.Tapi apalah Daya,Perusahaannya adalah perusahaan ternama se Asia bahkan manca negara.Jadi Juna harus ekstra ketat untuk menjaga serta mengatur perusahaannya untuk terus mengalahkan pengusaha lain.


' *Setiap Kakimu melangkah menjauh dari ku.Hatiku Selalu bergetar Juna....


Entah karena apa,Yang penting Aku hanya takut kau bertemu dengan yang baik atau bahkan lebih baik dari diriku.


Bukannya aku tidak percaya dengan cintamu.Tapi kita hanya manusia biasa,Tempatnya hilaf dan dosa.Itu sebabnya aku selalu takut,Takut akan kehilanganmu karena kekuranganku* '


Matanya terus memandangi mobil Juna Yang sudah menghilang beberapa detik yang lalu.Kemudian tangannya terangkat Untuk mengelus perutnya." Baik-baik ya sayang,Daddy Dan Mommy selalu menyayangimu" Bibir Dara terangkat,Begitu Besarkah kuasa Tuhan hingga dia mampu menciptakan Orang baru demi melengkapi serta Ikut serta dalam kisahnya.


Dara terus tersenyum,sekilas bayang-bayang pernikahan dan,pertengkarannya Mulai terlintas dalam benaknya.Kejadian itu mungkin adalah sebuah kesalahan,Tapi yang pasti Juna telah berubah dan melupakan masalalunya demi dirinya.Tak henti-hentinya dara terus mengucapkan Syukur tentang apa Yang Telah dikaruniakan Dalam dirinya setelah Pahitnya kehidupan yang dilaluinya dulu.

__ADS_1


Tidak ada yang lebih indah dari kasih dan cinta keluarga.Bukan Harta,Bukan tahta,Juga Bukan kedudukan,Itu semua hanya titipan.Tapi cinta dan kasih sayang,Itu adalah sebuah Keharusan demi sebuah senyuman yang akan terus tercipta dibibirnya.


....@....


Disepanjang perjalanan,Juna terus mengulum senyumnya.Tawa istrinya tadi terus berputar di otaknya,menemani Mobilnya yang terus Mendekati Kantornya.


Sesampainya Dikantor,Juna disambut Hormat oleh para karyawan yang berpapasan dengannya.


Seperti biasa,Juna hanya mengangguk dan terus Melanjutkan langkahnya.Tanpa diketahuinya,Sepasang mata selalu memperhatikan Setiap langkahnya,Pandangannya tak dimengerti.


Tidak dipungkiri,Bahwa sakit hatinya masih ada.Ternyata Takdir Menolak untuk bersahabat dengannya,Dan membuat dirinya terus mencinta Juna.


_


Langkah Leo terhenti tepat didepan Pintu ruangannya.Dia tidak langsung masuk,Krena saat ini pikirannya terus mengarah kearah Luna Yang tak pernah melaporkan apapun kepadanya.


Kemudian Leo menoleh kebelakang saat mendengar suara langkah kaki yang terus menggema ditelinganya."Apa kantor ada masalah,Kenapa kau tidak pernah melapor tentang keadaan kantor kepada saya" Juna Bertanya dengan nada yang sedikit meninggi.


Luna merasa gelagapan untuk menjawabnya,Namun sedetik kemudian,Luna kembali menetralkan ekspresinya."Tuan Kelvin yang menyuruh saya tuan" Luna berucap sambil membungkukkan Tubuhnya.


Tanpa menjawab apapun,Juna langsung melenggang masuk meninggalkan Luna yang masih berdiri mematung menatapnya.


"Laporkan seluruh Kegiatan kantor,mulai dari awal Cuti ku hingga tadi malam" Juna berkata sambil mendudukkan dirinya Di kursi kebesarannya.


Luna menelan salivanya,Bahkan matanya Sudah membulat sekarang."Aku menyuruhmu untuk Menjelaskannya,Bukan untuk membulatkan matamu itu.Dasar bodoh" Gerutu Juna.


Dengan cepat Luna langsung menjelaskan Bagaimana kegiatan kator dari A sampai Z.sesudah menyelesaikan laporannya,Luna menarik nafasnya Dengan dalam hingga berulang kali."Kau bisa keluar" Juna berkata dengan singkat.


Saat luna sudah mendekati pintu,Juna kembali memanggilnya."Dan satu lagi,Jangan pernah menyembunyikan apapun dari ku" Melihat Wajah Juna yang sangat serius membuat Luna kembali menelan savilanya.


"Baik tuan" Kemudian Luna langsung berlalu meninggalkan Juna yang mulai disibukkan dengan pekerjaannya.

__ADS_1


______________


...BERSAMBUNG...


__ADS_2