Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 154_ Terimakasih


__ADS_3

" Bagaimana Rasanya Juna,Apa kau sangat senang?" Tanya Dara untuk yang kedua kalinya.


" Ya...." Juna Mengangguk kan kepalanya."Aku sangat senang Sehingga aku merasa kesal Saat melihat Wajahmu"


" Kau....!" Dara semakin kesal karena mendengar jawaban Juna yang sangat Membuatnya marah.


"Kenapa?,Kau ingin marah?" Juna bertanya dengan Nada yang mengejek.


"Ya..Bahkan aku ingin menghancurkan wajah tampanmu itu" Dara memutar matanya dengan malas,dan mencerutkan bibirnya dengan gemas.


"Kau tidak akan bisa melakukannya." Imbuh Juna dengan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak?.Aku bisa menghancurkan wajahmu itu dengan seluruh kekuatan yang kupunya!"


Juna terkekeh geli dan tak tahu harus berkata apa.


" Kenapa kau tertawa?,Apa kau pikir aku bercanda! " Dara menatap kesal kearahnya.Juna selalu seperti itu,Dia selalu mengejeknya dan membuat Dara merasa kesal setengah mati.


Tanpa Mengucapkan apa-apa,Juna berjalan kearah kamar mandi dan kembali setelah beberapa menit berada disana." Mandilah,Aku sudah menyiapkan air hangat" Juna menurunkannya dan mengejup pipinya Dengan singkat.


" Lalu kau?"


Juna menoleh,menatapnya dengan pandangan Yang genit."apa kau berharap ....."Juna menggantungnya.


"Tidak..tidak.kau disini saja,tunggu aku selesai mandi"Dara langsung bergegas untuk masuk sebelum Juna melanjutkan kata-katanya.


Setelah Selesai membersihkan tubuhnya,Dara keluar dan mendapati kekosongan dan keheningan dikamarnya.


"Juna...."Panggilnya pelan.


"kemana dia?"Gumamnya sambil berjalan Keluar.Dia berfikir bahwa mungkin saja Juna sedang dibawah,tapi saat melewati ruang kerjanya,dara melihat bahwa pintu itu tak tertutup dengan Rapat.


Dia langsung beralih kesana saat berfikir bahwa Juna sedang berada disana sekarang."Juna kau didalam?"

__ADS_1


Kefokusan Juna teralih saat mendengar suara lembut istrinya dari luar."Masuklah"Ucapnya singkat sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Dari pagi hingga malam kau bekerja,lalu kapan kau memiliki waktu untukku?" Gerutu dara sambil berjalan kearah suaminya.


"Siapa yang bekerja dari pagi hingga malam.bukannya Tadi siang kau menemaniku kerestoran?,Itu tidak bekerja bukan?"


"Itu salahmu karena kau lebih memilih untuk menemuinya dari pada mengerjakan pekerjaanmu" jawab dara tak mau kalah.


Juna menghela nafas panjang."Okeii..Kau yang benar"Akhirnya Juna lebih memilih untuk mengalah Dari pada harus memperpanjang masalah sepele yang akan berkunjung pertengkaran nantinya.


" Humm,memang aku yang harus menang!"


Juna kembali mendongak,menatapnya dengan kesal juga cinta."Lalu apa Yang kau inginkan sekarang Nyonya Juna?" Juna menariknya untuk duduk di pangkuannya.


"Aku ingin kau berhenti bekerja Dan menemaniku Nonton Tv" Juna tertawa menatap kepolosan istrinya."Hanya Itu saja?" Dara mengangguk karena yang diinginkannya malam ini hanya itu


Saat itu juga,Sebuah Bel bunyi mulai Terpencet kiat hingga beberapa kali."Siapa ?"Dara bertanya dengan heran.


"Rivalki" Gumam Dara sambil melongo menatapi kepergian Juna dari hadapannya.


