Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 140_ Dia masih hidup 2


__ADS_3

_Juna berjalan dengan gontai,Menyusuri setiap jalanan yang tadi dilewatinya dengan gelap mata.Dia kembali ketempat dimana mobilnya berada dan Melihat Ponselnya yang sudah terjatuh dibawah.Leo sedikit berjongkok untuk meraihnya,Ditatapnya ponsel Itu dan mulai memasukkannya kesaku jasnya.


Leo mengendarai mobilnya dengan pelan.Hati dan pikirannya sangat kacau saat ini.Dia tak tau lagi harus berbuat Apa,Pikirannya terasa buntu dan tak tahu harus kemana.


Satu jam kemudian,Mobilnya Mulai terparkir dengan pelan diarea Kantor.Juna menutup matanya dengan rapat dan menatik nafas dengan panjang.


Setelah dirinya mulai tenang, Barulah Juna Mulai turun dan berjalan keruangannya.


Saat Ingin memasuki Lift, Tiba-tiba saja Juna dikejutkan oleh kedatangan Kelvin yang secara tiba-tiba.


"Kenapa kau lama sekali" Omel Kelvin.Tapi saat melihat wajah Juna yang pucat serta Keringat yang memenuhi Wajahnya membuat Kelvin terdiam bingung didepannya.


"Apa yang terjadi Juna,Kau sakit" Tanya Kelvin yang sudah mulai khawatir.


Juna menggeleng pelan,Dan menoleh kearah Kelvin.dia menutup kedua matanya dengan rapat,Mencoba untuk mengingat Sesuatu yang dilihatnya tadi."Ka..Kanaya" Lirihnya pelan,tapi Kelvin masih mendengarnya.


"Naya masih hidup Vin"


Tap...


Kelvin terdiam Memaku ditempatnya.Apa yang diucapkan Juna barusan cukup membuatnya merasa terkejut dan tak percaya.Naya masih hidup?,Itu sangat mustahil bukan.Karena selama Lebih dari satu tahun dia dua sudah menghilang,Dan kini Juna kembali dan mwngatakan bahwa dia masih hidup.


"Juna jangan gila.Naya sudah Tiada,Kau sendiri kan yang menyaksikan itu" Ucap Kelvin yang membantah tentang Pendapat Juna.


"Tidak vin,Aku yakin jika wanita yang kulihat tadi benar-benar Naya,Aku tidak salah lihat.Dan.." Juna menjedanya dan mencoba mengingat kejadian ."Kau ingat saat itu aku pernah mengatakan bahwa Naya menelfonku.Aku tidak menghayal Vin,itu benar-benar Naya Dan memang benar jika Naya masih hidup."


Kelvin menggeleng dan Menarik Juna untuk Masuk kedalam ruangannya.


BUG....


Juna tersungkur Kelantai akibat Pukulan Kelvin.Dia menyeka Sudut bibirnya dan menatap Kelvin dengan tajam.

__ADS_1


"Apa kau sudah gila" Ucap Juna yang sudah Berkobar api amarah.


"Kau yang gila" Bentak Kelvin dengan lantang.


"Aku sudah bilang bahwa Naya sudah tiada.Jadi jangan terus mengungkitnya dan ingatlah istrimu juna.aku tidak habis pikir dengan jalan pikiranmu itu,Kau sudah memiliki istri Tapi kau masih memikirkan Wanita lain Tan___"


BUG...


Juna membalas tinjunya Tepat diwajahnya.Dia merasa sangat marah dan emosi karena telah berani Membawa-bawa Dara kedalam masalahnya."Kenapa kai marah?,Bukankah apa yang kukatakan tadi Memanglah benar.Jika kau terus-terusan memikirkan tentang Naya,Itu berarti kau tidak benar-benar mencintai Da____"


BUG...


Sudut bibirnya kembali berdarah akibat tinjuan yang lebih Kuat dari Juna.


Kelvin menatapnya dengan sorot yang tak dimengerti,sedangkan Juna,Dia sudah seperti orang kesurupan karena amarah.


