Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 72_Sebuah kartu nama


__ADS_3

_Perlahan Matahari mulai muncul menyinari Indahnya dunia,memancarkan sinar Surya yang menandakan bahwa pagi telah datang.Pukul setengah tujuh pagi,Varo baru mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan Cahaya yang menerobos masuk ke dalam kamarnya.


Entah Tidurnya terasa nyenyak atau mimpinya yang terlalu indah,Makanya Varo Bangun sedikit siang hari ini.


Dia Bangkit dari tidurnya,Dan langsung menyandarkan Tubuhnya dipinggir ranjang King Size miliknya.Saat seluruh kesadarannya mulai Penuh.Varo langsung bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


45 menit kemudian,


Setelah Dirasanya penampilannya telah sempurna,Varo langsung berjalan untuk keluar dari kamarnya.Saat menuruni tangga Varo dikejutkan oleh keberadaan sekretarisnya yang tak lain adalah Akbar.


"Selamat pagi bos"Sapanya sambil membungkuk hormat.


"Pagi"Jawabnya yang langsung berjalan kearah meja makan.


"Ayo sarapan"Ajak Varo sambil menduduki kursi itu,Sedangkan Akbar,Dengan senang hati dia menerima tawaran dari bosanya itu.


"Apa schedule ku Padat hati ini"Tanya Varo disela sela Kegiatan mereka,Akbar Berfikir sejenak untuk mengingat ingat Schedule Varo hari ini.


"Emmm tidak,"Jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.Varo langsung bengong setelah mendengar jawaban sekretarisnya itu.


"Itu berarti,Aku bisa mencarinya nanti"


Batin Varo dalam hatinya sambil senyum-senyum sendiri.Akbar yang melihat itu hanya bisa mengerutkan keningnya dan tidak berani bertanya.


Setelah itu hening,Tidak ada yang berbicara.hingga mereka Selesai melakukan sesi sarapan mereka....


.....@.....


Kediaman Juna...


_Juna yang sedang bersiap dikamarnya,tidak sengaja menjatuhkan tas selempang Istrinya hingga isinya berserakan dilantai.


"Astaga"Pekiknya yang langsung berjongkok untuk memunguti Isi tas itu,Tidak banyak barang Yang ada didalam tas itu.namun ada satu hal yang mengundang ketertarikan Juna,


"Kartu nama?"Gumam juna,Dia Berniat untuk meraih Secarik kertas itu,Namun belum sempat tangannya Menggapai kertas itu.pintu kamarnya terbuka yang menampakkan Istrinya yang tersenyum hangat.Juna langsung mengalihkan pandangannya Kearah pintu.


"Ada apa?"Tanya Dara yang langsung menghampiri suaminya.Juna langsung berdiri dengan tas yang masih berada dalam genggamannya,


"Tasmu terjatuh"Ucap Juna yang kembali ingin meraih Kertas itu,Namun Dara lebih dulu mengambilnya.


"Ini sudah siang.Sarapan sana,Aku yang akan membereskannya"Ucap dara sambil mengambil tas itu dari tangan suaminya.Namun Juna seakan enggan untuk pergi dan masih penasaran dengan kartu nama itu.


"Kenapa?"Tanya dara yang melihat suaminya hanya terbengong sambil memandangi tas itu.


"Tidak papa"Jawab Juna yang langsung berbalik arah untuk menuju kebawah,Namun disetiap langkahnya.rasa penasaran itu semakin membesar.

__ADS_1


"Kartu nama siapa yang disimpan oleh Dara,Sepertinya bukan orang biasa"


Batin Juna sambil terus Melangkahkan kakinya menuju meja makan.


Sedangkan Dara yang melihat kertas itu,Langsung teringat akan Regan.sahabat kecilnya dulu.


"Astaga,Inikan kartu namanya kak Regan.Kok aku bisa lupa ya"Ucapnya sambil menepuk jidatnya.Dia langsung bergegas untuk menyimpannya dan menyusul suaminya untuk sarapan.


.....


Dara Datang dengan Segelas Susu ditangannya,Dia langsung duduk tepat disamping suaminya.


"Kenapa duduk disini?"Tanya Juna,Karena biasanya Istrinya itu selalu duduk berhadapan dengannya.


"Tidak apa,Hanya ingin"Jawabnya yang langsung menyendok nasi kepiring nya.Juna hanya berohriah saja menanggapi keinginan Istrinya.


Namun dia langsung mengingat tentang kartu nama itu,Karena Tidak ingin berperang dengan rasa penasarannya.Akhirnya Juna memutuskan untuk bertanya kepada istrinya.


