
_Mereka terus menyaksikan Siaran Televisi itu Hingga tanpa terasa Langit kini mulai gelap.Dan akhirnya Kelvin dan Luna Memutuskan untuk Pulang Agar Juna lebih leluasa untuk pulang.
"Ayo" Dara Mengulurkan tangannya Untuk membantu suaminya berdiri.Dengan Perhatian,Dia terus Menuntun Juna Walau Sudah berapa kali Juna melarangnya.
"Jangan Keras Kepala Juna" Akhirnya Juna hanya bisa Berpasrah diri kepada istrinya.
Sesampainya Didalam Kamar,Dara Langsung membantu Juna untuk mengganti bajunya,Karena Sedari tadi Juna telah mengeluh gerah kepadanya.
"Sini" Dara Menyuruh Juna untuk lebih Mendekatkan dirinya kepadanya.Dengan Pelan,Tangannya mulai membuka satu-persatu kancing kemeja yang kini dikenakan oleh suaminya.
"Sayang,Jangan Menggodaku" Juna mulai mengomentarinya saat merasakan Usapan Lembut Didadanya." Siapa yang menggodamu" Dara terus melakukan Kegiatannya seraya Mengulum senyumnya Setelah Melihat wajah Suaminya Yang sangat menggemaskan.
"Sakit" Dara Bertanya saat Mendengar Ringisan kesakitan yang keluar Dari bibir suaminya.Juna menggeleng lemah Dan mencoba untuk tetap tersenyum Dihadapan istrinya.
Dengan Pelan-pelan,Dara Mulai Membantu Juna untuk mengenakan Kemejanya.Dia sengaja Memilih Kemeja untu Juna,Karena Itu Lebih baik Dibanding dengan kaos biasa.
"Sudah" Dara Bernafas dengan lega setelah berhasil mengganti pakaian suaminya.
Tangan kanan Juna Mulai menarik Tangan milik istrinya dan membawanya kedalam Pangkuannya."Terimakasih Sayang" Juna meninggalkan Kecupan Hangat dipipinnya yang mampu membuat Dara bersemu.
"Istirahatlah,Ini sudah malam Juna" Dara mulai Melepaskan dirinya dari Kungkungan suaminya Dan membantu Juna untuk merebahkan Tubuhnya.
"Good Night baby" Kini gantian Dara yang mengecup Keningnya dengan kehangatan."Maaf tidak bisa memelukmu" Juna berkata dengan lembut.
Dara memandangnya dengan Sayang, Dan sekali lagi Dia Kembali Mengecup kening suaminya."Aku yang Akan memelukmu" Setelah itu dara langsung berjalan Untuk Merebahkan tubuhnya tepat disamping suaminya.
Tangan Kirinya terangkat Untuk memeluk tubuh suaminya Yang Selalu memeluknya Dimalam Keadaan apapun.
Saat Juna Telah tenggelam Dalam mimpinya,Dara Kembali membuka kedua matanya Dan menatap suaminya Dengan Pandangan Tak terbaca.
Setelah Sepuluh menit lamanya dia memandangi wajah tampan itu, Akhirnya matanya Mulai Berat Dan mulai Terpejam Untuk menyusul suaminya Kealam bawah sadar.
___________
_Juna Mulai Mengerjapkan matanya mendahului istrinya yang masih Terlalap Dalam tidurnya.Matanya menghangat Saat menyaksikan Wajah Cantik itu.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian,Dara mulai membuka matanya dan menangkap sosok suaminya Yang kini memandanginya."Sayang" Rengek Dara yang langsung menutup wajahnya dengan bantal.
"Kenapa ditutup,Aku sudah melihat wajah Bantalmu itu setiap harinya" Juna tertawa kecil saat Melihat istrinya Yang Sok malu-malu itu.
"Udah Ah,Aku mau turun" Dara mulai bangkit Dari tidurnya,Namun dengan Cepat Juna menarik tangannya Dan kembali merebahkan Istrinya disampingnya."Aku masih ngantuk sayang" Dara Mengerutkan Alisnya Setelah Mendengarkan Ucapan Yang Barusan keluar Dari bibir suaminya."Terus apa hubungannya sama aku?"
"Aku ngga bisa tidur kalau Ngga Ada kamu"
Dara membulatkan Matanya Sambil tertawa kecil saat mendengar Gombalan Dari suaminya itu." Garing" Jawabnya.
"Beneran Loh,Makanya Kami disini aja.temenin aku" Kini Juna mulai menenggelamkan wajahnya di tengkuk Istrinya.
"Juna,Aku harus membuat sarapan Bukan.Dan kau juga harus minum obat" Dara mulai mengomentarinya, Namun Juna hanya bersikap Acuh Dan tak memperdulikan nya.
