Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 158_Jangan pernah bersedih


__ADS_3

"Kenapa kau sangat perduli dengan mereka?" Kanaya bertanya dengan menyelidik.


"Karena Aku adalah pria yang baik.Jadi pergilah sebelum aku berubah menjadi pria yang sangat kejam Dan keji" Varo kembali melangkahkan kakinya Meninggalkan Kanaya yang masih menatapnya.


Sejujurnya dia takut dengan gertakan Varo ini,karena dia tahu jika Varo tidak akan pernah main-main dengan ucapannya.


Akhirnya Dia langsung pergi karena tidak ingin menimbulkan sebuah perkara yang akan membuat Varo sangat marah nanti.


****@****


Mansion Juna


_"Kau sudah pulang?"Dara bertanya dengan lembut sambil melingkarkan tangannya di pinggang Suaminya.


Juna mengangguk dan menunduk untuk bersandar dibahu istrinya.


Dara merasa aneh dengan sikap Juna Saat ini."Apa ada masalah?"Dia mencoba untuk menerka-nerka karena raut wajah Juna sangat berbeda dengan tadi pagi.


Juna menggeleng dan mulai melingkarkan tangannya di pinggang istrinya,memeluknua dengan erat dan memejamkan matanya."Sayang" Lirih Juna dengan pelan.saat ini dia merasa ingin menangis karena Fakta yang telah disembunyikan Kanaya selama ini.


"Hmmmm!"


Juna melepas pelukannya dan kembali berdiri dengan tegak.memandangnya dengan hangat serta tersenyum tipis keaahnya."Aku membencinya!" Juna kembali menenggelamkan wajahnya didalam pelukan Istrinya.


Dara semakin bingung.Benci?,Siapa orang yang dibenci Juna saat Ini.Atau Jangan-jangan Kanaya masih berusaha untuk mendekatinya."Juna bisakah kita duduk.Aku lelah" Pintanya dengan lembut,karena Perutnya yang semakin membesar membuatnya sangat sering merasakan kelelahan.


Juna tersenyum dan mengelus pucuk kepala Istrinya dengan lembut."Kau lelah?" Tanyanya yang diangguki oleh Dara.


"Ayo....."Dia menuntun Istrinya menuju kearah sofa diruang tamu.


Saat keduanya sudah duduk dengan Berdekatan,Juna hanya Diam tanpa berniat untuk kembali berbicara."Sayang..!"Dara mendongak dan memanggil suaminya dengan lembut.

__ADS_1


"Siapa orang yang kau benci?"


Juna duduk dengan bersandar tanpa melirik ke arah Istrinya sedikit pun."Aku membenci takdir,Aku membencinya,Aku membenci Kebohongannya,Aku membenci prilakunya,Dan....Aku membenci hubungan itu Dara"Juna menunduk dan meneteskan air mata.


"Siapa yang kau maksud Juna?"Dia mendekat dan kembali memeluk suaminya,yang berharap bahwa pelukannya ini akan membuat suaminya tenang nanti.


"Ka___Kanaya Sayang...Aku benci Kanaya!"Air matanya semakin mengalir dengan deras.


"Kenapa kau membencinya Juna, Apa dia menyakitimu?"


tangis Juna semakin pecah.Semua perkataan Varo,dan ekspresinya tadi membuat Juna Merasa sangat sulit untuk bernafas.


"Kanaya adalah seorang pembunuh Dara.Dia pembunuh Hiks.."Dara terdiam memaku,bahkan tangannya yang mengusap bahu suaminya tadi sampai terhenti."Apa maksudmu Juna?"Tanya Dara dengan tercekat.


"Dia rela membunuh putranya sendiri hanya Karena dia tidak ingin aku mengetahui Jika dia telah memiliki anak Dara." Dara semakin tak bisa berkata-kata.


Kanaya punya Anak?,Itu berarti dia sudah pernah menikah bukan?,Atau Jangan-jangan Anak itu tidak memiliki asal yang jelas?.Dara menggeleng karena Beberapa Pertanyaan yang muncul begitu saja dibenaknya.


