
_Sekarang Kehidupan mereka sudah berjalan Lebih indah daripada Sebelumnya.Juna sudah Tenang,Karena Pelaku Penipuan itu telah tertangkap dan mendapat ganjaran yang sepantasnya.
Hari ini adalah Hari weekend,Jadi Juna memutuskan Untuk mengajak Istrinya berjalan-jalan.Tujuan mereka kali ini Adalah Mall,Dimana semua orang menghabiskan uangnya Demi Memenuhi standard orang kaya yang terus hidup dengan Cara berfoya-foya.
Langkah Mereka terus beriringan dengan tangan yang selalu tergenggam erat.Sesekali Juna Tersenyum sambil menatap wajah Istrinya yang Sangat bahagia.Juna merasa bahagia dengan Senyum yang tercipta karenanya.
Kali Ini,Juna ingin mengajak istrinya belanja keperluannya.Karena selama ini,Juna jarang melihat Dara membeli barang untuknya sendiri.
Dengan Setia,Dia berjalan mengikuti langkah istrinya yang terus Kesana-kemari.Langkah mereka terhenti disebuah Toko Limited edition.
Dengan telaten,Dara mulai memilih Pakaian yang cocok Untuk suaminya dan bukan untuknya.Juna mengerutkan Keningnya."Sayang,Aku menyuruhmu untuk membeli Baju Untukmu bukan?"Juna mulai memprotesnya.
Sedangkan Dara hanya tersenyum dan samasekali tak mendengarnya.Dia masih terus asik memilih baju Untuk Juna,Mulai Dari Kemeja,Hoodie,Hingga Kaos Yang akan tampak elegan ditubuh indahnya.
"Sayang..." Juna Kembali memprotes.Dengan Cepat Dara menoleh kearahnya."Juna diamlah,Seleraku saat Ini hanyalah pakaian pria.Lagipula,Sulit untuk memilih baju sesuai ukuran ku saat ini,Karena anakmu sudah bertumbuh besar sekarang."
Tap,Juna terdiam karena Ceramahan Istrinya barusan.Jadi Dengan sigap,Juna mulai menutup rapat-rapat mulutnya dan mengikuti keinginan istrinya saja.
Kemudian pandangannya teralih kearah susunan pakaian wanita.Matanya menangkap sesuatu,Sebuah Lingerie seksi berwarna Navi.Pikiran Juna mulai menjalar kemana-mana.Dia memikirkan bagaimana Dara nantinya saat mengenakan itu.
"Sayang"Juna memanggilnya dengan rendah.
"Hemmm" Dara mendekat dan Juna mulai membisikkan sesuatu ketelinganya.denfan patuh Dara mengikuti arahan suaminya Dan menemukan sebuah lingerie seksi disitu.
Matanya membulat dan wajahnya mulai bersemu."Nakal" Dara memukul Bahu Juna Dengan sedikit kiat,Dan itu cukup membuat Juna meringis kesakitan.
Dara kembali Memfokuskan dirinya memilih Pakaian Untuk pria." Sayang,Bagaimana kalau yang ini" Dara menunjukkan Sebuah Kemeja Berwarna Hitam kearah suaminya.
Juna menerimanya dan menatap Pakaian pilihan istri nya barusan."Lumayan" Gumam Juna.
__ADS_1
"Cobalah" Dara Tertawa dan terus memaksa suaminya untuk mencobanya.Dengan Patuh,Juna Langsung pergi keruang ganti Untuk memakainya.
Lima menit kemudian,Juna keluar Dengan Balutan kemeja yang terpapar indah Ditubuhnya.Sebuah Kemeja Navi yang dipadukan dengan Celana Hitam miliknya tadi sangat kontras dengan warna kulit nya yang putih.
Dara mengajukan jempolnya dan melontarkan tatapan kekaguman kearah suaminya."Kerennnn" Dia Berdecak kagum dengan ketampanan Juna saat Ini.
Begitulah seterusnya,Dara selalu memilihkan pakaian untuknya dan memaksanya agar mencobanya."Puas.." Juna mulai lelah,Karena Harus berganti hingga beberapakali.
Dara menggeleng dengan senyum Yang mengembang di bibirnya."Sayang,Apa kau tidak lelah.Bagaimana dengan baby kita" Juna mulai memprotesnya.
Saat ini tubuhnya terasa remuk karena harus bergerak terlalu banyak."Aku ingin Es krim" Dara menggandeng tangan Juna dan mengayunkannya dengan pelan.
" Ayo" Juna menuntunnya untuk membeli sebuah Es krim keinginan istrinya Tadi.
