Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 132_Sebuah kebenaran


__ADS_3

_Tak terasa Waktu bergulir begitu cepat.Waktu ini terus berputar hingga sampailah dihari ini,Hari dimana Pertemuan mereka akan diadakan.


Saat Ini Dara sedang berdiri menatap dirinya lewat pantulan cermin.Terkadang dia bisa tertawa sendiri karena melihat Pipinya Yang juga ikut membesar seperti perutnya.


"Jangan terlalu cantik.Aku tidak ingin ada banyak pria yang melirikmu nanti" Juna datang dan langsung memeluknya dengan hangat.


Dara tersenyum indah,Tangannya terangkat untuk pengusap Pipi suaminya."Kan sudah kubilang,Bahwa Kau yang paling tampan.Jadi tidak akan ada pria yang berani merebutku dari pria setampan dirimu.benar kan?" Juna mengangguk dan tersenyum.


Dara melepaskan pelukannya dan berbalik.Dia menatap wajah rupawan Juna yang kini juga membalas tatapannya.Dara tersenyum dan mulai membenahi kemeja Juna."Okeii,Selesai" Dara tersenyum gembira dan menggandeng tangan suaminya.


"Ayo" Mereka Berjalan kebawah Untuk segera pergi Ke restoran yang disebut dara tadi,Mengingat waktu yang sudah mendekati hari siang.


1 jam kemudian,Mobil yang dikendarai mereka mulai memasuki area restoran ternama Dikota ini.Juna Turun dan sedikit berlari untuk membukakan pintu untuk sang Tuan putrinya.


Juna Mengulurkan tangannya.Dengan senyum hangat Dara Mulai membalas ulurannya.Mereka berjalan dengan beriringan sampai didalam.Ada banyak mata yang memandang mereka.Tapi Juna tak perduli lagi dengan tatapan itu,Karena sekarang,Juna tak lagi khawatir dengan dunia yang mulai mengetahui pernikahannya Yang selama ini Terus disembunyikan nya.


"Dia belum datang?" Juna bertanya sambil membantu Istrinya untuk duduk."Entahlah,Mungkin saja Sedang dalam perjalanan sekarang" Jawab Dara.


Tak lama kemudian,Ada seorang pelayan yang mendatangi mereka Dan Memberikan daftar menu keatas meja."Sebentar ya mbak," Jelas Dara.Pelayan itu mengangguk dan kembali pergi kebelakang.


"Sayang,Aku ke toilet sebentar ya.Ngga papa kan?" Dara menggeleng dan tersenyum.


"Ya sudah,Tapi jangan lama-lama ya.Aku takut" Rengek Dara yang berpura-pura takut.Juna Tersenyum dan mengusap Rambutnya dengan lembut."Sebentar ya" Juna langsung bergegas ketoilet meninggalkan Dara yang masih menatap kepergiannya.


Berselang beberapa menit,Mobil milik Varo mulai memasuki Area Parkir.Saat Kakinya mulai melangkah,Tanpa sengaja Dia Melihat mobil Juna Yang terparkir Tak jauh dari mobilnya." Bukannya Ini mobilnya Juna." Varo menghela nafas kasar." Kenapa Bisa bertepatan seperti ini" Gumamnya Dan kembali melanjutkan langkahnya.


Sesampainya didalam,Varo mulai memutar pandangannya ke seluruh penjuru restoran hingga matanya terhenti ketempat dimana Dara berada.


Jantung Varo berdetak kencang.Pasalnya,disinilah dia haru benar-benar percaya bahwa Dara telah memiliki suami.Dengan Perasaan yang bercamuk,Varo mulai melangkah mendekati Dara.


"Maaf Ya Ra,Sudah lama ya?" Dara menoleh dan mendapati Varo disampingnya.

__ADS_1


"Eh,Engga kok kak.Baru aja" Jawabnya sambil tersenyum."Emmm,Silahkan duduk kak" Varo mengangguk dan mulai Duduk didepan Dara


"Dimana Suamimu,Kenapa kau sendiri?"Tanya Varo.


"Masih ditoilet kak,Bentar lagi juga kembali."Jawab Dara.Varo mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya.


Tanpa mereka Ketahui,Ada sepasang mata yang menatap Tajam kearah mereka sejak tadi.Tangannya terkepal erat dan Auranya mulai menggelap.


