
_Hening......
Itulah yang mereka Rasakan.Lebih tepatnya Luna,Karena Juna hanya sibuk dengan Proposal yang kini berada di tangannya.
Setelah Menyetujui isi proposal itu,Juna langsung menandatanganinya dan memberikannya kepada Luna.
"Katakan pada Kelvin,Bahwa Aku Tidak masuk kantor hari ini" Jelas Juna singkat, Tepat dan padat.Luna mengangguk paham atas penjelasan Dari Juna.
"Saya permisi tuan" Pamitnya sambil membungkuk hormat.Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan Juna.
...
Setelah Pagar Yang menjulang tinggi itu terbuka,Dara langsung membawa langkahnya untuk masuk kedalam dengan beberapa kantung plastik yang ada ditangannya.Tepat saat itu juga,Luna keluar Dari pintu rumahnya sambil berjalan kearah gerbang.
Keduanya sama-sama terkejut saat Mereka tak sengaja berpapasan.Langkah keduanya pun terhenti yang membuat mereka berdiri mematung sambil menatap satu sama lain.
Wajah Dara yang tertutup masker membuat Luna tidak bisa melihatnya.
' Siapa wanita ini?....." Tanya keduanya Dalam hati masing-masing.
' Jika dilihat Dari penampilannya,sepertinya dia adalah orang yang penting.Tapi siapa dia,Kenapa bisa ada dirumahku?,Apa Dia karyawannya Juna atau bahkan rekan bisnisnya? ' Dara berbicara dalam hati sambil memilik wajah cantik yang kini ada dihadapannya.
Lalu pandangan Luna beralih kearah Beberapa kantong plastik yang kini Ada ditangan Dara.
' Apa Dia asisten rumahnya Tuan Juna ya? '
Kini gantian Luna yang berbicara dalam hatinya.
Kelamaan hanyut dalam Pemikiran mereka sendiri.Akhirnya Dara memutuskan untuk Berpamitan sebelum meninggalkan wanita itu sendiri.
"Permisi nona.." Ucapnya sambil membungkuk hormat.Setelah itu dia langsung berlalu untuk masuk kedalam rumah.
Luna membalik badannya sambil menatap punggung Dara yang kini Sudah mulai menjauh darinya." Keren...asisten aja penampilannya seperti itu " Gumamnya sambil tersenyum.Dia langsung berlalu pergi Meninggalkan mansion Juna menuju kekantor.
.....
_Mendengar suara Televisi yang masih menyala,Membuat Dara langsung melangkahkan kakinya Menuju Dapur untuk menyusun belanjaannya.Perasaannya lega saat Juna masih berada dirumah dan tidak nekat untuk kekantor.
Setelah semuanya selesai.Kini Dara mulai melangkahkan kakinya menuju ruang tamu untuk menyusul suaminya.
"Sayang..." Rengeknya yang langsung memeluk Juna.
__ADS_1
"Kau sudah pulang?" Juna merasa kaget dengan kedatangan istrinya yang secara tiba-tiba. " Kau merindukanku?"Tanya Dara dengan nada Yang manja.
Juna tersenyum dan langsung mematuk bibirnya." Aku rindu ocehanmu" Balas Juna sambil tersenyum.
"Wanita tadi siapa?"Tanya Dara yang kini sedang bersandar di dada Juna.
Juna menaikkan alisnya Untuk mengingat wanita yang baru ditanya Istrinya.Lalu Ingatannya Memutar saat Luna datang Kerumahnya tepat saat dara belum pulang.Apa mereka sempat bertemu?' Tanya Juna dalam hati.
"Sekretarisku"Juna menjawab dengan singkat.Kini matanya kembali menatap siaran televisi yang dipilihnya.
"Kalian bertemu?" Dara langsung mengangguk dan mengangkat kepalanya untuk menatap suaminya.
"Kami berpapasan tadi,Dan kau tahu.Kami hanya diam mematung tanpa berbicara Satu sama lain" Jelas Dara.Juna mengangguk paham Untuk penjelasan Istrinya kali ini.
"Kau lelah" Tangan Juna terangkat untuk Menyelipkan anak Rambut Dara yang sedikit berantakan.
Dara langsung mengangguk sambil tersenyum." Oh iya,Aku tadi beliin kamu vitamin loh" Cerita Dara dengan antusias.
"Oh iya" Jawab Juna tak kalah heboh.
"Hu'um".....
"Masih pusing" Tanyanya,Kini tangan mungilnya kembali terangkat untuk menyentuh dahi Juna.
