Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 163_Dimsum ayam 2


__ADS_3

"Hah..Kenapa semua orang malah menolak uangku sekarang"Gumam Juna sambil menatap langit yang terlihat gelap.


Luna menoleh,menatap Penjual itu yang terlihat sangat kebingungan.Dia mengangguk dan mencoba memberi isyarat agar penjual itu mau menerima Uang yang diberikan Juna ini..


Dan dengan ragu-ragu,Penjual itu mulai menerima Beberapa Lembar uang yang masih berada digenggaman Juna dan mengucapkan banyak terimakasih kepadanya.


"Kalau begitu saja permisi"Juna Tersenyum dan mulai melangkah untuk kembali kedalam mobilnya.


Sedangkan Luna,Dia hanya menatap samar kepergian Juna dari hadapannya.


_____________


Dengan wajah yang gembira,Juna masuk sambil membawa Tentengan yang berisi dimsum didalamnya.Dan saat baru memasuki rumah,Juna Bisa menebak jika saat ini istrinya Masih berada diruang tamu untuk menunggunya.


"TARA........." dia berteriak Mengejutkan Dara sambil menunjukan Tentengan itu.


Tapi sayang,Kegembiraannya hanya disambut hening oleh istrinya,karena Dara hanya diam Dan mencerutkan bibirnya dengan gemas.


"Sayang,Suamimu ini telah mutar-mutar diseluruh Penjuru kota hanya untuk mencari dimsum ini.Dan sekarang, Saat aku telah berhasil mendapatkannya kau malah Marah dan mendiamkanku?"Juna bertanya dengan nada yang tak percaya.Kemudian Dengan cepat dia meletakkan Bingkisan itu dan langsung berlalu dari hadapannya.


Dara yang tadinya diam,Kini mulai terduduk tegak dan memeriksa Bingkisan yang tadi dibeli oleh suaminya.


"Huh,Tadi dia bilang dimsum ayamnya habis.Lalu apa ini jika bukan dimsum ayam namanya" Gumam Dara sambil membawa Tentengan itu kedapur.


Dia tahu jika suaminya itu membeli dimsum ini dipinggir jalan,dan itu semua sesuai dengan keinginannya.


Dia Menyiapkannya Di sebuah Piring besar,Dan kembali berjalan keatas untuk menemui suaminya.


setelah masuk kedalam kamar,Dia hanya disambut oleh kesunyian dan keheningan.Tapi Samar-samar dia mendengar suara percikan air yang Berasal dari kamar mandi,Dan itu berarti Juna sedang mandi bukan?.


Tok.. tok...tok.


"Sayang kau didalam?"Dara sengaja Meninggikan Suaranya agar Juna dapat mendengarnya.


Hening.....


Tak ada sahutan dari Juna.


"Sayang Kau didalam" Teriaknya lagi.

__ADS_1


"Iya" Jawab Juna singkat,dan kembali melanjutkan kegiatannya.


Bukannya dia Ingin mengacuhkan istrinya,Tapi dia sangat kesal dengan tingkah dara yang selalu saja berbuat seenaknya."Sayang Buka pintunya"dia kembali mengetuknya,bahkan ketukan ini terdengar lebih keras dan tergesa-gesa.


"Sayang Buka pintunya"Dara masih tak berhenti mengetuknya,Hingga pintu kamar mandi itu terbuka dan menampakkan Juna yang terlihat tengah bertelanjang dada."Apa?"Juna bertanya dengan singkat.


"Aku ingin pipis"ujarnya dengan wajah malu.


"Tahanlah,5 menit lagi aku selesai"ucap Juna yang berniat untuk menutup pintu itu kembali.


"Hey stop.. stop"Dara menahannya telapak "Aku tidak sanggup lagi untuk menahannya sayang"mohon dara dengan wajah memelas,dan itu mampu membuat hati Juna sedikit tersentuh dan membiarkan istrinya masuk kedalam.


Tapi setelah masuk kedalam,Dara sama sekali tidak berniat untuk buang air kecil.Karena Dia hanya berdiri menatap juna dengan senyum jahil diwajahnya.


"Sebenarnya kau ingin apa Dara?"Juna bertanya dengan heran.


"Aku ingin...."Dia mendekat dan langsung melingkar kan tangannya Ditengkuk suaminya."Aku ingin berterimakasih"


Cup.....


Dia memberanikan diri untuk mencium suaminya agar Juna tak lagi marah dengannya.


