Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Kekhawatiranmu


__ADS_3

"Maafkan aku sayang" ucap Juna sambil mengecup kening istrinya berulang ulang kali


Dara menangis sejadi jadinya di pelukan suaminya,dia meluapkan segala kekhawatirannya itu dengan menangis dipelukan suaminya.


Saat Dara mulai tenang Juna memberanikan diri untuk untuk membawa pandangan istrinya ke wajahnya.


Saat pandangan mereka bertemu, Dara menyadari wajah lebam suaminya,Dan langsung reflek memegang wajah Sang suami


"Ju_juna W__wajahmu" ucap Dara gagap.


Bukannya malah berhenti Dara malah semakin memperkeras Volume tangisannya.Dia langsung menghambur kepelukan suaminya itu lagi.


"Kau kenapa Juna,Kenapa wajahmu seperti itu,Hiks..hiks..hiksss" ucap dara Disela sela isaknya.


"Tidak apa-apa sayang,aku baik baik saja" ucap Juna mencoba menenangkan istrinya.


"Apa kau bertengkar,kenapa Juna,kenapa kau bertengkar"Ucap Dara yang menatap intens wajah


"......." tidak ada jawaban dari Juna,dia bingung harus mengatakan apa pada istrinya.


"Kau bodoh Juna,apa kau keluar rumah hanya untuk mencari sakit mu sendiri ha,bagaimana jika terjadi sesuatu padamu,bagaimana jika kau tidak akan kembali lagi kerumah" omel dara masih tetap dalam posisi tangisnya.


"maafkan aku" ucap Juna lirih.


Dara langsung menghentikan tangisnya dan memfokuskan dirinya pada luka lebam suaminya.Dia menyentuh pelan wajah penuh luka itu.


"Apa ini sakit?" tanya Dara Dengan suara seraknya.


"Hu'um" jawab Juna memelas


"Tunggu disini ya,aku akan mengobatinya" ucap dara yang langsung bangkit Dari duduknya.


Juna hanya terdiam melihat kepergian sang istri,Dia menatap istrinya dengan Hati yang menghangat.


Jika saat itu dia bertengkar dan merasakan sakitnya sendiri.Maka sekarang saat dia bertengkar akan ada istrinya yang membantunya untuk mengobati luka pada dirinya.


"Kenapa bengong" tanya Dara yang baru saja datang dengan Kotak P3K,dan air hangat di tangannya.


"Aku tidak apa-apa, percayalah" ucap Juna meyakinkan sang istri.


"Diamlah" ucap Dara meraih wajah suaminya itu.


Perlahan Dara mulai mengobati satu persatu luka diwajah suaminya itu.


"Auuuu" pekik Juna saat Dara menyentuh bibirnya.


"Pelan pelan sayang" ucap Juna sambil menahan rasa perih dibibirnya.


"Ini sudah pelan pelan kok,kamu aja yang lebay" omel Dara menatap tajam sang suami.


"Kok lebay sih,Emang sakit Kok" ucap Juna membela diri.


"Tadi kamu kemana waktu bertengkar ha,Tadi kamu tidak mengeluh sakit waktu bertengkar,sekarang Baru tahu rasanya kan" omel Dara.


"Kamu kok marah marah sih,aku lagi sakit Lo" Sambung Juna lagi.


"Biarin,Lagian apa kamu tidak malu,udah punya istri masih aja bertengkar seperti anak anak" cibir Dara yang merasa kesal.

__ADS_1


"Kan aku yang sudah punya istri,dia belum" jawab Juna tanpa dosa.


pok....


"Auuuuu," pekik Juna


"Sakit Ra" ucap Juna sambil mengelus bahunya akibat pukulan dari Dara tadi.


"Dengan siapa kamu bertengkar" tanya Dara antusias.


"Preman jalanan" Ucap Juna enteng.


"Kok bisa?" tanya dara lagi.


"Tadi waktu aku jalan pulang,Ada gadis cantik yang dihadang oleh Preman preman itu,jadi aku tolongin deh" Bohong Juna.


"Oooo jadi karena dia cantik,makanya kamu rela babak belur begini" ucap dara sambil tersenyum sinis.


"Iya,tapi masih cantikan kamu kok" ucap Juna cengengesan.


"Dasar jelalatan" ucap Dara yang masih perhatian mengobati luka suaminya itu.


"Sudah" ucap dara menyudahi kegiatannya itu.Dia menatap wajah suaminya itu dengan kasih,Kekhawatirannya tadi kini telah tergantikan oleh kedamaian ketika suaminya telah tiba dirumah.


"Mandilah,Kau juga perlu istirahat" ucap Dara sambil mengusap lembut wajah Juna.


