Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 133_Sebuah kebenaran 2


__ADS_3

_Juna terus menarik tangan Istrinya dengan kasar."Lepasin aku Juna,Sakit" Lirih dara Yang sedikit berlari kecil guna mengimbangi langkah Juna Yang semakin cepat.


Juna tak memperdulikannya dan terus melanjutkan langkahnya.Sesampainya didalam kamar,Juna langsung Menghempaskan Dara begitu saja Keranjangnya dengan kasar.


"Katakan padaku,Sejak kapan kalian saling mengenal,Dan sejak kapan kalian menjadi akrab.Katakan padaku Dara..KATAKAN...."bentak Juna yang menggema diseluruh Penjuru kamar.


Dara semakin terisak.Melihat Perlakuan Juna yang sangat kasar membuatnya sangat takut saat Ini."Juna Hiks....Apa salahku...."


Juna terdiam dan mulai menatap kearah lain.Tangannya terangkat untuk meremas rambutnya.Dia menggeleng lemah,Dia masih tidak menyangka jika Regan yang dimaksud dara selama ini Adalah Varo.


"Apa salahku Juna,Apa salahku" Teriak Dara yang semakin berderai air mata.


"Kenapa kau seperti Ini,Apa sebenarnya yang terjadi juna.memangnya Ada apa dengan kak Regan?" Ucap Dara ditengah isakahnnya.


Mendengar Istrinya yang kembali menyebut nama Varo membuat Emosi Juna semakin tersulut."Jangan pernah menyebut namanya lagi dara" Juna mendekat Dan mencekram kedua tangannya dengan erat.


Dara terdiam dalam ketakutannya.Nafasnya tidak normal dan sedikit tersengal.Dengan tubuh yang gemetaran,Dara Mulai mengangkat tangannya untuk melindungi perutnya.Dia takut Jika Juna akan melakukan hal yang lebih dari ini,Dia takut bila anaknya lah yang akan menjadi imbas dari kemarahan suaminya saat Ini.


"Juna....." Dara semakin menangis.


Juna memaku melihatnya.Sedikit demi sedikit hatinya mulai tersadar dan pikirannya kembali menormal.Dengan perasaan yang bercamuk,Juna mendekat Dan mencium istrinya dengan Perasaan yang sulit.


Dara tidak menolaknya tapi juga tak membalasnya.Air matanya terus mengalir dengan deras,Dia baru tahu bahwa suaminya memiliki sikap tempramental yang buruk selama ini.


"Mulai detik ini,dan mulai hari.Jangan pernah menemuinya lagi dara.Atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini."Ucap Juna setelah menyudahi ciumannya.Matanya Sangat tajam,Tapi Dara masih bisa melihat cinta disana.


perlahan Juna mulai mundur beberapa langkah.Matanya masih terus menatap wajah istrinya dengan lekat.hingga berselang beberapa menit,Juna mulai berjalan meninggalkannya seorang diri dikamar.


Dara menatap kepergian suaminya dengan nanar,sesekali dia mengeluarkan isakan yang terdengar sangat lirih dan perih.Dulu mereka pernah bertengkar,Tapi Juna tidak pernah Memperlakukannya sekasar ini.


"Apa salahku Juna..Apa salahku hiks..hiks..

__ADS_1


Kenapa kau sangat kejam juna?" Tangis dara semakin pecah saat mengingat tatapan serta kelakuan Juna tadi.


Hingga lebih dari 1 jam,Dara masih setia dengan posisinya.Dia masih sangat terpukul dengan kejadian tadi.


Tak lama kemudian,Tangannya terangkat untuk mengusap air matanya.Dengan hati-hati,Dia mulai beranjak dan turun untuk menemui suaminya.


"Juna......" Dia memanggil Juna dengan keras.Tidak ada sahutan..


Kemudian dia kembali berjalan memutari Rumahnya dari ruang kerja,Dapur,kolam renang,Bahkan taman rumahnya sekalipun.Tapi tetap nihil,Juna tidak ada.


Ada satu kemungkinan yang terlintas dibenaknya,Juna pergi...Iya Juna pergi..


Dia berlari kecil menuju garasi.Dan benar apa yang dipikirkannya tadi,Mobil Juna tidak ada,Dan itu karena dia pergikan?.


