
Setelah masuk kedalam kamar,Dara masih saja berteman dengan Rasa khawatirnya.Kegelisahan suaminya membawa keganjalan dalam benaknya.
"Tidurlah"Kata Juna sesudah selesai membenarkan posisi tidur Istrinya dan menyelimutinya dengan hangat.
"Aku baik baik saja,Jangan khawatir"Sambungnya lagi.Kemudian Juna langsung menyusup kedalam selimut untuk tidur,Karena sekarang sudah hampir setengah malam.
Setelah dirasanya Istrinya telah tertidur,Juna kembali membuka matanya.karena sedari tadi dia hanya berpura pura tidur.
Mati Matian dia mengontrol segala kegelisahannya,Karena tidak ingin Istrinya merasa curiga terhadapnya.
Apa benar,wanita itu adalah Kanaya,Tapi bukannya dia telah tiada.....
Batin Juna dalam Hati.
..........
00:06 WIB.
Disini seorang wanita muda berparas cantik itu sedang kebingungan karena seseorang yang ditelfon ya tak kunjung berbicara,Dan sekarang panggilan itu akhirnya terputus,Beberapa kali dia mencoba untuk menghubunginya kembali,Namun pria itu tak kunjung mengangkatnya.
"Kumohon,Angkatlah"Gumamnya disepa sela isaknya.Namun belum sempat panggilan itu terhubung kembali,Wanita itu dikejutkan oleh Suara kunci pintu yang terbuka.Dia langsung bergegas Untuk menyembunyikan benda pipih itu.
Ceklek.........
Namun dia kalah cepat,Pintu itu telah terbuka yang menampakkan seorang pria yang selama ini mengurungnya didalam Ruangan bagai neraka ini.Dan ternyata sedari tadi pria itu mengetahui apa yang sedang dilakukannya.
Wanita itu langsung membeku ditempatnya,pria itu bagaikan Binatang buas yang akan menerkamnya saat dia bergerak.
Tap...Tap...tap.....
Dengan gagahnya ia berjalan mendekati wanita yang menjadi tawanannya itu sambil tersenyum mematikan.Setelah sampai didepan wanita itu,Dia sedikit Berjongkok untuk Mensejajarkan dirinya dengan wanita itu.
"Berikan padaku"Ucap pria itu dengan pelan namun Penuh dengan penekanan
Wanita itu hanya menggeleng lemah,Tak henti hentinya air mata itu mengalir deras dari pelupuk matanya.
PLAK....
Satu tamparan keras mendarat dipipi ya,Karena keadaannya yang lemah,Wanita itu langsung tersungkur Akibat tamparan yang diberikan oleh pria itu.
Tanpa menunggu apa apa lagi,pria itu langsung menarik rambut panjang itu dan membuat siempu menatapnya.
"Berikan padaku"Bentaknya,Dan wanita itu langsung melempar benda pipih itu kearahnya.
Pria itu tertawa penuh Kemenangan,Rasanya sangat puas membuat orang lain menderita.
"Aku tidak menyangka bahwa kau sangat kejam Varo"Teriak wanita itu dengan kencang.
PLAK.......
satu tamparan kembali mendarat dipipi mulus itu.Kemarahan Varo semakin memuncak karena wanita dihadapinya itu berani meneriakinya.
__ADS_1
Ya!Pria itu Adalah Varo,Pria terkenal dengan keangkuhannya dan kebijaksanaannya dalam berbisnis,namun tidak ada yang tahu bahwa sekarang Dia sudah menjadi seorang psykhopath.
"Sekali lagi kau berani berteriak keras dihadapanku,Bersiaplah untuk hidup dibawah tanah"Ancam Varo sambil melemparkan tatapan tajamnya.
"Kumohon..hikss...lepaskan aku"ucap wanita itu dengan penuh harapan,Namun seberapa banyak Dia memohon seberapa banyak dia mengeluarkan air matanya,Varo tidak akan mengampuninya.
"Berterima kasihlah padaku, Karena aku masih membiarkanmu menghirup udara kotor ini,Aku tidak akan membiarkanmu tiada dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan,Bayarlah semua kesalahanmu padaku,Baru kau boleh kembali padanya" Jelas Varo dengan nada tinggi dan Langsung bangkit untuk keluar ruangan ini.
"Kumohon Varo...maafkan aku hiksss......Aku menyesal"Ucap wanita itu sambil bertekuk lutut di hadapan Varo
"Aku memiliki Dua kaki,Carilah temanmu untuk bertekuk lutut Dikakiku bersama sama"Ucap Varo dingin dan langsung menghempaskan tubuh wanita itu Dari kakinya.
"Sekali jalang akan tetap menjadi jalang,Dan sekali pembunuh akan tetap menjadi pembunuh"Ucapnya dengan penuh penekanan.
