Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 156_Kanaya yang sebenarnya


__ADS_3

Disiang yang begitu terik,Juna berdiri dengan kedua tangan yang menyilang didadanya.Ponselnya berdering,yang membuat Juna sedikit terperanjat Dan menoleh kebelakang.Dia bisa menebak Jika telfon itu pasti Dari istrinya.


Dengan beberapa Langkah,Akhirnya Juna telah sampai didepan Mejanya.Dahinya Mengkerut Saat melihat Bahwa bukan Dara lah yang Menelfonnya melainkan Nama Varo lah yang tertera disitu.


"Halo..."Juna berkata dengan Datar setelah mengangkat panggilan Itu.


"Mari Bertemu,Aku ingin mengundangmu makan siang Di restoran XX siang ini."


Juna Tersenyum sinis,karena tiba-tiba Saja mendapatkan undangan makan siang Dari Varo."Baiklah..."Jawabnya singkat Dan langsung memutus panggilan itu secara sepihak.


.........


Setengah jam kemudian,Mobil yang dikendarainya Telah terparkir dengan Pelan diarea restoran.Dia bisa menebak Jika Varo sudah datang untuk menunggunya sekarang.


Dia berjalan masuk dan memutar matanya Untuk mencari keberadaan Varo disana.Saat matanya Mulai menangkap keberadaan Varo,Dengan Cepat Juna kembali berjalan Untuk menghampirinya.


"Berapa Yang harus kubayar Untuk Waktu yang telah kau habiskan Varo?" Varo menoleh menatap Juna yang langsung Duduk tanpa Meminta persetujuannya lebih dulu.


Varo Tersenyum simpul."Kau tidak perlu Membayar apapun.Karena Akulah Bandarnya disini"


"Cih..."Juna tersenyum sinis menatap wajah Varo yang sok polos didepannya."Aku tahu jika Maksud Dari undanganmu siang ini bukanlah untuk makan siang biasa.Jadi cepat katakan Dan jangan bertele-tele karena aku tidak memiliki banyak waktu"


Varo tersenyum sambil menyandarkan Punggungnya.Pandangannya memang biasa,Tapi siapa sangka Jika Varo masih memendam kekesalan yang mendalam terhadap Juna.


"Bagaimana Kabar Dara?"

__ADS_1


Wajah Juna berubah pias setelah mendengar Nama Istrinya keluar Dari mulut Varo."Uruslah dirimu sendiri Varo,Dan jangan berpura-pura untuk perduli"


" Apa salahnya jika Aku Menanyakan Kabar istrimu?.Apa itu salah?"


"Cih...."Juna menatap Remeh kearah Varo."Sudah kubilang jika aku tidak memiliki waktu yang cukup banyak.Jadi cepat katakan Apa yang ingin kau katakan kepadaku!"


Varo menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar."Apa Dia sudah menemuimu?" Tanya Varo yang langsung pada intinya.


"Dia siapa?" Tanya Juna.


"Jangan berpura-pura Bodoh Juna,Aku tahu jika Kanaya sudah menemuimu" Ucap Varo yang mampu membuat Juna terkejut.


"Kau tahu Jika Kanaya masih hidup?" Tanya Juna dengan kaget.Dia sampai duduk tegak karena ini.


"Apa maksudmu?" Juna bertanya dengan sorot yang tajam.Dia bingung sekaligus Kaget karena Varo sudah mengetahui Keberadaan Kanaya Lebih dahulu darinya


"Apa kau yakin akan sanggup jika mengetahui kebenaran Ini?"Tanya Varo yang semakin membuat Juna kebingungan.


Disaat itu Juga Semua pengunjung Restoran mulai pergi dengan bergiliran.Juna cukup heran karena saat ini hanya Ada mereka berdua disana.


"Aku yang meminta tempat ini untuk dikosongkan.Karena aku ingin membicarakan hal yang penting denganmu"Imbuh Varo saat Melihat raut kebingungan Dari Juna.


"Katakanlah" Pinta Juna.


Varo kembali menahan nafasnya dengan sangat dalam.Sebenarnya Dia juga tidak ingin mengatakan masalah ini dengan siapapun,Karena Masalah Ini juga menyangkut Aibnya.Tapi Itu semua tidak mungkin karena Varo sudah mulai Tidak tahan dengan ini semua.

__ADS_1


"Selama Ini Kanaya bersamaku!"


"Apa maksudmu Varo" Potong Juna dengan seenaknya.Dia sangat terkejut Saat mengetahui Kebenaran Bahwa Varo lah yang menyembunyikan Kanaya Darinya selama ini.


Varo terdiam beberapa saat akhirnya dia mulai bisa melanjutkan perkataannya lagi."Aku yang mengatur semua skenario itu,Dari kecelakaannya hingga Kabar kematiannya.Jadi memang benar,jika Dulu kau sempat berfikir Jika Kanaya masih hidup" Jelas Varo dengan Nada Yang rendah.


"Selama hampir dua tahun Kanaya Terkurung didalam Mansion_____"


"Apa alasanmu melakukan Semua ini Varo?.Atau Jangan-jangan...Kau melakukan ini semua hanya untuk membalasku'?" Juna menyipitkan matanya,menatap Varo yang terlihat kesal karena Dia selalu memotong ucapannya.


"Ini samasekali tidak ada hubungannya dengan dendamku kepadamu Juna?."Varo menjedanya dan mencoba untuk merangkai kata-kata yang tepat untuk menjelaskan ini semua.Dia menunduk dan memejamkan matanya dengan erat.


"Apa yang kulakukan Ini hanya untuk membalaskan Dendamku atas kematian putraku karenanya" Varo berkata dengan Nada yang meninggi.


"Putra?" Alis Juna mengkerut karena tak paham dengan semua ini.


Varo tersenyum tipis Dan menunduk."Jika Kanaya tidak bertemu denganmu,Mungkin saja Kanaya tidak akan berbuat Nekat Untuk membunuh putranya sendiri hanya demi dirimu"


Deg


Juna terdiam memaku ditempatnya.Dia tak bisa berkata-kata Dan hanya bisa menyimpan Beribu pertanyaan dibenaknya.


"Dulu Kanaya Adalah gadis yang sangat baik,Karena telah menerima Keadaanku dengan apa adanya.Awalnya Hubungan kami berjalan dengan Lancar dan bahagia Hingga akhirnya tanpa sengaja kami melewati suatu batas larangan hingga Kanaya mengandung anakku.Kami tidak langsung menikah Saat itu,Dan hanya memegang komitmen Dalam hungungan Kami.Ditahun itu Juga,Akhirnya Kanaya Berhasil Melahirkan seorang Bayi laki-laki yang Kuberi Nama Roy.Kami berdua sangat bahagia saat Itu walau kami tahu jika kehadiran Roy ditengah-tengah kami adalah sebuah kesalahan.Tapi Kanaya sama sekali tidak mempersalahkan Itu,karena aku telah berjanji untuk menikahinya Jika aku sukses nanti.Tapi disaat aku ingin Mencapai kesuksesanku, Tiba-tiba Saja sikap dan prilakunya berubah karena Kehadiranmu.Hingga pada akhirnya Kanaya tega menbuhun Roy hanya untuk menutupi semua hubungannya denganku darimu___&"


"Cukup Varo..Cukup" Juna Sudah tak tahan lagi untuk mendengarnya.Apa yang dikatakan Varo ini Adalah Sesuatu yang sangat berat dan menyakitkan.Itu sebabnya Juna merasa tidak tahan lagi dengan ini.

__ADS_1


__ADS_2