
_Juna datang dengan Segelas susu Ditangannya.Dia menatap istrinya yang kini sedang serius menatap Televisi Yang Berada Diruangannya."Sayang" Juna memanggilnya.
Dara menoleh dan menunggu ucapan Juna selanjutnya."Aku mencintaimu"Juna Berkata dengan Tulus yang Disambut Senyum hangat Dari istrinya.
"Terimakasih" Dara meraih Susu Itu dan langsung meneguknya Hingga habis.
"Kau mau tidur?"Juna mendekat dan membelai rambutnya dengan Lembut.
Dara menggeleng.Tangannya Terangkat Untuk mengusap Pipi Juna Yang sangat putih."Sayang,Bila Aku mempunyai seribu Permintaan.apa kau akan mengabulkannya?" Juna berfikir Untuk menjawab pertanyaan Istrinya dengan Tepat.
"Aku rasa aku tidak akan sanggup untuk memenuhinya"Juna menjawab Dengan Jujur,Dan Itu membuat Dara merasa Kecewa.
"Aku belum mengatakan permintaanku,Tapi kau sudah menyerah" Dara meemanyunkan Bibirnya tanda tak setuju dengan Ucapan Suaminya.
"Dara aku tahu Kau tidak pernah meminta Sesuatu yang berhubungan Dengan Uang ataupun kekayaan. Jadi lebih baik aku menyerah saja" Dara tertawa dan menepuk bahu suminya Dengan pelan.
"Okeii...Aku tidak akan meminta apapun darimu mulai sekarang"
"Kenapa?"Juna mulai memprotesnya.Dia tidak suka bila Dara berkata yang aneh-aneh dengannya.
"Tadi kau bilang,Kau akan menyerah lebih dulu jika aku meminta sebuah Permintaan.Jadi yasudahlah,Aku tidak akan meminta apapun darimu" Dara Meliriknya Dan mencoba untuk menyembunyikan senyumnya.
Juna mendekat dan
Cup......
"Bibirmu itu sangat manis" Juna menggodanya setelah menyudahi ciumannya.
Dara memutar bola matanya dengan malas dan beralih Menatap layar televisi yang sedari tadi menonton mereka."Sayang,Tadi kau bilang jika Kau menjadi wanita itu kau akan mencakar habis wajah pelakor itu bukan?" dengan cepat Dara menoleh karena pembicaraan Juna Telah mengarah ke Sebuah Pelakor sekarang.
"Kenapa?" Dia Membulatkan matanya dan sedikit Meninggikan suaranya.
"Aku penasaran dengan ekspresimu itu.Bagaimana jika besok aku membawa pelakor kehadapanmu" Juna berucap dengan santai.
Dengan cepat,Emosi Dara langsung tersulit dan memenuhi hatinya."Kau berniat selingkuh.Apa kau tidak takut menyesal karena Telah menduakanku yang super Duper cantik ini.Lagipula,Tidak akan Ada pelakor yang bisa Mengalahkan ku" Juna tertawa mendengar Omelan Istrinya.
__ADS_1
Dia senang saat dara merasa Emosi karena Dia ingin menyeret pelakor kedalam Rumah tangganya.karena Itu semua dapat membuktikan Seberapa besar cinta dara untuknya.
Juna memanyunkan bibirnya dan terus menatap Dara." Aku rasa Ada satu wanita Didunia ini yang bisa mengalahkanmu"
Dara Kembali menatapnya dengan Tajam.Tak dipungkiri jantungnya juga berdebar kencang karena rasa Takut yang memenuhi dirinya."Siapa?" Dara bertanya lagi.
Juna mendekat Dan Mulai membisikkan sesuatu Ditelinga Dara.
Bukannya marah,Dara malah tertawa terbahak-bahak dan Memukul Lengan Juna dengan Pelan.
"Dasar,Nakal" Dara terus memukulnya.Dia merasa Malu dengan bisikan Juna tadi.
Entah apa yang dibisikkan nya,Hingga membuat Dara malu setengah mati.
"Auuuu...auuuu"Juna terus mengelak agar tidak terkena pukulan cinta Dari istrinya.
"Lihatlah Sayang, Mommy mu sangat Kejam"Juna mencoba untuk memprovokasi anaknya yang belum mengerti apa-apa tentang masalah mereka.
"Berhentilah memprovokasi nya juna,Kau yang nakal bukan Aku" Dara Terus Memukulnya hingga Juna mulai Mengeluarkan aksinya dan mengkungkung Dara Dalam Pangkuannya.
"Kenapa Diam,ayo Pukul lagi " Juna memberikan Pipinya.
