Cinta Yang Sebenarnya

Cinta Yang Sebenarnya
Bab 153_Landofa Cafe 2


__ADS_3

" Tidak adakah Sedikit ruang Dihatimu untukku Juna?"


Juna menggeleng penuh arti."Jangan berharap lebih Kanaya"


"Apa kau tahu jika aku masih sangat mencintaimu Juna?" Kanaya sudah menitikkan air mata.Tapi dia masih menjaganya karena mereka sedang berada ditempat umum saat ini.


"Aku tahu" Juna mengangguk dan membalas tatapannya."Aku tahu itu Naya,Itu sebabnya aku menjauhimu agar kau tidak lagi merasakan sakit hati.Aku tidak ingin kau terus tenggelam Dalam sebuah Kehancuran hanya karena Cinta." Juna menjelaskan Segalanya dengan Pasti.Dia tidak ingin Kanaya selalu berharap lebih kepadanya nanti." Aku juga tahu jika Ini sangatlah Berat Naya.Sama halnya dengan kejadian yang kualami saat kau meninggalkanku dulu.Dan apa kau tahu,selama satu tahun lebih aku menutup hatiku Dan terus menjaga cintamu walau saat itu aku berfikir bahwa kau tidak akan pernah kembali.Tapi itu semua percuma Naya,Karena aku hanya insan biasa Yang hidup dalam Aliran takdir yang telah ditentukan.Begitupun dengan hatiku yang telah mencintai wanita lain sekarang."


Tangis Kanaya Pecah,Mengiringi segala ucapannya yang sangat menyayat batin dan hatinya.Apa yang dikatakan Juna tadi memanglah benar,Tapi dia juga tidak bisa menerima jika dia harus kehilangan Cintanya karena sebuah Permasalahan yang direncanakan Varo saat itu.


Melihat Kanaya yang semakin menangis membuat Juna merasa sangt bersalah.Sebenarnya jika dipikirkan,Juna samasekali tidak memiliki kesalahan Disini.Tapi Dia adalah pria yang baik dan mudah tersentuh saat melihat seorang wanita menangis,apalagi wanita itu adalah mantan tunangannya dulu.


"Lupakan aku Kanaya...Dan mulai sekarang,bahagiakan dirimu dengan caramu sendiri.Aku yakin kau bisa Dan percayalah pada waktu yang akan mampu membantumu nantinya." Juna menunduk dan Menjedanya."Jangan pernah salahkan Takdir.Karena Takdirlah yang tahu Apa yang terbaik untuk kita,Termasuk perpisahan kita berdua." Juna beranjak dan masih menatap Naya yang sedang menunduk dengan air mata yang terus bercucuran.


"Hari sudah semakin petang.Pulanglah Naya,Dan jangan pernah bersedih lagi." Sebenarnya Juna tidak tega Karena melihat Naya yang sangat sedih saat ini.Tapi dia juga tidak bisa egois dan membiarkan Naya tetap mendekatinya Karena itu semua akan berimbas dengan pernikahan ataupun Perasaan Dara nantinya


" Aku pamit" Setelah mengatakan itu,Juna langsung pergi meninggalkan Kanaya yang masih menangis senggugukan.


Sedangkan Dara,Sudah sedari tadi dia Mencoba untuk tenang karena penasaran dengan Apa yang dilakukan Juna dan Kanaya didalam.Perasaannya sangat Gusar Dan Kebingungan,Disatu sisi dia takut jika mereka Akan kembali menjalin hubungan nantinya,Tapi disisi lain dia juga Tidak ingin terlalu ikut campur dalam masalah Juna dan Naya.


Saat matanya menangkap sosok Suaminya yang mulai berjalan kearah mobilnya.Dara berpura-pura untuk bersikap acuh dan mempokuskan diri untuk Melihat Kearah lain.


" Kau menunggu lama?" Tanya Juna setelah masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


Tapi Dara hanya diam,bahkan untuk meliriknya saja pun tidak.