Sekuat tenaga Juna mulai mengontrol emosinya dan berusaha untuk berfikir jernih.Varo dan Dara?,Sejak kapan mereka saling mengenal?,sejak kapan mereka Menjadi akrab seperti itu?,Dan Kenapa Dia tak mengetahuinya?.Atau jangan-jangan,Regan yang dimaksud dara Itu adalah Varo,Musuhnya sendiri.Ah Memikirkan itu membuat Kepala juna semakin ingin meledak sekarang.


Berulang kali Juna menghela nafasnya.Berulang kali Juna mencoba untuk menetralkan deru nafasnya,Tapi percuma.Kenyataan Ini membuatnya sangat marah Dan benci.Dengan aura yang menggelap dan tangan yang terkepal erat,Juna mulai berjalan kearah mereka.


Dengan Tiba-tiba,Juna datang dan langsung menarik Dara Untuk berdiri,Sedangkan Dara yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menatap kebingungan kearah suaminya.


Varo tercengang saat mata mereka bertemu,Dengan perlahan Dia mulai berdiri untuk mengimbangi Juna.


Kemudian Juna menoleh kearah Istrinya yang Kini juga menatapnya."pulang sekarang" Ucap Juna singkat.Dia masih mengontrol emosinya karena Juna tidak ingin membuat keributan ditempat umum.


"Ini ada apa Juna,Kenapa kau marah-marah?"Dara mulai menangis.Tapi karena Juna yang sudah dilumuri oleh amarah,Juna tak lagi memperdulikan tangisan Istrinya.


"Pulang sekarang,Dan lupakan pertemuan ini" Juna mulai menyeretnya untuk keluar."Sakit Juna,Kumohon lepaskan" Rengek Dara.Dengan cepat Varo langsung mencegahnya Dan menarik tangan Dara.


pandangannya juga tak kalah tajam dari Juna."Jangan pernah menyakitinya Juna,Atau aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu" Ucap Varo dengan Tajam.


Juna tersenyum dan mendekat kearahnya."Dia istriku,Jadi berhentilah untuk menjadi seorang pahlawan,Tuan Muda Alvaro" Bisik Juna dengan sinis.


Deg!!!!!!!


Istri?.....


Dara adalah istrinya Juna?,Jadi..Pria yang mampu mendapatkan Dara itu adalah Juna, Musuhnya sendiri.

__ADS_1


Varo terdiam menunduk dan mencoba untuk mencerna setiap perkataan Juna barusan.


Kemudian Juna kembali menarik dara dengan paksa dan tak memperdulikan Tangisnya."Berhentilah Juna"


Bugh...


Satu pukulan keras mendarat Dipipinya hingga membuat genggaman tangan mereka terlepas."Juna......" Teriak Dara yang semakin ketakutan..


"Sudah kubilang,Jangan pernah untuk menyakitinya." Ucap Varo dengan tegas.Dia tidak suka jika Dara diperlakukan seperti itu dengan orang lain,Walaupun itu dengan Juna suaminya dara sendiri.


Dengan senyum yang mengembang dibibirnya,Juna mulai mengusap darah segar yang mengalir disudut bibirnya."Brengsek"..


Bugh.....


Juna Kembali membalas pelukan Itu.Dia sangat marah sekarang,Bahkan sangat-sangat marah.Istrinya,Wanita yang selalu dijaganya selama ini ternyata malah berteman dengan seorang pria kejam Yang menjadi musuhnya selama ini.hah Juna tidak habis pikir akan itu.


"Cukup Juna..Cukup" Dara Mendekat dan mulai memeluk suaminya.Dia takut jika mereka akan bertengkar lagi nantinya.


Dadanya Bergemuruh amarah,Juna tak perduli dengan keadaan sekitar ataupun tangisan istrinya yang semakin menguat sedari tadi.


Kemudian Pandangan Juna beralih ke sekelilingnya dan kembali menatap istrinya." pulang" Juna langsung menarik tangannya meninggalkan Varo yang masih Setia mengusap wajahnya karena pukulannya.


Mereka sangat teramat terkejut saat Ini,Seseorang yang selalu mereka tanyakan selama ini ternyata adalah orang yang menjadi musuh mereka sendiri.Varo menggeleng lemah dan mengulum senyum tak berarti dibibirnya.


Apa dunia sedang mempermainkannya sekarang?....


Varo terus menggeleng dan mulai menatap kepergian mobil Juna lewat Dinding kaca restoran.Kemudian pandangannya beralih keseluruh pengunjung restoran yang saat ini sedang asik menonton mereka.


"Jika Ada salah satu dari kalian yang membocorkan atau mempublikasikan masalah ini.Bersiap-siaplah Untuk ke Neraka" Ucap Varo yang langsung meninggalkan tempat itu.


______________

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2