
Mereka terus berpelukan Dalam jangka Waktu yang cukup lama,Bahkan dia semakin menangis dan meluapkan segala Kesedihannya Didalam pelukannya.
Perasaannya Sangat Sulit,Keadaan Ini juga sangat sulit dimana dia Harus kembali menangis didalam pelukan seorang wanita yang sangat dibencinya selama ini.
Sesak didadanya Mulai menghilang,dan itu membuat Varo mulai bisa berfikir dengan baik.Dia melepaskan pelukannya dan menatap Kanaya Dengan Canggung.
Kemudian pandangannya teralih kearah Pusara putranya."Berbahagialah dikehidupanmu sayang.Dan Daddy Juga berharao seperti itu untuk kehidupan Daddy" Varo menghela nafas pelan dan mulai beranjak Dari posisinya.
Dia sedikit membersihkan tangannya yang dipenuhi oleh kotoran karena sempat Memeluk tanah itu tadi.Sedangkan Kanaya,Dia hanya menunduk tanpa berkata apa-apa saat Varo mulai berdiri dari sampingnya.
"Jika kau ingin meminta maaf,Mintalah kepada Roy.Karena Kesalahanmu lah yang membuatnya Pergi dan menghilang dari bumi ini" Varo mulai berbalik setelah mengatakan itu, Sebenarnya dia masih ingin berada disini tapi karena Keberadaan Kanaya disampingnya membuat Varo sedikit tidak nyaman dan canggung.
"Aku juga memiliki kesalahan denganmu Varo" Ucapannya mampu menghentikan langkah Varo yang mulai menjauh dari pusara.
Dia berbalik begitupun dengan Varo.Mata mereka kembali bersitatap,menyampaikan sebuah penyesalan dan kesedihan.Kemudian Kanaya Mulai berjalan untuk berhadapan langsung dengan Varo."aku telah mengkhianatinya mu,Jadi Kumohon maafkan aku untuk kesalahanku itu" Kanaya berkata dengan rendah saat dirinya sudah benar-benar sampai didepan Varo.
Varo mengangguk dan menunduk."Lupakan masalah itu Kanaya,Karena aku tak lagi mengingatnya"
DEG....
Varo kembali berjalan meninggalkan Kanaya yang masih menatapnya dengan Nanar.
' *Satu persatu dari mereka mulai menghilang dan meninggalkanku karena sebuah kesalahan bodoh yang pernah kulakukan dulu....
Maafkan Aku Varo...
Maafkan Mama sayang*...'
__ADS_1
Mata Kanaya kembali menitikkan sebuah air mata penyesalan yang tiada Tara.Inikah yang dirasakan Varo selama ini?,Dan inikah Sebuah perasaan Sulit yang belum pernah dirasakannya selama ini.Bahkan saat itu,saat dimana dia tega membunuh putranya sendiri,Kanaya sama sekali tidak merasakan rasa ini.
_____________
Dihari yang sama dan ditempat yang berbeda,Tanpa sengaja Kanaya melihat Sosok Juna yang baru saja keluar dari Area Restoran.
Dengan cepat dia bergegas Untuk menemui Juna.
"Juna....!"Ucapnya setelah berdiri dibelakang Juna.
Sedangkan Juna yang tadinya ingin masuk kedalam mobil harus menghentikan kegiatannya dan berbalik dengan cepat.
Dia sangat terkejut saat mendapati Kanaya yang dengan tiba-tiba saja berdiri di depannya.Sekilas bayang-bayang Wajah Varo dan ucapannya saat Itu kembali menari-nari Dikepalanya.
"Kanaya!" Gumamnya dengan singkat.
Dengan pandangan Yang sendu,Kanaya tetap menatap wajah Juna yang terlihat sangat asing baginya."Juna Bisakan kita bicara?" Naya bertanya dengan penuh harapan.
"Sebentar Saja..!,Aku berjanji tidak akan lama" Kanaya kembali memohon dan itu membuat Juna merasa tidak tega.
Sebenarnya setelah Kanaya mengatakan untuk berbicara dengannya,Juna Kembali mengungat jelas perkataan istrinya yang memintanya untuk tidak lagi menemui Kanaya jika diluar.Tapi saat melihat Raut wajah serta Harapan Yang ada dimatanya membuat Juna merasa tidak tega dan tidak enak untuk menolaknya.
"Anggap saja jika ini adalah permintaan terakhirku" Sambung Naya saat melihat Juna yang hanya diam saja sedari tadi.
"Baiklah" Akhirnya Juna mengiyakan."hanya sepuluh menit"Ujar Juna yang kembali berbalik untuk masuk kedalam.
"Apa yang ingin kau katakan?"Juna bertanya setelah duduk bersebrangan dengan Kanaya.
__ADS_1
"Juna apa kau bahagia?"Kanaya bertanya dengan raut yang terlihat bersedih.Tapi dia masih sempat tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya itu.
"Humm"Juna Mengangguk."Bahkan aku sangat bahagia"Jawab Juna terus terang dan itu membuat Kanaya Tersenyum tipis dan terdiam.
"Lalu Apa kau benar-benar mencintainya sekarang?"Kanaya bertanya kembali.
Juna menunduk,Mengulum senyum tipis dan mencoba untuk bernafas dengan tenang."Aku sangat mencintainya Naya" Jawab Juna yang kembali membuat Hati Kanaya merasa hancur berkeping-keping.
Naya kembali mengumbar senyumnya.
" Juna sebenarnya_____" Dia Menjedanya dan mencoba untuk memikirkan Cara untuk mengatakan ini semua."Sebenarnya Aku dan Varo sudah memiliki anak sebelum kita Menjalin hubungan"Kanaya berkata dalam satu tarikan nafas.
"Lalu apa hubungannya denganku?"Juna bertanya dengan heran dan itu membuat Kanaya merasa tidak mengerti sekaligus bingung karena Ekspresi nya.
"Kau tidak terkejut?"Kanaya kembali bertanya dengan heran.
"Aku sudah mengetahuinya Naya.Aku mengetahui Tentang bagaimana Kalian bisa memiliki anak,Tentang bagaimana Kau menjaga dan merawatnya Dan...tentang bagaimana kau membunuhnya dengan sangat kejam."
DEG....
Jantung Kanaya mulai berpicu dengan cepat.Dia sangat terkejut karena Juna sudah mengetahui semuanya karena pada awalnya dia berencana untuk mengatakan semuanya dan langsung pergi ketempat yang sangat jauh untuk menghindari Juna.
"Kau sudah mengetahui nya?"Tanya Kanaya dengan pelan dan tercekat.
Juna kembali mengangguk."Varo yang memberitahuku!" Ujar Juna.
Setelah itu hening..
__ADS_1
Tidak ada yang berbicara ataupun saling menatap diantara mereka,hingga akhirnya Kanaya mulai mengangkat kepalanya menatap wajah arupawab milik Juna yang saat ini sudah menjadi milik orang lain.
"Apa kau membenciku?"Tanya Kanaya untuk yang kesekian Kalinya.