
Dikantor Varo...
Dengan perasaan gembira dia menyelesaikan pekerjaannya sekaligus,Hatinya Teramat bahagia karena Gadis kecilnya Tengah berada didekatnya.
"Kau sendiri yang datang padaku,Dan bersiaplah untuk menjadi Ratuku Diistanaku"Gumam Varo sambil senyum-senyum sendiri.
Akbar yang baru memasuki ruangan bosnya itu dikejutkan oleh tingkah aneh Varo yang tidak Seperti Biasanya.
"Uhummmmm"Dia berdehem pelan hanya untuk menyadarkan Varo dari Keanehannya.Varo langsung menoleh ke arah sumber suara itu.Saat dilihatnya Akbar melangkah kearahnya.Varo langsung kembali memasang wajah dinginnya.
"Apa tadi pagi kau minum susu tuan?"Tanya Akbar,Varo langsung mengerutkan Alisnya mendengar Pertanyaan Dari asistennya itu.
Pasalnya Akbar Tahu bahwa Varo sama sekali tidak menyukai susu,Namun kenapa Hari ini dia bertanya seperti itu.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"Tanya Varo balik.
"Tingkah tuan sangat aneh hari ini,Dan menurutku Itu semua karena tuan meminum susu,Karena biasanya jika tuan tidak meminum susu,Tuan tidak akan seperti ini"Jelas Akbar sambil tersenyum devil.
"Pulanglah"Ucap Varo dingin.
"Bukannya ini masih jam kerja,lalu kenapa tuan menyuruhku Untuk Pulang?"Tanya Akbar sambil memasang wajah bingung.
"Aku memecatmu"Ucap Varo sambil tersenyum devil,Terasa ditelan bumi saat itu juga,Rasanya Akbar ingin merobek Mulut sialan ini yang berani beraninya untuk mencibir tuannya.
"Maafkan saya tuan"Ucap Akbar sambil berlalu meninggalkan Varo sendirian...
........
Sekarang mereka bertiga telah selesai dari acara makan siang mereka,Juna melirik pergelangan tangannya Guna melihat Pukul berapa saat ini.Benda kecil itu menunjukkan keangka setengah Satu siang.Dan itu berarti Meeting nya akan berjalan setengah jam lagi.
"Sayang,Maaf aku tidak bisa mengantar kalian,Ada meeting penting yang tidak bisa ditunda"Jelas Juna.
"Tidak masalah,Aku bisa pulang dengan Elma,"Ucap dara
Juna mengambil Ponselnya dari saku jasnya,Guna untuk menelfon Sekretaris nya.
"selamat siang tuan"Ucap Luna disebrang sana.
"Restoran XX, tepat Pukul 1 siang"Jelas Juna dingin yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
Luna mengerti arti dari ucapan bosnya barusan,Bahwa sekarang bosnya itu Pasti Sudah berada disana.Dia langsung bergegas untuk menuju ketempat yang disebutkan oleh Juna tadi.
....@.....
"Yasudah,Kami duluan ya"Ucap Dara sambil bangkit dari duduknya.Dengan perhatian Juna mengantarkan mereka berdua hingga kedepan.
"Semangat Daddy"Ucap Dara dengan senyum Manisnya.Juna Langsung membawa pandangannya kearah Elma.
"El, tutup matamu sekarang"Pinta Juna yang diangguki oleh Elma.
Begitu Elma menutup matanya,Juna langsung mengecup bibir manis itu.
__ADS_1
Cup.....
"Hati hati sayang"Ucap Juna sambil mengelus lembut rambut istrinya.
"Bukalah"Ucap Juna lagi,Elma sudah menduga apa yang dilakukan oleh sepasang suami-istri itu barusan.
"Ayo Ra"Ajak Elma.
"Daaaaaaa"Ucapnya sambil melambaikan tangannya kearah suaminya.
Saat Dara telah memasuki Taxinya,Juna langsung kembali kedalam Untuk menunggu Clientnya.
20 menit kemudian,Luna Telah sampai Ketempat itu,dan langsunv masuk kedalam,Dia mencari Juna kesana kemari ,
"Ah itu dia"Gumamnya pelan sambil membawa langkahnya kearah Juna.
"Selamat siang tuan"Sapa Luna yang dibalas anggukan Oleh Juna.Luna langsung menduduki kursi yang tersedia.
"Mana berkas yang kuminta"Ucap Juna dingin.
"Ini tuan"Jawab Luna sambil Menyerahkan Map berwarnah merah tersebut ketangan Juna.
Akhirnya Meeting itu berjalan lancar.Client Juna sangat suka dengan keahlian Juna dalam berbisnis, Leonidas Corporation memang pantas Dijuluki Dengan perusahaan No 1 Se ASIA ini.
