Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 116_Obrolan sore ini


__ADS_3

_Mereka terus berpelukan dalam jangka waktu yang lama.Hati dara masih dipenuhi oleh kecemasan,walau telah beberapa kali Juna mengatakan bahwa dirinya Tidak apa-apa.


"Juna"Panggilnya Rendah.


"Hmmmm" Juna masih terus mengusap rambutnya,Dan sesekali meninggalkan Kecupan hangat di situ." Kenapa kau bertengkar lagi?" Dara mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya.


Juna diam sambil menunjukkan raut berfikir." Itulah yang harus dilakukan oleh pemimpin yang bijaksana sayang." Jawab Juna.


"Tapi kenapa harus bertengkar,Apa tidak bisa dibicarakan baik-baik saja" Jawab Dara.


Sudut bibir Juna terangkat membentuk sebuah senyuman."Kau tahu,Banyak Orang didunia ini Ingin memperoleh kenikmatan secara instan.Begitupun dengan lawanku.Dia selalu Melakukan Apapun demi mendapatkannya,Dan Tugasku sebagai pemimpin yang bijak hanya bisa mengikuti permainannya bukan?." Juna menjelaskannya dengan panjang lebar yang berharap bahwa Istrinya akan mengerti.


Tapi dara hanya Berdiam diri sambil kembali memeluk suaminya dengan erat." Kapan kau pergi dari rumah?" Dara Kembali bertanya.


"Jam 12 Malam" Jawab Juna singkat.


"Kau pergi dengan Kelvin?.tanpa sengaja Aku juga melihat Memar diwajahnya tadi" Juna mengangguk Dengan pasti." Apa tadi malam kau terbangun sayang?" Juna menatapnya dengan Hangat.


"Tidak.Aku bangun saat fajar tiba.Tapi setelah aku bangun,Kau sudah tidak ada disampingku" Jelas Dara apa adanya.


"Dan setelah Kelvin memberitahuku tentang keberadaanmu,Aku langsung bergegas pergi kemari untuk menemuimu." Ucap Dara Panjang lebar.


"Jadi kau berlari tanpa memperdulikan dirimu" Juna mulai menatapnya dengan tajam,Dan itu cukup membuat dara merasa takut dan langsung menyembunyikan wajahnya Dibahu Juna.


"Aku mengkhawatirkan mu tadi.lagipula aku baik-baik saja bukan"Dara mencoba untuk tetap tersenyum agar suaminya tak kembali memarahinya.


"Lain kali,Jangan lakukan itu lagi.aku tidak suka" Juna Berucap dengan singkat dan jelas."Hu'um" Dara mengangguk Paham dan kembali memeluk suaminya.

__ADS_1


.....@.....


_Pukul 3 Sore,Juna Sudah kembali kerumahnya dengan ditemani oleh Kelvin dan Luna.Ya,Saat mendengar Kabar bahwa Juna masuk rumah sakit,Luna bergegas untuk menyusul mereka semua kesana.


"Silahkan diminum" Dara Mulai Meletakkan Beberapa cangkir teh hangat kehadapan mereka.


"Tidak perlu repot-repot nona" Luna berkata dengan santun sembari mengulum senyumnya.


"Jika dirumahku kalian adalah tamu bukan?,Jadi jangan sungkan dan nikmati saja." Dara mendudukkan dirinya Tepat Disamping Juna.


"Kau mau istirahat?"Dara bertanya dengan perhatian.


Tapi Juna hanya menjawabnya dengan gelengan.Dan sampai disitu saja Dara bertanya,Karena Dirinya juga berfikir bahwa Juna tidak ingin istirahat pasti karena ada Kelvin Serta Luna dirumahnya.


"Tetaplah dirumah untuk beberapa hari ini.Masalah pekerjaanmu,Aku bisa mengurusnya" Kelvin memecahkan keheningan mereka sambil menyeruput teh buatan Dara tadi.


Dan dengan cepat dara langsung menatapnya dengan tajam."Luka kecil kau bilang?"Suara Dara Sangat pelan,namun juga sangat mencekam.


Juna menarik sudut bibirnya sambil mengangkat kedua tangannya untuk meminta ampun Dari istrinya."Apa yang dikatakan kelvin Ada baiknya.kau harus tetap dirumah saja,Dan jangan membantah"


"Iya" Jawab Juna singkat sambil menatap tajam kearah Kelvin yang kini sedang mentertawakannya.


' Keluarga yang hangat...... '


Luna hanya bisa memandangi mereka sambil membatin didalam hatinya.


"Bagaimana keadaan kantor?"Juna beralih kepada Luna yang berada tak jauh darinya.

__ADS_1


"Baik Tuan.Dan Saya juga sudah mengerjakan seluruh Pekerjaan Yang telah Tuan Kelvin berikan tadi" Ekspresi Luna sangat membingungkan ketika Juna bertanya kepadanya.


Juna menganggukkan kepalanya bertanda bahwa dia mengerti Akan Penjelasan Luna.


Setelah itu mereka Diam,Dan hanya memfokuskan diri kearah televisi yang sedari tadi menyala.Namun sedetik kemudian,Chanel itu berganti dengan Topik berita trending mengenai Tuan Hendra yang baru saja tertangkap polisi tadi malam.


Bukan Hanya Hendra yang dibahas.Namun nama Juna dan Varo Juga ikut terseret dalam Berita itu.


Melihat berita Itu membuat mereka semua terkejut apa lagi Luna.Tapi Juna dan Kelvin,Mereka hanya menebar senyum sinis Karena melihat Ganjaran atas segala kelicikannya itu.


"Sayang,orang yang kau maksud itu Dia ?"Dara menegakkan tubuhnya Untuk lebih leluasa Memandang Berita itu.


Juna mengulum senyumnya Sambil mengangguk untuk menjawab pertanyaan istrinya."Itulah yang pantas Untuk didapatkannya Sayang" Juna mengusap rambut Istrinya dengan lembut sembari terus memfokuskan dirinya Untuk menyaksikan berita itu.


Kemudian Dara menyadari ada sosok yang sangat familiar baginya.


' Kak Regan '


Dara membatin Dengan segala Pertanyaan didalam Pikirannya.Jika Juna dan Varo berada didalam satu berita,Itu berarti Juna telah mengenal Varo bukan?.


"Juna,Apa kau mengenal pria itu?"Dara bertanya sambil membawa Pandangannya kearah Suaminya.


"Hummmm,Dia rekan Bisnisku" Juna menjawab dengan Santai.Karena Dia fikir bahwa istrinya bertanya Tentang Hendra dan bukan Varo.


' Itu berarti selama ini Juna dan kak Regan sudah berhubungan dekat dong....


huh,ternyata dunia ini sangat sempit '

__ADS_1


__ADS_2