Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 131_Kucing kecil 2


__ADS_3

_Juna datang dengan Keranjang kucing yang berada ditangannya.Entah Dari mana dia mendapatkan itu,Dara pun tak tahu.Karena sedari tadi Dia hanya memfokuskan diri untuk memasak.Juna meletakkan Keranjang itu didekat Sofa Dan kembali lagi kemeja makan.


"Kau sudah makan?" Tanya Juna yang dijawab gelengan Oleh Dara.


"Lihatlah,Jika tadi aku tidak pulang.Mungkin kau masih Menyibukkan diri untuk emengurus kucing itu kan?" Juna Merasa kesal akrena Dara terus-terusan bersikap seperti itu.


"Maaf" Dara Tersenyum dan menampakkan barisan giginya."Ayo makan.Jika kau masih ingin marah-marah,lanjutkan saja.Dan jangan marah Bila makanan ini sudah habis lebih dulu nanti" Ucap Dara sambil menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya .


Juna Tersenyum dan ikut Melahap makanannya.


Setelah Menyelesaikan Makan siangnya,Mini Dara dan Juna Mulai Duduk santai Diruang tamu sambil memandangi Seekor kucing yang baru didapatkannya tadi."Aku masih tidak habis pikir.Kucing siapa ini ya?" Juna menyandarkan punggungnya dan menoleh kearah Dara.


Dara menggeleng dan kembali menatap kucing itu."Ya sudahlah.Yang penting kucing ini milik kita sekarang" Dara Meraihnya dan membawa kucing itu kedalam Pangkuannya..


"Hati-hati" Juna Memperingatinya karena perut dara Yang sudah membesar sekarang,Wajar saja Jika Juna bersikap was-was.


"Oh iya,Ada yang ingin mengajakmu bertemu Lo!" Dara mulai ingat dengan janjinya tadi pagi dengan Varo.


"Siapa?" Alis Juna mengkerut.


"Kak Regan" Jawab Dara antusias.


Juna terdiam beberapa saat.Dia berfikir bahwa Belakangan Ini Dara sudah tak lagi bertemu dengannya,Namun ternyata Dia salah.Rupanya Dara masih bertemu dengannya.


"Kau bertemu dengannya?" Dara mengangguk dan menangkap Kesulitan Dimata Juna.


"Waktu disupermarket tadi tanpa sengaja aku bertemu dengannya"Jelas Dara.Juna mengangguk paham Dan Kembali menetralkan wajahnya.

__ADS_1


"Kapan Dia ingin bertemu?" Juna bertanya sambil mengelus Kucing kecil itu."Minggu depan!.Kau tidak sibukkan?" Juna menggeleng dan tersenyum kearahnya.


"Apa kau tahu?,Dia sangat penasaran denganmu.Itu sebabnya Dia ingin Aku memperkenalkanmu kepadanya.Jadi berhati-hati lah tuan muda,Kak Regan itu bukanlah orang yang biasa.Dia bisa Mendepakmu kapan saja Bila kau menyakitiku" Dara mendekat dan tersenyum remeh kearahnya.


Juna Tersenyum dalam beribu-ribu pertanyaan dibenaknya.' Bukan orang biasa ' Apa maksudnya itu?.Apa Regan Itu Preman jalanan?,Atau Regan itu pembunuh bayaran? .Dia terus Saja Bertarung dalam pikirannya.


"Sayang" Dara memanggilnya karena sedari tadi Juna hanya diam saja.


"Kau kenapa?"Tanya dara lagi.Dengan cepat Juna menggeleng dan Tersenyum kearahnya.


"Tidak apa-apa,Aku hanya berfikir tentang Regan yang kau sebut bukan orang biasa itu"Jawab Juna dengan Jujur.


Dara tertawa gemas menatap suaminya."Kenapa?,Kau takut?" Ejek Dara


"Siapa yang takut."Elak Juna yang masih disambut tawa oleh Dara.


