Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 112_Sebuah Lagu


__ADS_3

_Juna membawa Langkahnya dengan menuruni setiap anak tangga Untuk menyusul istrinya yang sudah menunggunya sedari tadi.Dia datang dengan sebuah gitar ditangannya.Jika Tadi Istrinya menanyikan sebuah lagu Untuknya,Maka sekarang Adalah waktu yang tepat untuk Mencurahkan segala Perasaannya melalui Lagu yang akan dinyanyikannya.


"Wuaaaahhhhhhhh" Mata Dara berbinar saat melihat Kedatangan Juna dengan Sebuah Gitar ditangannya.


"Uhum" Dia berdehem Sebelum mendudukkan dirinya disamping Istrinya.


"Kau ingin bernyanyi?"Tanya Dara yang diangguki oleh Juna.


Juna membawa pandangannya kearah Istrinya yang kini memandangnya dengan Kekaguman.Tangan Indahnya mulai memetik gitar itu.


"And For every song,there's a song we're not singing,for every step,there's a step we're not taking,so let me know of there's something i'm missing,Cause this is all I need.So say we'll be always,Always.Say it Will be you and me to the old days,Let ut be always, Always.Through the highs and the lows, we'll be always.we Will be always,Always, Always.


Say itu Will be you and me to the old days,we Will be always, Always, Through the highs and the lows, we'll be always.(Dan untuk setiap lagu,Ada lagu yang tak kita nyanyikan.Untuk setiap langkah,Ada langkah yang tak kita ambil.jadi beritahu aku jika ada sesuatu yang kulewatkan...


Jadi katakan kita akan selalu bersama,selamanya.Katakan kau dan aku sampai tua.Kita selalu bersama,selamanya.Saat senang dan susah,kita bersama selamanya.Kita akan selalu bersama selamanya.Katakan kau dan aku sampai masa tua.Kita akan selalu bersama selamanya.Saag senang dan susah,Kota bersama selamanya.)"* ~Always-Isak Danielson.


Mata Dara berkaca-kaca setiap mendengar Alunan merdu yang keluar dari bibir manisnya.Sesuatu yang indah namun menggetarkan hatinya.Bahkan Mulutnya terkunci rapat Dan tak bisa berkata apa-apa.


Arti lagu itu membuatnya merasa haru saat Juna mengharapkan Kebersamaan mereka sampai tua,bahkan saat senang dan susah.


Hingga Juna menyelesaikan Lagunya,Dara masih diam sambil menatapnya dengan keharuan."Say that we Will always Be together (Katakanlah bahwa Kita akan selalu bersama) " Juna memandangnya dengan perasaan Bercampur." We Will always Be together(Kita akan selalu bersama)" Ucapnya dengan haru.


Juna menarik senyumnya,Hatinya cukup tersentuh mendengarnya.Dengan Segala Masalah yang terjadi dalam rumah tangganya,Dara masih mau menghabiskan Hidupnya bersama dengannya."Aku mencintaimu" Juna membawanya kedalam dekapannya sambil mengelus rambutnya dengan hangat.


"Aku juga mencintaimu.Bahkan Tuhan tahu itu.Juna,Tidak ada yang lain selain dirimu.Hanya Kau,Kaulah Pendamping hidupku hingga Akhir Usiaku." Dara menumpahkan segala tangisnya dalam dekapan suaminya.


Saat itu Dara pernah berfikir.Mau dibawa kemanakah pernikahannya?,Mau dibawa kemanakah Cintanya?.*Dan inilah jawabannya.Seberapa besar keinginan mereka untuk berpisah,Takdirlah yang membuat mereka pulang Ketempatnya.

__ADS_1


Pernikahan mereka terlalu dipenuhi Drama,Namun itu semua hanya Garis cobaan yang telah ditentukan Untuk Menguji seberapa besar kekuatan serta Cinta yang mereka miliki.


Juna telah mengakui kesalahannya,dan mencoba untuk menerima waktu yang menggariskan pertemuan mereka serta perpisahannya dengannya.Bukan Hanya Wacana,Namun semua itu telah dibuktikannya dengan cinta yang dia punya*.


"Jangan pernah Bertanya kepadaku tentang seberapa besar Cintaku untukmu.Tapi tanyakanlah Seberapa besar Usahaku untuk membahagiakanmu" Juna berucap dengan Sungguh.Matanya dipenuhi kehangatan yang membuat Dara jatuh berkali-kali dalam cintanya.


