
_Menghabiskan waktu setengah Harian Diluar,membuat Dara merasa sedikit pegal disekujur Tubuhnya.Tangan Mungilnya mulai mengoleskan Minyak kayu putih Di Seluruh kakinya yang kini diluruskannya."Mulai besok,Aku tidak Akan Menurutimu untuk menaiki sepeda konyol itu"Imbuh Juna yang muncul dihadapannya secara tiba-tiba.
Dengan Refleks Dara langsung menoleh kearahnya yang kini sedang duduk ditepi ranjangnya."Kenapa?.Bukannya itu seru?.Lagipula Tubuhku hanya sedikit pegal saja" Jawab dara Sambil terus mengoleskan minyak itu.
"Tidak ada bantahan" Jawab Juna sambil duduk disampingnya.Tangannya mengangkat kaki Istrinya dan meletakkannya dipahanya."Sini,Aku yang akan memijatmu" Ucap Juna sambil merebut Minyak kayu putih Yang berada ditangan Istrinya.
"Pelan..pelan,Sakit tau"Dara memukul tangan Juna saat merasakan pijatan yang semakin keras."Ini Udah pelan tau"Jawab Juna.
Hampir 10 menit Juna memijat kakinya, tanpa Juna ketahui Dara sudah tertidur sedari tadi,karena merasakan Kenikmatan Dari pijatannya itu.
"Enakkan?"Tanya Juna sambil mengangkat kepalanya,tapi sedetik kemudian Mata nya membulat karena melihat istrinya yang sudah tertidur pulas yang entah dari kapan.
"Dasar" Ucapnya Sambil menarik senyumnya.Dengan pelan-pelan dia meletakkan Kaki Dara dan bangkit untuk menggendongnya keranjang."Selamat Tidur baby"Ucapnya sambil meninggalkan kecupan singkat Dikeningnya setelah membenahi posisi tidur Istrinya.
Karena Jam yang masih menunjukkan keangka delapan,Juna memutuskan untuk pergi keruang kerja guna menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda Juga menyicil pekerjaannya untuk Dua hari mendatang,DiKarenakan Kelvin Yang sedang Cuti.
_______
_Setelah mengenakan pakaiannya,Juna memandangi Wajah tampannya dicermin sambil senyum-senyum sendiri."Ternyata kau sangat tampan" Gumamnya untuk dirinya sendiri.
Saat membalik tubuhnya,Matanya dihangatkan oleh istrinya yang masih tertidur pulas Sambil memeluk bantal guling layaknya memeluk tubuhnya.Kemudian kaki Juna mulai melangkah mendekati Kearahnya."Kehilahatannya kau sangat lelah"Gumam Juna sambil mengusap wajah Dara.
"Aku pergi sayang" Juna bangkit setelah memberi kecupan selamat pagi untuk istrinya.
.....@.....
45 menit kemudian,Mobilnya melenggang masuk ke area gedung Leonidas Corporation.Semua mata tertuju kepadanya Tak terkecuali sekretaris Luna yang kini sedang berdiri Didepan Lobi Perusahaannya.
Semua Mata menunduk hormat sambil mengucapkan Ucapan selamat pagi saat Juna mulai melangkahkan kakinya kegedung perusahaannya."Hari ini,Hadiri seluruh rapat penting yang dipegang oleh Kelvin."Jelas Juna saat Luna berjalan dibelakangnya.
"Emmmm,Maaf Tuan Muda.Memangnya tuan Kelvin kemana?"Tanya Luna yang cukup membuat Juna Menghentikan langkahnya.
"Cuti"Jawabnya singkat dan kembali berjalan meninggalkan Luna yang hanya diam membeku.
'. Oh Tuhan,Bagaimana ini?. ' Batin Luna sambil mengacak-acak rambutnya.Namun melihat Juna yang sudah tak terlihat dari pandangannya membuat Luna sedikit berlari untuk menyusulnya.
.....
Jari-jari tangannya berhenti menari saat mendengar handle Pintu Ruangannya terbuka.
Luna masuk dengan wajah yang ditekuk sambil menyerahkan Beberapa berkas ketangan Juna.Wajah Murungnya cukup menyita perhatian Juna pagi ini.
__ADS_1
"Ada apa dengan wajahmu itu,Apa kau keberatan dengan Tugas yang saya berikan?"Tanya Juna sambil melontarkan tatapan menyelidik.
' Mampus gue '
Luna langsung mengangkat kepalanya guna menatap Juna."Tidak Tuan" Jawabnya disertai senyuman.
"Jika sudah selesai,Keluarlah" Imbuh Juna Setelah menerima beberapa laporan itu..