"Jika kau berani mengulanginya lagi,Bersiaplah untuk kehilangan Salah satu tanganmu itu"Lanjutnya yang langsung benar benar pergi meninggalkan ruangan itu.
......
Varo kembali Kekamarnya,Dan langsung membanting semua Barang-barang yang ada didalam kamarnya.
"Brengsek" umpatnya....
"Akan kubuat kalian membayar segalanya kepadaku"ucapnya Yang langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengguyur kepalanya yang terasa panas....
.........
Pukul 06:12 Wib Dikediam Juna.
Juna mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan Cahaya dikamarnya itu.
"Hoaaapppp.......,Apa dia sudah bangun"Gumamnya.
Namun langsung Muncul dalam benaknya tentang masalah kemarin.Dua masih penasaran dengan seseorang yang menelfonnnya itu.
"Aku akan mencari tahunya nanti"Gumamnya lagi yang langsung bangkit dari tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai menggunakan setelan semi Formalnya,Juna melangkah keluar untuk menemui istrinya.Saat menapaki tangga terakhir dia mendengan suara aneh dari dapur.
Hoekkk ...... Hoekkkk...Hoekkk...
Ternyata Suara itu berasal Dari Dara,Dia berusaha menahan mual sedari tadi,Namun akhirnya dia harus mengeluarkan semua isi perutnya.
Juna yang melihat istrinya yang sedang muntah muntah langsung berlari kearahnya dan Langsung memijat tengkuk istrinya.
Pikirannya yang melayang entah kemana langsung hilang begitu saja karena panik melihat istrinya yang sedang mual mual.
"Su....sudah"Ucap Dara dengan lemah.Juna membantunya membasuh wajahnya.Wajahnya sedikit pucat akibat Rasa mual yang terjadi.
Itu adalah hal biasa yang dialami oleh ibu hamil pada tahap Trimester pertama.Namun anehnya Dara tidak akan muntah selain saat dia mencuci piring.
"Masih mual?"Tanya Juna sambil menyeka puluh yang ada di dahi Istrinya.Dara menggeleng pelan..
Juna membantunya untuk berjalan kearah meja makan.
__ADS_1
"Tunggu disini"Ucap Juna yang langsung naik keatas untuk mengambil minyak kayu putih dan air hangat untuk istrinya.
"Minumlah"Ucap Juna dengan perhatian.Dara langsung menyesapnya hingga setengah,Setelah itu Juna langsung mengusapkan Minyak kayu putih itu keperut sang istri.
"Apa ini sering terjadi saat aku tidak Dirumah?"Tanya Juna dengan khawatir.
Dara langsung menggeleng lemah saat Suaminya melontarkan pertanyaan itu padanya.
"Hanya Saat mencuci piring"Ucapnya dengan pelan.
"Mulai sekarang jangan pernah menyentuh pekerjaan rumah lagi,Aku akan mencari ART baru untuk membersihkan rumah ini"Ucap Juna dengan ketegasan.Dara langsung menggeleng tanda ia tidak setuju dengan pendapat suaminya.
"Sayang,Jangan keras kepala"Ucap Juna yang langsung membawa istrinya kedalam pelukannya.
"Aku hanya ingin mengurusmu dan rumah ini menggunakan tangan ku sendiri"Ucapnya dengan pelan.
"Tapi lihatlah akibatnya,Kau sampai mualkan"jawab Juna lagi.
"Cuman hanya karena mencuci piring"Tegas Dara yang keras kepala.
Juna menghela nafas kasar,Istrinya memang orang yang keras kepala,Dia memang menurut namun Dia tidak bisa dibantah.
"Baiklah,kau boleh mengurus segalanya,Tapi jangan mencuci piring oke,Mulai sekarang Aku yang akan mencuci piring"Ucap Juna yang mengalah kepada bumil satu ini.
Dara langsung menarik senyumnya dan menatap Juna dengan Mata imutnya.
"Terimakasih Daddy"Ucap Dara yang langsung menghambur kedalam pelukan suaminya.
.
.
.
. *BERSAMBUNG.
terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author ๐ค๐ค Saranghaeo untukmu kak โค๏ธ๐ค Dan terimakasih buat para readers yang udah Dukung Author sampai disini ๐ฅฐ๐ค๐.
jangan lupa like ๐ komeen sebanyak-banyaknya ๐ฏ๐ฏ Dan Votte seiklahsnya ya cinta ๐ plus Favorit โค๏ธ.
Ig Author
@Indahnovita487Nvt.
Difollow yang cinta,
Kita kenalan receh disana๐๐
Fb
(Indah Novita Sari)
__ADS_1
๐คLove you all๐ค*