Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 157_Kanaya Yang sebenarnya 2


__ADS_3

"Apa kau tidak percaya?"Tanya Varo dengan wajah Yang terlihat sangat tersakiti.Bagaimanapun Juga,Kebenaran Ini menyangkut perasaan dan penyesalannya karena kepergian Roy saat itu.


"Kali ini aku tidak mengarang apapun Juna.Ini semua Adalah kebenaran yang sudah kupendam selama bertahun-tahun.Dan sekarang...Sekarang aku sudah tidak sanggup lagi untuk Menyimpannya." Wajah Varo memerah seperti seseorang yang bersiap untuk menangis.


Juna Menggeleng dan meremas rambutnya dengan Kasar."Itu Tidak mungkin...Itu tidak mungkin Varo karena Kanaya adalah gadis lembut Dan penyayang." Juna memberontak kasar Atas Penjelasan Varo yang menyudutkan Kanaya Tadi.


"Itu karena kau terlalu dibutakan oleh cintanya Juna,sehingga kau tidak mengetahui kebusukannya selama ini."Varo menjedanya Dan kembali menunduk."Kuakui jika Naya memang benar-benar sangat mencintaimu Juna,Bahkan disaat aku menahannya dia selalu menanyakan Bagaimana kabarmu denganku setiap harinya.Tapi kenapa Harus Roy..Kenapa harus Roy yang menjadi sasarannya untuk mendapatkanmu seutuhnya.Tidak bisakah Dia berbicara baik-baik denganku?,Atau jika tidak Dia bisa menghilang begitu saja dari hadapanku tanpa melenyapkan seorang Bayi yang tak berdosa itu".


' Apa semua ini Tuhan?,Kenapa Kau terlalu menyimpan begitu banyak kebenaran dibelakangku hingga Aku hampir tak bisa bernafas saat mengetahuinya '


"Selama ini Aku tidak pernah melukainya ataupun berniat Untuk melepaskannya sedikitpun.Karena Rasa Dendamku Tidak akan terbalas Hanya karena Kematian Atau menghilangnya dirinya dari hadapanku"


"Lalu kenapa kau menahannya Varo?,"


Tidak ada jawaban Apapun Dari Varo.Dia hanya diam Dan menunduk untuk menyesuaikan detak jantungnya.


"Aku tahu Jika Alasanmu Tidak melenyapkannya selama ini Adalah karena kau tidak tega Varo.Kau hanya sedang mencoba untuk menjadi pria kejam karena Tragedi yang menimpamu saat itu".


Varo menggeleng menatap lantai yang kini dipijaknya."Tujuanku melepaskannya saat itu hanya Untuk Membuatmu goyah Dan mencoba untuk merebut Dara darimu jika Ada celah.Tapi semua ini terlihat Percuma Juna karena______"

__ADS_1


"Karena aku sangat mencintainya"potong Juna dengan sinis.Dia tidak habis pikir jika Alasan Varo melepaskan Kanaya hanya untuk mengambil Dara dari sisinya.


"Aku memang Mencintai Kanaya Varo,Tapi itu dulu.Jadi sekarang jika kau berniat Untuk melakukan Segala Cara untuk merebut Dara dariku,maka Jangan pernah bermimpi karena aku tidak akan pernah Membiarkan Itu" Sambung Juna Lagi.


Varo mengangguk dan tersenyum."Aku menyerah Juna.aku menyerah dengan takdir dan tidak akan pernah Lagi Mencampuri urusanmu Dan Dara.Aku sadar Jika Bahagianya Dara Adalah Bersamamu,Jadi jangan pernah kecewakan Dia karena Akan ada aku yang bersiap untuk memeluknya jika dia rapuh" Varo mulai beranjak diikuti dengan Juna dihadapannya.


"Lupakan semuanya juna.Lupakan Jika kita memiliki sebuah Konflik yang Telah terpendam dengan jangka waktu yang sangat Lama ,Karena Aku sudah lelah.Aku sudah tidak memiliki waktu lagi untuk mengurus semua ini" Setelah Itu Varo Mulai berbalik dan melangkah Untuk meninggalkan Juna disana.


