
Keesokan paginya.
Mau tak mau Juna harus berangkat kekantor Karena sudah Ada banyak Pekerjaan yang menunggunya.sebenarnya Dia masih ingin dirumah,menemani Dara yang masih terlihat Murung karena masalah yang baru menimpa mereka.Tapi apalah Daya,Tuntutannya Untuk tetap menjadi pengusaha yang sukses sangatlah besar.Jadi Juna harus mengesampingkan masalah pribadi dan akan kembali mengurusnya jika jam kantor telah Usai.
Dara berjalan menghampiri Juna yang saat Ini sedang Merapikan kemejanya." Apa kau sibuk hari ini?" Dara bertanya dengan pelan.Dia mengambil alih untuk merapikan kemeja suaminya dengan Lembut.
Dengan ragu Juna mengangguk,karena Jadwalnya hari Ini sangatlah padat,ditambah Lagi dengan Pekerjaan yang terbengkalai karena dia tidak masuk semalam."Kenapa?" Juna Bertanya sambil mengusap pipinya dengan lembut.
Dara tersenyum dan menggeleng."Selesai.." Ucapnya Setelah melihat penampilan Juna sudah sangat perfect pagi ini.
mereka berdua Berjalan turun kebawah.Setiap langkah yang mereka lewati selalu menimbulkan ketakutan yang sangat besar dalam dirinya.Dia takut Jika Juna akan kembali menemuinya dan akan merubah keteguhannya nanti."Kau yakin tidak ada yang ingin kau katakan?" Juna bertanya karena merasa bahwa istrinya sedang menyembunyikan sesuatu dalam pikirannya.
Dara menoleh dengan Raut kebingungan.Sebenarnya Dia juga bingung harus mengatakannya Dari mana." Tidak" Jawabnya Singkat.
Saat sampai dibawah,Juna melirik sekilas kearah meja makan yang sudah penuh dengan makanan."Sayang,Pagi ini kau sarapan sendiri ya." Ujar Juna dengan Perasaan bersalah.
"Kenapa?,Tidak bisakah Kau makan sedikit saja" Jawab Dara dengan sedih.
Dengan Ragu Juna menggeleng."Tidak ada waktu Untuk Itu.Karena pagi Ini sudah ada pertemuan penting diluar kantor sayang" Jelasnya Yang berharap bahwa Dara akan mengerti.
"Tapi kau harus berjanji Untuk sarapan Diluar Okei" Pinta Dara.Dia tersenyum dan mencoba untuk menghilangkan Kesedihannya.
" Humm"Juna mengangguk dan memeluk istrinya."Aku berangkat ya," Juna meninggalkan kecupan yang sangat lembut Dikeningnya.
"Hati-hati" Juna Sangat merasa bersalah karena melihat Wajah Dara yang tersenyum namun banyak menyimpan kesedihan.
Juna menangguk dan mulai berjalan Keluar.
__ADS_1
Sedangkan Dara,Dia tak lagi bisa mengendalikan dirinya.Dia berlari dan langsung memeluk suaminya dengan erat Dari belakang.
Juna terdiam Dan terkejut karena Kelakuan Dara yang terjadi secara tiba-tiba." Juna bisakah kau berjanji untuk tidak menemuinya?,Bisakah Kau berjanji untuk itu"?" Dia Menangis,menumpahkan segala ketakutannya Dipelukan suaminya.
Juna diam dan mengulum senyumnya dengan sempurna.Dia Berbalik Dan mengusap air matanya dengan sayang." Apa ini yang ingin kau katakan sedari tadi?" Juna bertanya sambil menatap istrinya lebih dalam.
" Aku takut jika kau kembali menemuinya diluar Juna." Lirihnya pelan.
"Aku berjanji..aku berjanji untuk tidak menemuinya." Ujar Juna yang kembali memeluk istrinya dengan hangat."Diamlah,jangan menangis lagi"
Sebenarnya Juna sangat kesal karena istrinya Terlalu takut dan mencurigainya.Tapi dia juga tidak bisa Memarahinya,Karena itu semua Terjadi karena Dara sangat mencintainya.
Pelukan mereka sangat erat,Bahkan sudah hampir lima menit Dara tak kunjung melepaskannya." Sayang Aku harus kekantor bukan?" Dara mengangguk dan mulai melepaskan pelukannya.
"Jangan menangis lagi humm"Juna tersenyum dan kembali menghapus sisa air mata Istrinya.
" Pergilah,Nanti kau telat" Ucapnya dengan serak.
___________
Disaat Juna baru keluar Dari area Mansionnya, Tiba-tiba Dirinya dikejutkan oleh sosok wanita Yang Berlari kearah Mobilnya.Untung saja Juna Cukup ahli dalam mengendarai mobilnya,Jika tidak dia tidak tahu lagi apa yang terjadi sekarang.
Wanita Itu menunduk,Jadi Juna tak bisa melihat jelas wajahnya.Dan dengan perasaan kesal,Juna menggerutu sambil keluar Dari mobilnya." Apa kau gila?.Jika kau ingin mati jangan berlari kemobilku.Cari mobil yang lain" Bentak Juna dengan keras.
"Aku hanya ingin mati ditanganmu Juna!"
Deg!
__ADS_1
Juna terdiam mematung saat suara yang sangat dikenalinya kembali menyapanya.
"Naya" Gumamnya pelan.
Wanita Itu mengangkat kepalanya,menatap Juna yang juga menatapnya sekarang."Juna Bisakah Kita bicara sebentar" Mohon Naya dengan tercekat.Dia mendekat,Meraih tangan Juna dan menggenggamnya dengan erat.
Awalnya Juna sangat khawatir karena hampir Menabrak seorang wanita,tapi saat melihat wanita itu adalah Naya,Dia langsung mengubah wajahnya dengan Ekspresi Datar.
"Aku tidak ada waktu untuk itu" Juna melepaskan tangannya Dan berbalik untuk masuk kedalam mobilnya.
"Aku mohon sayang,Sekali ini saja" Naya kembali memohon,bahkan Dirinya sudah tak segan untuk memeluk Juna didepan umum.
"Naya tolong jaga sikapmu" Bentak Juna Sambil Melepaskan pelukan Naya."Aku sudah beristri,jadi Kumohon Jangan Pernah mengganggu dan jalanilah kehidupanmu sendiri" Jelas Juna penuh penekanan
Naya menggeleng."Aku hanya ingin bicara denganmu Juna,Apa itu salah?"
"Ya..." Juna menganggukkan kepalanya."Itu salah.Karena aku tidak memiliki waktu sekarang" Ucap Juna yang kembali ingin pergi.
"Baiklah,Jika pagi ini kau tidak sempat untuk berbicara denganku maka Nanti siang aku akan menunggumu di Landofa cafe."
Juna berhenti tanpa berniat untuk kembali menatapnya." Aku sudah bilang kalau Aku tidak memiliki waktu untuk itu" Juna kembali melanjutkan Langkahnya setelah mengatakan itu.
"Baiklah,Tapi ingat ini Juna..Jika aku tidak akan pergi dari sana sebelum kau datang menemuiku"teriak Naya.
Tapi Juna sama sekali tidak memperdulikannya.Bahkan Dia langsung menancap Gas Melewati Naya begitu saja.
" JUNAAA......" teriaknya dengan Kencang.
__ADS_1
Dia merasa kesal sekaligus prustasi karena Juna Bersikap Datar dan acuh terhadapnya.
Padahal Dulu Juna sangat Hangat Dan perhatian kepadanya,Dan saat Ini sangkin Dinginnya dia,Juna bahkan tega meninggalkannya sendirian disini.