Sedangkan Juna,Jangan ditanya lagi dia bahagia atau tidak sekarang.Perbuatan istrinya ini sungguh menyentuh hati dan jiwanya,Karena bagaimanapun juga Tingkah istrinya yang sangat romantis ini membuatnya semakin tergila-gila dengan cintanya.


Juna tersenyum dan menyelipkan anak rambut dara kebelakang."Jangan meminta maaf" suaranya terdengar serak.Bagaimanapun juga tingkah dara yang seperti itu tadi adalah salah satu dari tingkah calon Babynya yang sangat Manja.


"Ganti baju sana"Pinta Juna karena melihat baju dara yang basah karena tubuhnya.


Dara mengangguk."Jangan lama-lama."


"Kenapa?"Juna bertanya dengan Pelan.


"Karena aku ingin berbagi dimsum denganmu"


Juna Tersenyum dan sengangguk "Sana" Ucapnya Dan langsung menutup pintu saat Dara sudah keluar.


sepuluh menit kemudian,Juna Sudah turun untuk menyusulnya dimeja makan.


"Sayang,tadi kau menelfonku karena kau bilang dimsum ayamnya habis.Lalu dari mana kau dapatkan ini?"Dara bertanya sambil menyiapkan makanan untuk anaknya.

__ADS_1


"Apa yang kukatakan itu memang benar.Dimsum ayamnya memang sudah habis Karena Pembelinya sangat banyak."Jelas Juna.


"Lalu ini?"Dia menunjuk kearah Dimsum yang sudah berada dipiringnya.


"Tadi aku sangat prustasi karena bingung harus melakukan apa.Dan apa kau tahu,Aku sempat berniat tidak pulang tadi karena takut kau marah dan kecewa Tap______"


"Itu berarti kau berniat untuk meninggalkanku lagi?"Dara memotongnya dengan cepat.Bagaimana mungkin seorang suami berniat untuk meninggalkan istrinya yang tengah hamil besar.


"Aku belum selesai berbicara sayang" Juna menatapnya dengan malas.


"Emm,lanjutkan" Dara Tersenyum karena malu dan membiarkan Juna Untuk kembali menjelaskannya.


"Sampai mana tadi?"Juna bertanya karena bingung harus memulainya dari mana lagi.


"Kau tidak berniat pulang" Jawab Dara dengan cepat.


"Ah iya.Aku berniat tidak pulang karena aku tahu kau akan marah dan kecewa,Dan juga aku tidak sanggup jika harus melihat Wajahmu yang bersedih karena sebuah keinginan yang tidak bisa kuwujudkan.hingga pada akhirnya Luna datang dan memberikan Dimsumnya kepadaku"


"Luna?...Sekretarismu?"Dara bertanya dengan tak percaya,dan Juna mengangguk.


"ketepatan dia juga berada disitu.Tapi awalnya aku juga tidak melihatnya,Tapi aku tidak tahu kenapa dia bisa melihatku disana."Ucap Juna yang mencoba untuk memikirkan ini.


"Kau tahu kenapa orang selalu Melihatmu dimana-mana,dan begitu mudah untuk mengenali wajahmu itu?"


"Karena aku tampan bukan?"Juna menjawab dengan rasa percaya diri yang besar.


"Bukan..."Dara menggeleng dan menatap suaminya yang kini telah melahap Dimsumnya "Itu karena wajahmu pasaran"


Uhukkkk.....


Mendengar ucapan istrinya membuat Juna langsung tersedak oleh makanannya."Sayang kau tidak papa?"Dara bertanya dengan panik sambil memberikan air putih Ketangan Juna.


"Ehemmm" Juna mengangguk dan mengusap lehernya yang terasa panas.


"Apa kau bilang,Wajahku ini pasaran?"Juna bertanya dengan nada yang tak percaya,apalagi saat Dara mengangguk untuk menjawab Pertanyaannya ini


"Ahhh,"Juna menggelengkan kepalanya dan menatao kearah lain."Kenapa kau sangat tega untuk mengatakan bahwa Wajah suamimu ini sangat pasaran Dara?"


Dara tersenyum Lucu dan menjewer pipinya denngan gemas."Tidak..tidak..Suamiku ini sangat tamapan" Ucapnya yang mampu membuat telinga Juna naik 5 cm.

__ADS_1


Juna tersenyum gembira dan mengangguk untuk menyetujui ucapan Istrinya.


_____________


__ADS_2