
_Sebelum Fajar tiba,Dara mulai mengerjapkan matanya guna menyesuiakan Cahaya yang menerangi kamarnya.Dia Menoleh kesamping dan tidak mendapati Juna disitu.Dengan Refleks, Dara langsung bangkit Dan Memutar matanya keseluruh penjuru kamarnya.
"Juna.."Panggilnya.
"Juna..." Panggilnya lagi.Namun tetap sama,Tidak ada sahutan sedikitpun dari suaminya.Akhirnya Dara memutuskan untuk turun dan mencari keberadaan suaminya dibawah.
Hatinya Mulai Gusar Karena tak kunjung menemukan suaminya." Juna..."Panggilnya lagi.Dia terus Menjelajahi rumahnya demi menemukan suaminya.Tapi Nihil,Tak Ada sedikitpun tanda-tanda keberadaan Suaminya Dirumah.
Kemudian Dara kembali berjalan untuk masuk kedalam kamarnya.Dia meraih ponselnya Untuk menghubungi Suaminya"Juna angkat telfonnya" Dara mulai tidak tenang saat Juna Yang tak kunjung mengangkatnya.
Ponselnya Terhubung,Tapi Sampai pada panggilan ketiga Juna tak kunjung mengangkatnya.Diliriknya Jam dinding yang terpasang didalam kamarnya.Sebuah Jam Yang telah menunjukkan Keangka Setengah lima pagi."Kemana perginya Juna." Kini dirinya mulai mondar-mandir sembari menggigit ibu jarinya.
setengah jam berlalu,Tapi tidak ada sedikitpun tanda-tanda kepulangan suaminya ataupun Panggilan Darinya.Akhirnya Dara memutuskan untuk kembali mencoba menghubungi Nomor Juna.
Tetap sama,Juna juga tidak mengangkatnya.Hingga pada panggilan Kelima,Panggilan itu mulai terhubung." Halo Sayang" Dara merasa lega karena akhirnya Juna mengangkat telfonnya.
"Halo ra " Wajah Dara berubah pias Setelah mendengar Suara Orang lain yang Kini berbicara dengannya.
"Ini aku Ra,Kelvin" Ucapnya Kelvin disebrang sana.
"Dimana Juna Vin?.Kenapa Bisa Ponselnya berada ditanganmu?" Perasaan Dara mulai tidak enak,Apalagi Mendengar nada bicara Kelvin yang tidak seperti biasanya.
"Emmmmm,Juna...." Ucapnya menggantung.Dan itu Cukup membuat Dara semakin gusar.
"Kenapa berhenti Vin?.Dimana Juna sekarang?" Kini suaranya semakin meninggi,Dan itu cukup membuat Kelvin merasa kewalahan menghadapinya.
"Juna Ada dirumah sakit sekarang" Kelvin berkata dengan pelan,Bahkan nyaris tak terdengar.
Deg!!!
"APA..." ponsel yang berada ditangannya kini Jatuh begitu saja kelantai.
Dara masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.Bahkan dia mengabaikan Kelvin yang terus memanggilnya karena Panggilan itu masih terhubung tadi.
__ADS_1
' Rumah sakit?.kenapa Juna bisa berada dirumah sakit?.Memangnya apa yang terjadi dengan Nya? ' hanya itu yang dipertanyakan ya dalam hatinya.
"Juna....."Air matanya menetes dengan deras.Tapi sedetik kemudian,Dara sadar bahwa saat ini bukan saatnya untuk bersedih.
dengan cepat Dia langsung meraih ponselnya dan berlari keluar rumah,Tanpa memperdulikan langit yang masih gelap ataupun Kesunyian yang menemaninya.
Dipagi yang sepi,Dia berdiri dipinggir jalan Guna mencari taksi untuk mengantarnya menemui suaminya.Untunglah Nasib baik masih menemaninya,Baru saja dia berdiri kini sudah ada taksi yang Melewatinya.
"Kerumah sakit Xxx pak" Dara Bergegas memasuki Taksi itu.Dan dengan cepat,Taksi itu mulai melaju kealamat yang disebut dara tadi.
....@....
_Di rumah sakit.
Juna baru saja Diperiksa oleh dokter yang menanganinya."Untunglah Lukanya tidak terlalu dalam,Jadi kita Tidak perlu Melakukan Tindakan yang serius." Dokter itu berbicara Dengan tenang.
Walau Tidak terlalu Dalam,Rasa sakit Itu masih terasa dalam dirinya.Ditambah lagi dengan beberapa memar yang memenuhi Wajahnya." Apa Dia harus dirawat dok?" tanya Kelvin.