Dara memandangi halaman rumahnya dengan kecewa.Tadinya dia berfikir bahwa Juna hanya turun saja dan tidak akan pergi kemana-mana.tapi apa kenyataannya,Dia malah memilih pergi dalam keadaan marah dan Meninggalkannya seorang diri dirumah.


Dengan lemas dia kembali berjalan Kekamarnya.Dia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu mengingat hari yang mulai petang.


Tapi setelah Dia selesai mandi pun,Juna tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.Kemudian,Pandangan Luna beralih ke ponselnya.Dia mendekat dan meraihnya.


Beberapakali dia mencoba untuk menghubungi suaminya,Tapi tetap sama,Ponsel Juna dalam keadaan Off sekarang."Kamu kemana Juna" Dia kembali menitikkan air mata.


Karena rasa lelah yang teramat dalam,Akhirnya dara memutuskan untuk merebahkan dirinya sambil menunggu kepulangan Juna.Hingga Lama-kelamaan Dirinya mulai terhanyut Kebawah alam sadar dan mulai merajut mimpinya.


____________


Dini hari...


Tepat pukul tiga dini hari,Dara mulai mengerjap demi menyesuaikan Cahaya didalam kamarnya.Setelah kesadarannya mulai penuh,Barulah dara menyadari bahwa dirinya sudah tertidur sejak kemarin sore.


Juna...?

__ADS_1


Iya,Dia teringat akan Juna,Suaminya.Dengan cepat dia menoleh Dan Menatap kosong kearah sebelahnya.


Hatinya kembali tersayat,Melihat kekosongan serta susunan bantal milik Juna membuat Dirinya tahu bahwa Juna belum kembali sejak kepergiannya kemarin sore


Dengan keberanian yang penuh,Dia mulai berjalan untuk turun kebawah.Didalam hati dia berharap bahwa Juna sudah pulang dan hanya saja dia tidak tidur dikamar.


Tapi setelah sampai dibawah,Hanya kegelapan serta keheninganlah yang didapatnya.Kosong,Dan juga masih sama seperti yang kemarin.Tidak ada tanda-tanda keberadaan Juna ataupun kepulangan Juna sedikitpun..


Kemudian dia kembali berjalan Keluar.Entah keberanian Dari mana,Kini dara mulai berani menatap gelapnya Langit luar yang menandakan bahwa Malam Ini masih panjang.


Dia tercengang Hingga beberapa saat.


Air matanya kembali menetes Menemani kesedihannya.Perih..Perih rasanya saat mengetahui bahwa Juna tidak pulang malam ini.Halaman rumahnya masih kosong,Begitupun dengan garasinya.Lalu Juna kemana?,Dimana Dia saat ini.


Dara berjongkok dan menyandarkan tubuhnya didinding garasinya.Hatinya Terasa tercabik-cabik dan terasa dihantam oleh Ribuan beton dengan sangat kuat nya


"Kenapa kau tega Juna....Apa salahku" Dia kembali terisak Menemani sunyinya malam ini.


Rasa takutnya tadi sudah menghilang,Dan tergantikan oleh rasa sakit yang teramat dalam.Dia masih tidak mengerti Apa alasan Juna yang bersikap seperti itu kepadanya.Jadi harus kemana?Harus kemana dia bertanya Tentang dimana letak kesalahannya saat Ini?.


Tangannya terangkat untuk menepuk dadanya hingga berulangkali,yang berharap bahwa Rasa sesak itu akan menghilang."Kumohon kembali Juna,Komohon.Katakan kepadaku apa salahku yang sebenarnya hiks..hiks..hiks.."


"Apa kau membenciku?,Apa kau tak lagi memperdulikanku?.Jika tidak,Kumohon kembalilah Juna.Peluk aku..Hapus air mataku..Sakit Juna hikss...sakit." Dia terduduk lemas dilantai.


Hanya satu yang diharapkannya kali ini.kepulangan Juna,Iya kepulangan Juna.Hanya itu saja,Dara tidak ingin yang lain. "Kumohon kembali Juna....."Teriaknya diiringi dengan isakahnnya yang terdengar sangat lirih.


Mungkin saja,Jika Ada orang lain yang mendengar tangisannya,Ataupun Jika ada alat pengukur yang melihat tangisannya,maka Mereka akan mengatakan bahwa dara adalah satu-satunya orang yang sangat terpuruk hari ini.


______________


...BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2