' Melihat Kemarahanmu yang sangat mudah membuncah membuatku tahu bahwa kau memang sangat mencintai Dara Juna,Hanya Saja Kau belum bisa menentukan Pilihanmu antara masalalu dan masa kini yang sudah kau jalani.Kau hanya menganggap semua itu sepele dan tak Langsung memutuskannya Dimanakah cintamu berlabu.San lihatlah sekarang,Kau masih merasa bingung dengan yang terjadi dihidupmu sendiri '


Dia berjalan untuk berhadapan langsung dengan Juna."Ini masalahmu,Dan kau sendirilah yang harus Menyelesaikannya.Jika Naya memang masih hidup,Maka lupakanlah dia dan ingat istrimu yang kini berada disisimu.Aku tidak ingin kebodohanmu itu menghancurkan Dara sekaligus masa depanmu Juna" Kelvin menepuk bahunya dengan pelan,Dan mulai berlalu meninggalkan Juna seorang diri.


Juna terdiam ditempatnya.Apa yang dikatakan kelvin barusan sangat menyentuh hatinya.Dara?,Dia memang sangat mencintai Dara.Tapi kenapa kemunculan Naya membuatnya merasa tidak tenang.


Tak lama kemudian,suara ketukan Pintu membuyarkan lamunannya.juna Berseru untuk mempersilahkannya masuk dan mulai berjalan untuk duduk."Permisi tuan" Luna membungkuk dan menatap Juna dengan Lekat.


Dia sangat terkejut melihat Sudut bibir bosnya yang Berdarah.Kemudian dia menarik ingatannya ketitik pertemuannya dengan Kelvin sebelum kesini tadi.Saat itu dia juga melihat bahwa sudut bibirnya juga berdarah.Apa tuan Kelvin dan Tuan Juna bertengkar?,Batinnya dalam hati.


"apa kau kesini hanya untuk menunjukkan wajahmu itu?"Tanya Juna dengan suara yang meninggi.


"Ah,maaf tuan" Dengan refleks Luna langsung memberikan Berkas itu kehadapan Juna.


Juna menatapnya dengan tajam sebelum mendatangani surat yang dimaksud Kelvin tadi.setelah menandatanganinya Juna kembali menyerahkan berkas itu kepada Luna."Saya permisi tuan" Luna membungkuk dan berbalik.

__ADS_1


"Tunggu" Suara Juna menghentikan langkahnya.Dengan cepat Luna berbalik dan menunggu Perintah dari bosnya itu.


"Belikan aku ponsel yang baru,yang sama Dengan model dan warnanya.Setelah itu salin segala Nomor ponsel yang ada didalamnya kehandphone itu.Dan satu Lagi,Jangan lamban dan saya tunggu 3 jam dari sekarang" jelas Juna sambil menyerahkan ponselnya kepada Luna.


Luna mengangguk Dan mulai menerima ponsel itu.


__________


Malam harinya.


Tepat pukul 8 malam,mobil Juna baru masuk kehalaman mansionnya.Dia berjalan dengan gontai,Menatap rumahnya yang masih diterangi oleh Lampu.Dia tahu bahwa Dara masih belum tidur sekarang.


"Sayang kau sudah pul____" Dara sudah lebih dulu membuka pintu sebelum Juna membukanya.dia terdiam saat melihat Raut wajah Juna serta Luka lebam Dibibir nya.


"Sayang" Juna mendekat dan langsung memeluknya dengan erat.Hatinya tidak tenang,Dan dia berharap bahwa Pelukan ini bisa menenangkannya nanti.


"Juna,Ada apa humm" Dara membalas pelukannya.Dia mengusap bahu suaminya dengan lembut,Tapi Tak dipungkiri bahwa dia juga menyimpan banyak pertanyaan dibenak nya.


"Sayang" Dara memanggilnya lagi.Juna menggeleng dan tetap memeluknya."Aku hanya Merindukanmu dan ingin memelukmu saja" Jawab Juna Asal.dia tidak ingin Dara tahu tentang Naya Yang baru saja dilihatnya tadi.


Dara diam,Tapi dia masih tidak puas dengan jawaban Juna."Kita masuk ya" Ajak Dara Dan melepas pelukannya.


Dia menatap wajah lelah Juna Yang sangat tampan.Tangannya terangkat untuk mengusap wajah itu dengan pelan


"Aku bahkan sangat merindukanmu Juna"


Juna tersenyum dan membalas tatapan istrinya.hatinya sudah mulai tenang sekarang,dia tak lagi tenggelam dalam Nama Kanaya dihatinya.


Dara mwnggandeng tangan suaminya untuk masuk kedalam.Sesekali dia melirik Juna Yang juga ikut menatapnya.Dia tahu Bahwa Juna sedang ada masalah sekarang,tapi Juna Malah berusaha untuk menyembunyikannya Darinya.


____________

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2