"Lukanya tidak terlalu Fatal,Jadi Tuan Juna bisa pulang hari ini juga" Jawab sang dokter yang diangguki oleh mereka.
"Untung Varo datang tepat pada waktunya.Jika tidak,Aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi denganmu" Kelvin mulai mendudukkan dirinya Disofa yang terdapat diruangan itu.
Juna mengulum senyumnya,ada Benar juga dengan apa yang dikatakan kelvin barusan."Wahhh,Dia menjadi pahlawanku sekarang" Juna berkata sambil tertawa kecil.
Namun sedetik kemudian,Wajahnya kembali serius saat mengingat Istrinya."Vin,dimana ponselku?"Tanya Juna.
"Mungkin saja Istrimu Sudah berada dijalan sekarang" alis Juna mengkerut setelah mendengar perkataan Kelvin barusan."Maksudmu?"Tangannya.
"Dara tahu kalau aku ada dirumah sakit" Juna cukup terkejut saat Otaknya mulai Mencerna dengan baik apa arti dari perkataan Kelvin tadi.
"Dia terus saja menelfonmu.Jadi dengan terpaksa aku mengangkatnya dan memberitahu apa yang terjadi denganmu sebenarnya" Jawab Kelvin yang mampu membuat Juna putus asa.
"Kenapa kau memberitahunya,Dasar payah"
__ADS_1
"Hey bung.Tanpa Kuberi tahupun,Istrimu pasti akan tahu dengan kejadian yang menimpamu itu.Apa Kau berencana untuk tidak pulang,karena seluruh Memar yang tercetak diwajahmu itu?" Kelvin mulai merasa kesal dengan Perkataan Juna yang termasuk kedalam hal memarahinya.
Mendengar hal itu membuat Juna bungkam seribu bahasa dan memilih untuk menundukkan kepalanya.
Ceklek....
Keduanya menoleh saat mendengar handle Pintu kamarnya yang terbuka.Juna cukup terkejut saat melihat Istrinya yang kini sudah berdiri didepan pintu sambil memandangnya Dengan nanar."Dara" Gumamnya pelan.
Melihat kondisi suaminya,membuat Dara semakin merasa Khawatir dan cemas.kemudian dara berlari dan langsung memeluk suaminya dengan erat.
Ini bukan pertama kalinya dia merasa takut.juga bukan pertama kalinya dia merasa khawatir.juna selalu seperti itu,Dia selalu berjanji untuk tetap baik-baik saja.Tapi apa sekarang,Dia Malah Berada dirumah sakit dengan memar yang memenuhi wajah tampannya itu.
Sedangkan Kelvin yang melihat kedatangan Dara hanya bisa memilih pergi dan membiarkan mereka mengurus masalah mereka sendiri.
"Apa yang terjadi Juna?Kenapa kau bisa seperti ini?" Dara Menumpahkan segala tangisnya dipelukan suaminya.
Tapi Juna hanya diam Dan hanya bisa mengulum senyumnya.Disatu sisi dia sangat bahagia karena Melihat istrinya yang sangat mengkhawatirkannya,Tapi disisi lain,Dia merasa bersalah karena telah membuat istrinya menangis.
"aku baik-baik saja sayang.Jangan khawatir" Juna mulai menenangkan istrinya dengan cara membelai rambutnya dengan lembut.
"Kau Bertengkar lagi?.dengan siapa?"Tanya Dara Yang berniat untuk mengomeli suaminya."Sudahlah,Yang penting aku baik-baik saja" Jawab Juna sambil tersenyum manis kearahnya.
"Jangan tersenyum padaku.Aku tidak akan termakan oleh rayuan gombalmu lagi" Dara mencoba untuk menghentikan tangisnya serta mengelap sisa air mata yang masih memenuhi pipinya.
Melihat Memar serta perban yang berada Dilengan Juna,Cukup membuat Dara tahu bahwa suaminya baru saja bertengkar besar Yang entah dengan siapa."Apa itu sakit sayang" Tanya Dara Sambil menunjuk kearah lengan Kiri Juna.
Juna mengangguk dan kembali membawa istrinya kedalam pelukannya."Aku baik-baik saja, Berhentilah menangis.Kau tahu bukan,Bahwa aku sangat benci saat melihatmu menangis" Juna membantunya menghapus air mata yang masih membasahi pipinya.
_____________. _
***Bersambung....
happy reading all 🤗 ❤️....
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk mampir kekarya baru author,yang judulnya" Duka cinta"...
Ditunggu kunjungannya CIta💜❤️***