
_Dara terbangun saat waktu Telah menunjukkan jam 5 Subuh.Dia menggeliat pelan sambil menoleh kearah suaminya yang masih Tertidur pulas sambil memeluknya dengan Posesif.Bibirnya Terangkat untuk membentuk sebuah senyuman,Dan kini tangannya mulai terangkat untuk mengusap kening Juna.
"Apa kau juga sering melakukan Ini saat aku masih tertidur?" Gumamnya dengan pelan.
Tidak ingin mengganggu Tidur suaminya, Akhirnya Dara memutuskan untuk Turun kebawah Guna menyiapkan sarapan pagi Untuk Juna.
15 menit setelah kepergian Dara,Juna mulai terjaga dari tidurnya sambil menggeliat pelan untuk meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.Matanya menoleh ketempat istrinya berada,Namun kosong.Dan itu berarti Dara sudah bangun lebih dulu darinya.
Setelah membasuh wajahnya,Juna langsung turun kebawah untuk menyusul istrinya karena ini masih jam setengah 6 pagi.
Sesampainya diBawah,Matanya diindahkan oleh pemandangan dimana istrinya sedang serius untuk menyiapkan hidangan pagi ini.
"Sayang"Panggilnya rendah sambil membawa langkahnya untuk mendekati istrinya.
Mendengar ada yang memanggilnya,Dara menoleh kebelakang dan mendapati suaminya yang kini sedang berdiri dibelakangnya sambil mengumbar senyumnya."Kau sudah bangun?"Tanya Dara yang kembali memfokuskan dirinya kepada masakannya.
"Ini masih pagi sayang,Kenapa kau sudah bangun" Juna berbicara dengan nada yang tidak rela.
Dara menarik senyumnya sambil mematikan kompornya karena masakan yang dimasaknya telah matang."Kau akan kekantor hari ini,Dan aku tidak mau kau pergi begitu saja tanpa sarapan terlebih dahulu karena aku bangun terlambat" jelas Dara sambil mengalungkan tangannya keleher suaminya.
"kan aku bisa memakanmu" Jawab Juna enteng sambil menunjukkan ekspresi Genitnya.Dan saat itu juga Dara langsung menatapnya dengan tajam.
"Duduklah disana,aku akan membuatkanmu teh" Ucap Dara sambil menunjuk kearah meja makan.Tanpa Membantah perkataan istrinya,Juna langsung berjalan kearah meja makan sambil menunggu teh buatan istrinya.
Hanya beberapa menit,Kini Dara telah Datang dengan membawa secangkir teh kehadapan suaminya."Sini"Pinta Juna sambil menepuk-nepuk pahanya.
Dengan senang hati, Dara langsung duduk dipangkuan suaminya sambil menyandarkan Kepalanya Dada Juna."Sayang,Saat hamil seperti ini kenapa kau tidak sering menginginkan sesuatu?"Tanya Juna.Karena selama ini Juna merasa bahwa istrinya itu sangat berbeda dengan Ibu hamil pada umumnya.
"Entahlah.Yang kuinginkan Hanya berada di dekatmu saja"Jawabnya apa adanya."Kau tidak berbohong kan?"Juna bertanya lagi.Dan tetap sama,Istrinya hanya menjawab seperti yang dikatakannya tadi.
"Jangan berfikir Bahwa kau merepotkan ku.Itu semua sudah menjadi tanggung jawabku sebagai suamimu" Jelas Juna sambil Menghujani Istrinya dengan Ciumannya.
"hummmm."Jawabnya dengan sedikit mendongakkan kepalanya.
Tanpa terasa,Kini waktu telah menginjak Pukul enam pagi yang membuat mereka harus mengakhiri obrolan mereka karena Juna yang harus bersiap untuk pergi ke kantor.
__ADS_1
"Aku bersiap dulu ya" Ucap Juna yang langsung naik keatas untuk menuju kamarnya.
__________
_ Mata tajamnya mulai mengerjap demi menyesuaikan Cahaya yang masuk kedalam sela-sela kamarnya.Kenyataan dunia yang baru saja menusuk hatinya,membuatnya sangat malas untuk beraktivitas.Bahkan Untuk pergi kekantor saja rasanya sangat malas.
Melihat matahari Yang telah Memancarkan sinarnya dengan terang,membuat Varo menyadari bahwa ini bukan waktunya pagi lagi.Dia menggeliat sambil bangkit Dari tidurnya.
Dengan langkah gontai,Varo mulai menapaki lantai kamarnya menuju kamar mandi untuk bersiap kekantor.
............
