
_Waktu terus bergulir,Detik demi menit selalu berputar dilingkarkan Yang membuat orang selalu mengerti tentang waktu yang tidak akan pernah berhenti,walau Sekeras apapun Mereka merayunya.Sama halnya dengan Hari ini,Ini adalah Hari dimana Kelvin harus kembali kekantor setelah Cutinya dua hari yang lalu.Dua hari yang sangat singkat baginya,Namun Hari yang panjang menurut orang yang mengerti akan kerasnya dunia.
Saat Tiba dikantor,Kelvin disambut oleh beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.Itulah perbedaan Kelvin dan Juna,Dia adalah pria yang ramah dan selalu menebarkan senyumnya."Pagi semua" Wajah Kelvin sangat bersemangat hari ini.Pasalnya Disatu sisi Kelvin merasa bahwa Berada dirumah itu sangatlah membosankan daripada Harus bekerja seharian.
Kakinya terus melangkah Untuk menuju ruangannya,Karena dirinya sudah tahu bahwa ada banyak pekerjaan yang telah menantinya.Sebelum memasuki Ruangannya,Langkah Kelvin terhenti karena Luna memanggilnya."Ada apa" Kelvin berkata dengan Datar.
"Begini Tuan,Saya ditugaskan Untuk mengurus proyek kita dan Tuan Hendra bersama dengan anda" Luna berkata dengan singkat,jelas dan padat.
"Dimana Juna?"Tanya Kelvin.
Setelah mendengar jawaban dari Luna,Kelvin langsung memasuki lift untuk menuju dimana ruangan Juna berada.
........
Mendengar ketukan pintu,Juna langsung menghentikan Kegiatannya sambil menoleh kearah pintu."Kenapa Aku yang harus mengurus proyek kita dengan tuan Hendra?"Tanya Kelvin setelah memasuki Ruangan Juna.
"Anggap saja bahwa itu adalah bayaran dari Cutimu" Juna berkata sambil menarik senyumnya.
"Sial" Kelvin langsung membuang pandangannya kearah lain diikuti tawa kecilnya.
"Pergilah,Dan buat dia benar-benar yakin dengan kita" Juna berucap dengan singkat sambil kembali mengerjakan pekerjaannya.
Dengan berat hati,Akhirnya Kelvin melenggang pergi dari hadapan Juna untuk mempersiapkan pertemuannya dengan Perusahaan milik Tuan Hendra.
.....@.....
Semuanya berjalan lancar,sesuai dengan apa yang direncanakannya.Baik itu Kelvin atau Tuan Hendra sendiri,mereka sama-sama puas dengan hasil pertemuan hari ini.walaupun tujuan mereka berbeda.Tuan Hendra terus menyunggingkan bibirnya yang diikuti tatapan Aneh Dari Kelvin.
' Kau salah Karena telah memilih sebuah berlian yang membuat dirimu hancur karena Racunnya '
__ADS_1
Kelvin terus menatapnya tanpa beralih sedikitpun."Jalankan sesuai Rencana kita.Bila perlu Doublekan tenaga kerjanya agar proyek Ini cepat terselesaikan.Dan masalah Biaya,Itu adalah urusan belakang" Kelvin berkata sambil menyunggingkan senyuman.
Senyum indah namun memiliki arti tersendiri baginya.Bahkan Luna saja yang termasuk orang dalam,tidak mengetahui rencana ini sedikitpun."Baiklah kalau begitu,kami permisi Dulu" Ucap Tuan Hendra sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kelvin.
"Ya silahkan tuan " Kelvin mengangkat tangannya Untuk mempersilahkan tuan Hendra serta asistennya untuk pergi mendahului mereka.
Setelah kepergian Tuan Hendra dari hadapannya,Kelvin kembali duduk sambil menyeruput tehnya yang belum tersentuh sedari tadi."Kenapa kau berdiri saja?"Tanya Kelvin yang melihat Luna hanya berdiri saja.
"Udh,Maaf tuan" jawabnya sambil mendudukkan dirinya kembali."Kita tidak langsung kembali kekantor tuan?"Tanya Luna yang dijawab gelengan oleh Kelvin.
"Makanlah terlebih dahulu.Ini sudah siang"jelas Kelvin.
_______
_Dengan Cekatan,Tangan indah itu mulai menyusun Setiap tangkai bunga Yang baru saja dibelinya tadi.Harumnya bunga itu mampu memanjakan Hidungnya,apalagi kecantikannya yang mampu mengindahkan mata."Kau Cantik.Tapi sayang,kau berduri " Dara Menyusunnya kesetiap pas bunga yang tersusun rapi DiRuang tamunya.