Dengan Senang Hati dara Menciumnya dan bukan Menamparnya."Sayang,Lepasin ya" Dara mencoba untuk membujuknya.
Juna menggeleng Dan terus mempererat pelukannya "Sayang,Lepasin Dong"Dara membujuknya lagi.Tapi tetap sama Juna Hanya menggeleng tak perduli.
"Siapa yang mengajarimu Untuk nakal" Juna membelai rambut nya dengan Lembut.
Dara Mendongak dengan senyum yang mengembang dibibirnya."Arjuna Louis Leonidas" Jawabnya Yang mampu membuat Juna tertawa.
"Istriku Pintar" Tangannya terangkat untuk Mencubit Hidung mancung istrinya.Dengan Hati-hati,Juna mulai menggendong Dara menuju Kamar untuk Tidur.
"Tidurlah" Juna menyelimutinya dengan Hangat."Aku mencintaimu Diandra Adistha Sanjaya" Dia membisikkan Sesuatu Yang Mampu membuat Hati Dara menghangat.
Cupppp....
__ADS_1
"Selamat Tidur sayang" Dara Meninggalkan sebuah kecupan singkat dibibirnya.
Setelah Dara Benar-benar hanyut dalam Indah mimpinya,Juna kembali Membuka matanya.Dia mengangkat tangannya Dan mengelus Perut istrinya dengan sayang.
"Daddy Juga mencintaimu sayang" Juna bergumam dengan senyum yang tersungging dibibirnya.Dia bahagia Sekarang.Bahkan Sangat bahagia.
Keterpurukannya dulu kini telah berganti dengan sebuah kebahagiaan yang tak ternilai.Kehadiran Dara dan Juga Calon Buah Hatinya mampu membuat Juna Terus bersemangat Dalam hidupnya."Terimakasih Karena telah Berada disampingku hingga saat ini sayang" Juna kembali Meninggalkan Kecupan hangat Dikeningnya.
Sedari tadi,Juna selalu bergerak dengan pelan agar tak membangunkan istrinya.Wajah Dara sangat damai saat Ini.Matanya yang bulat,Hidungnya yang mancung,Serta Pipinya yang Cabi membuat Juna Selalu ingin terus menatapnya.
"Mimpi indah,Daraku" Dia berbisik pelan dan mulai memejamkan matanya yang sudah terasa berat.
__________
_Berbeda dengan Juna Dan Dara.Saat Ini Varo masih asik Menatap Bintang yang sedang bertahta Di langit malam.
Angin malam yang dingin tak mampu membangkitkan seorang Varo dari duduknya.Dia diam dan terus membiarkan Angin itu menusuk tubuhnya.
Setiap malam,Varo selalu menatap bintang itu.Dia menganggap bahwa bintang Itu adalah Dara.Sesuatu yang Indah dipandang,Namun sulit untuk digenggam.Seperti Itulah Dara.Dia Adalah wanita yang selalu menyejukkan Hati Varo.Namun statusnya yang telah berbeda membuat Varo sangat sulit untuk menggapainya.
Varo menarik senyumnya.Dia mengingat tentang hubungannya dengan Dara Yang Semakin Merenggang Karena kejadian itu.
Baik dia maupun Dara,Mereka tak lagi bertemu ataupun sekedar bertukar kabar saja.mereka seolah-olah tenggelam mengikuti rasa canggung yang teramat menusuk dalam diri mereka.
Dia meraih ponselnya,Dan melihat bahwa ponsel Dara sedang berada dalam keadaan Off sekarang.
Ingin rasanya Dia mendengar suara itu lagi.Ataupun ingin rasanya Jika Dara masih bersikap biasa dengannya."Jika Aku tahu kau sudah menikah,Mungkin aku tidak akan Mengungkapkan perasaanku kepadamu" Varo bergumam Dalam Sunyinya malam.
Varo adalah tipekal pria yang tidak ingin berbahagia Di Atas penderitaan Orang.Bisa saja dia melakukan segala cara untuk merebut Dara dari genggaman suaminya.Tapi itu semua percuma,Karena hal itu bisa membuat Dara hancur dan akan membencinya nanti.
Lalu dia ingat.Dia selalu Memperhatikan Penampilan Dara yang biasa namun tampak elegan.Bahkan Varo tahu bahwa semua yang dikenakan Dara itu Adalah Barang Kelas Atas."Tapi siapa suamimu" Varo bergumam lagi.
Dia kembali menatap Langit sebelum dirinya beranjak dan masuk kedalam rumah.
_______________
__ADS_1
...BERSAMBUNG...