
Pukul setengah Delapan malam,Mobil Juna mulai terparkir dengan pelan di area Mansionnya.
Cukup lama dia berdiam didalam mobilnya sambil memikirkan Beberapa patah kata yang tadi didengarnya Dari Kanaya Maupun Varo.Kata-kata itu memang singkat Dan Terdengar tak begitu penting,Tapi Juna bisa mengambil makna dari setiap perkataan mereka,Dimana Kanaya merasa menyerah dan telah mengikhlaskan kehidupan barunya,Dan Juga Varo yang lebih memilih untuk mengakhiri semua Dendam dan Rencananya.
Tok..tok..tok.
Kaca mobilnya terketuk dari luar,Membuat Juna sedikit terkejut dan tersadar dari lamunannya.
Saat melihat bahwa istrinya lah yang mengetuk kaca mobilnya,Juna bergegas untuk menurunkannya.
"Apa Malam ini kau berniat untuk tidur di mobil?"Dara berkata dengan Tertawa,membuat Juna merasa kebingungan dan malu.
"Huuuumm"Juna menggeleng."Itu tidak baik sayang" Dia tertawa sambil melepaskan seat belt nya.
"Eeeee,kau mau kemana?"Dara bertanya dengan wajah Tak biasa karena melihat Juna yang telah bersiap untuk keluar dari mobilnya.
"Turun!"Jawab Juna singkat.
"Tidak..tidak..."Dara menggeleng pasti.
"Kenapa,memangnya Ada apa?"Juna bertanya dengan heran,membuat Dara tersenyum karena baru menyadari bahwa suaminya tidak mengerti akan keinginannya Tersebut.
"Sayang Aku ingij Dimsum ayam yang ada dipusat Kota" Dara mengeluarkan jurus ampuhnya agar Juna tidak menolak.
"Kau ingin dimsum?"Juna bertanya dan keluar dari mobilnya.
"Huuumm" Dara Mengangguk."Sudah sedari sore aku menginginkannya.Tapi saat Aku ingin keluar mencarinya,Aku tahu kau pasti tidak mengijinkan ku"Jelas Dara dengan bibir yang mencerut.
Juna Tersenyum dan mencubit pipi istrinya dengan gemas."Gadis pintar..."
"Ya sudah,masuklah kedalam"Pinta Juna sambil membuka Jasnya dan menyelimutinya kebahu Istrinya.
"Satu jam lagi aku akan kembali"Dara mengangguk "Tapi aku ingin dimsum yang dijual dipinggir jalan" Sambungnya lagi.
"What...?"Pekik Juna tak percaya.
"Kenapa,Kau tidak mau mencarikannya?"Dara bertanya dengan sedih.
"Bukan begitu sayang,Dimsum dipinggir jalan itu kan______"
"Kenapa?,Kotor?"Potong Dara dengan seenaknya.
__ADS_1
Sedangkan Juna,dia hanya bisa terdiam dan mengikuti keinginan istrinya saja."Baiklah,aku akan mencarinya"
Dara tersenyum gembira dan mendekat untuk menciumnya."eummach"Juna sangat terkejut karena Kelakuan Dara yang secara tiba-tiba."Semangat Daddy"Ucapnya yang langsung berbalik untuk pergi.sedangkan Juna,Dia hanya bisa tersenyum gemas melihat tingkah istrinya yang sangat lucu itu.
..........
Setengah jam berlalu,Juna masih mengendarai mobilnya,mengelilingi seluruh penjuru pusat kota hanya demi sebuah dimsum ayam keinginan Istrinya."Ketemu"Gumamnya saat Melihat penjual dimsum pinggir jalan yang saat ini sedang dikerumuni banyak orang.
Sebelum turun,Juna lebih dulu menggunakan topi dan maskernya.Dia tidak ingin Jika Orang yang mengenalnya akan melihatnya Dalam keadaan seperti ini.
Dengan gagah dia mulai turun dan berjalan kesana."Dimsum ayamnya satu pak!"Juna berkata dengan Datar,Dan cukup menguras perhatian banyak orang.
Bagaimana tidak?,Seorang pria yang terlihat sangat tampan dengan balutan Kemeja Biru tua Walau Dia tengah menggunakan Topi dan masker saat ini.Apalagi saat melihat mobil mewahnya yang mengkilap,Dan itu cukup membuat mereka merasa heran kenapa Pria ini bisa membeli dimsum dipinggir jalan.