"Hu'um,tidurlah lebih Dulu,maafkan aku" ucap Juna sambil memeluk istrinya.


"Ayo" ajak Juna,


Disebrang sana....


Pria tampan itu masih saja tetap dalam posisi yang tadi,Entah apa yang dia pikirkan saat ini,namun waktu yang terus berjalan tak membangkitkan nya untuk pulang.


"Auuuuu..ahhhhh" Desah Varo sambil memegang ujung bibirnya.


Sama seperti Juna,wajahnyapun dilumuri oleh luka lebam,Dari perkelahian mereka tidak ada yang menang ataupun kalah,keduanya sama sama kuat dalam bertarung.


"Brengsek" gumamnya sambil menyeka Darah yang mengalir di jidatnya.


"Kita lihat nanti,siapa yang akan menang.mau aku yang Tiada lebih dulu ataupun kau,aku akan tetap meneruskan semua ini" ucapnya dan langsung bangkit dari duduknya untuk menuju mobilnya.


Varo berjalan sempoyongan karena tenaganya yang terkuras habis akibat perkelahian tadi.


Varo melajukan mobilnya dengan tenang,karena dia takut kondisinya yang tidak baik-baik saja akan membuatnya semakin fatal.


"Kenapa aku masih saja belum bisa mengatakan semuanya" gumamnya sambil melihat jalanan yang sudah mulai sepi itu.


"Sampai kapan aku akan tahan memendam semua ini" sambungnya lagi.


Varo berfikir,apa salahnya hingga dunia ini begitu kejam padanya,Orang tuanya,putranya pergi meninggalkannya karena pria itu.


"Arion Leonidas,Arjuna Louis Leonidas,aku bersumpah akan membuat hidup dan mati kalian menderita" ucapnya dengan lantang.


Rasa sakit yang dirasakannya tadi telah hilang begitu saja digantikan oleh luka Batin yang ditorehkan keluarga mereka padanya.


Tak lama kemudian Varo sampai kekediamannya.Dia langsung turun untuk masuk kerumahnya.

__ADS_1


Ceklek...


pintu rumah terbuka menampakkan kesunyian yang tiada terkira.Kapankah ada orang yang akan mengisi luasnya rumah ini?,kapankah ada orang yang menunggunya untuk pulang?,kapankah ada orang yang akan menyambut nya saat pulang?


Hingga sekarang semua pertanyaan pertanyaan itu belum juga ada jawabannya,Saat dia ingin menanyakan itu pasti akan dijawab oleh pertanyaan lain lagi oleh orang lain.


Menikah,bukannya dia tidak ingin menikah,namun melihat dunia yang luas saat ini,tidak ada wanita yang tulus kepada pria dan hanya akan tulus dengan hartanya saja.


Dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita Namun semua kebusukan wanita itu membuatnya muak dengan seorang wanita.


Ceklek.....


Varo membuka pintu kamarnya,gelap itu yang dia tangkap untuk pertama kali.


Setelah menghidupkan lampu,dia bergegas untuk membersihkan diri,dan langsung istirahat.


Varo tidak perduli dengan luka diwajahnya itu,Luka itu hanya hal kecil baginya,Dia sering berkelahi dengan orang jadi dia tidak perlu kaget lagi dengan luka lebam diwajahnya itu.


......(.......)


Keesokan paginya....


Dimansion Juna..


Juna yang baru bangun dari tidurnya langsung bergegas untuk membersihkan diri.pagi ini dia bangun sedikit terlambat karena tadi malam tubuhnya terasa sangat lelah.


Dara yang baru selesai masak langsung naik keatas untuk membereskan kamarnya.


Saat dia masuk ke kamar,dia tak menemukan keberadaan Juna diranjang,dia berjalan mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya pelan.


"Sayang,kau didalam"tanya dara.


"Iya" jawab Juna.


Dara langsung membereskan kamarnya hingga Tersusun rapi.


Didalam kamar mandi Juna yang merasakan perih disekujur tubuhnya pun tidak bisa melakukan apa apa.akhirnya dia memutuskan untuk meminta sang istri untuk membantu nya.


"Sayang" panggil Juna dari dalam kamar mandi...


.


.


.


❤️ Cinta yang sebenarnya ❤️


.


BERSAMBUNG


Terimakasih aku ucapkan untuk para pembaca yang mau mampir ke karya baru aku❤️😍👍🥰😄🥰😄🥰🥰


Jangan lupa like 👍 komen,dan vote seikhlasnya ya cinta ❤️❤️❤️❤️😄😄🙏🙏🙏


LOVE YOU DEHHHH❤️🖤❤️🖤❤️🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2