Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 130_Kucing kecil


__ADS_3

_Setelah melakukan beberapa Obrolan,Mereka berdua Langsung kembali ketempat mereka masing-masing.


Diperjalanan Pulang, Dara selalu mengingat bagaimana senyum Varo yang terus terpasang diwajahnya tadi.Dia sadar bahwa Ucapannya saat Itu sangat melukai Varo,Tapi Itulah yang terbaik untuk mereka semua.


Sama halnya dengan Varo, Saat ini dia duduk dengan tenang sambil menyilangkan Kakinya dengan anggun.Dia menatap padatnya jalanan dan sesekali menarik bibirnya untuk tersenyum.


' Aku takut karena waktu ini terus berjalan untuk menggapai Hal baru.Aku masih tidak yakin dengan hatiku yang benar-benar merelakannya.Tapi Apa boleh Buat.Dara memanglah wanita yang termiliki.Dan Minggu depan,Hari itu akan tiba dimana Hari yang akan membuatku benar-benar percaya dengan kenyataan yang Dikatakan dara saat itu '


Varo terus menatap jalanan lewat kaca mobilnya.Dia tidak menyadari bahwa Sekretaris Akbar telah memperhatikannya sedari tadi.


****@****


Siang hari..


"Tunda Meeting siang ini.Saya ada urusan diluar" Juna berkata sambil memakai kembali jasnya.


"Baik tuan" Luna mengangguk dan menunggu Juna untuk berjalan lebih dulu darinya.


"Dan satu lagi" Juna Menghentikan langkahnya secara tiba-tiba.Dan hampir saja Luna Menabrak punggungnya."Jika Kelvin bertanya,Katakan padanya bahwa saya ada urusan dengan Istriku" Luna kembali mengangguk, Dan Juna jangan ditanya lagi,Dia langsung saja pergi tanpa Mendengarkan Jawaban Luna untuk perintahnya tadi.


Entah kenapa,Saat mendengar Nama Istri yang keluar dari bibir Juna membuatnya merasa sakit hati.perih..Itulah yang dirasakannya,Perasaannya terlalu lemah untuk bisa melupakan Juna yang ternyata sudah beristri.


Tangan luna terangkat untuk mengusap dadanya yang terasa sesak.Dia mengambil nafas panjang sebelum kembali melanjutkan langkahnya lagi.


........


mobil Juna melenggang pelan diarea mansionnya.Di jam makan siang seperti ini,Juna tahu bahwa istrinya pasti sedang bersantai Atau apalah itu.

__ADS_1


dengan senyum yang indah,Juna mulai melangkah kedalam dan mencari keberadaan istrinya.Saat Sampai didalam,Juna disambut oleh keheningan yang memenuhi rumahnya.Dia berjalan keatas untuk mencari Dara dikamar,Namun nihil dara sama sekali tidak ada didalam kamar.Lalu Juna kembali turun dan berlari kedapur,Dan tetap sama dara juga tidak ada disitu."Sayang...."Juna memanggilnya dengan kuat.


"Sayang..."Juna Kembali berjalan kearah pintu utama.Dan saat sudah berada diluar, Samar-samar Juna melihat ada seorang wanita yang sedang berdiri dipojok Pagar mansionnya.


Dia yakin bahwa itu adalah Dara,istrinya.Dengan langkah lebar,Juna mulai sampai ditempat dara berada."Sayang,apa yang kau lakukan?" Juna bertanya dengan pandangan menyelidik.


Dara merasa terkejut dan langsung membalik tubuhnya."Juna,Kau mengagetkanku saja" Dara mengelus dadanya karena kaget.


"Apa yang kau lakukan disini?" Juna bertanya lagi.


Dara Tersenyum dan menunjuk kearah anak kucing yang bersembunyi dibalik tembok pagarnya."Tadi ada seekor kucing yang tiba-tiba saja masuk kerumah.saat aku mengejarnya ternyata dia malah bersembunyi disini" Juna menoleh kearah kucing yang ditunjuk Dara.