Kemudian tangannya kembali bergerak lincah sambil memeriksa segala laporan terkait keuangan Perusahaannya.
........
Tanpa Terasa Kini waktu telah menunjukkan Jam makan siang.Dengan tergesa-gesa,Dara memasuki Taksi yang dipesannya tadi dengan membawa Makanan yang ada ditangannya.Tujuannya kali ini adalah kantor suaminya,Karena tadi pagi Juna tidak sempat sarapan karena dirinya yang bangun terlalu siang.
Hampir satu jam lamanya Untuk Dirinya sampai diperusahaan itu.Tangannya terangkat guna melihat jam yang melingkar indah dipergelangan Kirinya.
"Semoga saja aku ngga telat" Gumamnya Sambil membawa langkahnya untuk memasuki gedung itu.
.......
Tok...Tok..tok....
"Selamat siang tuan" Ucapnya setelah pintu itu terbuka.
Mendengar suara yang familiar ditelinganya,membuat Juna langsung menoleh kearah sumber suara."Daddy"Panggilnya yang langsung berlari kepangkuan Juna.
"Kau datang" Juna cukup terkejut Saat mendapati istrinya yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Hu'um.Kau sudah makan?"Tanyanya Yang dijawab gelengan oleh Juna.
"Tara"Soraknya sambil menunjukkan makanan yang dibawanya tadi."Wahhh" Mata Juna berbinar saat melihat tentengan yang dibawa istrinya.Rasa laparnya semakin memuncak,Padahal Tadinya Juna sangat malas untuk makan siang dan lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Kita duduk disana yuk"Tunjuk Juna kearah sofa.
Dara berjalam Kearah sofa yang disusul Juna Dengan membawa Dua gelas air putih ditangannya. Dara mulai membuka Makanan yang dibawanya tadi."Kenapa Tidak membangunkanku tadi?"Tanya Dara yang masih memfokuskan dirinya untuk menyusun makanan itu diatas meja.
"Aku tahu kau kelelahan"Jawab Juna sambil meraih Sendok yang diberikan Istrinya tadi.
"maaf.Karena aku bangun kesiangan,Kau jadi Tidak sarapan tadi"Ucap Dara sambil mengusap wajah suaminya.
"Jangan dipikirkan"Juna langsung menyuapkan Sesendok penuh kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Apa kau sering mengabaikan pola makanmu.Lihatlah sudah jam berapa ini.Jika aku tidak datang tadi,Mungkin saja kau akan Mengabaikan cacingmu itu"Omel Dara Panjang lebar.
"Emang iya"Jawab Juna Asal.Aontak saja itu membuat Emosi Dara tersulut dan langsung merebut Makanan Juna."Yasudah,Ngga usah makan sekalian"Ucapnya sambil memelototi Juna.
"Sayang,Aku belum selesai loh"Imbuh Juna yang mencoba untuk meraih makanan itu kembali.
"Enggak"
"Sayang"Rengek Juna.
"Tadi Kamu bilang Ngga papa ngga makan"Omelnya lagi..
"Okei..Mulai sekarang aku janji ngga bakalan telat makan lagi" Ucap Juna sambil menunjukkan jarinya membentuk Peace.
Dengan Pandangan Sinis,Dara kembali memberikan makanan itu Kepada Juna."Masakanmu enak"Pujinya Sambil terus melahap Makanannya.
"Aku tahu kau sedang merayuku."Jawab Dara dengan wajah yang bersemu.
Tok..tok..tok....
Keduanya menoleh saat mendengar ketukanpintu dari luar."Masuk"Ucap Juna Datar sambil meneguk segelas air putih yang berada disebelahnya.
Langkah Luna hampir terhenti saat melihat Bahwa ada Dara diruangan itu."Ada apa?"Tanya Juna.
"Ummm,Anu tuan.Tadi saya cuman ingin bertanya,Apa anda ingin makan diluar?"Ucap Luna dengan kikuk.
"Saya sudah makan"Jawab Juna singkat.Mendengar itu Luna hanya bisa mengulum senyumnya Sambil berpamitan Untuk kembali keruangannya.
....
Dibalik Pintu Yang Besar itu,Terdapat seorang wanita yang sedang Menahan sesak di dadanya akibat Apa yang dilihatnya barusan.Saat itu,Dia Sudah mengikhlaskan Juna dan kembali menata hidupnya kedepan.Tapi apa.semakin Dirinya berusaha untuk melupakan Juna,Cinta itu semakin bertumbuh Dihatinya.
____________ ___
***Bersambung.....
Happy reading all π€β€οΈ..
Terimakasih untuk pembaca setia novel Author ππ.
'Saranghaeo***'
__ADS_1