Mereka duduk sambil menikmati Es Krim Itu.Bukan Juna,Tapi Dara.Dia sangat asik menikmatinya tanpa Memikirkan Pandangan orang kepadanya."Kau mau" Dara Menyerahkan es krim itu keArah Juna.
Juna menggeleng,Dan hanya berfokus Pada Air mineral Ditangannya.Kemudian, Terdengar suara riuh keributan Didepan mereka.
"Apa,Kau yang merebut suamiku,Dasar pelakor" para wanita itu terus berteriak dan saling menjambak satu sama lain.Banyak Yang menyaksikan itu,Bahkan Kefokusan mereka saat berbelanja langsung teralih dan Mengerumuni mereka.
Dara merasa ngeri saat melihat Itu.Dia mendekat dan memeluk pinggang suaminya dengan Erat."Mengerikan" Gumamnya yang disambut tawa kecil oleh Juna.
Mereka terus bertengkar Hingga dua orang satpam Datang untuk menengahi mereka."Bertengkar jangan disini mbak.Ini tempat umum.Selesaikan masalah kalian dengan baik-baik.Jangan seperti ini.Sudah Bubar Bubar" Satpam itu mulai memberi peringatan kepada kedua wanita itu.
Juna dan dara terus memandangi mereka,Hingga satu-persatu Kerumunan itu mulai Bubar.Sesangkan Kedua wanita itu langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Berhentilah memperhatikan mereka" Juna mengagetkan lamunan Dara saat Ini.Dara tersenyum malu Dan Kembali menghabiskan Es krim miliknya.
Setelah ice krim itu habis,Mereka kembali berbelanja untuk keperluan Bulanan mereka.
__ADS_1
Dara sangat bahagia saat ini.Berbelanja dengan ditemani oleh Juna semakin membuatnya bersemangat Dan Semakin bahagia Sekarang.
____________
Ditengah Padatnya lalu lintas.Juna melajukan mobilnya menuju mansionnya.Dengan ditemani Oleh Lagu yang berjudul It's You oleh Sezari,Tangan mereka terus menggenggam dan menebar senyum satu sama lain.
Kemudian,Ingatan Dara Terhenti diantara adegan Keributan Tadi."Sayang,Menurutmu siapa Yang salah Dari pertengkaran tadi?" Juna membawa pandangannya kearah istrinya sambil menunjukkan raut berfikir.
"Tidak ada yang disalahkan ataupun yang dibenarkan" Jawab Juna.
Dara mengerutkan alisnya tanda ia tak Setuju dengan jawaban suaminya."Kenapa seperti itu,Bukannya pelakor itu yang salah" Dara mulai dipenuhi oleh kobaran api yang Menyeruak dalam dirinya.
"Jika aku menjadi dirinya,Mungkin aku akan terus mencakar wajah wanita itu hingga habis tak tersisa." Juna tertawa mendengar ucapan istrinya barusan.
Dia menghela nafas."Begini sayang.Bukannya aku membela pria itu karena aku juga pria ya" Juna menjedanya dan sesekali memperhatikan jalanan.
"Ada Titik tertentu yang membuat seorang pria Mau menduakan cintanya atau bisa dibilang berselingkuh.Mungkin saja Istrinya tidak terlalu memperhatikan atau bahkan Menghargainya.Jadi dia Berusaha untuk mendapatkannya dari orang lain" Penjelasan Juna mampu membuat Dara bungkan seribu bahasa.
Dia diam dengan seribu bait pemikiran dalam benaknya."Juna,Apa aku kurang memperhatikan atau Menghargaimu?" Dara bertanya dengan rendah.
Juna diam dan tersenyum dalam kegelisahan istrinya."Kau istriku.Satu-satunya Cintaku" Juna Meraih tangannya dan mwnciumnya dengan hangat.
"Sayang,Berjanjilah padaku" Dara menatap suaminya dengan intens."Jika kau bosan,Katakan saja.Jangan bermain belakang seperti itu"
Juna melepaskan genggaman mereka dan menyentil Keningnya dengan pelan."Bicara apa." Pandangan matanya menunjukkan Ketidak sukaan.
"Maaf" Dara memamerkan barisan gigi putihnya karena melihat wajah Juna yang berubah Drastis tak seperti tadi.
"Jangan diulangi lagi.Aku tidak suka" Dara mwngangguk setuju dan terus tersenyum kearah suaminya.
__ADS_1
Dia tersenyum walau hatinya menyimpan ketakutan yang luar biasa.Dia takut bahwa ada wanita lain diluar sana yang lebih baik darinya Juga wanita yang mampu membuat Juna merasa nyaman dengannya.