Dengan cekatan penjual itu Mulai membungkus beberapa dimsum yang sudah dipesan sebelum dirinya tadi.Juna sudah merasa bosan karena Sudah lebih dari sepuluh menit lamanya dia menunggu."Apa masih lama pak?"Juna bertanya dengan pasrah.
"Sebentar lagi tuan"Jawab penjual paruh baya yang terlihat sangat kewalahan untuk menghadapi pembelinya.
3 menit......
7 menit berlalu....
Dan akhirnya Kini giliran Juna yang mendapat jatah."maaf Tuan,Dimsum ayamnya sudah habis"
"Maaf tuan,Saya tidak menyangka jika dimsum ini akan secepat itu habis" Sambung penjual itu dengan merasa bersalah.
"Argghhhh"Juna Membuka masker dan topinya,membuat Semua orang yang berada disekitarnya merasa terkejut dan Histeris.
"Yang tersisa hanyalah dimsum sosis saja Tuan!"Ucap Penjual itu.
"Dimsum sosis?"Juna bertanya yang diangguki oleh Penjual dimsum itu.
"Tunggu sebentar Pak"Juna mengeluarkan ponselnya dan menelfon istrinya.
"Halo"Ucap Dara disebrang sana.
"Sayang,Dimsum ayamnya sudah habis.Yang tersisa hanyalah dimsum sosis.lalu bagaimana,Apa kau mau dimsum sosis ini,Atau Aku akan mencarinya Direstoran lain?"Juna bertanya dengan pelan-pelan,Agar istrinya itu mau mengerti dirinya.
"Aku tidak ingin dimsum sosis sayang.Aku ingin dimsum ayam,Dan aku juga Tidak mau Dimsum dari tempat lain"
"Tapi Sayang,Dimsumnya sudah tidak ada.Lagian ini sudah malam,Bagaimana jika besok saja"Juna Berucap dengan rendah.
__ADS_1
"Aku maunya sekarang Juna....
Tapi jika kau tidak mau lagi mencarinya,yasudah kau pulang saja"
"Tapi say____"
ucapannya terhenti saat Dara memutus panggilannya begitu saja.
"Sial"Umpatnya yang semakin merasa prustasi.
"Ahhhh"Dia menghela nafas dengan berat."Pak Apa ada lagi penjual dimsum didaerah sini?"Tanya Juna Yang kembali berbicara dengan penjual itu.
"Tidak tuan.Penjual dimsum didaerah ini hanya saya" Jawab Pak Anto selaku penjual dimsum yang saat ini didepan Juna.
"Permisi Tuan"
Mereka berdua menoleh,menatap seorang wanita Muda yang saat ini berdiri dengan sebuah tentengan ditangannya.Wanita Itu adalah Luna,sekretarisnya Juna.
"Luna..."Gumam Juna tak percaya.Dia sangat terkejut dengan keberadaan Luna disini.Padahal tadinya,Juna samasekali tidak melihatnya.
"Jika tuan berkenan,Anda bisa mengambil dimsum saya"Luna menyodorkan sebuah Bingkisan yang berisi dimsum keinginan istrinya.
"Dimana kau membeli ini?"Juna bertanya dengan heran.
"Sama bapak ini"Luna menunjuk kearah pak Anto yang sedang berdiri memandangi interaksi mereka.
"Tapi..Tapi aku tidak melihatmu tadi"
Luna mengangguk dan tersenyum."Saya membeli ini sebelum kedatangan tuan kesini tadi.Dan Saat Saya melihat anda sedang kebingungan,makanya saya kembali lagi kesini"Jelas Luna dengan panjang lebar.
"Ini tuan"Dia kembali menyodorkan Bingkisan itu.
Dan dengan ragu-ragu Juna menerimanya.Tapi setelah itu,dia mulai merogoh sakunya untuk mengganti Dimsum ini.
"Ah tidak perlu tuan"Luna menolaknya.
Alis Juna mengkerut Menyatu."Ambilah."Juna kembali menyodorkan beberapa helai uang itu.
"Tidak perlu tuan...tapi jika anda memaksa,Anda bisa memberikannya kepada bapak ini.Anggap saja jika anda telah membelinya tadi"
Juna semakin tak mengerti akan ucapan Luna,Tapi Dia tidak ingin mengambil pusing dan langsung memberikan uang itu Kepada pak Anto.
__ADS_1
"Tidak perlu tuan"Juna semakin kebingungan saat penjual ini menolak uangnya lagi.