
Juna hanya sibuk dengan lamunannya sambil mencerna setiap perkataan istrinya.Setiap Kata yang meninggalkan Kesan kehancuran yang mendalam atas perasaannya.
"Kenapa kau diam,Sesulit itukah pertanyaanku Juna?"Tanyanya lagi.Namun tetap sama,Juna masih setia mengunci mulutnya dengan rapat.Namun beberapa saat kemudian Dia menjawab pertanyaan istrinya yang berhasil membuat jantung Istrinya berdetak kencang.
"Bertahanlah,Bantu aku mengikis bangunan cinta yang dulu pernah kurajut bersamanya"
Deg!!!!!!!!!!!!!!........
Dara langsung menarik senyumnya hambar,setelah Mendengar jawaban dari suaminya.
"Kenapa kau tidak menyuruhku untuk meninggalkanmu?"Tanyanya sambil tertawa kecil.
"Karena aku mencintaimu"Jawab Juna dengan ketulusan hati yang mendalam.
"Cinta..?Inikah yang kau sebut dengan cinta Juna.Cinta antara Kau ,dia dan juga aku..."Ucapnya lagi,Air matanya langsung lolos begitu saja,Dara tak kuasa menahan kesedihannya.
"Pernahkah kau berfikir bagaimana sakitnya hatiku?,hancurnya diriku?..
Kau..laki laki yang Kuanggap sebagai teman hidupku ,Laki laki yang Kuanggap sebagai pelabuhan terakhirku,Juga laki laki yang membawaku menuju kebahagiaan kini telah menghancurkan mimpi yang pernah Kubangun dulu."Bentaknya sambil menunjuk wajah Juna.
"Maafkan aku"Pekik Juna pelan,Air matanya juga mengalir dengan deras.Dia mendekat dan langsung merengkuh Tubuh Mungil itu.
"Maafkan aku sayang,Maafkan aku"Ucapnya pelan sambil mengelus wajah istrinya.Dara semakin Terisak dalam dekapan suaminya,Menumpahkan segala tangisnya.menumpahkan segala kesedihan dan kekecewaannya.
"Sayang"Panggil Juna,
"Sayang"Panggilnya lagi..Namun hanya isakanlah yang dia dengar,
"Sayang,kumohon Diamlah"Ucap Juna sambil menghapus air mata istrinya.
"Juna...."Panggilnya serak,
"Hmmmmmm"Jawabnya yang masih Setia menghapus air mata istrinya yang tidak berhenti mengalir sedari tadi.
"Siapa Kanaya Hikss,.."Tanyanya sambil menatap manik Coklat itu.
Juna mematung mendengarnya,Dia tahu apa yang disembunyikannya,Lambat laun semua itu akan terbongkar dengan sendirinya.
"Bagian dari masalaluku sayang"Jawabnya dengan pelan.
"Dia Berada disisiku jauh sebelum kita bertemu,Sekarang hanya Dirimu,hanya dirimu yang ada Disisiku.Tidak ada wanita lain"Jelasnya sambil mengubah posisi mereka agar Istrinya merasa nyaman.
"Tapi kau mencintainya"Ucap dara serak,Dia sudah mulai tenang karena dekapan Juna.
"Cinta adalah bentuk yang tidak bisa dilihat Jika Tidak Dibuktikan dengan Kelakuan,Begitupun juga dengan Cintaku untuknya,saat ini mungkin hatiku Masih terbagi,Namun kau masih ingat janjikukan.Janji yang dulu pernah kuucapkan Saat aku melamarmu,Disitu aku berjanji untuk tidak pernah Melukaimu juga menduakanmu,Janjiku yang Tidak akan pernah menduakan dirimu bukan tidak akan menduakan cintamu.karena saat itu aku tahu bahwa aku belum benar benar melupakannya"Jelas Juna sambil menyandarkan kepala istrinya didadanya.
"Dia wanita yang sempurna?"Tanya Dara yang mulai melunak.
__ADS_1
"Sama seperti mu,"Jawab Juna.
"Lalu kenapa kau menikahiku,Kenapa tidak menikahinya saja"Tanyanya lagi.
"Karena dia telah pergi,Dia telah berada di alam yang berbeda dengan kita sayang"Jelasnya lagi,Dara langsung menutup mulutnya tanda dia tidak percaya dengan perkataan suaminya.
"Dia sudah meninggal"Tanyanya yang diangguki oleh suaminya.
"Lalu apa kau ingin meninggalkanmu demi seseorang yang sudah berada dialam baka hmmmm?"Tanya Juna lembut.Namun dara hanya diam.dia sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Aku hanyalah manusia biasa yang hidup Dengan mengikuti aliran takdir yang telah ditentukan oleh sang pencipta.Begitu juga dengan cinta Sederhana yang kurajut untuk membahagiakanmu,Namun Akan kupastikan bahwa kau akan menjadi wanita terakhir dalam hidupku,Walau hati ini masih menyimpan namanya"Jelas Juna panjang lebar,Hati dara menghangat mendengarnya,Setidaknya dia merasa lega karena rivalnya telah pergi dari kehidupan Juna.Namun rasanya masih berat saat mengetahui bahwa Suaminya masih mencintai Mantan kekasihnya.