Karena penasaran,Akhirnya Dara ikut berjalan membuntuti suaminya dari belakang.Didalam Hati,dia sudah menggerutu hebat sambil melontarkan beberapa sumpah Untuk rival yang dimaksud Juna tadi.Dia bisa menebak jika Rival yang dimaksud Juna itu adalah Naya.


Juna Tersenyum saat mendengar cibiran istrinya yang sangat terlihat kesal .Perlahan Dia mulai membuka pintu yang menampakkan seorang kurir pengantar makanan dengan beberapa tentengan plastik ditangannya.


Dara terdiam saat Melihat bahwa yang datang adalah kurir pengantar makanan dan bukannya Kanaya.


"Ambil saja kembaliannya!" Ujar Juna sambil menerima bingkisan itu.


"Terimakasih tuan" Kurir itu membungkuk hormat Sebelum kembali pergi untuk menuntaskan pekerjaannya.


"Hanya pengantar kurir?.Lalu kenapa Kau bilang dia rivalku?" Dara bertanya dengan heran Saat Juna berbalik untuk menatapnya.


"Siapkanlah" Juna menyerahkan bingkisan itu,Dan dengan patuh Dara menerimanya."Aku ingin mandi.Dan jika kau lapar,makanlah lebih dulu" Ucap Juna yang langsung berlalu Dari hadapan Juna.

__ADS_1


20 Menit kemudian


Juna datang dengan membawa dua gelas air putih ditangannya.Saat ini Dara sudah duduk dimeja makan sambil tersenyum bahagia kearahnya."Jangan bertanya kenapa aku tidak makan,Karena aku ingin menunggumu" Ujar Dara yang melihat bahwa Juna ingin mengatakan sesuatu.


Juna menggeleng menatap istrinya dengan gemas lalu duduk disebrang istrinya."Kenapa kau memesan makanan.Kan aku bisa masak jika kau lapar!"


"tidak ada waktu untuk memasak sayang!" Jawab Juna dengan lembut.


"Makanlah yang banyak,karena setelah ini aku yang akan Memakanmu" Juna tersenyum dan menatapnya dengan genit.


Bibir dara mencerut gemas," Kau Sangat Mesum" Jawabnya sambil melahap makanannya.


Mereka makan dengan hening,Dan hanya suara panduan sendok dan garpu lah yang terdengar hingga Satu kalimat kembali terlintas Dibenak Dara.


"Oh ya,Apa yang kau bicarakan dengan Naya tadi?" Dara bertanya disela-sela kegiatannya.


"Tidak banyak" Jawab Juna singkat tanpa menoleh.


" Semalam saat dicafe kau sangat lama Juna,Tidak mungkin kau hanya mengatakan 'Tidak banyak' " Gerutu Dara dengan kesal.


Juna berhenti mengunyah dan menoleh untuk menatap istrinya." Aku mengatakan Jika Dia harus melupakanku karena aku sangat mencintai istriku sekarang.Lalu aku Juga mengatakan untuk berhenti mengejarku karena aku tidak ingin dia terlalu hanyut Dalam Luka Nantinya,Apa kau puas Nyonya Juna?" Juna menghela nafas dengan berat.


Sedangkan Dara,Dia hanya tersenyum dan mengangguk.


Mereka kembali diam,Dan kembali melanjutkan sesi makan malam mereka.


"Uhum..." Dara Berdehem dan kembali menatap suaminya.


"Terimakasih karena telah memilihku Juna"


Ucapannya tadi sangat mengundang Perhatian Juna,hingga Juna menoleh Dan langsung menatapnya dengan intens."Untuk apa kau berterimakasih?.Apa yang kulakukan ini bukanlah Suatu pengorbanan hingga Aku harus membutuhkan ucapan terimakasih Darimu"


" Kenapa?,Apa itu tidak boleh."Dara kembali merasa sangat kesal."Aku hanya Ingin berterimakasih karena kau tetap memilihku dan tetap berada disisiku untuk saat ini dan selamanya Juna.Bukan untuk yang lain.

__ADS_1


__ADS_2