"Jangan dipikirkan"Juna berkata dengan lembut sambil kembali merengkuh tubuh istrinya.
"Mulai saat ini,Kau harus menjaga kesehatanmu.Jika kau sakit lagi,Aku akan melemparkanmu kelautan Untuk makanan para hiu dan paus" Juna terkekeh geli mendengar penuturan istrinya,Ditambah lagi ekspresi yang kini menurutnya sangat menggemaskan.
"Aku akan selalu baik-baik saja,Aku janji"
Dara langsung Memberikan kelingkingnya kepada Juna." Janji ya" Ucapnya dengan imut.Dan Juna langsung membalas Kelingking itu untuk melakukan Perjanjian Mereka.
"Aku berjanji nona"Jawabnya sambil tersenyum dan melepaskan tautan kelingking mereka.Kini mata mereka bertemu.Saling memandang Sambil menyapa dalam cinta,Yang kini Menyeruak dalam Hati keduanya.
" Tidak butuh alasan bagiku untuk mencintaimu,Tidak butuh alasan bagiku untuk menyayangimu,Juga tidak butuh alasan bagiku untuk memilikimu.....
Dari awal kita bertemu,Hati ini telah memiliki getaran Hidup yang dulu bahkan sempat mati karena kepergiannya....
Kau Adalah wanita pertama yang mampu membuatku Menghianati janjiku sendiri untuk tidak akan pernah menggantikannya dalam hatiku....
Kini aku sadar,Bahwa Kebersamaan ku dengannya hanyalah Sepenggal cerita untuk Mengisahkan hidupku sebelum bertemu denganmu,Cintaku yang sebenarnya....."
__ADS_1
Tak henti-hentinya mata mereka saling menyapa,Menyampaikan Cinta Dan sayang.Mereka berjanji lewat tatapan mata.Bahwa Saat ini hingga esok,mereka akan Tetap bersama dalam suka maupun duka.Untuk bersama merajut cinta dan kasih hingga Batas akhirnya.
"Aku mencintaimu" Juna berbisik pelan,Sambil tersenyum.
"Aku lebih Mencintaimu Juna"Balasnya sambil mencerut.Juna hanya tersenyum hambar sambil menatap Wajah Istrinya dengan intens.
Juna sadar,Bahwa Saat ini hingga esok.Tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan Seberapa besar cintanya untuk istrinya.Karena luka yang pernah diberinya selalu akan membekas dalam hatinya.
Melihat perubahan Raut wajah suaminya,membuat Dara langsung merasa bersalah Atas ucapan yang baru saja diucapkannya.Bukan maksudnya untuk menyinggung Juna,Dia hanya bercanda tadi.
"Sayang...."Panggilnya Rendah,
"Hmmmmm"Juna membalasnya singkat sambil membawa pandangannya Kearah Istrinya.
"Tidak maksudku untuk menyinggungmu,Aku hanya bercanda tadi" Dara mencoba menjelaskan agar suaminya tidak salah paham.Juna Tersenyum sambil membelai lembut rambutnya" Kau tidak menyinggungku"Juna berkata dengan lembut.
"Lagi pula,perkataanmu itu Memang benar bukan? ,Bahwa cintaku belum sebesar cintamu padaku"Dara Langsung menatap suaminya saat Juna berkata seperti itu.
"Maka itu lupakan dia,Dan Cintailah aku sebesar Luasnya bumi ini." Juna mengangguk pasti sambil meninggalkan kecupan singkat Dikening Istrinya.
"Oh iya,Kamu mau makan apa?"Tanya Dara.
"Kau yang hamil sayang.Seharusnya aku yang bertanya kepadamu,apa yang kau inginkan"Juna membalik perkataan Istrinya sambil tersenyum.
"Aku tidak menginginkan apapun.Dan aku bertanya seperti itu karena Kau sedang sakit sekarang" Jelas Dara.Alis Juna mengerut karena tak paham dengan Ucapan Dara.
"Maksudnya?"
"Bukannya saat orang sedang sakit,memiliki banyak permintaan"
"Siapa yang bilang?"Tanya Juna..
"Aku.Karena saat aku sakit, aku sering menginginkan sesuatu" Jelasnya .Juna menarik senyumnya karena penjelasan Dara sangat lucu baginya.
Inilah Mereka sekarang,Menghabiskan waktu dengan Wacana yang tidak penting hanya demi mempererat cinta serta kasih mereka.......
_________ __
Bersambung...
happy reading all 🤗❤️🤭
__ADS_1
Salam Cinta Dari Author ❤️🤗❤️
"Saranghaeo 🌹🤗"