Sedangkan Juna,dia hanya Diam dan menatap Nanar Kearah kepergian Varo yang sudah tak terlihat Dari matanya.Kemudian dia kembali Terduduk lemas dengan tangan Yang terus memijat kepalanya.


Kebohongan itu,kebenaran Ini atau apapun Itu Sangat membuat Juna Merasa Prustasi dan hampir gila Karenanya.Bisa-Bisanya Kanaya,seorang wanita Yang sangat dicintainya Dulu adalah seorang pembunuh yang keji hanya karena sebuah Hubungan.


___________


Disana,Disebuah Perumahan Minimalis yang kini ditempati Oleh Seorang wanita Yang terlihat Sangat Sedih Dan terluka.Sepanjang Hari rumah itu selalu dihiasi dengan tangisan lirih serta teriakan Prustasi yang disebabkan oleh kenyataan yang menimpanya."Kenapa kau tega Juna..."Wajahnya Pucat Dan sembab sekarang.Sudah tidak ada lagi Harapan yang tergambar dalam wajahnya,karena semua ini telah Hancur.Juna tak akan pernah lagi kembali kepadanya.


"Juna hiks...hiks...hiks.."


Seperdetik kemudian Kanaya Sudah menghentikan tangisnya dan merubah wajahnya menjadi datar."Ini semua karena Varo..Jika saja Varo tidak menyembunyikanku maka Juna tidak akan pernah menikah dengan wanita Itu" Dia mulai berdiri,Dan berjalan kearah Nakas.

__ADS_1


Setelah menyambar Tas dan ponselnya,Dia kembali berjalan keluar.Entah apa yang ingin dia lakukan,hanya dia lah yang tahu.Karena semua ini telah membuatnya Gila dan tak tahu harus berbuat Apa.


Setengah Jam kemudian,Sepasang kakinya sudah mulai menapaki area halaman mansion yang selama ini mengurungnya.


"Apa Juna mencampakkanmu,sehingga kau lebih memilih untuk Kembali padaku?" Kanaya dikagetkan oleh suara yang sangat dikenalnya.Siapa lagi jika bukan Varo,Karena saat ini dia sedang berada dikediaman Tuan muda Varo.


Dia berbalik Dan menatap Varo yang baru keluar dari mobilnya."humm,Apa yang kau katakan itu benar jika Juna benar-benar mencampakkanmu" Dia masih berkata dengan santai Namun tatapannya sangat Tajam Dan mematikan.


"Dan kau tahu Ini semua terjadi karena siapa Varo?,INI SEMUA KARENA MU VARO..." teriaknya dengan lantang sambil menunjuk wajah Varo dengan Sesukanya.


Varo tersenyum dan membuang pandangannya kearah lain."Jika kedatanganmu kemari hanya Untuk meminta pertanggung jawabanku,maka Pergilah Kanaya karena aku tidak memiliki waktu untuk itu" Varo Mulai berjalan melewatinya,Bahkan dengan sengaja dia menabrak Bahu Kanaya Hingga Kanaya Terhuyung beberapa langkah kebelakang.


"Cihhh,"Dia ikut berbalik dan mengejar Varo hingga kebelakang."Tunggu Varo.Aku belum selesai berbicara!" Varo menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Waktumu hanya lima menit,"Ujar Baru dengan singkat.


"Kau kenapa?"Tanya Naya yang melihat Raut keputusasaan Dari wajah Varo


"Itu bukan urusanmu!"Jawab Varo dengan seenaknya.

__ADS_1


"Pergilah Kanaya,dan jangan pernah menggangguku lagi."Imbuh Varo dengan santai."Dan ingat perkataanku Ini baik-baik,Jika Sampai kau berniat untuk melukai Dara Hanya demi merebut Juna dan kembali melakukan kesalahanmu yang dulu,jangan Salahkan aku Jika aku akan benar-benar membunuhmu nantinya" Varo berucap dengan penuh penekanan.


__ADS_2