Juna menghela nafas panjang Dan mulai mengenakan Seat belt nya."Oh ya,Ini ponselmu" Juna mencoba untuk Mencairkan suasana dengan sebuah ponsel baru yang dibeli sekretarisnya semalam.


Dara menoleh Menatap Ponsel yang kini diserahkan Juna kepadanya." Terimakasih" Ucapnya singkat dan mulai menerima itu.


Melihat Mood istrinya yang masih memburuk membuat Juna lebih memilih untuk diam dan langsung melajukan mobilnya.Dia tidak ingin terlalu banyak berbicara karena takut Dara akan lebih Ngambek nantinya.


Disepanjang perjalanan,Mereka hanya ditemani oleh Keheningan serta Deruman Beberapa mobil yang saat Ini berada disekitar mobilnya.Dara tidak pernah menatapnya,Dan hanya Menatap keluar menatap Lampu-lampu jalanan yang sangat indah.


Sesampainya di rumah,Juna Mulai keluar dan berlari untuk membukakan pintu untuk istrinya."Ayo" Juna mengulurkan tanganya dengan lembut.Tapi Dara hanya diam dan Bertingkah seolah Tuli yang tidak mendengar apapun.


"Sayang ayo turun" Pinta Juna lagi.Dia masih menjaga nada bicaranya Dan menahan rasa kesalnya.


"Terserah" Ucapnya penuh penekanan dan langsung menutup mobilnya dengan kuat.


Brak....


Dara terperanjat kaget dan menatap kepergian Juna dari hadapannya.Bibirnya mencerut Lucu,Padahal Dia ingin Juna menggendongnya Tadi.


tiga menit berlalu....


Juna masih setia Berdiri di depan pintu untuk menunggu istrinya.Tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda darinya.

__ADS_1


Juna menggeleng dan memijat pelipisnya dengan pelan.saat ini sangat kesal dan tak lagi mencoba untuk bersikap sabar.


Dengan Langkah yang lebar dia kembali berjalan kearah garasi untuk menemui istrinya.Dengan Cepat Juna mulai membuka pintu mobilnya,dan tanpa aba-aba dia langsung menggendong Dara begitu saja.


"Hey" Dara berteriak kaget karena Juna yang menggendongnya secara tiba-tiba.


"Juna turunkan aku......" Teriak Dara dengan memukul-mukul Bahu Juna.Tapi Juna tak menghiraukannya,Dan masih tetap berjalan Menuju kamarnya.


" Juna turunkan aku...."


" Diamlah" Jawab Juna dengan singkat


Sesampainya dikamar,Juna langsung mendudukkan istrinya di meja rias dan menyingkirkan segala benda yang ada disitu sekarang." Kau kenapa?" Juna bertanya dengan Ekspresi yang sangat prustasi.


Dara masih diam dan tetap mengunci mulutnya dengan rapat.Dia menoleh kearah lain dan mencoba untuk memutus kontak mata dengan suaminya." Dara apa kau tidak mendengarku." Juna sedikit meninggikan Nada bicaranya,berharap Dara akan takut Dan akan menjawab pertanyaannya.


"Kau kenapa?" Tanya Juna untuk yang kesekian kalinya.


Juna menggeleng saat mendapati keheningan yang terus-menerus dilakukan Istrinya."Sayang,aku bukanlah tipe pria yang sangat penyabar.Jadi Bertingkahlah seperti biasa karena aku tidak ingin melewati batasanku" Juna Memijit pelipisnya dengan pelan.Dia sangat Kesal,sangat kesal dengan sikap Dara yang seperti ini.


Bibir dara mencerut.Tapi tidak ada raut ketakutan disana,karena biasanya dia akan takut Dan akan langsung menangis saat Juna membentaknya.


" Bagaimana rasanya bertemu dengan mantan?.Apa kau sangat senang?" Dengan cepat Juna menoleh,Dan menangkap Raut kesal Yang sangat menggemaskan diwajah istrinya.

__ADS_1


Tadi dia sempat prustasi karena Dara terus mendiamkannya,tapi sekarang dia merasa lega karena istrinya sudah Mulai mengeluarkan suara emasnya.


__ADS_2