40 Menit kemudian,Varo telah siap dengan setelan semi Formalnya.Kaki panjangnya mulai melangkah keluar kamar untuk turun kebawah.Sesampainya dibawah,Varo langsung disambut oleh beberapa Bodyguard juga pelayan yang bekerja dirumahnya."Selamat pagi tuan"Sapa mereka sambil menunduk hormat.
Namun Varo hanya bersikap Acuh tanpa menghentikan langkahnya sedikitpun dan langsung berjalan menuju mobilnya tanpa berniat untuk sarapan terlebih dahulu.
"Sebenarnya,Apa yang terjadi dengan tuan muda?.Kenapa belakangan ini dia sering murung,bahkan sering marah-marah" Ucapsalah satu pelayan itu kepada temannya.
"Entahlah" Jawabnya singkat sambil mengangkat kedua bahunya."Yasudah deh,ayo kembali bekerja.Nanti Jika Tuan muda marah,Bisa habis kita" Ucapnya yang membuat mereka langsung bubar seketika.
Padatnya jalanan kota membuat Varo dan Juna harus menelan Kekesalan, Pasalnya Sudah hampir sepuluh menit mereka menghabiskan waktu mereka hanya untuk menunggu jalanan yang sangat padat ini.
Hingga tanpa sengaja,Mata Varo menangkap Mobil Juna yang kini bersebelahan dengan mobilnya.Dengan senyum sinisnya,Varo memencet clacsonnya dengan kencang.
Merasa terganggu,Juna langsung menoleh kearah sumber suara untuk melihat siapa yang bertingkah seperti anak kecil dikeadaan seperti ini.Seketika mata mereka bertemu dan Wajah keduanya pun berubah muram.
"Apa kabar Tuan Arjuna" Kira-kira itulah ucapan Varo yang diucapkannya barusan,Karena suara deruman mobil yang membuat Juna tidak terlalu jelas untuk mendengarnya.
Saat jalanan kembali Normal,Dan Tanpa menjawab apa-apa.Juna langsung melajukan mobilnya dengan kencang sambil meninggalkan Varo dengan wajah sinisnya.
"jangan sombong Terlebih dahulu tuan Juna.aku masih memiliki kejutan penting untukmu" Gumam Varo sambil melajukan mobilnya menuju kekantornya.
....
Sesampainya dikantornya,Varo disambut ramah oleh beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.Tapj tetap sama Varo hanya diam,Bahkan untuk mengangguk sajapun tidak.
__ADS_1
Banyak orang yang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengannya.Jika biasanya Varo bersikap cuek,Namun Varo masih mau berbicara ataupun menjawab seluruh pertanyaan orang tanpa marah-marah.Berbeda dengan beberapa hari ini yang membuatnya selalu sensitif Tanpa mereka tahu apa penyebabnya.
Berbeda dengan Juna yang semakin hari semakin ramah terhadap karyawannya.bahkan dirinya sudah menjawab Sapaan karyawannya dengan ucapan bukan lagi anggukan Seperti dulu.
Banyak karyawan yang meleleh karena senyum dan suaranya.bahkan ada yang sampai mengambil Foto Juna dengan diam-diam layaknya seorang artis.
"Keruanganku sekarang" Ucap Juna saat berpapasan dengan Juna."Baik tuan" Jawab Luna kikuk sambil mengikuti langkah Juna yang semakin menjauh darinya.
"Berikan laporan mengenai pembangunan hotel yang ada diluar negeri." Juna berkata dengan dingin tanpa melirik Sekretaris Luna sedikitpun.
"Sebentar tuan"Ucap Luna sambil pamit untuk kembali keruangannya guna mengambil laporan itu yang terletak dimejanya.
"Ini Tuan" Ucap Luna sambil menyerahkan Map biru yang berada ditangannya Setelah kembali dari ruangannya 5 menit yang lalu
' Kau memang sangat sulit untuk kugapai.
maafkan aku yang belum bisa Melenyapkanmu dari hatiku seutuhnya '
Batin Luna yang terus menatap wajah Juna yang menurutnya sangat menawan itu.
____________ __
**Happy reading all π€π€....
Terimakasih untuk pembaca setia novel
Author π€β€οΈ....
"Saranghaeo**".......
Sama satu lagi,Jangan lupa mampir dikarya terbaru Author ya gays,Judulnya " Duka Cinta "....
Ditunggu kehadiran serta Bekalnya ya kawan sayangππ€π€π₯°ππ
-Salam cinta β€οΈ Dari Author untuk kalian yang tersayang πβ€οΈ-
__ADS_1