"Lagipula,Aku adalah pria yang sangat tampan dan kaya.Mungkin saja dia yang akan terkalahkan denganku nanti" Sombong Juna.


"Iya,Kau memang tampan.Tapu kak Regan juga tampan tau" Jelasnya lagi.


Juna merasa kesal dan langsung menarik telinganya."Bisa-bisanya kau memuji pria lain didepanku." Omel Dara.


"Emang Iya kok" Kini dara tak lagi polos.Dia memang sengaja Untuk membuat suaminya itu merasa cemburu.


"Apa kau bilang?.Tidak mungkin,Aku lah yang lebih tampan" Juna semakin kesal saat mendengar istrinya memuji ketampanan pria lain.


"Okei..okeii.Kau lah yang lebih tampan.Kau puas tuan muda" Juna melepaskan telinganya dam menatapnya dengan tajam."kau pria yang kejam" Dara meninju perut Juna dengan pelan.

__ADS_1


"siapa yang membuatku seperti itu.Kau kan?, Bisa-bisa mengagumi pria lain didepanku, " Gerutu Juna yang merasa kesal.


Dara tersenyum menang.Kecemburuan Juna membuatnya tahu bahwa Juna sangat amat mencintainya sekarang." Uuuuu,Guemeshnya aku" Dara Mencubit Pipi Juna sambil menarik-narik nya seperti squisi .


"Sayang,Sakit tau" Juna mencerut kesal dan melepaskan tangan dara dari pipinya.


"Apa kau tahu?,Kau sangat menggemaskan bila sedang marah.Dan Aku menyukainya" Dara tertawa dan terus menggoda suaminya.


"Aku serius Ra,Aku tidak bercanda" Jawab Juna yang masih dengan wajah kesalnya."Kau sangat menyebalkan" Umpat Juna Sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.Dia memutar matanya dengan malas.


Dara tersenyum dan mendekat kearahnya.Dia terus mendekat hingga Bibirnya mendekat ketelinga Juna."Diseluruh Penjuru dunia ini,Tidak ada pria yang setampan dirimu.Tidak ada cinta Yang seindah cintamu.Maka itu aku sangat mencintaimu,Tuan Arjuna Ku" Bisik Dara dengan lembut.


senyum Juna terukir indah Dibibirnya,Dia menoleh menatap dalam kemanik Cokelat itu."Sejak kapan kau suka menggombal hmm"Juna Menjewernya Dan langsung membawanya kedalam pelukannya.


"Sejak aku tahu Apa itu kesalahan,Dan mencoba untuk mempelajari kata gombal modern untuk menebusnya" Juna tertawa mendengar jawaban Dara yang sangat polos.


"Apa kau pikir setiap kesalahan bisa Termaafkan karena kata gombalan itu?" Tanya Juna dengan menggeleng.


Dara mengangguk pasti."Iya.Buktinya kau langsung memaafkanku kan"


"Memangnya kapan aku marah?" Tanya Juna.


"Tadi.Wajahmu Itu sangat menyeramkan bila sedang kesal.Kau juga menggerutu dan mengumpatku tadi" Jelas Dara.


Juna tersenyum dan Kembali membawanya kedalam pelukannya."Aku juga sangat mencintai mu,Diandra ku"


Keindahan serta kehangatan yang tercipta diantara mereka membuat Keduanya terus hanyut dalam kata kebahagiaan.Baik Juna maupun dara,Mereka Merasa sangat bahagia Karena jalinan kasih dan cinta yang mereka rajut hingga saat ini.Senyum Itu,Tawa itu,Pandangan itu,Terus membuat mereka terhanyut dalam cinta mereka masing-masing.Dan Untuk saat ini sampai selamanya,Mereka berjanji untuk selalu bersama demi menjelajahi indah terjalnya dunia ini.

__ADS_1


______________


...BERSAMBUNG...


__ADS_2