"Ra"Panggil Juna.Dara langsung menoleh kearahnya sambil menunjukkan ekspresi Imutnya.


"Hmmmm"Jawabnya.


"Aku ingin bertanya"Ucap Juna rendah sambil menyuapkan sesendok nasi itu kemulutnya.


"Apa?"Tanya Dara yang langsung menyudahi kegiatannya.


"Ummmmm,Maksud kamu Kartu namanya ka regan"Jawabnya sambil Menganggukkan kepalanya.


"Regan,Siapa lagi dia.apa dia juga termasuk rivalku"batin Juna sambil menatap wajah istrinya dengan tatapan yang tak terbaca.


"Regan!Regan siapa?"Tanya Juna gelagapan .


"Oh iya ya,Aku belum pernah menceritakannya padamu"Ucap Dara sambil tertawa kecil.Namun Juna hanya diam sambil menunggu jawaban istrinya.


"Kak Regan itu,Adalah sahabat kecil aku,Kita sudah lama tidak bertemu.Namun Baru-baru ini aku pernah bertemu dengannya"Jelas Dara sambil mengunyah makannya,Sedangkan Juna masih diam karena sibuk dengan pemikirannya sendiri,Nafsu makannya Hilang setelah mendengar istrinya mengucapkan nama pria lain.


"Bertemu dimana?"Tanya Juna.


"Pertama kali ketemu di KF,Kedua kalinya di Supermarket,Dan yang ketika kalinya di jalan"Jawab Dara sambil menatap wajah suaminya.


"Lalu kapan dia memberi kartu namanya kepadamu?"Tanya Juna.


"Waktu kami bertemu di jalan,Saat itu dia ada urusan mendadak jadi kami tidak bisa mengobrol banyak.dan sebagai gantinya dia menyerahkan kartu namanya padaku"Jelasnya lagi.


"Kau cemburu?"goda dara yang melihat suaminya hanya bengong sambil berperang dengan pemikirannya sendiri.mendengar godaa dari istrinya,Juna langsung mengalihkan pandangannya kewajah Cantik itu.

__ADS_1


"Ya iya lah,Suami mana yang tidak cemburu Bila istrinya memiliki Teman pria"Ucap Juna sambil memutar bola matanya dengan malas.Dara hanya terkekeh geli mendengarkan penuturan suaminya.


"Tapi kau percaya kepadaku kan?"Tanya dara sambil menggapai wajah tampan itu dan membawanya kehadapannya.


"Hu'um,"Jawab Juna sambil mencium pucuk kepala Istrinya,Kemudian dia beranjak dari duduknya.


melihat suaminya yang sudah bangkit dari duduknya,Dara langsung bergegas untuk mengantar suaminya sampai kedepan pintu.


"Aku berangkat ya"Ucap Juna lembut sambil merangkul pinggang sang istri.


"Hu'um,Semangat Daddy"Ucapnya dengan Imut.Juna langsung tersenyum dan mengambil posisi sedikit Berjongkok untuk menempelkan Daun telinganya tepat diperut istrinya.


"Daddy berangkat ya sayang,Jangan nakal oke"Ucap Juna,Dia sangat suka berinteraksi dengan Calon Baby-nya.


"Jangan lupa minum susu ya"Ucap Juna sambil menghujani Istrinya dengan ciuman hangatnya.



"Daddy nakal"Ucapnya malu malu, Setelah Juna menyudahi ciumannya.


Juna langsung tertawa dan mulai melangkahkan kakinya menuju Mobilnya.Hingga mobil itu menghilang dari Pandangannya,Dara masih setia berdiri disitu.Entah apa yang ada dipikirannya,yang pasti hanya dialah yang tahu.


Setelah sadar dari lamunannya,Dara langsung masuk kedalam rumah untuk Membereskan sisa sarapan mereka tadi.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


*happy reading all πŸ€—πŸ€—


Terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author πŸ€— Saranghaeo untukmu kak ❀️ Terimakasih juga untuk para readers yang udah Dukung Author πŸ€—


Lopyu kakak...


jangan lupa like πŸ‘ komen sebanyak banyaknya πŸ’― Dan Votte seiklahsnya ya cinta πŸ™ plus Favorit ❀️....


Ig Author πŸ€—


_-Indahnovita487Nvt.

__ADS_1


Jangan lupa difollow ya cinta,Author kan pengen ngerumpi bareng kalianπŸ€­πŸ€­πŸ˜…...


Love you all πŸ€—πŸ€—*


__ADS_2