Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 152_Landofa Cafe


__ADS_3

Disuatu Siang yang sangat terik,bahkan tak banyak angin yang berhamburan Untuk meringankan segala Rasa lelah yang dirasakan oleh setiap makhluknya membuat Juna sangat prustasi Dan kelelahan.


Ini sudah Siang,Tapi sedari tadi dirinya tak bangkit ataupun berpindah dari kursi kebesarannya.Jadwalnya sangat Padat,Bahkan Untuk makan siang saja Dia tidak sempat.


"Huhhhhh" Dengan pelan Tangannya memijit pelipisnya sambil memejamkan matanya.


Banyak hal yang menari-nari dipikirannya,Hingga sebaris kalimat yang didengarnya tadi pagi kembali terlintas Dibenaknya.Juna terperanjat dan mulai duduk dengan Tegak.


Dia melirik ke arah Jam dinding Yang saat ini menunjukkan pukul dua siang.


' Aku tidak akan pergi sebelum kau datang untuk menemuiku Juna '


"Argggghhhh" Dia meremas rambutnya dengan kesal.Dia tahu bahwa ucapan Kanaya tadi pagi bukanlah Candaan atau sekedar wacana,Dan dia juga paham betul dengan sikap Naya.


Juna kembali bersandar,memikirkan segalanya Hingga suatu Keputusan mulai terlintas dibenaknya.Dia meraih ponselnya Untuk menelfon telpon rumah karena sampai saat ini dirinya belum memberikan Ponsel baru milik Dara.


" Halo sayang!" Ucap Juna setelah panggilan Itu terhubung.


"Humm,Ada apa Juna?" Suara Dara Terdengar lembut disana.


"Bisakah kau bersiap sekarang?,Karena 15 menit lagi aku akan menyusulmu!" Pinta Juna.


" Mau kemana?" Dara bertanya dengan heran.


"Nanti aku jelaskan"


"Baiklah"


Setelah itu panggilan mereka terputus.kini Juna beralih kearah setumpukan berkas yang sedang berserakan didepannya.Dengan Telaten dia Merapikan semuanya sebelum kepergiannya nanti.


...............


Hanya butuh waktu sebanyak lima belas menit bagi Juna untuk sampai dirumahnya.


Dengan senyum hangat Dia Mulai membukakan pintu untuk Dara.

__ADS_1


"Kita mau kemana sayang?"Dara bertanya dengan raut kebingungan.


"Menemui rivalmu" Bisik Juna sebelum menutup pintu mobilnya dengan Rapat.


" Rival?"Dara terdiam Mematung memikirkan ucapan Juna tadi."Sayang apa maksudnya dengan bertemu rivalmu?" Dara bertanya setelah Juna sudah duduk disebelahnya.


Juna tersenyum dan mulai melajukan mobilnya." Tadi pagi kau berpesan apa padaku?" Juna bertanya yang semakin membuat Dara kebingungan.


"Untuk tidak menemuinya!" Jawab Dara apa adanya.


Juna mengangguk Pasti."Tadi pagi hampir saja aku menabraknya"


"Menabrak?,menabrak siapa?,Kanaya?" Tanyanya dengan intonasi yang sangat khawatir.


"Aku belum selesai berbicara sayang" Juna tersenyum dan itu membuat Dara merasa malu karena kelakuannya.


"Dia berlari kearah mobilku,Dan untung saja Aku bisa menghindarinya.Karena jika aku sempat menabraknya,aku tidak tahu lagi harus berkata apa" Juna Kembali menatap jalanan yang sedikit Lenggang.


"Dimana kalian bertemu?" Tanya Dara Dengan Raut yang berbeda.


" Tidak jauh dari rumah" Juna menjedanya dan menahan nafasnya sejenak."Dia meminta untuk berbicara denganku, Tapi Aku tidak punya banyak Waktu jadi aku langsung pergi setelah itu..Dan..."