"Aku tidak tahu harus berkata apa, Begitupun saat kutahu kau masih mencintainya,Tapi dengan statusku saat ini,Biarkanlah aku bersikap egois untuk memiliki hatimu seutuhnya"Jawab Dara sambil menatap kedua mata suaminya
"Tentu saja,Kau Adalah Nyonya Juna"Jawabnya sambil tersenyum.
"Istirahatlah"Ucap Juna sambil merebahkan Tubuh istrinya tepat diatas dadanya.
"Aku tidak ngantuk"Jawabnya ketus.Juna hanya melemparkan tatapan dinginnya kepada istrinya.
"Tidurlah,Aku tidak ingin kau sakit"Ucapnya.
"Tapi.."
"Tidak ada bantahan"Sambungnya lagi,Dara hanya memutar matanya dengan malas.dan langsung memejamkan kedua matanya.
"Apa kau ingin suamimu berdiam diri saat mengetahui pria lain memberikan serangkaian Bunga kepada istrinya"Ucap Juna.Mendengar hal itu,Dara langsung berbalik arah dan menatap wajah suaminya itu.
"Bunga itu bukan pemberian darimu?"Tanya dara dengan mata bulatnya.Juna langsung menggeleng pertanda bahwa ia menyetujui perkataan istrinya barusan.
"Lalu..?"Tanyanya.
"Dari pria Brengsek"Ucapnya yang langsung mengecup bibir manis itu.
"Tidurlah,Kau sangat cerewet"Ucapnya lagi.
"Tapi kenapa kau membentakku,Aku kan tidak tahu bahwa bunga itu bukan pemberian dari mu"Ucapnya dengan sinis.
Tanpa membalas perkataan istrinya,Juna bangkit dari duduknya dan berjalan kearah pintu untuk keluar dari kamarnya.
"Daddy"Panggil Dara.Dia tahu sekarang suaminya sudah berada dalam Ujung batas kesabarannya.
"Apa"Jawabnya dingin.
"Aku mau tidur"Ucapnya pelan.
"Lalu,Apa hubungannya denganku"Jawab Juna enteng.
__ADS_1
Dara langsung kesal dibuatnya,Baru saja dia ingin mempercair suasana.sekarang malah Juna yang kembali membekukan keadaan mereka.
Melihat istrinya yang cemberut,Juna langsung tersenyum sambil membawa langkahnya keranjang mereka,Dia langsung memposisikan dirinya tepat disamping istrinya.
"Kemarilah"Pintanya yang diangguki oleh istrinya.
Dengan Raut bahagia,Dia langsung menghambur kedalam dekapan suaminya,Membalas pelukannya dengan hangat.Dia merasa takut,Takut ditinggalkan olehnya.
"Tidurlah"Ucap Juna sambil menepuk Pinggul Istrinya dengan pelan.
Dan benar..Tak butuh waktu lama baginya untuk tenggelam dalam tidurnya karena rasa lelah yang menguasai dirinya.Sedikit demi sedikit dia sudah mulai menerima kenyataan tentang suaminya.
Juna yang merasakan bahwa istrinya tertidur puas hanya bisa mengulum senyumnya,Bukan hanya istrinya yang takut ditinggalkan,Dia juga.Dara adalah segala-galanya baginya.Hanya dirinyalah yang Bisa membuatnya bahagia ,walau hatinya masih setia dengan masalalunya.
"Maafkan aku"gumamnya sambil mengecup Rambut istrinya.
.......
Memang Kisah itu ada jauh sebelum Juna mengenal istrinya,Namun jika difikirkan Juna lah yang bersalah disini,Dia terlalu hanyut dalam masalalunya hingga dia melupakan statusnya,Dia yang salah karena terlalu menganggap remeh sebuah perasaan.Menyimpan nama wanita lain saat statusnya telah menjadi milik wanita lain,Itu adalah kesalahan terbesar dalam sebuah pernikahan,Walau faktanya wanita itu telah pergi untuk selamanya.
.
.
.
.
.
...*BERSAMBUNG...
happy reading all π€π€
terimakasih untuk pembaca setia novel baru Author π€ Saranghaeo untukmu kak β€οΈ Terimakasih juga untuk para readers yang udah Dukung Author sampai disini π₯°π₯°
jangan lupa like π komen sebanyak banyaknya π― Dan Votte seiklahsnya ya cinta π plus Favorit β€οΈ
Ig Author π€
-@Indahnovita487Nvt.
Fb Author π€
-Indah Novita Sari.
Kita kenalan yukπ€π€π₯°
__ADS_1
Love you all*.....