Perusahaan yang bergerak disegala bidang properti itu berkembang pesat Dalam satu tahun ini.Banyak Perusahaan perusahaan lainnya yang ingin bekerja sama dengan Perusahaan Juna,mengingat Juna adalah pengusaha muda yang sangat sukses dalam berbisnis..
"Terimakasih untuk kerjasamanya tuan muda,Semoga kerjasama kita Berjalan dengan lancar"Ucap Client Juna itu sambil berjabat tangan dengan Juna.
Luna pun ikut berjabat tangan dengan Client Juna itu.Akhitnya meeting itupun berakhir dan Client Juna pun pamit Undur diri untuk segera kembali ke perusahaannya.
.... @@.......
Mengingat Bahwa hari ini jadwalnya sangat padat,Juna memutuskan untuk langsung kembali kekantor agar cepat pulang.Padahal baru beberapa jam dia tidak bertemu dengan istrinya,Rasanya rindu ini telah menggebu dalam hatinya.
Saat memasuki Area kantornya,Juna berpapasan dengan Kelvin yang sedang memegang tumpukan berkas Yang Ada ditangannya.
"Kerja Bagus"Ucap Juna sambil mengajukan kedua jempolnya kearah Kelvin.Dan berlalu begitu saja.Dan Kelvin hanya menanggapinya dengan senyum sinis miliknya.
"Selamat siang tuan"Sapa Luna ramah yang berada dibelakang Juna.
"Siang"Balasnya,Kelvin membalasnya dengan Hangat sangat berbeda dengan Juna.Juna selalu menjawab sapaan orang dengan menganggukkan kepalanya.
Luna langsung menyusul Juna untuk masuk keruangannya.Mereka berdua langsung disibukkan dengan kegiatan mereka masing masing.Sesekali Luna melirik kearah Juna hanya untuk melihat wajah tampan itu.
"Wajah tampan itu,Mengapa kau sangat jauh untuk kucapai"
Batin Luna dalam Hati sambil memperhatikan Ketampanan Juna.
Luna langsung mengalihkan pandangannya karena takut Juna akan Tahu bila dia tengah memperhatikannya.Namun gerakannya kalah cepat,Juna terlanjur melihatnya.
"Jika sedang bekerja,perhatikanlah kearah pekerjaanmu,Dan berhentilah memperhatikan yang lain.Takutnya Semua berkas berkas itu terbang Ketangan Orang lain"Jelas Juna panjang lebar tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
__ADS_1
Luna langsung terdiam sambil menundukkan Wajahnya,
"Oh Luna,Kenapa kau sangat bodoh"
Batinnya yang merutuki kebodohannya sendiri.
"Dimana berkas kerjasama tadi"Tanya Juna.
Luna langsung mengambil berkas itu dan langsung menghampiri Bosnya untuk menyerahkan Map Merah itu.
"Ini tuan"Ucapnya sambil menunduk kebawah.
"Apa sekarang wajahku berpindah tempat kelantai,Sehingga kau terus saja memandang kelantai"Ucap Juna dingin.Luna langsung mengangkat kepalanya untuk menatap Bosnya itu.
Deg!! deg!!! Deg!!!
Jantungnya berdegup kencang saat manik Hitamnya beradu dengan manik coklat milik Juna.Juna terus memandanginya.tanpa mengambil berkas yang diserahkan oleh Luna barusan.
Deru nafasnya memburu,Keringat dingin bercucuran membasahi seluruh tubuhnya,Apa bosnya setampan itu sehingga dia tidak bisa mengendalikan Dirinya.tanpa terasa Map itu terjatuh dari tangannya dan langsung berserah dilantai.
Dengan Refleks,Luna langsung memungutinya dengan kegugupan yang belum berkurang sama sekali dalam dirinya.Setelah rapi dia langsung berdiri dan menyerahkan Map itu kepada Juna.
"Maafkan saya tuan"Ucapnya sambil menggigit bibir bawahnya.Juna langsung mengambil map itu.
"Minumlah,dan jangan lupa untuk bernafas"Ucap Juna yang langsung memfokuskan diri membaca berkas berkas itu.
Huh....
Luna langsung membuang nafasnya kasar,Tanpa memikirkan bahwa ada bosnya didepannya.Juna langsung menatapnya dengan tajam.
"Maafkan saya tuan"Ucapnya sambil membungkuk hormat dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
.
.
.
.
*BERSAMBUNG.
terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author π€π€ Saranghaeo untukmu kak π€π€, Terimakasih juga untuk para Readers yang sudah dukung Author β€οΈπ€.Lopyuπ₯°π₯°π₯°ππ
Jangan lupa like π komeen sebanyak-banyaknya π―π― Dan Votte seiklahsnya ya cinta π plus Favorit β€οΈ.
Follow Ig Author π€
@Indahnovita487Nvt
π€LOVE YOU ALLπ€*
__ADS_1