
Setelah Malam itu terlewati,Kini sudah Beberapa hari Juna sangat sibuk dengan pekerjaan nya.Dia Bahkan Tidak sempat sarapan pagi karena sudah berangkat pagi-pagi sekali dan akan kembali jika tengah malam.
Dara merasa sedih saat Juna tak lagi bisa menemaninya,Karena biasanya pada jam-jam seperti ini Juna akan pulang dan langsung memeluknya dengan hangat.Tapi apa boleh buat,Juna adalah kepala Perusahaan yang sangat penting dan harus mengawasi setiap pergerakan perusahaannya,dan itulah salah satu hal yang harus ditanggung oleh nyonya Arjuna.
"Huh..." dia menghela nafas berat sambil menatap sepiring nasi yang ada didepannya.Dia rindu Juna,Dia rindu segalanya,rindu saat Juna menyuapinya,rindu saat Juna memanjakannya dan sekarang...Hanya anginlah yang menemaninya.
Pandangannya teralih kearah jam dinding yang kini menunjukkan keangka setengah sembilan malam.Karena sudah malam,akhirnya dara memutuskan untuk melahap makanannya dan langsung istirahat setelah selesai.
........
00 : 08 WIB.
Juna memarkirkan mobilnya dengan pelan.
Dia merasa sangat lelah karena harus bekerja seharian,Apalagi dengan segala jadwal yang harus dipenuhinya diluar kantor hari ini.
Kemudian dengan berat Juna mulai melangkahkan kakinya.Dia tahu jika dara sudah tidur sekarang,Jadi tanpa basa-basi dia langsung naik keatas untuk menuju kamarnya.
Saat sampai didalam kamar,Matanya dihangatkan oleh Pemandangan indah yang ada didepan matanya.Dengan rasa bersalah,Juna berjalan mendekat dan mengecup keningnya dengan cinta
"Maafkan aku sayang!" Bisiknya dengan pelan,berharap bahwa Suaranya ini tidak akan mengganggu istrinya
Kemudian pandangannya teralih kearah ponsel istrinya yang terletak diatas bantalnya.Juna mengerutkan alisnya dengan heran karena Semala ini Dara tak pernah meletakkan ponselnya diatas kasur,tapi diatas meja.
__ADS_1
Dengan gerakan yang pelan,Juna mulai meraih ponsel istrinya dan membukanya.Matanya kembali dikagetkan oleh Tanda Alarm yang tertera dipojok kanan atas ponselnya."Dara menyetel Alaram?"Juna bergumam dengan heran.Pasalnya selama ini Dara tidak pernah menyetel Alaram Diponselnya.
Dengan Tangan yang berada di pinggang,Juna mulai memfokuskan diri untuk mengotak-atik Ponsel Istrinya.
Dan saat aplikasi Alarm itu telah terbuka,Juna semakin heran saat istrinya menyetelnya dijam Setengah empat pagi.Tapi saat melihat tanda love yang tertera disitu,Juna bisa Mengerti tentang alasan istrinya melakukan ini.
Dia kembali mematikan ponselnya dan meletakkannya di atas nakas.Kemudian pandangannya teralih kearah istrinya,memandangnya dengan hangat dan haru.Dia tidak menyangka jika istrinya merasa sangat sangat kesepian hingga Dia melakukan hal yang konyol deminya.
"I' Sorry baby!"Juna kembali mendekat,menciumnya dengan jangka waktu yang sedikit lama.
"Ouuhhhhh" Dara menggeliat pelan,Dan membuat Juna melepaskan ciumannya.
Saat Kedua mata Dara terbuka,Dia dikejutkan oleh keberadaan suaminya disisinya."Sayang kau sudah pulang?"Dara bertanya Dan mencoba untuk beranjak dari tidurnya.
"Huummm"Mata mereka bertemu,membuat jantung keduanya berpicu dengan keras.
Dara merasa kaget,hingga dia tidak membalas ciuman suaminya."I'm sorry baby"Juna berbisik setelah melepaskan tautannya.
"Kenapa kau minta maaf sayang?"Dara bertanya dengan lembut.Tangan kanannya terangkat untuk mengusap wajahnya dengan sayang.
"maaf karena aku terlalu sibuk hingga Tak sempat untuk menemanimu"Raut wajahnya terlihat sangat merasa bersalah,Dan dara tahu itu.
"Sstth"Dara menggeleng dan meletakkan jari telunjuknya dibibir Juna."Itu bukan kesalahan sayang,Itu adalah kewajibanmu!"Dara memaksakan senyumnya agar Juna tak merasa bersalah,walau sekarang ini Dia ingin menangis karena sangat merindukan sosok suaminya.
__ADS_1
Juna membalas senyumnya dan mengangguk "Kalau begitu tidurlah,Aku ingin mandi"Juna melepaskan tangannya dan mulai beranjak Dari ranjangnya.
"Juna"Panggil dara pelan.
Juna berbalik,menatapnya dengan lembut dan cinta."Jangan lama-lama ya.Aku akan menunggumu"
Juna Tersenyum mengangguk dan mulai melangkah untuk masuk kedalam kamar mandi.
_____________
Keesokan paginya...
Tidur Dara mulai Terusik karena cahaya Jingga yang menerobos masuk kedalam kamarnya.Dan dengan setengah kesadarannya,Dara mulai terduduk tegak dan merenggangkan ototnya yang terasa remuk.
Seperti biasa,Juna sudah tak ada disampingnya.Dan Dara bisa menebak jika Juna sudah pergi sekarang.Tapi tunggu dulu..!
Dara mulai teringat akan sesuatu.'Alarm?' Iya Alarm.
Kemudian dara mulai mencari keberadaan ponselnya Yang ternyata kini tengah berada diatas nakas.Dia mengambilnya dengan heran,karena seingatnya dia meletakkannya Disampingnya tadi malam.
"Kenapa alaramnya Tidak berbunyi,Bukannya aku sudah menyetelnya tadi malam?"Gumamnya sambil membuka aplikasi alarm diponselnya.
"Mati?"Dia berbicara dengan heran.
__ADS_1
"Tunggu dulu!,Apa Juna mematikannya tadi malam?"Dara berbicara sendiri dengan raut yang terlihat sangat kesal.
Dan akhirnya memang benar,Karena Junalah yang mematikan alarmnya.Dia Terlihat kesal dengan Rambut panjang yang juga terlihat berantakan." Kesel..kesel...kesel..." Umpatnya dengan wajah yang muram.