Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 85_ Susu Hamil?


__ADS_3

_Setelah bersiap,Dara turun kebawah untuk berpamitan dengan suaminya.


"Sayang,Aku pergi ya" Ucap Dara sambil mengecup pipi Juna.


Juna diam sambil memperhatikan penampilan istrinya yang hanya memakai Kaos putih Dipadukan Dengan Rok hitam Selutut.Itu membuatnya terlihat seperti Anak Remaja bukan?



"Duduk" Pinta Juna dingin.Saat Dara sudah duduk,Kini Gantian Juna yang berdiri.Dia berjalan kearah laci ruang tamu itu dan langsung membukanya.


Setelah Apa yang dicarinya telah didapat.Kini dia kembali berjalan kearah Istrinya berada.Sedangkan Dara hanya diam sambil mengamati apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


"Sini" Pinta Juna.Dara langsung mendekatkan wajahnya kepada Juna.


Juna langsung memakaikan masker yang tadi diambilnya dari laci.Ingin protes namun dengan cepat Juna Menatapnya tajam.Dan itu sukses membuatnya bungkam seribu bahasa.


"Aku tidak ingin ada orang lain yang melihat wajahmu" Ujar Juna sambil tersenyum.Dara hanya menatapnya dengan pandangan Tidak percaya akan kekonyolan suaminya itu.


"Apa..Keberatan?"Ujar Juna yang melihat mata Istrinya hampir keluar.Dara menggeleng lemah sambil memeluk suaminya.


"Aku pergi ya,Janji ga bakalan kerja.Diem aja disini sampai aku pulang" Ucapnya dengan imut.sedangkan Juna langsung mengangguk mengiyakan ucapan Istrinya.


"Hati-hati,Maaf tidak bisa mengantarmu" Juna berkata dengan lembut sambil membelai wajah istrinya.Dengan senyum hangat Akhirnya Dara mulai melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


Setelah kepergian Dara,Juna kembali menatap televisi guna mengusir Rasa bosannya." Huh..Begini rupanya rasanya menjadi pengangguran" Gumamnya sambil geleng-geleng kepala.


_______


Setengah jam kemudian,Taksi yang dikendarai Dara telah sampai Kehalaman supermarket itu.Dia langsung bergegas untuk masuk dan membeli keperluan yang diperlukannya.


Dia mendorong Troli itu,Sambil memilih Beberapa sayuran segar dan beberapa keperluan lainnya.Dia juga membeli Vitamin untuk Juna.Karena dia merasa kasihan terhadap suaminya itu.Selalu pergi pagi,Dan akan pulang malam harinya.


Hampir satu jam dia berkeliling kesana kemari.Lalu Pandangannya menyelidik keseluruh belanjaannya untuk melihat apakah ada yang lupa atau tidak.Dan ternyata benar,Ada satu Macam lagi yang belum dibelinya.


"Ah,Susu" Dara langsung mendorong trolinya hingga ketempat Susunan susu Ibu hamil.


Dia berdiri sambil memanyunkan bibirnya untuk memilih Susu itu.Dan akhirnya Dara pun membeli Semua Varian Rasa,Mulai Dari Coklat, Vanilla, Strawberry,Juga Jeruk.


Tepat saat itu juga,Ada sepasang mata yang meliriknya.Walaupun Dara memakai masker.Tidaklah sulit baginya untuk mengenalinya.Kini pria itu mulai melangkahkan kakinya menuju wanita itu Untuk memastikan Dia benar-benar Dara atau bukan.


"Dara...."Panggil Pria itu setelah sampai Dihadapan Dara.Sedangkan Dara yang merasa dipanggil langsung mendongak kearah suara itu berasal.

__ADS_1


Setelah mata mereka bertemu,Debaran Jantung pria itu semakin tak karuan.Dia menunduk sambil mengusap Dadanya yang terasa sesak.


"Ka Regan" Ucapnya setelah Melihat Varo.


"Ah,Kau benar-benar Dara Rupanya" Ucap Varo sambil tertawa kecil.


"Heheheh..Iya dong kak,Terus siapa lagi?"Balasnya sambil tersenyum.


"Aku hampir tidak mengenalimu tadi,"


"Karena ini" Ucap Dara sambil menunjuk kearah maskernya.Varo langsung tertawa melihatnya.


Tangan Dara Terangkat untuk menurunkan masker itu hingga batas Dagu,Dan itu membuat wajah cantiknya Terekspos dengan indah Bagi mata yang memandang.


"Kamu ngapain Disini kak?"Tanya Dara basa-basi.