"Dia memintaku untuk menemuinya di Landofa cafe.Dia bilang jika dia tidak akan pergi dari sana sebelum aku datang untuk menemuinya"Jelas Juna lagi.


Dara menunduk."Jadi Apa kau akan menemuinya?"Juna menoleh saat mendengar nada sedih Dari Istrinya.


"Hu'um,Aku akan menemuinya." Juna mengangguk setuju.'Tapi bersamamu Sayang"


Dara kembali mengangkat kepalanya menatap Juna dengan heran."Jadi..Jadi kau mengajakku keluar hanya untuk menemuinya?"


Juna kembali mengangguk."Itu akan terdengar lebih baik dari pada aku harus menemuinya di belakangmu"Dia tersenyum menatap Dara yang sedang cemberut sebelum kembali memfokuskan dirinya kejalanan.


Sesampainya ditempat,Juna langsung memarkirkan mobilnya dengan rapi."Ayo" Ajak Juna sambil melepas seat belt nya.


Dara menggeleng lemah dan menoleh untuk menatapnya."Aku tidak ingin mengganggu kalian"

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Dahi Juna mengkerut tak suka.


"Mak..maksudku aku ingin kalian sendirilah yang menyelesaikan masalah ini" Dia menunduk Guna memutus kontak mata dengan suaminya.


" Sayang...!" Juna memanggilnya dengan rendah.


"Lalu untuk apa kau ikut jika aku harus menemuinya sendiri" Gerutu Juna Yang juga membuang pandangannya kearah lain.


" Selesaikan lah masalahmu.Karena Aku tahu kau bisa menyelesaikannya.Aku nunggu disini aja"


Ingin rasanya Juna menghancurkan Bumi ini sekarang juga.Sikap istrinya yang seperti itu membuatnya sangat mudah untuk kesal dan emosi.


Tanpa berkata apa-apa,Dia keluar dan langsung berjalan masuk kedalam meninggalkan Dara yang masih diam dan menatapnya dengan cemberut.


Sesampainya didalam,Juna Memutar matanya keseluruh penjuru arah yang mencoba untuk mencari keberadaan Naya disana.


Dan benar,Apa yang diduganya tadi sangatlah benar karena Kanaya masih setia menunggunya.Dengan perasaan yang bercamuk,Dia berjalan mendekat kearahnya.


"Katakan apa yang ingin kau katakan"Ucapnya dengan singkat.


Kanaya mendongak menatap Pemilik suara yang sangat dikenalinya." Aku tahu jika kau pasti akan datang sayang" Dia berdiri dan menatap Juna dengan kegirangan.


"Langsung ke intinya" Juna mulai duduk disebrangnya,tanpa menatapnya atau meliriknya sedikitpun.


"Juna kenapa kau berubah sayang?,Kenapa kau sangat Dingin kepadaku sekarang?" Kanaya bertanya dengan sedih.


"Aku rasa kau sudah tahu jawabannya Kanaya,Jika statusku sekarang Adalah pria yang telah beristri" Jawab Juna dengan penuh penekanan." Dan satu lagi,Jangan pernah memanggilku sayang Kanaya" Sorot matanya terlihat sangat tajam,Bahkan Sangat menakutkan.


"Jadi benar jika kau sudah mempunyai istri?" Kanaya merasa sangat sedih dan terpukul.


"Apa kau pikir ini hanya candaan atau sebuah Drama Yang ingin membuatmu terkejut nantinya?" Juna menggeleng dan Tersenyum."Tidak Naya"


"Kenapa kau tega melakukan semua ini Juna?"


"Jika kedatanganku Kesini hanya untuk disalahkan,Maka jangan berharap lebih Naya karena aku tidak memiliki banyak waktu."Juna mulai bangkit namun dengan cepat Kanaya Mencegahnya.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar mencintainya?"


Juna kembali duduk dan Tersenyum sinis."Aku mencintainya.Bahkan sangat-sangat mencintainya" Jawab Juna yang mampu membuat Kanaya semakin sakit hati dan terpukul.


__ADS_2