Dara mengulum senyumnya.Kini tangannya Mulai meraih tangan suaminya dan menggenggamnya dengan erat." Susah dan senang,Kita tempuh bersama" Ucap Dara.


Mereka terus bermanja dengan alunan musik yang keluar Dari Mulut mereka masing-masing,Tak memperdulikan Waktu Yang terus berjalan,Tak memperdulikan orang lain yang mendengar.Tujuan Mereka hanya untuk bahagia.Bahagia Dengan cara mereka sendiri.


___________


_Dimalam yang sepi,Juga ditempat yang berbeda.Kelvin Dan Elma sama-sama mengingat Tentang Kencan mereka siang itu.Bahkan Disetiap Hari yang mereka lalui,Mereka selalu mengingat Momen Singkat yang mereka ciptakan bersama.


Awalnya Kencan itu dimulai Dengan adanya keterpaksaan,Namun saat merasakannya,Mereka berdua merasa kurang Dan ingin Yang lebih.


Kini mereka Sudah Seperti orang gila Yang menebar senyumnya pada kesunyian malam,Hanya karena satu hari yang bersejarah bagi mereka.dan Baik Elma maupun Kelvin,Ini adalah kali pertama bagi mereka Merasakan debaran jantung yang berbeda disaat bertemu dengan Orang asing yang bukan kesehariannya.


"Wah,Udah mulai gila Lo Vin" Kelvin menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan wajah Elma dari Pikirannya.


"Sadar Vin,Sadar....Lo ngga boleh jatuh cinta sama Rubah peyot itu"


Namun percuma,Mau sekeras apapun dia berusaha,Atau semanjur apapun mantra yang dibacanya.Wajah Elma masih Terpatri jelas dipikirannya.Bahkan Senyum itu semakin jelas sekarang.


Akhirnya Kelvin Memutuskan untuk mengguyur kepalanya dengan Air dingin Guna Menghilangkan bayang-bayang Elma Dari pikirannya.


Saat keluar Dari kamar mandi,Kelvin dikejutkan dengan Dering ponselnya yang berbunyi dengan nyaring memenuhi Kamarnya.Dengan Cepat Kelvin Langsung membawa langkahnya menuju ponselnya yang berada di atas nakas.

__ADS_1


Wajahnya menjadi serius setela melihat nama yang tertera Dilara ponselnya.Tanpa menunggu lama,Kelvin langsung mengangkatnya.


"Halo"Ucapnya Setelah Panggilan itu terhubung.


"............"


"Baiklah" Panggilan mereka pun berakhir.


Kelvin langsung meraih Kunci serta jaketnya yang terletak disofa kamarnya.Setelah itu dia langsung berlari kebawah Dimana Mobilnya berada.


Entah apa yang dibicarakannya Tadi,Tapi Yang penting ini Mengarah kesebuah Masalah yang Urgen.


Dengan Kecepatan tinggi,Kelvin membelai Jalanan Kota yang sedikit lenggang.ditengah -tengah Perjalanannya,Kelvin memasang Sebuah Aerphon ditelinganya untuk tetap Menjaga kepokusaannya dijalan Saat tengah menelfon Seseorang.


Nomor yang Ditujunya kali ini adalah Nomor Juna.Awalnya Kelvin sempat ragu untuk menelfonnya,Mengingat Bahwa Kini sudah memasuki Jam setengah 12 malam.Dan Setelah memikirkannya beberapa kali, Akhirnya Kelvin mulai menelfonnya.


"Halo Juna" Ucapnya Setelah Panggilan itu terhubung.Tidak banyak Yang mereka bicarakan.Yang pasti mendengar suara Juna membuat Kelvin tahu bahwa dirinya telah menganggu waktu Istirahat Juna."Oke".Panggilan mereka pun terputus setelah bertukar beberapa kata.


Setelah itu,Kelvin Kembali memfokuskan dirinya kejalanan yang Tidak begitu ramai.Ada beberapa mobil yang berpapasan dengannya,Dan Mungkin saja itu adalah Mobil milik Orang yang bekerja hingga Larut malam ini.


"Nasibmulah yang selalu berada ditengah-tengah mereka" Gumam Kelvin sambil tertawa kecil.


____________ ___


***Bersambung....


Happy reading all πŸ€—β€οΈ

__ADS_1


Terimakasih untuk pembaca setia novel Author πŸ™πŸ™


'Saranghaeo***'


__ADS_2