"Ummm,Lagi Cari yang seger seger" Balasnya sambil menunjukkan sebotol Sprite yang ada ditangannya.Sedangkan Dara hanya berohriah saja sambil kembali menggapai Satu varian Rasa lagi.


Varo yang melihat itu langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


'. Su..susu..Susu ibu hamil? Untuk siapa? '


Beribu-ribu pertanyaan kini muncul memenuhi pikiran Varo saat melihat Dara yang mengambil beberapa kotak susu ibu hamil.


"Ah,Akhirnya selesai juga.Mari kak" Ucap Dara sopan sambil membungkuk hormat sebelum meninggalkan Varo dan berjalan dengan Membawa Trolinya menuju Kasir.


"Ra..Tunggu" Teriak Varo sambil mengejar langkah Dara.


"Iya kak" Dara menghentikan langkahnya untuk menatap wajah Varo.


"Apa kau Buru-buru?.Tidak bisakah kita mengobrol sebentar sambil menikmati secangkir kopi" Varo berbicara penuh permohonan.Sedangkan Dara yang melihat itu Hanya bisa diam sambil berperang dengan Pikirannya sendiri.


"Ra..Bisakan" Ucapnya lagi.


Mengingat Suaminya yang kini Sedang sakit.membuatnya mengurunkan niatnya untuk Ngobrol dengan Varo.Dia memikirkan caranya Bagaimana menolak Ajakan Varo dengan hati-hati,tanpa melukai perasaannya.


"Ummmm,Maaf kak.Sepertinya hari ini Nggak bisa deh.Gimana kalau besok aja" Dara berucap dengan asal karena tidak ingin membuat Varo kecewa.


Wajah penuh harapannya kini berganti Dengan wajah kecewa.padahal tadinya dia berfikir bisa menghabiskan harinya bersama Dara seperti saat itu.


"Kau marah kak?"Tanya Dara sambil menatap Varo.Kini Dara menyadari raut Wajah Varo yang berubah drastis.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Dara membuat Varo langsung mengubah ekspresinya.


"Tidak..." Balasnya disertai gelengan dan senyuman


"Tapi kau sudah berjanji Tadi.sebagai gantinya ,kita akan Bertemu besok." Ucap Varo.


' Lo bodoh amat si Ra ' Rintiknya Dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.Dan akhirnya diapun mengangguk pasrah sambil tersenyum.


"Yesss" Sorak Varo sambil mengayunkan tangannya keatas Dan menurunkannya kembali.


Dara hanya terkekeh geli melihatnya.


setelah itu mereka langsung berjalan kearah kasir Dan berpisah saat sudah keluar dari area Supermarket.


________


_Saat tengah asik menonton televisi,Juna dikagetkan oleh suara bel yang berbunyi sedari tadi.Dahinya mengkerut.Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?Batinnya sambil berjalan Kedepan.


Kini kakinya telah sampai Didepan pintu,Saat melihat Dari Layar CCTV kecil yang berada di pintunya,Alisnya mengkerut karena melihat tamu yang kini berkunjung kerumahnya.


Setelah memikirkannya,Akhirnya Juna membuka Sandi pintunya yang menampakkan seorang wanita cantik yang kini berdiri dengan anggun sambil memegang beberapa berkas ditangannya.


"Selamat pagi tuan" Sapanya sambil membungkuk hormat,Dan Seperti biasa Juna hanya menjawabnya dengan anggukan.


Juna mempersilahkan Luna untuk masuk kedalam rumah Dan membawanya keruang tamu.Hati Luna berdebar dengan Kencang.Pasalnya saat ini dia hanya Berdua dengan Juna Dalam Rumah seluas ini.


"Itu berkas yang kuminta kemarin?"Tanya Juna dongin sambil mendudukan dirinya disofa.


"Iya tuan" Luna menjawab dengan singkat,Dan memilih untuk duduk Didepan Bosnya itu.


"Kami memerlukan Tanda tangan anda untuk meeting pagi ini,Namun Tuan Tak kunjung Datang" Luna berkata sambil memperhatikan penampilan Juna yang tidak biasa dilihatnya.Kaos putih oblong yang dipadukan dengan training hitam.Itu sangat keren bukan?....


"Saya sedikit tidak enak Badan,Dan mungkin saya tidak masuk kantor hari ini" Jelas Juna dengan dingin.Kini tangannya mulai meraih Berkas yang diserahkan Luna padanya.


.


________ __


***Bersambung.


Happy reading all πŸ€—β€οΈπŸ€­πŸ˜ŠπŸ˜Š

__ADS_1


Salam Cinta Dari Author β€οΈπŸ€—β€οΈ


"Saranghaeo πŸŒΉπŸ€—***"


__ADS_2