Juna menggeleng dan itu membuat Dara sangat terkejut."Lalu siapa ayah dari anak itu Juna?." Dara kembali bertanya.


"Varo....Varo adalah Ayah biologis Dari anak itu".


DEG...


"Varo?" Dara bertanya dengan tercekat.Bagaimana mungkin sosok pahlawan serta pria yang hangat seperti Varo bisa melakukan hal seperti itu.


Juna mengangguk."Varo adalah kekasihnya Kanaya beberapa Tahun yang lalu.Bahkan saat anak itu lahir,Mereka masih tetap bersama untuk mengurusnya.Tapi saat Kanaya bertemu denganku,aku tidak tahu kenapa dengan begitu mudahnya dia mencintaiku Hingga Dia melakukan hal yang nekat untuk membunuh putranya dan meninggalkan Varo begitu saja." Jelas Juna yang sudah berhenti menangis.


"Selama ini yang kutahu adalah Hubungan Varo dan Kanaya,Hanya itu saja.Dan ini....Varo yang memberitahuku tadi siang"


"Kau bertemu dengan Varo?"

__ADS_1


Juna mengangguk dan kembali menatap istrinya."Apa aku adalah alasan dari tragedi pembunuhan itu?" Juna kembali menitikkan air mata.


Dara menggeleng dan Mulai memeluk suaminya."masalah ini memang ada hubungannya denganmu Juna.Tapi semua kesalahan ini tidak ada hubungannya denganmu!.jadi jangan bersedih dan jangan pernah merasa bersalah untuk itu Juna".


Tangsi Juna semakin pecah."Sayang berhentilah menangis.Apa kau tidak takut jika anakmu menganggapmu cengeng" Dara mencoba untuk menghibur suaminya agar tidak bersedih lagi.


Dara melepaskan pelukannya dan mengusap air mata suaminya Dengan lebut."Lihatlah wajah tampanmu ini,Sangat Sembab dan jelek" Ejek Dara dengan Ekspresi mengejek.


"humm,Aku memang tampan" Ucap Juna dengan suara seraknya.


"Aku bilang jika kau itu jelek Juna,Bukan Tampan"Dara Mengerutkan Alisnya Setelah mendengar perkataan suaminya yang terdengar sangat lucu.


"Tidak ada yang mengatakan jika aku ini jelek sayang.Suamimu ini sangat tampan"Ujarnya Dengan menarik istrinya kedalam pelukannya.


Cup.....


"Hukumanmu karena telah mengejekku jelek"Dara tersenyum dan memejamkan matanya.


" Kau jelek..kau jelek..kau jelek Juna" Teriaknya yang membuat Juna semakin mengecupnya hingga beberapa kali.


"Sayang berhentilah menciumku!"Omel Dara karena Juna terus menciumnya hingga bertubi-tubi.


"Aku sudah bilang jika aku akan menghukummu Bila kau nakal.Jadi berapa kali kau mengatakan jika aku jelek Dara?" Tanya Juna.


"Hanya tiga kali,Lalu kenapa kau menciumku sampai Lima kali?"Tanya dara dengan mencerutkan bibirnya.


"Itu karena kau sangat menggemaskan Sayang"Juna menarik kedua pipinya Yang sangat Cabi bak bakpao hingga membuat Dara meringis kesakitan.


Mereka dia Dan saling menatap dalam kearah masing-masing."Jangan bersedih lagu Juna.Karena Jika kau menangis,maka aku juga akan menangis"


Juna mengangguk dan menatap istrinya dengan kelembutan yang tiada Tara.Aku mencintai mu Dara" Dara mengangguk dan kembali Memeluk Suaminya dengan hangat,Menyalur cinta dan kasih sayangnya berharap bahwa cinta mereka akan menjadi peluru untuk menghancurkan masalah mereka.

__ADS_1


__ADS_2