Juna berjongkok dan mengulurkan tangannya Untuk menangkap kucing itu.Awalnya kucing itu sempat takut,Tapi saat Juna menunjukan kelembutan serta ketulusannya,akhirnya kucing itu mulai mau Mendekat kearahnya.


"Kucing siapa ini?"Juna menggendongnya sambil memutar matanya keseluruh penjuru rumah."Entahlah,Tapi dia sangat menggemaskan" Dara mendekat dan ingin menyentuhnya,Namun dengan cepat Juna menepis tangannya dan menjauhkan kucing itu darinya.


"Aku hanya ingin mengelus kepalanya saja,Kenapa tidak boleh?" Dara mencerutkan bibirnya,Tangannya masih terus menggapai kucing itu.tapi Juna malah semakin menjauhkannya.


"Aku bilang jangan" Juna mulai kesal.


"Masuk kedalam" Perintahnya.


Namun dara tetap diam tak bergeming dari tempatnya.Dia masih memanyunkan bibirnya karena kesal "Dara apa kau tidak mendengarku.Aku bilang masuk sekarang" Perintahnya lagi.


Karena tidak ingin menjadi istri yang durhaka, Akhirnya dara Mulai melangkah untuk masuk kedalam.Disepanjang perjalanannya,Dia selalu menggerutu kesal atas tingkah Juna Tadi." Apa salahnya Jika mengelus kucing itu saja.Lalu kenapa dia malah menggendongnya,Dasar" Dia Berjalan sambil menghentakkan kakinya.


Dia merasa kesal,bahkan sangat kesal.Dia berfikir bahwa Juna akan membuang kucing itu nantinya,Karena itu semua bisa terlihat Dari Tingkah Juna yang melarangnya untuk menyentuh kucing itu tadi.

__ADS_1


Dia terus melangkah menuju ruang tamu.Dia duduk dengan Wajah yang ditekuk serta bibir yang manyun."Sayang" Juna memanggilnya dari luar.


Tapi dara hanya diam dan tak menggubrisnya sama sekali."Kau sudah mencuci tanganmu?" Juan bertanya setelah berada didepannya.


Juna tahu bahwa Istrinya sedang dalam mode bad mood sekarang,Terlihat dari wajah dan bibirnya yang sedang mencerut."Aku bertanya dan kau malah mendiamkan ku?" Juna ikut-ikutan kesal.Dia menatap Dara dengan tajam.


Mendengar Omelan Juna,Akhirnya Dara mulai memberanikan diri untuk menatap suaminya.Saat mata mereka bertemu,Dara menatap hal lain yang kini masih berada dipelukan Juna."kau tidak membuangnya?" Tanya dara dengan antusias,Dia berdiri untuk mendekati kucing itu.


"Jangan Dipegang,Dia kotor sayang" Juna kembali memperingatkannya.wajah dara kembali mencerut kesal.


Juna tersenyum dan mencium pipinya dengan sayang."Aku lapar." Juna berkata dengan singkat.


"Mau makan apa?"Tanya Dara datar.Juna tersenyum dan kembali mendekat kearahnya."Bagaimana jika Memakanmu,Aku rasa itu sangat nikmat" Bisik Juna tepat ditelinganya.


Dara menunduk dan menyembunyikan rona merah diwajahnya."Berhentilah menggodaku" Dara kembali Berucap tegas.


"okeii.....aku akan memakan apapun yang kau masak nanti" Dara menganguk.


"sambil menunggumu memasak,Aku ingin mandi dan memandikannya" Juna menunjuk kearah kucing yang berada dipelukannya dengan menggunakan bibirnya."Jika dia sudah bersih,Baru kau boleh untuk memegangnya" Dara tersenyum,Berbeda dengan wajah yang dipasangnya beberapa detik yang lalu.


"Aku mencintaimu" Setelah mengucapkan itu,Dara langsung bergegas Pergi kedapur meninggalkan Juna yang masih bersemu karena ucapannya tadi.


"Ayo kita mandi Boy" Juna mengangkat kucing itu dan menimang-nimang nya seperti layaknya seorang bayi.


___________


...BERSAMBUNG 0...

__ADS_1


__ADS_2