Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 167_Selamat tinggal.


__ADS_3

" Huhhhhhhh" Juna meregangkan ototnya dengan mata terpejam sambil memasang sabuk pengamannya.Dia merasa sangat sangat lelah karena ini semua,pasalnya sudah lebih dari setengah hari lamanya mereka hanya mutar-mutar Disatu toko yang sama.


Sedangkan Dara,Dia tidak terlalu merasa kelelehan karena rasa bahagia dan semangatnya.


"Sayang aku tidak tahu kekuatan dari mana yang kau dapatkan,hingga kau tak merasa lelah sedikitpun" Juna melajukan mobilnya dengan pelan untuk kembali kerumahnya.


"Baby Kita yang menambah kekuatanku.Kau tahu kenapa?,Karena dia sangat bahagia Saat mendapatkan baju baru.."


Juna tertawa mendengan jawaban konyol dari Istrinya.dari mana jalannya seorang bayi yang belum lahir sudah mengetahui tentang baju baru,Itu sangat konyol bukan.


Dara ikut tertawa dengan riang.Kesedihannya tadi sudah tertinggal Dan digantikan dengan sebuah kebahagiaan yang tiada Tara.Dia sangat bahagia karena sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang menemani Hari-hari mereka nanti.


...........


"Yeayyyyyyy"Dia bersorak gembira,mendahului Juna yang sedang membawa beberapa paper bag ditangannya.


Saat sampai didalam kamar,Dara mulai mengeluarkan segala Pakaian Yang baru dibelinya tadi.Sedangkan Juna,Dia langsung melemparkan tubuhnya keranjang dan menatap wajah istrinya yang berbinar dengan bahagia.


"Sayang Ini sangat lucu bukan?"


"Huumm"Juna hanya menjawab dengan deheman karena terlalu fokus memandangi wajah istrinya.



__ADS_1




"Lihatlah, Warna-warnanya sangat indah.Ooohh,aku tidak bisa membayangkan bagaimana lucunya baby kita saat mengenakannya nanti" Dia terus mengoceh Hingga membuat Juna selalu mengulum senyumnya.


"Kau sangat menggemaskan?" Gumam Juna dengan pelan.


"Humm"Dara mengangkat kepalanya."Kau bilang apa tadi?"Dara merasa bahwa suaminya mengatakan sesuatu tadi,Tapi karena dirinya yang terlalu bahagia membuatnya Tidak terlalu mendengar jelas apa yang dikatakan suaminya barusan.


"Tidak, hanya saja kau sangat cerewet"Juna mulai beranjak dan menarik Istrinya untuk duduk dipangkunya.


Dara Tersenyum malu,dan menenggelamkan wajahnya tepat didada Suaminya."Terimakasih untuk hari ini sayang!"Dia berbisik dengan pelan.


_____________


Di suasana Sepinya malam,Kanaya mulai menyeret sebuah koper kecil untuk menuju bandara.Keputusannya sudah bulat untuk meninggalkan negara ini.Meninggalkan masalalunya,meninggalkan Juna dan meninggalkan segala Kenangan pahit dan Manisnya disini.


Hatinya mungkin tak terima dengan kenyataan yang mengkhianatinya,tapi saat Dirinya kembali Memikirkan tentang semua ini dia mengalah.Dia mengalah karena kesalahan ini ada padanya yang terlalu memikirkan nikmat dunia hingga melupakan larangan Dan statusnya.


Disaat yang bersamaan,Seorang pria tampan Nan gagah mulai berjalan kearah wanita itu berada.sorot matanya terlihat sangat dingin,yang mampu membuat orang lain Merasa ketakutan saat melihatnya."Apa kau yakin ingin meninggalkan negara tercintamu ini" Kanaya mengangkat kepalanya,menatap pemilih suara yang diyakininya adalah Varo.Dan benar saja jika pria yang menyapanya barusan adalah Varo.


' Sedang apa dia disini? ' pikir Naya didalam hati.


"Kedatanganku kemari bukan untuk membuntutimu.jadi jangan salah paham" Ujar Varo yang merasa tahu apa yang sedang dipikirkan Kanaya saat ini.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau kemari?"Kanaya bertanya dengan Kesal.


"Ini adalah hari terakhir kita bertemu.setidaknya aku ingin mengucapkan selamat tinggal sebelum jadwal keberangkatanmu tiba"


"Dari mana kau tahu aku akan pergi?"


Varo Tersenyum dan memutar matanya kearah lain."Keberadaanmu disini hanya akan menambah Luka yang telah tercipta Dihatimu Kanaya.Lalu apa lagi hal yang harus kau lakukan selain memilih untuk pergi?"


Kanaya terdiam dan mencerna semua perkataan Varo.Dia benar,karena alasan Kanaya meninggalkan negara ini adalah Untuk melupakan segala Cinta dan lukanya untuk pria yang bernama Juna.


"Hummm" Dia mengangguk-anggukkan kepalanya."Kau memang benar Varo."Dia tersenyum tipis Dan menunduk.


Disela-sela perbincangan mereka, Tiba-tiba terdengar suara Pengumuman Untuk jadwal penerbangan selanjutnya.


Dengan Canggung Kanaya berdiri dan menatap Varo yang juga menatapnya.dengan Waktu yang cukup lama,Dia hanya diam dengan raut yang sulit dimengerti.Hingga akhirnya dia mulai Tersenyum tipis dan berkata "Aku rasa ini adalah hari terakhir kita bertemu Varo.Jadi kumohon maafkan aku" Suaranya terdengar lirih tak bertenaga.tapi Varo bisa mendengar jelas apa yang dia katakan.


Varo menunduk tanpa berniat untuk menjawabnya."Kalau begitu aku permisi Varo" Dia Meraih kopernya.


"Selamat tinggal!"ucapnya dengan senyum canggung sebelum pergi dari hadapan Varo untuk selama-lamanya.


Varo mengangkat kepalanya, menatap punggung Kanaya yang sudah mulai menjauh darinya.Dia tersenyum hambar,Tanpa bisa berkata apa-apa.


"Maaf tuan,Sebentar lagi jadwal kita Akan tiba"Akbar Berucap pelan,dan itu cukup membuat Varo merasa terkejut.Pasalnya saat berbicara dengan Kanaya tadi,dia sempat melupakan bahwa ada Akbar dibelakangnya.


tanpa berucap apa-apa,Varo mulai berjalan meninggalkan Akbar yang merasa bingung dengan tingkahnya.

__ADS_1


__ADS_2