Tidak ada hal lain yang dapat mengusir kejenuhannya selain beraktifitas yang membuatnya melupakan kesepiannya.Mungkin jika Juna berada disini,Dara tidak perlu melakukan semua ini,karena Dirinya sangat suka berada didekat Juna.
Dara tersenyum tipis,Sambil menarik nafasnya dengan panjang."Kupikir kau akan menjauh karena hal itu kak" Gumamnya pelan.
Kemudian Dara langsung mengetik balasan untuk Varo. ' Makasih kak '.
Setelah membalasnya,Dara Langsung meletakkan ponselnya dan kembali menghirup bunganya.
"Kau Harum Seperti Juna" Imbuhnya sambil menarik senyumnya.Tanpa disadarinya,Seseorang yang disebut namanya tadi kini tengah berdiri dibelakangnya sambil menahan tawanya.
"Kau juga harum sayang" Bisik Juna ditelinganya dengan nada yang menggoda.Dengan Reflek Dara langsung menampar Seseorang yang berada dibelakangnya.
"Auuuuuuu"Pekik Juna sambil mengusap pipinya yang terasa panas."Ju...Juna..."Dara membulatkan matanya karena menyadari bahwa seseorang yang tadi berbisik ditelinganya adalah Suminya sendiri.
__ADS_1
"Sakit ya?"Tanya Dara sambil menyentuh Pipi suaminya.Sedangkan Juna hanya mengangguk teraniyaya Untuk mendapatkan belaian dari istrinya.
"Kamu sih, Ngagetin aja.Jadi kena tampar kan"Omel Dara yang mampu merubah ekpresinya Juna menjadi masam.
"Okei,Aku yang salah.aku minta maaf"Juna berkata sambil melenggang pergi Meninggalkan Dara.
Dengan berlari kecil,Dara mencoba untuk menghentikan langkah suaminya dengan cara memblokir jalannya."Gitu aja ngambek" Goda Dara sambil mencolek Pipi Suaminya.
"Apaansih" Juna bersikap Cuek dan mencoba untuk kembali melangkahkan kakinya.
"Juna,berhenti disitu" Teriak Dara yang langsung menghentikan langkahnya."Aku merindukanmu" Ucap Dara sembari menghambur kedalam pelukannya saat Juna membalik tubuhnya.
Dengan senyum yang menghiasi wajahnya,Juna mengangkat tangannya untuk membalas pelukan istrinya."Kamu atau anaknya Daddy yang rindu?"Juna bertanya sambil menatap wajah istrinya."Kami berdua" Jawab Dara dengan mata berbinar.
"Kenapa pulang cepat hari ini" ucap Dara Tanpa melepas Pelukannya."Hummm,Setelah makan siang,Aku melihat pekerjaanku tidak terlalu banyak.Maka itu aku menyuruh Luna Untuk mengirimnya ke Email ku,Agar aku bisa mengerjakannya dirumah sambil menemanimu" Dara cukup tersanjung mendengar perkataan suaminya.
Dalam keadaan bekerjapun Juna masih sempat memikirkannya karena rasa perhatiannya yang cukup besar untuk istrinya."Terimakasih karena telah memperhatikanku"Ucap Dara yang terus menenggelamkan wajahnya.
"Jangan berterimakasih,Itu sudah tanggung jawabku " Potong Juna sambil membawanya untuk duduk disofa.
"Kau sudah makan?"Tanya Juna yang dijawab anggukan oleh Dara."Sebentar ya,Aku mau ganti baju dulu" Juna berucap sambil Melangkahkan kakinya untuk menuju keatas setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya.
Setelah kepergian Juna dari hadapannya,Dara masib terus memandangnya dengan pandangan haru.
Ini bukan pertama kalinya Juna memberikan perhatian yang lebih kepadanya,Tapi untuk saat ini,Dara lebih Merasakan yang namanya Cinta Tulus Dari suaminya.Tak dipungkiri bahwa Kejadian itu masih terpatri jelas dihatinya,Walau Semuanya sudah mengikis akibat Seluruh Perhatian serta cinta yang diberikan Juna kepadanya.
'. Takdir mungkin mempertemukan kita dengan Cara yang Berbeda,Juga mungkin kau pernah menorehkan luka tersendiri dalam hatiku.Tapi semua prilakumu ini membuatku Semakin jatuh kedalam cintamu dan merasa berat untuk merasakan yang namanya perpisahan '
____________. ___
__ADS_1
Bersambung....
Happy reading all 🤗🤗...