"Sayang" Dara mulai Mengubah Nada bicaranya."Kalau aku lapar,aku bisa Memakanmu nanti" Jawab Juna seenaknya.
Plak....
Dara langsung memukul Lengan suaminya saat mendengar Perkataan mesum yang diucapkannya barusan."Tidak kusangka kau lebih agresif sayang" Juna mulai menggoda istrinya Yang sudah ingin meledak-ledak.
"Apa hmmm,Kenapa kau sangat suka berteriak-teriak" Tidak tahan dengan Rayuan Suaminya,Akhirnya Dara memutuskan Untuk Membuat Suaminya Berhenti menggodanya.
"Sayang,Aku lapar" Tangannya Mulai mengguncangkan tangan suaminya yang kini masih terkekeh geli kearahnya.
"Mommy lapar" Tanya Juna sambil mengusap Rambutnya."Hu'um" Dara Mengangguk dengan pasti sambil mencerutkakan bibirnya.
"Kau tidak ingin memakanku saja?"Juna kembali bertanya.Pandangan Matanya Mulai Menjalar kearah Yang aneh-aneh tentunya.
Dara menggeleng."Aku mau makan burger Daddy" Jawabnya dengan cepat Guna Memutuskan topik pembicaraan suaminya tadi.
Merasa kasihan dengan istrinya,Juna mulai berhenti untuk menggodanya Dan mencoba untuk meraih ponselnya.
Entah apa yang dikerjakannya,Namun hanya 2 menit benda pipih itu berada ditangannya dan kini Juna Mulai meletakkannya kembali.
"Sabar Ya" Dara mengangguk untuk itu.Dan Bila biasanya Dia akan terus menghambur kedalam pelukan Suaminya.Maka Hari ini berbeda karena kondisi Juna yang tidak memungkinkan.
__ADS_1
"Mandi sana" Juna langsung melepaskannya,Dan Dengan segera Dara langsung berlari Kedalam Kamar mandi.
Setelah Tubuh dara menghilang dibalik pintu,Juna masih tetap setia Memandanginya,Hingga selang beberapa detik Juna kembali merebahkan Tubuhnya yang terasa Remuk.
.....@.....
Tidak sampai satu jam,Kini makanan yang dipesan Juna tadi telah siap dihidangkan.Dia tidak memesan burger pesanan istrinya saja,melainkan Beberapa menu yang akan mereka santap pagi ini.
Sedari Awal,Dara hanya memfokuskan matanya Ke Burger King yang ada dihadapannya.Bahkan Dia Sangat bingung bagaimana caranya Dia memakan Itu semua."Kenapa?"Tanya Juna saat melihat raut kebingungan yang ditunjukkan oleh istrinya.
"Kenapa Ini sangat besar" Dara mulai mengangkat kepalanya dan beralih menatap suaminya.
Juna mengulum senyumnya,Dan Mengusap pipi Istrinya dengan lembut."Agar kau puas" Juna menjawabnya dengan santai.sedangkan Dara sudah kebingungan saat Juna membelikannya Burger super jumbo itu.
"Makanlah,Ini sudah hampir siang sayang" Juna Memperingatinya Karena Kini jam sarapan pagi telah lewat.
Dara Mulai Meraih burger itu dan Mengambinya sedikit.Bukan untuknya Tapi untuk suaminya,"Aaaa" Dara Menyuapkan Burger itu Kemulut Juna.
Perlahan Juna mulai membuka mulutnya dan menerima Suapan Dari istrinya." Makanlah,Aku bisa sendiri" Dara menggeleng dan terus saja menyuapinya.
Hingga Pada suapan terakhir,Dara masih setia menyuapinya." Minum obat ya" Dara mulai bangkit dari duduknya Dan berniat Untuk mengambil Obet Juna.
Dengan cepat Juna langsung mencegahnya Dan menyuruh Dara untuk kembali duduk."Makan dulu" Melihat tatapan suaminya yang mulai menajam,Akhirnya Dara menuruti perkataannya Dan mulai memakan Burger Pesanannya Tadi.
Sepanjang Sesi Sarapannya,Juna sama sekali tidak mengalihkan pandangannya Sedikitpun.Bahkan seluruh kegiatan Yang dilakukan istrinya Terekam jelas didalam otaknya Hingga membuat Dara merasa tidak nyaman.
Lama-kelamaan Dara mulai menutup wajahnya dengan kedua Tangannya.Melihat hal itu membuat Juna Tersenyum seraya Meraih tangan istrinya."Makanlah" Juna berkata dengan Lembut,Sangat berbeda dengan tatapannya Tadi.
Dara membalas Senyumannya Dan langsung menyantap habis makanannya.
___________
...***Bersambung........
......Maaf ya Gays,Baru bisa Update sekarang.Soalnya Author lagi Super-super sibuk,heheheheh............
__ADS_1
...Happy reading all 🤗***...